
Treng...Treng...
Alex mengakhiri petikan gitarnya beserta lagunya, namun tatapannya tidak.
Kayla terpaku mendengar nyanyian Alex yang ia yakini ditujukan untuknya. Kenapa perasaan Kayla seperti ini, apa Alex melontarkan kata-kata dari lirik lagunya itu dari hatinya? Orang bilang, sesuatu yang keluar dari hati akan mudah masuk ke dalam hati bukan?
Meski jarak antara tempat duduk Alex dan Kayla cukup jauh, tapi tidak ada yang menghalangi sepasang mata mereka berdua untuk saling menatap dalam. Sorakan dan tepuk tangan teman-temannya seolah tak terdengar ataupun mengusik ditengah tenggelamnya pikiran dan perasaan Alex. Kayla memutuskan tatapan mereka lebih dulu karena merasa salah tingkah dan beberapa orang memperhatikannya.
Jessica yang awalnya menikmati lagu yang dinyanyikan Alex, menjadi kesal ketika menyadari Alex tidak berhenti menatap Kayla. Sampai lagunya selesai pun Alex masih saja tak mengalihkan tatapannya dari Kayla, Jessica meradang dan beranjak pergi dari sana.
Perasaan yang sama dirasakan juga olehPak Bayu, yang sebelumnya sudah merasa cemburu oleh Adit, kini nyanyian Alex pun menambah rasa panas di dalam dadanya. Tapi apa yang bisa ia lakukan, selain berhenti melihat mereka berdua. Pak Bayu berbalik, lagipula acara api unggun malam ini sudah cukup sampai disini, malam sudah mulai larut.
"Wuiih.. keren banget Al!" Bima berkomentar.
Sandi dan Vicky pun ikut mengungkapkan kekaguman dan pujian mereka pada Alex, seraya menepuk-nepuk pundak Alex. Mau tak mau Alex mengalihkan tatapannya dari Kayla ke teman-temannya.
Para siswi juga banyak yang memujinya karena suara merdu Alex yang memukau, dan feel yang didapatkan pendengar dari lantunan mantapnya itu. Kalau para fans Alex jangan ditanya lagi, mereka klepek-klepek kegirangan, histeris saking senangnya bisa mendengar dan melihat Alex bernyanyi, apalagi lagi yang ia nyanyikan itu tentang cinta.
"Ya Tuhan... gak kuat hayati..." seorang siswi merengek manja pada temannya.
"He'eh... gue meleleh beb..." balas temannya.
"Suaranya itu loh.. ya ampun. masih terngiang-ngiang banget nih beb, mudah-mudahan aja gue bisa tidur malam ini."
"Perfect! Gak ada obat!"
"Bagus banget ya suaranya pangeran gue.."
"Pangeran gue itu mah..."
"Pangeran lu dari mana, ngimpi lu!"
"Gak papa ngimpi, yang penting gue happy!Wleee.."
"Hussh... kalian nyadar gak, selama Alex nyanyi dia cuman liatin satu orang? Siapa coba?"
"Siapa emangnya? Elu? Gak usah ngarep..!"
"Kayla!"
"What??"
..._______________...
Paginya, Kayla dan teman-teman siswi lainnya membantu sebagian guru yang didominasi perempuan, untuk memasak dan menyiapkan sarapan.
Nia dan Kayla berjalan membawa baskom kecil berisi sayur untuk dibagikan ke tempat makan para siswa dan siswi."Kay, tau nggak? Tadi malam kan aku susah tidur, kebayang-bayang suara Alex mulu, sekalinya aku bisa tidur.. aku mimpiin Alex." ujar Nia girang.
"Aku juga kebayang-bayang suaranya Alex, tapi gak sampe kebawa mimpi sih." imbuh Anggita yang sudah duduk di depan makanan.
Kayla terkekeh geli. "Trus.. apa aku harus bilang woww?"
"Ayo anak-anak.. sarapannya sudah siap!" pekik Bu Fitri yang disambut antusias oleh para siswa yang sudah menunggu sejak tadi.
"Ih kamu mah Kay! Kamu kalo kebayang Alex juga bilang aja.. gak usah gengsi." kata Nia.
"Biasa aja kok. lya sih suaranya bagus, tapi gak sebagus penyanyi aslinya kali."
"Tapi luar biasa loh Kay, Alex tuh gak pernah nyanyi. Aku sempat mikir dia bakal marah loh pas ditantangin nyanyi, gak nyangka dia mau" ujar Anggita.
