
Ujian kelulusan tinggal hitungan hari, tapi Kayla semakin susah berkonsentrasi. Sejak ia tahu Alex telah bertunangan ia tidak bisa berhenti memikirkan pria itu. Menyebalkan, meresahkan. Yang Kayla tidak mengerti, Alex bertunangan dengan Bu Feli? Guru di sekolahnya sendiri. Entah bagaimana hubungan diantara mereka, dan entah mengapa Kayla sampai memikirkan hal itu juga.
Saat pertama kali Kayla tahu Alex bertunangan, Kayla begitu sakit hati. Kayla sudah berusaha menghapus perasaannya untuk Alex, tapi ia belum bisa. Dan disaat Kayla tahu Alex memiliki pengganti dirinya.. Kayla merasa terluka. Merasa seolah-olah ia dikhianati dan ingin sekali marah. Tapi kenapa ia merasa seperti itu? Bukankah ia sendiri yang memilih menerima luka itu dulu, ketika ia mengambil keputusan untuk mengakhiri hubungannya dengan Alex. Bukankah ia sendiri yang memilih meninggalkan Alex, lalu kenapa ia merasa seperti dikhianati? Bukankah ia sendiri yang meminta Alex melupakannya, lalu kenapa ia ingin marah dan menyalahkan Alex atas yang terjadi sekarang?
Bukankah seharusnya Kayla senang, karena Alex telah menjalani hidupnya dengan baik tanpa dirinya. Bukankah itu yang Kayla inginkan dulu, itu yang ia katakan pada Alex, agar Alex melupakannya dan menjalani hidup tanpa bayang-bayang Kayla. Lalu dimana salah Alex? Jika pria itu bisa bahagia tanpa Kayla, bisa menerima gadis lain sebagai pengganti dirinya, dan benar-benar melupakannya yang sudah menjadi cinta masa lalunya. Jika memang itu yang Kayla inginkan dulu.. kenapa Kayla malah terluka dan merasa tidak rela!
Kayla tidak suka perasaannya yang seperti ini, berkali-kali Kayla mencoba menepisnya dan menyingkirkan Alex dari pikirannya, namun tetap saja akhirnya ia pasrah dengan kelemahan dirinya dan air matanya.. sebagai bentuk dari kerapuhannya. Kayla ingin berhenti memikirkan Alex dan benar-benar move on dari pria itu, karena perasaan ini membuatnya lemah. Kayla menyesal telah mengetahui fakta pertunangan Alex, Kayla menyesal karena merindukannya dan sempat berharap bertemu dengannya lagi. Kini ia sendiri yang tersiksa dengan perasaan yang lelah ia bendung tapi juga tak berdaya untuk ia singkirkan.
Teng tong..
Bel rumah Kayla berbunyi, ia segera beranjak dari duduknya untuk membuka pintu bagi tamu yang telah memencet bel.
Ceklekk
"Assalamu'alaikum.." senyum hangat pria paruh baya didepan pintu menyapa Kayla.
"Wa'alaikum salam Om.." sahut Kayla dengan senyumannya juga.
Kayla tidak langsung mempersilahkan pria itu masuk, ia merasa tertarik untuk menjahili pria yang akhir-akhir ini dekat dengan maminya. Kayla menyandarkan sisi tubuh sebelah kirinya sambil menyilangkan kedua tangan didepan dada, menampilkan senyuman misterius pada pria didepannya itu. Kayla mengamati pria itu dari ujung rambut sampai ujung kaki. Pakaian rapi sesuai profesinya juga usianya, dia seorang pengacara berusia 38 tahun, namanya Noval Prasetyo. Yang Kayla tahu pria yang kerap disapa Mas Tio oleh maminya ini, adalah teman SMP mami dulu. Mereka bertemu setelah puluhan tahun terpisah sejak lulus SMP, kemudian menjadi dekat lagi sejak pertemuan mereka berbulan-bulan yang lalu, tepatnya dimalam lamaran sekaligus pertunangan Kayla dengan Alex.
Om Tio seorang duda yang ditinggal mati oleh istrinya dua tahun yang lalu, dan sekarang hanya tinggal berdua dengan putra semata wayangnya yang setahu Kayla berusia sekitar 13 tahun, namanya Arsya. Dan sebenarnya.. Om Tio ini sudah berniat menikahi mami Kayla, hanya saja Kayla belum menanggapinya.
