
Kayla menyentak tangan Alex dengan kasar lalu pergi, membuat Alex terperanjat dengan perasaan mencelos.
"Miss Kissable..!!" jerit Alex tiba-tiba membuka matanya.
la melirik ke samping, Kayla masih tertidur dipundaknya. Alex pun menghela nafas lega sambil mengusap wajahnya. Ternyata itu hanya mimpi. Tapi, perasaannya benar-benar cemas beberapa detik yang lalu. Saat ini pun jantungnya masih berdetak memburu, deru nafasnya masih tak beraturan, dan ludahnya tercekat.
Untungnya tidur Kayla tidak terganggu dengan reaksi berlebihan Alex saat terkejut bangun dari mimpi buruknya. Sepertinya Kayla begitu lelah dan mengantuk sebelumnya, jadi ia bisa tertidur dengan nyenyak.
Setelah merasa lebih tenang, Alex meraih secangkir teh yang sudah ia minum setengah itu, ia pun menenggak teh yang sudah dingin itu hingga habis. Beberapa kali ia menghela nafas ke udara, ia lega yang ia alami barusan hanya terjadi di dalam mimpi. la sangat takut jika itu benar-benar terjadi, ia tidak bisa melihat Miss Kissable nya bersikap seperti itu padanya. Tidak, itu tidak akan terjadi! Cukup kejadian beberapa hari yang lalu saja yang membuatnya terguncang, kejadian-kejadian buruk seperti itu tidak akan ia biarkan sampai terjadi lagi!
"Aku gak akan ngerusak kepercayaan kamu, Miss Kissable.. gak akan!" gumamnya sepenuh hati.
Alex bertekad, ia tidak akan membiarkan kejadian dalam mimpi buruknya tadi sampai benar-benar terjadi. la harus bisa menahan dirinya, mengendalikan hasratnya, dan menghormati gadis yang ia cintai. la tidak mau Miss Kissable merasa risih berada di dekatnya, sebaliknya ia selalu ingin membuatnya nyaman dan bahagia.
Alex menilik ke langit, malam yang pekat mulai menyemburatkan cahaya fajar, yang berarti ini sudah subuh. Burung-buruk kecil pun mulai terdengar berkicau. Alex kembali melirik Kayla, ia mengernyit kesal melihat seekor nyamuk hinggap dipipi Kayla. la mengepalkan tangannya yang tidak sabar ingin memukul nyamuk itu.
"Ck, sialan! Kenapa disitu sih, kalo gue pukul kan sama aja gue mukul Miss Kissable." gerutunya dalam hati.
Perlahan, dengan hati-hati ia mengarahkan telapak tangannya ke arah pipi Kayla. Mencoba menangkap nyamuk itu tanpa mengganggu ataupun menyakiti Kayla. Tiba-tiba..
"Lily..!" panggil mami Kayla yang sedang berjalan ke arah mereka.
Detik berikutnya, mami muncul diambang pintu, membuat Alex gelagapan. Alex pun segera menjauhkan tangannya dari wajah Kayla. Mami membulatkan matanya melihat pemandangan yang tak disangkanya sepagi ini. Putri kesayangannya tengah tertidur pulas dipundak seorang pria? Bagaimana bisa? Sejak kapan mereka disini, bukankah kemarin malam Kayla tidur bersama maminya? Dan apa tadi itu, Alex mau menyentuh Kayla?
Mami menatap Alex heran, membuat Alex hanya bisa terdiam kaku. Mami segera berjongkok di depan Kayla dan membangunkannya. "Lily..!"
"Hmm..?" gumam Kayla sambil mengerjap-ngerjap.
Kayla mengangkat kepalanya dan membuka matanya perlahan. Meskipun terasa berat ia tetap membuka matanya sambil menutup mulutnya yang tengah menguap.
"Pagi mi.." sapanya dengan suara serak khas bangun tidur, disertai sebuah senyuman.
Mami berdiri sambil melirik Alex, membuat Alex segera ikut berdiri, dan menyisakan Kayla yang masih duduk sambil mengernyit bingung mendongak melirik keduanya. Beberapa detik kemudian, Kayla baru sadar, ia sontak membuka matanya lebar-lebar dan ikut berdiri juga.
Kayla melirik Alex, Alex tersenyum kikuk. Kayla lalu melirik mami, mami menatapnya intens sambil menyilangkan kedua tangan didepan dada. Kayla menelan salivanya seraya tersenyum masam ke arah mami.
"Sejak kapan kamu disini?" tanya mami.
"Mmm..." Kayla menggigit bibir bawahnya.