"Kata siapa kamu? Gak pernah denger aja kali. Kalo orang gak pernah nyanyi, mana mungkin bisa sebagus itu nyanyiannya." Kayla mulai mengambil makanannya.
"Bima yang bilang. Ayo coba, hebat kanAlex?! Teman-temannya aja belum pernah denger dia nyanyi sebelumnya. Feeling aku sih.. ini ada hubungannya sama Miss Kissable. Alex bisa nyanyiin lagu cinta sebagus itu, itu artinya dia ngerasain apa yang dia ucapin kan?" ujar Anggita lagi.
"Bener juga, aku jadi penasaran sama Miss Kissable itu'' timpal Nia sambil mengunyah makanan dimulutnya.
Kayla tersedak mendengarnya, ia segera mengambil air untuk diminum.
"Eh, pelan-pelan. kamu kenapa sih?" bingung Nia.
"Gak papa, cuman keselek doang kok." jawab Kayla setelah minum.
"Miss Kissable ngerusuhin banget ya, Alex sih pake ngebahas Miss Kissable di sekolah, kan anak-anak pada penasaran. Gimana kalo mereka tau Miss Kissable itu aku?" gerutu Kayla dalam hati.
.......
.......
.......
Kegiatan hari ini akan diisi dengan games mencari kotak pusaka sekolah. Dimulai dari jam satu siang.
Jadi setelah sarapan, semua siswa dan siswi tidak ada kegiatan khusus. Sebagian besar diantara mereka menggunakan waktu rehatnya dengan pergi ke danau, dan ada juga yang ke air terjun. Ada juga yang tetap berdiam santai di camp ground sambil mengobrol, seru-seruan bersama teman atau hanya main hp.
Tadinya Alex ingin melukis di dekat air terjun, tapi ternyata banyak siswa-siswi yang datang kesana dan bersenang-senang. Selain kegaduhan mereka yang membuat mood melukis Alex jadi buruk, ia bisa saja jadi pusat perhatian jika melukis di depan mereka. Jadilah kini ia dan teman-temannya hanya duduk bersama di sebuah batang pohon besar yang sudah tumbang, tidak jauh dari air terjun. Mereka mengobrol sambil mengemil, di depan sana para siswa dan siswi yang bermain air, mandi, dan ada juga yang hanya berfoto-foto saja, menjadi tontonan empat sekawan ini.
Saat ketiga temannya mulai bosan hanya menonton saja, mereka pun ikut bersenang-senang di air terjun bersama siswa-siswi lainnya. Namun Alex lebih tertarik untuk bermain dengan pisau ukirnya daripada bermain air bersama teman-temannya.
"Al, Ayo!" seru Sandi yang baru keluar dari air dan berjalan menghampiri Alex.
"Males ah, kalian aja!" Alex fokus pada objek yang digelutinya saat ini. Mengukir sesuatu, diatas batang pohon yang juga ia duduki itu.
"Seru gini kok males? Emang liatin doang gak malas, gak bosen AI?"
"Elu gak liat gue lagi apa?" ujar Alex datar.
"Liat. Tapi kan lu sering kayak gini, sekali-sekali lah seru-seruan bareng begini!"
"Liat tuh, cewek-cewek genit! Gue males diuber-uber sama mereka." Alex menunjuk para siswi yang sedang bermain air.
"Huuu... yaudah lah, gue kesana lagi ya!"
"Hm" jawab Alex singkat.
Dari jauh, Kayla yang sedang bermain air bersama teman-temannya, melirik ke arah Alex yang terlihat sibuk dengan sesuatu. Alex nampak tidak tertarik untuk ikut bermain air, bahkan pandangannya hanya terfokus pada satu objek saja. Alex duduk di sebuah batang pohon yang tumbang, dengan kedua kaki yang ia lebarkan dan pandangan yang menunduk ke permukaan batang pohon yang didudukinya. Dia terlihat seperti anak kecil yang sedang sibuk menulis sesuatu di sebuah bangku panjang, dengan sebelah tangan yang menjamak di permukaan kursi dan tangan lainnya memegang pena. Tapi, yang Alex pegang itu sepertinya bukan pena? pikir Kayla.
__ADS_1
.......
.......
.......
Sejak pagi, sebagian guru yang didominasi oleh laki-laki yang tidak ikut memasak, mereka menyiapkan segala yang diperlukan untuk kegiatan hari ini, yaitu menjelajahi hutan untuk mencari kotak pusaka sekolah. Tentu mereka mempersiapkan semuanya tanpa sepengetahuan para murid, karena pagi ini, para murid sedang bersantai di air terjun, ada juga di danau, dan yang lainnya tetap di camp ground tapi beberapa guru ada di sana, untuk memastikan tidak ada siswa atau siswi yang mengetahui persiapan mereka.