"Mau kemana lagi nih Om?" tanya Kayla.
Tio berdehem kecil, "Mau ke acara reuni SMP. Emangnya mami kamu belum bilang?"
Kayla mengangguk seraya memandang jenaka pada Tio, "Bilang kok."
Tio mengernyit seraya terkekeh geli, karena ia juga mengerti dengan sikap Kayla. "Aku kan juga mau have fun Om, mami mulu yang diajak.. aku kapan?" rajuk Kayla.
"Kalo kamu udah kasih Om restu.. baru Om ajak kamu have fun bareng. Hehe.."
"Ih, dimana-mana ya Om.. orang ngarep restu itu baik-baikin, dibujuk.. dibeliin apa gitu, diiming-imingin apa kek. Ini.. apaan, Om kalo kesini jemput mami doang. Akunya disenyumin doang." gerutu Kayla merajuk.
Tio tertawa menanggapinya. Ia sama sekali tidak terpengaruh dengan omelan anak manja didepannya ini, karena ia memang tahu watak Kayla yang seperti ini. Meski terlihat suka bermanja, Kayla memiliki pemikiran yang cukup dewasa untuk menanggapi Tio, Kayla tahu kedekatan Tio dengan maminya. Dan Tio lihat Kayla tidak terganggu dengan kehadiran dirinya didalam hidup sang mami. Tapi entah alasan apa yang membuat remaja 17 tahun ini masih belum memberikan restu padanya untuk menikahi sang mami.
"Eh Mas, udah dateng." Nadia yang baru muncul dari belakang Kayla menyapa.
Tio tersenyum, "Iya Nad, kalo aku bilang jam 9 pasti aku dateng jam 9."
"Sayang, kok Om Tio nya nggak disuruh masuk?"
"Om Tio kan kesini cuman buat jemput mami, bukan mau main atau ngobrol sama Lily. Tuh liat, tangannya aja kosong." sahut Kayla menyindir Tio.
Nadia menyelis melirik Kayla, merasa tak enak dengan kelakuan putrinya terhadap Tio. Sementara Tio menanggapinya dengan tertawa kecil, membuat Nadia menyengir kaku.
"Enggak papa Nad."
Nadia dan Tio kemudian berpamitan pada Kayla untuk pergi ke acara reuni SMP mereka. Tinggallah Kayla sendirian di rumah, sunyi dan sepi. Hanya ditemani televisi dan ponsel yang membosankan menurut Kayla, selain itu.. tidak ada yang Kayla lakukan dalam keadaan begini. Karenanya ia tidak bisa terhindar dari bayangan Alex yang cintanya bersemayam dihati Kayla.
Kayla semakin jengah terus teringat Alex, iapun mengalihkan pikirannya dengan mempertimbangkan lagi Om Tio yang serius ingin membahagiakan maminya. Sebenarnya Kayla percaya pada Om Tio, dia pria yang baik dan perhatian, juga terlihat bertanggung jawab. Dan yang terpenting.. dia mencintai mami Kayla. Kayla bisa melihatnya, cara Om Tio memperlakukan mami dan cara mami menanggapi perhatian dari Om Tio, Kayla rasa mami dan Om Tio memang saling menyukai. Mereka terlihat cocok, hanya saja Kayla masih belum yakin membiarkan maminya mencintai lagi.
Kayla takut mami disakiti. Kayla tahu Om Tio berbeda dengan papi, tapi bukankah dulu papinya juga seorang pria yang baik dan perhatian pada sang mami? Mereka saling mencintai dan pernah mengecap kebahagiaan berumah tangga, namun nyatanya pernikahan yang Kayla kira sempurna itu akhirnya hancur juga. Saat ini, Kayla hanya ingin melihat kesungguhan Om Tio dalam niat baiknya itu. Om Tio ingin membahagiakan mami, Kayla juga ingin mami bahagia. Bahkan mami selalu terlihat bahagia semenjak kedekatannya dengan Om Tio. Jadi.. sebenarnya apa lagi yang membuat Kayla ragu dengan Om Tio? Kayla mencoba meyakinkan hatinya bahwa Om Tio memang pria yang tepat untuk mami, dan tidak akan menyakiti mami nantinya.