"Kalian tidur disini?"
"Semalam kita cuman ngobrol-ngobrol kok tante, trus-.."
"Trus tiduran bareng disini??" sela mami protes.
"Bukan gitu mi!" jawab Kayla cepat, Alex pun menggeleng.
"Cuman Lily yang tidur tante, saya enggak kok! Kita beneran cuman ngobrol semalaman sampe Lily ketiduran." jawab Alex sambil menutupi ketegangannya.
Mami menatap tajam pada keduanya bergantian, tentu saja keduanya tidak berani mengangkat kepalanya.
"Bener?"
"lya mi." sahut Kayla, Alex pun mengangguk.
"Yaudah, Lily masuk gih!" Kayla pun beranjak.
Setelahnya mami pun beranjak masuk sambil menyelis ke arah Alex yang masih enggan mengangkat kepalanya.
... ....
... ....
... ....
Kayla yang baru keluar dari kamar kini duduk bersama mami di meja makan.
"Mi, Alex nya tidur" kata Kayla pelan.
"Di kamar kamu?"
"Hm." sahut Kayla seraya mengangguk.
"Kalian beneran begadang?"
"lya mi." sahut Kayla cengengesan.
"Alex curhat panjang lebar sama Lily."
"Oh ya? Dia ceritain soal beban hidupnya juga? tanya mami penasaran.
"Hm." sahut Kayla sambil mulai menyantap sarapannya.
"Trus sayang?"
"Trus apa mi?"
"Dia cerita apa aja?"
"Masa' Lily ceritain ke mami juga, udah ah Lily mau makan! Lagian ceritanya panjang mi, kita bisa telat kalo Lily ceritain sekarang."
Mami mengangguk mengerti. Di tengah-tengah sarapan mereka, mami kembali memikirkan sesuatu.
"Sayang?"
"Hm?"
"Mami kaget waktu liat kamu tidur di pundaknya Alex!"
Kayla tersedak mendengarnya, ia membulatkan matanya menatap mami bingung. Setelah minum untuk meredakan tersedaknya, Kayla lagi-lagi merasa malu pada mami. Benarkah yang dikatakan mami? Tadinya ia hanya malu saat mami memergokinya sedang berduaan dengan Alex, Kayla tidak ingat bagaimana ia tertidur. Kayla hanya ingat saat semalam ia menahan kantuknya sambil mengobrol dengan Alex, lalu ia ingat saat mami membangunkannya pagi ini.
"Masa' sih aku tidur dipundaknya Alex..?" batinnya.
__ADS_1
"Mami ngomong apa, Lily.. emangnya Lily semalam..." kata Kayla bingung.
"Kamu gak sadar, kamu tidur nyender dipundaknya Alex! Mami malu ah liatnya."
"Maaf Mi.. Lily gak tau.." lirih Kayla sambil menyembunyikan wajahnya.
"Kok bisa sih sayang? Kamu sedekat itu ya sama Alex?" tanya mami cemas.
"Enggak juga mi, kita biasa aja kok. Semalam cuman Lily ngantuk berat aja makanya sampe ketiduran gak tau tempat."
"Bisa-bisanya.." gumam mami seraya menggeleng tak habis pikir.
Kayla menunduk malu, "Yaudah, abisin sarapannya!" kata mami.
Setelah sarapan, mami dan Kayla berangkat masing-masing ke sekolah dan ke kantor menaiki angkot. Biasanya mami akan berangkat naik motor jika Kayla tidak akan memakainya sore hari. Tapi hari ini Alex ada dirumah, mami dan Kayla membiarkannya beristirahat dan tidur di rumah mereka. Jika nanti Alex bangun dan ingin pulang saat mereka berdua tidak ada di rumah, Alex bisa memakai motor mereka.
... _______________...
Saat menginjakkan kakinya memasuki area sekolah hari ini, entah kenapa aura dan suasana yang Kayla rasakan terasa berbeda dari biasanya. Kayla merasa senang sekali sekaligus merasa gugup, seolah kehidupan baru akan dimulai hari ini. Apa mungkin ini pengaruh dari perubahan dalam diri Alex? Padahal kan hari ini Alex tidak masuk sekolah. Mungkin juga karena perasaan Kayla yang lega setelah berdiskusi banyak dengan Alex, mengetahui dan memahami segala luka dan duka Alex. Juga tentang keinginan Kayla mengenai perubahan di sekolah, Alex sepertinya menerima saran Kayla semalam, dan dia pasti akan memulai perubahan itu di sekolah. Ya, Kayla percaya itu.