Persiapannya cukup simpel, mulai dari tanda panah di beberapa pohon yang nanti menjadi rute yang akan dilewati para murid, sampai finish dimana kotak pusaka disembunyikan. Kalau biasanya anak pramuka melakukan kegiatan ini dengan mencari harta karun.
"Baik anak-anak, perhatikan arahan Bapak ya!" Pak Erwin memulai pengumumannya.
"Rute yang akan kalian lewati tidak lebih jauh dari dua ribu meter dari titik camp ground kita ini. Di beberapa pohon, kami memberi tanda panah yang akan mengarahkan kalian ke jalur mana saja yang akan kalian lewati. Juga ada tanda silang ya, itu artinya kalian tidak boleh melewati jalur itu. Ingat, jangan berjalan lebih jauh dari dua ribu meter!"
"Untuk pembagian kelompok, satu kelompoknya terdiri dari 5-6 orang. Jika kalian sudah sampai ke finish yang artinya kalian berhasil menemukan kotak pusaka yang kita maksud, maka segera pulang! Pemenang dari permainan ini adalah merek ayang lebih dulu sampai disini dengan membawa kotak pusaka itu"
"Jangan memisahkan diri dari kelompok kalian! Kalian harus kompak ya, dan kalian juga harus membawa jam! Baik itu jam tangan, jam di hp atau sejenisnya. Karena kalian harus pulang sebelum petang! Jika sampai jam lima kalian tidak menemuka napapun, langsung pulang saja! Paham?"
"Paham Pak..!" jawab para murid serentak.
"Baik, sekarang Bapak akan mengumumkan pembagian kelompoknya" ujar Pak Erwin seraya membuka buku yang sejak tadi beliau pegang.
Pak Erwin pun mengumumkan pembagian kelompok yang masing-masing terdiri dari 5-6 orang. Pembagian kelompok sesuai kelas masing-masing, sehingga ada kelompok yang jumlah anggotanya lebih sedikit dari yang lainnya.
Kayla satu kelompok dengan Nia dan Anggita, juga seorang siswi dan dua orang siswa di kelompok mereka, namanya Ayu, Randa dan Ferdy. Sayangnya Adit tidak termasuk dalam kelompok mereka.
"Sudah semuanya ya dapat pembagian kelompok! Bapak tanya sekali lagi, apa kalian paham dengan aturan mainnya?"
"Paham Pak..!"
"Bagus. Ada pertanyaan?"
Alex mengangkat tangan, Pak Erwin pun mempersilahkannya bicara. "Maaf Pak, kita gak mau satu kelompok sama cewek." ungkap Alex dengan nada datar.
"Oh? Kenapa?" Pak Erwin kembali menilik catatan pembagian kelompoknya.
"Ganti sama yang cowok aja Pak! Soalnya kita gak bakal bisa kompak sama cewek" ujar Alex, membuat dua orang siswi yang tadi namanya disebutkan satu kelompok dengannya kini cemberut.
"Emm..." Pak Erwin melirik guru-guru yang lain.
"Baiklah! Kalau begitu. Bapak atur ulang dulu ya pembagian kelompok untuk kalian!" kata Pak Erwin.
Akhirnya di kelompok Alex hanya ada siswa laki-laki saja. Alex, Bima, Sandi, Vicky, Doni dan Juna teman sekelasnya.
"Maaf Pak, tapi ini kan gak fair?! Masa' kelompok mereka cowok semua? Mereka kuat dong, peluang besar buat mereka bisa menangin permainan ini." Jessica memprotes.
"Jessica, bukan masalahnya kelompok mereka cowok semua, dalam permainan ini yang dibutuhkan bukan kekuatan.. tapi kekompakan. Kelompok manapun bisa menang dengan peluang yang sama, kalau kelompok mereka bisa kompak." ucap Bu Weni memberi pengertian, membuat Jessica hanya bisa mendengus pasrah.
"Baik, anak-anak! Semuanya sudah siap?" seru Pak Erwin.
"Siap Pak..!"
"Permainan kita mulai! Silahkan berpencar bersama kelompok kalian masing-masing!"
.......
.......
.......
"Aku ingin mencintaimu dengan sederhana dengan kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api yang menjadikannya abu.. How... gimana gaes, gak kalah kan gue sama Adit?" kata Randa mencairkan suasana ditengah perjalanan mereka yang membosankan.