Jika Om Tio jadi ayah sambung bagi Kayla, Kayla senang dan tentunya akan bahagia melihat kebahagiaan maminya. Dulu, ketika Kayla harus mengambil keputusan tentang lamaran Alex, ia sangat memikirkan perasaan sang mami. Karena seandainya nanti Kayla menikah dan tinggal dirumah suaminya, maka mami akan sendirian. Kayla tidak mau meninggalkan mami sendirian kesepian, sedangkan ia berbahagia tanpa mami. Itulah salah satu kecemasan terbesar Kayla kala itu. Tapi sekarang, saat mami menemukan teman dekat yang mungkin akan mendampingi mami dimasa depan, hubungan Kayla dan Alex malah putus. Sepertinya Tuhan mengabulkan do'a Kayla, karena dulu Kayla berdo'a agar Allah memberikannya solusi untuk kegundahannya kala itu, yang tidak ingin mengecewakan Alex dan juga tidak ingin mami kesepian setelah ia menikah.
Kayla jadi tersenyum sendiri, menyadari kebaikan yang baru dimengertinya dibalik takdir cinta hingga perpisahannya dengan Alex. Memang ketika itu Kayla dan mami sangat sedih, tapi kini.. Kayla bisa melihat mami bahagia dengan Om Tio. Mungkin seandainya tidak terjadi pertunangan antara Kayla dan Alex dulu, mami dan Om Tio tidak akan bertemu. Dan mungkin jika sekarang hubungan Kayla dengan Alex baik-baik saja sampai mereka benar-benar menikah setelah lulus SMA, maka mungkin Kayla benar-benar akan meninggalkan mami sendirian kesepian dirumah.
__ADS_1
Meski jika menyangkut tentang Alex.. hati Kayla tidak bisa dibilang baik-baik saja, tapi saat ini Kayla bersyukur karena bisa melihat mami menemukan teman baik seperti Om Tio. Teman yang pengertian juga mencintai mami dengan tulus. Sekarang.. apa lagi yang Kayla tunggu, Om Tio dan mami pasti ingin segera meresmikan hubungan mereka, yang memang keduanya sudah merasa saling cocok. Apa lagi yang Kayla inginkan selain melihat mami bahagia, setelah banyak luka dan penderitaan yang selama ini mami lalui.
... ___________________...
Ujian Akhir Nasional yang akan menentukan kelulusan bagi anak-anak sekolah umum telah usai, kini mereka tinggal menunggu hasil dari usaha mereka belajar selama tiga tahun di SMA. Tanggal pernikahan Alex dengan Felisha semakin dekat, namun hubungan keduanya masih tidak ada perubahan. Berbeda dengan kehidupan yang Kayla jalani saat ini, Kayla tengah menikmati kebahagian bersama anggota keluarga barunya, Om Tio dan anaknya Arsya.
Ya, Tepatnya satu minggu setelah ujian Kayla selesai, Om Tio resmi menjadi ayah sambung Kayla. Pernikahan Mami Kayla dan Om Tio digelar secara sederhana di kediaman Om Tio. Acara sakral itu sangat khidmat terlaksana, baik Kayla, Mami, Om Tio, maupun Arsya terlihat bahagia dan bersyukur atas pernikahan itu. Namun didalam acara itu, ada hal yang tidak bisa Kayla lupakan sampai detik ini. Mengesalkan, menyakitkan, Kayla berusaha melupakan itu dan semakin mempertebal benteng hatinya, sayangnya ia masih terpikir hingga kini. Tapi Kayla bersyukur, dari hal yang terjadi dihari pernikahan maminya itu.. perasaan yang ia miliki untuk Alex semakin hari semakin berkurang dan tidak terlalu mengganggunya lagi.
Dihari pernikahan Mami dan Om Tio.. eh ayah maksudnya. Hahaa Kayla sempat kaku dengan panggilan 'ayah' yang ia sematkan pada Tio, ayah sambungnya itu.
Baiklah. Jadi.. dihari pernikahan Mami dan ayah Tio, Kayla bertemu dengan Alex beserta tunangannya.. Bu Feli.