"Pagi Nia.. Adit..!" sapa Kayla sambil meletakkan tas ke bangkunya dan duduk.
"Pagi Kay.." balas Nia dan Adit.
"Lagi happy Kay? Kamu semangat banget keliatannya." tebak Adit.
"Alhamdulillah." singkat Kayla tanpa memudarkan senyumannya.
"Btw, ada apa nih, cerita dong Kay!" ujar Nia.
Kayla terdiam berpikir, bagaimana ia akan menceritakannya pada kedua temannya ini? "Aku pasti bakal cerita, diwaktu yang tepat. Tapi gak sekarang ya.."
Nia dan Adit saling melirik datar, mereka bisa menebak bahwa ini ada hubungannya dengan rahasia Alex yang sebelumnya Kayla bilang.. 'aku akan kasih tau diwaktu yang tepat'.
"Btw, kita udah tau Kay!" ujar Adit datar, yang diangguki oleh Nia.
"Tau apa?" bingung Kayla.
"Miss Kissable." singkat Nia datar, membuat Kayla terkesiap dan menaikkan alisnya.
"Miss Kissable? Maksud kalian?" Kayla mulai gugup.
"Kita udah tau kalo Miss Kissable itu kamu!"
Degg
Kayla langsung tersedak ludahnya sendiri. Apa yang mereka katakan? Mereka sudah tahu bahwa Miss Kissable adalah Kayla?
Kayla menunduk kikuk, "Kalian tau dari mana?" tanya Kayla mencoba tenang.
"Sorry Kay, kita nguping" ujar Nia jujur, membuat Kayla mendongak dan menatapnya heran.
"Nguping?" ulang Kayla bermonolog.
Keduanya mengangguk dan tersenyum kikuk, membuat Kayla merasa sedikit lega melihat perubahan ekspresi mereka.
Jadi bukan hanya Bima, Sandi, dan Vicky yang sudah mengetahui tentang kebenaran itu, bukan hanya mereka bertiga yang menguping pada saat itu, tapi Nia dan Adit juga!
Tapi, Nia dan Adit tidak mengatakan apapun pada Kayla. Mereka tidak bertanya-tanya langsung hari itu, tidak marah atau protes pada Kayla. Kenapa? Jika kebenaran ini sudah mereka ketahui.. apa perasaan mereka juga terluka seperti yang dirasakan Bima, Sandi, dan Vicky?
"Maafin aku.. Nia, Adit!" Nia dan Adit saling melirik.
"Kenapa Kay, kamu gak ngasih tau kita dari awal?" tanya Adit.
Kayla menunduk. "Kamu tau Kay, aku syok pas tau ternyata Miss Kissable nya Alex itu kamu! Sejak kapan Kay.. sejak kapan kamu berhubungan diam-diam sama Alex??" tanya Nia ngegas.
"Sst..." Kayla mengisyarat dengan telunjuk di depan bibir.
"Tolong, jangan sampe ada yang denger soal ini! Takutnya ntar heboh." cicit Kayla
Nia dan Adit mengangguk mengerti. Kayla menghela nafas panjang sambil menyandarkan punggungnya ke sandaran bangku.
"Maaf ya..!" sesalnya.
"Jelasin ke kita Kay! Aku marah loh sama kamu!" sungut Nia.
Kayla menegakkan punggungnya dan menatap kedua temannya itu. "Oke, aku jelasin, tapi gak disini."
Ketiganya pun beranjak keluar kelas dan berjalan menuju taman sekolah, mereka mengambil tempat duduk paling ujung di bawah pohon mangga. Karena di sana tempatnya agak sepi meskipun terletak di lokasi yang terbuka. Setelah mereka duduk, Kayla bersiap untuk menceritakan yang sejujurnya pada kedua temannya ini. Mereka berhak tahu, mereka teman baik Kayla, dan Kayla tidak mau mereka menjauhinya karena ketidak jujuran ini, seperti Bima, Sandi, dan Vicky yang menjauhi Alex. Kayla menarik nafasnya dan menghelanya ke udara sebelum mulai bicara.
"Jujur, aku sengaja nyembunyin ini dari semua orang, termasuk kalian, bahkan Mami aku sendiri. Aku sama Alex gak ada hubungan spesial kok, aku juga udah nolak dia."
"Serius Kay? Kamu, nolak Alex?" tanya Nia tak percaya.
"Hm. Kalian nguping kan waktu itu, berarti kalian denger dong aku nolak dia!"
"Boleh aku tau alasannya kenapa kamu nolak Alex?" tanya Adit.