"Lumayan." sahut Anggita.
"Jangan salah, gue ini pujangga, puisi keahlian gue. Harusnya semalam gue yang ditantang baca puisi Kay!" kata Randa.
"Itu mah sukanya kamu, Ran. Bukan tantangan dong namanya." Kayla terkekeh kecil.
"Kay, kamu suka puisi yang dibacain Adit?" tanya Nia.
"Suka." jawab Kayla langsung.
"Itu puisi buat kamu Kay!" ujar Nia.
Kayla terkekeh, "lya kan aku yang nantang dia baca puisi."
"Bukan, maksud aku kata-katanya itu.. itu isi hati dia ke kamu Kay!" Kayla mengernyit bingung seraya tersenyum tipis.
"Isi hati?"
"Maksud lu Adit suka sama Kayla gitu?" tanya Ferdy.
"Ya.. menurut aku." ujar Nia sambil mengangguk dan melirik Kayla.
"Emm.. emang isi puisinya kemarin kayak gimana ya? Aku lupa." ujar Kayla seraya berpikir.
"Heh? Keterlaluan kamu Kay, udah lupa gitu aja" protes Nia.
"Yang gue baca tadi, tentang cinta!" sahut Randa.
"Nia, kok kamu bisa nyimpulin itu isi hatinya Adit ke aku? Mungkin dia cuman baca puisi yang random aja, yang dia inget aja gitu. Kan itu tantangan, jadi gak mungkin dia punya persiapan."
"Annisa yang bilang." sahut Nia, membuat Kayla terdiam.
Tiba-tiba Ayu teringat sesuatu dan langsung memutar rekaman suara di ponselnya. "Kalo yang ini, inget gak Kay?"
"Haaa ya ampun... suara emasnya Alex..." jerit Nia girang.
"Eh Yu, kamu ngerekam ya semalam? Bagi dong rekamannya" kata Anggita semangat.
Randa dan Ferdy mendengus malas seraya saling melirik, "Gak ada saingannya itu mah!" gumam Ferdy.
Kayla terdiam, mendengar rekaman itu membuatnya teringat kembali akan tatapan Alex semalam. Kenapa hati Kayla bisa tersentuh mendengarnya, padahal itu hanya lagu dan Alex hanya bernyanyi untuk memenuhi tantangannya kan? Apa itu isi hatinya juga, seperti yang Nia bilang Adit mengungkapkan isi hatinya lewat puisi?
"Kalo yang ini mah gak bakalan lupa" ujar Nia seraya tersenyum-senyum sambil mendengarkan rekaman suara Alex.
__ADS_1
"Kay?" panggil Ayu yang menyadari Kayla sedang melamun.
"Ya?" Kayla agak terkesiap.
"Kamu pasti juga ngerasain kan semalam?"
"Ngerasain apa Yu?"
Ayu seperti enggan menjawab, karena hal itu mungkin membuat Kayla malu, melihat ekspresi Kayla yang nampak kaku. "Kayla pura-pura gak nyadar atau lupa ya?" Ayu bertanya dalam hati.
"Maksud lu, Alex liatin Kayla pas dia nyanyi?" tanya Ferdy membuat teman-temannya serentak menoleh ke arahnya.
Ayu mengangguk, "Kamu juga nyadarin itu?"
"lya, kalo gak salah liat sih." sahut Ferdy agak ragu karena melihat ekspresi wajah Kayla.
Kayla mengalihkan pandangannya dari tatapan teman-temannya, mudah-mudahan saja mereka tidak melihat wajah Kayla yang memerah karena malu dan canggung.
Kayla tertawa kecil untuk menyembunyikan kecanggungannya. "Ngawur kamu, Fer! Kamu juga Yu, gak mungkin lah Alex liatin aku. Kalian pasti salah liat"
"Yang liat kan gak cuman kita berdua Kay! Anak-anak lain juga pasti nyadar kok kalo tatapan Alex itu lurusnya ke kamu"
"Oh ya? Kok aku gak nyadar ya, padahal aku duduk di samping Kayla loh." ujar Nia.
"lya, aku juga gak tau tuh. Aku terlalu terbuai sama suaranya sih.." timpal Anggita.
"Udah ah, ngapain sih bahas itu? Ini jangan-jangan kita ngelewatin tanda lagi!" ujar Kayla mengalihkan pembicaraan seraya menilik ke pohon-pohon, mencari tanda panah selanjutnya.
"Capek nih gaes.. istirahat dulu yuk!"
rengek Nia.