"Karena aku gak mau pacaran."
"Meskipun kamu juga suka sama dia?" tanya Nia.
"Apa sih Ni, masa' aku suka sama dia?!" sahut Kayla menyengir.
"Tapi kenapa kamu ngerahasiain ini Kay?" tanya Adit.
Kayla menegakkan punggungnya dan bersiap berkata serius. "Karena Alex gak tau dari awal kalo aku Miss Kissable. Dan aku juga berencana mau ngasih dia pelajaran waktu itu."
"Apa ini yang kamu maksud rahasia Alex, Kay? Rahasia yang bisa kamu jadiin senjata buat ngelawan Alex, soal Miss Kissable?" tanya Adit.
Kayla mengangguk ragu. Sebenarnya bukan ini, tapi ini adalah bagiannya. Rahasia Alex yang Kayla maksud adalah tentang Mr Strawberry. Eh, Nia dan Adit tidak membahas tentang Mr Strawberry, apa mereka belum tahu tentang itu? Bukankah mereka menguping hari itu? Tapi biarlah jika mereka tahu ataupun tidak, hal itu sudah tidak penting lagi sekarang. Alex kan sudah mulai berubah, tinggal menunggu waktu saja kapan dia akan menunjukkan perubahannya itu di depan semua orang.
"Kay, ada satu hal yang masih bikin aku penasaran."
__ADS_1
"Apa Dit?"
"Mr Strawberry itu... Alex?"
Kayla menaikkan alisnya mendengar pertanyaan Adit, dan Nia menoleh cepat kearah Adit.
"lya! Itu juga aku pengen banget nanya!" ujar Nia.
Kayla mengulum bibirnya, "Emm..aku pikir kalian udah tau soal itu juga"
"Jadi bener, Mr Strawberry itu Alex, Kay?!" tanya Nia syok.
Kayla mengangguk kikuk. "lya."
Adit dan Nia terperangah, meski mereka sempat mengira sebelumnya bahwa Mr Strawberry adalah Alex, tetap saja mereka terkejut mengetahui kebenaran ini. Karena setahu mereka Kayla menyukai seseorang bernama Mr Strawberry itu. Kayla bilang Mr Strawberry adalah orang yang sering hadir dalam mimpinya, dan dia juga pernah menolong Kayla saat tenggelam di danau. Apa dia itu memang Alex? Jika benar, apa diam-diam Kayla juga menyukai Alex? Tapi hari itu.. Kayla menolak Alex kan?
"Kay, serius kamu?" tanya Nia.
"Jadi.. yang nolongin kamu di danau itu Alex?" tanya Adit.
"Aku gak tau, Dit. Kan waktu itu aku gak liat mukanya, aku cuman denger dia nyebut Miss Kissable jadi aku kira itu dia." jawab Kayla jujur.
"Can not be trusted.." gumam Nia pelan.
Mereka terdiam beberapa saat. Kayla membiarkan kedua temannya diam mencerna fakta yang baru saja Kayla ungkapkan kepada mereka.
"Kalo Mr Strawberry itu Alex, berarti cenderamata Kayla yang waktu itu aku liat..." gumam Adit dalam hati. Ia hanya melanjutkan gumamannya dengan dengusan kecil, karena ia sudah mengerti hal itu. Tapi ada hal lain yang masih menjadi pertanyaan dibenak Adit.
"Kay, gimana ceritanya kok bisa Alex itu Mr Strawberry? Dan Alex gak ngenalin kamu dari awal.. gimana sih maksudnya?" tanya Adit bingung.
Kayla tersenyum kikuk, "Jadi gini, Waktu pertama kali kita ketemu kita kenalannya sebagai Miss Kissable dan Mr Strawberry, gak pake nama masing-masing. Itu juga Alex yang mulai. Aku sebenarnya gak suka sih dipanggil begitu, jadi aku bales aja manggil dia dengan panggilan yang dia gak suka."
Nia dan Adit mengernyit, "Kenapa Miss Kissable? Dan.. Mr Strawberry?" ujar Nia.
Tentu saja Nia dan Adit merasa aneh dengan panggilan itu, Kayla hanya menanggapinya dengan mengedikkan bahu.
"Trus Kay?" Adit lebih penasaran dengan cerita pertemuan pertama Kayla dengan Alex dibandingkan panggilan mereka yang aneh itu.
"Ya jadi aku gak tau dia Alex dan dia gak tau aku Kayla. Selama di sekolah pun kita sama-sama gak tau, dan gak ngenalin satu sama lain. Aku tau nya Alex itu Mr Strawberry pas diacara ulang tahun dia, itupun dia tetap gak ngenalin aku sebagai Kayla."