"lya, gue juga" timpal Randa seraya bersandar di sebuah pohon.
"Oke." teman-teman satu kelompoknya menyetujui.
Mereka pun memutuskan untuk beristirahat sejenak, karena mereka merasa sudah berjalan cukup lama dan jauh. Mereka duduk di bawah pohon yang rindang.
Tiba-tiba Anggita berteriak kaget saat menengadah ke atas pohon, membuat teman-temannya kaget dan sontak melihat ke arah sejurus.
"Ular...!"
Mereka segera beranjak dan menjauh dari pohon. Tanpa mereka duga, ular yang tadi melilit di pohon kini melompat ke arah mereka, dan jatuh ke pundak Nia.
"Aaaaaa..." jerit mereka histeris terutama Nia.
Dengan reflek Nia mengibaskan pundaknya dan ular itu pun terjatuh, mereka bergegas lari menyelamatkan diri dari ular itu.
Setelah dirasa cukup jauh berlari menghindari ular, mereka berhenti karena kelelahan. Mengatur nafas yang masih ngos-ngosan dan menyeka keringat mereka.
"Eh, Kayla sama Randa mana?" tanya Ayu setelah menilik satu-persatu temannya.
Tanpa mereka sadari saat berlari kalangkabut dari ular tadi, mereka terpencar. Kayla dan Randa tidak bersama mereka.
"Huh... gue gak tau, gue gak bisa mikir sama sekali" ujar Ferdy yang masih ngos-ngosan.
"Kemana ya mereka? Mudah-mudahan ular itu gak ngejar mereka" kata Nia cemas.
"Jadi gimana nih? Apa kita tunggu mereka dulu baru ngelanjutin perjalanan?" tanya Anggita.
"Ntar dulu, kita istirahat dulu!" ujar Ferdy yang sudah duduk selonjoran di tanah.
Sepuluh menit kemudian Randa muncul, mereka lega melihatnya baik-baik saja, Randa pun lega bisa menemukan teman-temannya.
"Alhamdulillah.." gumam Randa.
"Kayla mana Ran?" tanya Nia.
"Kayla? Gue gak tau, gue pikir ada sama kalian." sahutnya.
"Hah? Jadi dia gak sama kamu? Berarti Kayla sendirian dong, aku jadi khawatir" kata Anggita.
"Kita tunggu aja dulu, siapa tau bentar lagi dia nongol" kata Ferdy mencoba tenang.
Mereka gelisah setelah satu jam menunggu Kayla, tapi tak kunjung terlihat juga.
"Kayla.. kemana sih..?" gumam Ferdy panik seraya berjalan mondar-mandir.
Hal yang sama dilakukan oleh Nia dan Anggita, mereka tidak bisa duduk saja menunggu, sedangkan mereka tidak tahu dimana Kayla dan bagaimana keadaannya. Secara, mereka tadi melarikan diri dari ular kan, bagaimana jika Kayla terjebak dengan ular itu?
Sementara Ayu dan Randa duduk dengan gelisah, mereka tentu juga mencemaskan Kayla. Kaki Randa terkilir jadi ia tidak ikut mondar-mandir seperti ketiga temannya. Dan Ayu memijat kaki Randa.
"Cukup gaes, aku udah gak bisa sabar! Kita gak tau Kayla dimana dan gimana keadaannya, perasaan aku gak enak. Bisa aja hal buruk terjadi sama dia kan? Mendingan kita cari dia sekarang!" kata Nia.
"Setuju. Ayo kita cari dia!" kata Ferdy.
Mereka pun beranjak dari sana dan mencari Kayla. Sesekali mereka bertemu dengan siswa-siswi lain di jalan, mereka menanyakan Kayla pada mereka tapi tidak ada yang melihat Kayla.
"Ini hampir jam lima, tapi Kayla gak keliatan juga. Apa kita lapor aja ya ke guru?" ujar Ayu cemas.
"lya, kayaknya emang gak ada cara lain. Kita harus pulang sekarang trus ngelapor kalo Kayla ilang" ucap Ferdy terdengar lirih.
"Kok ilang sih Fer? Kita cuman gak tau Kayla dimana, sama belum ketemu juga."
"lya itu sama aja ilang, Nia."
Nia mendesah nafas berat, matanya sudah berkaca-kaca. "Kamu dimana Kay?" gumamnya lirih.
Teman-temannya yang lain pun merasa cemas, dengan berat hati akhirnya mereka pulang ke camp ground tanpa Kayla.
.......
.......
.......
__ADS_1
.......
...Bersambung...