"Kay, kamu hadir di ulang tahunnya Alex?" tanya Nia.
Kayla mengangguk, "Mami aku yang ngajak. Itu juga aku gak tau kalo aku bakal ngehadirin acaranya Alex. Aku sama Mami cuman niat ngehadirin acaranya Pak William, ternyata anaknya Pak William itu Alex."
"Gimana bisa kalian gak ngenalin satu sama lain padahal udah pernah ketemu sebelumnya?" bingung Adit.
"Waktu pertama kali kita ketemu itu di pesta topeng, jadi kita sama-sama pake topeng."
Nia dan Adit mengangguk. "Kapan itu Kay?"
"Pesta topeng?" tanya Kayla memastikan, yang diangguki oleh Adit.
"Hari pertama aku pindah ke Jakarta."
"Jadi kamu udah kenal sama Alex sebelum masuk sekolah ini Kay?" takjub Nia.
"Bukan Alex, Mr Strawberry!" ralat Kayla.
"lya, Mr Strawberry. Tapi sama aja kan dia Alex juga. Trus Kay, gimana pas kamu tau Mr Strawberry itu Alex, dan.. masa' Alex masih gak ngenalin kalo Miss Kissable itu kamu?" tanya Nia.
"lya. Aku syok banget waktu itu, aku juga gak nyangka kalo Mr Strawberry itu dia. Soal dia yang gak ngenalin aku." Kayla menggeleng kecut, "Matanya bermasalah kali ya.." sambungnya kemudian tertawa.
Nia dan Adit pun ikut tertawa, menyengir.
"Trus Kay, gimana pas Alex tau kalo kamu Miss Kissable?" tanya Adit.
"Ya sama. Syok juga."
"Dia tau sendiri atau kamu yang ngasih tau?"
"Aku yang ngasih tau." Kayla terdiam melamun setelah mengatakan itu.
Kayla merasa sedikit lega karena sudah menceritakan yang sejujurnya pada Nia dan Adit, meski itu belum separuh kisahnya. Setidaknya ia jujur pada kedua temannya ini, dan mereka bisa mengerti Kayla. Kayla sangat bersyukur, Nia dan Adit tidak marah padanya.
Nia dan Adit terdiam, mencerna kisah Kayla di otak mereka dan mencoba menerima fakta yang menggelikan ini. Kayla adalah Miss Kissable nya Alex, dan Alex adalah Mr Strawberry nya Kayla? Astaga...
"Kay, aku masih gak abis pikir." kata Nia yang terlihat masih berpikir.
"Alex.. beneran suka sama kamu Kay?" tanya Adit ragu.
Kayla menoleh sekilas pada Adit, "lya." singkatnya.
Itu yang Kayla pikirkan, meski setelah Alex tahu Miss Kissable adalah Kayla, Alex tetap menyukainya. Alex tetap berharap pada Kayla meski Kayla telah menolaknya. Kayla merasa sedikit khawatir, jika langkah yang ia ambil sekarang salah. Kayla telah memutuskan untuk mendampingi Alex dalam proses perubahannya, tujuan Kayla hanya ingin melihat semuanya baik-baik saja. Sekolah yang normal, dan seorang Alex yang pantas, tidak ada pembullyan ataupun kekuasaan yang selama ini dimanfaatkan oleh Alex. Itu saja cukup.
Tapi bagaimana jika Alex berharap hal lain, bagaimana jika Alex menganggap Kayla akan menerimanya setelah ia berubah? Bagaimana jika tujuannya menerima saran Kayla adalah agar ia bisa menaklukkan hati Kayla? Meski Kayla tahu Alex masih mengharapkannya, Kayla tetap ingin terlibat dalam proses Alex ini.
Semoga Alex mengerti. Jika nanti Alex berhasil melewati jalan ini, kembali menjadi dirinya yang dulu dan merubah keadaan sekolah menjadi normal kembali, Alex pasti akan mengerti dan bisa berpikir lebih dewasa. Kayla berharap Alex akan mengerti tujuan Kayla, dan tidak mengharapkan sesuatu yang lebih darinya.
... ....
... ....
... ....
... ....
... Bersambung...
*Hallo readers tersayang..
Thanks.. thanks.. thanks... thank you so much all...!! Buat like, komen, dan dukungan kalian..🎉😘
Boleh dibanyakin lagi like nya.. biar aku tambah semangat..💞
__ADS_1
Semoga kalian tetap suka sama ceritanya ya guys..
Happy Reading...