(Flashback On)
Ditengah keramaian acara pernikahan maminya, Kayla berjalan sambil mengedarkan pandangan kesana kemari. Ia mencari Arsya yang entah kemana setelah sesi foto keluarga. Tidak lama kemudian ia melihat Arsya sedang duduk dimeja tamu, mengobrol sambil main hp bersama temannya, Kayla lantas menyusul untuk memanggilnya.
"Arsya!"
Deg
Itu bukan suara Kayla, tapi Alex. Beberapa langkah sebelum Kayla sampai pada Arsya, ia melihat Alex menyapa Arsya lebih dulu. Disamping Alex, Bu Feli tengah menggandeng lengan kirinya. Keduanya tersenyum pada Arsya, namun detik berikutnya saat pandangan keduanya teralih pada Kayla yang berdiri beberapa langkah di belakang Arsya, senyuman itu berubah menjadi ketegangan. Begitu juga dengan Kayla, ia mematung seketika.
"Iya kak?" sahut Arsya setelah dipanggil, ia lantas berdiri dari duduknya.
Arsya jadi bingung sendiri melihat pasangan yang berdiri didepannya malah terdiam, iapun menoleh ke belakang dan ia menemukan Kayla. Arsya jadi semakin bingung melihat Kayla yang menunjukkan ekspresi yang hampir sama dengan Alex dan Feli.
"Kak!" Arsya menepuk lengan Kayla, membuat Kayla terkesiap.
Arsya menaikkan dagunya sekilas, tanda tanya. Kayla jadi gelagapan sendiri bingung harus bagaimana, apalagi Alex masih menatapnya tanpa berkedip.
"Oh.. ini baru aja abis makan." sahutnya sambil menunjuk piring bekas makannya.
Kayla mengangguk, "Oke."
Arsya lalu beralih pada Alex yang lebih dulu menyapanya tadi. "Apa kabar kak? Thanks loh udah dateng."
Alex nampak terkesiap saat merasakan tepukan ringan dipundaknya. "Eh iya. Emm.. kakak baik." jawab Alex kemudian.
Kayla semakin merasa grogi dan aneh berada didekat pasangan yang bergandengan itu. Iapun berbalik hendak pergi tapi kemudian Arsya menahannya.
"Eh kak, tunggu!"
Kayla menegang kembali, ia terpaksa kembali berbalik menghadap Alex. Tapi ia tidak mau melihat wajah Alex lagi, ia tidak tahan dengan tatapan Alex. Iapun merasa tidak enak dengan Bu Feli. Arsya akan mengatakan sesuatu, tapi kemudian ia baru menyadari kesalahan besarnya, setelah mengamati raut wajah Kayla. Arsya merutuki kebodohannya dalam hati, ia lupa bahwa Kayla dan Alex pernah ada hubungan. Dan sekarang Arsya malah membuat keduanya bertemu dengan jarak sedekat ini, pasti sangat canggung bagi mereka. Arsya jadi menyesal menghentikan Kayla pergi.
"Sial! Bego amat sih gue, sekarang gimana nih?!" umpatnya dalam hati.
"Ada apa?" desak Kayla pada Arsya.
"Emm.. ini.. a.." Arsya gelagapan. "Ikut aku bentar Kak! Emm.. Kak Alex sama Kak Feli tunggu sini bentar ya!" ujarnya kemudian.
Arsya lantas menarik tangan Kayla untuk menjauh dari sana. Ia membawa Kayla ke salah satu bagian rumahnya yang agak sepi dari tamu undangan.
"Aduh Kak.. maaf ya!" sesal Arsya.
Kayla mengernyit, "Maaf apa?"
"Aku lupa kalo.. Kakak sama Kak Al-..." Arsya merasa tidak enak melanjutkan kata-katanya, terlebih lagi menyebut nama Alex didepan Kayla.
__ADS_1
"Tadinya aku sempat mikir mau ngenalin Kakak baruku sama mereka, hehe.." ujarnya menyengir sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
Kayla mendengus, "Enggak papa. Untungnya kamu belum sempat ngenalin Kakak sama mereka." Kayla pun terkekeh kecil setelahnya.
"Kakak nggak marah?"
Kayla berdecak kecil, "Udahlah Sya, lupain aja!"
"Oke, sekali lagi.. maaf ya Kak..!"
"Iya, Kakak maafin. Lagian bukan salah kamu juga kalo mereka ada disini, karena nggak mungkin kan Om-.. emm.. ayah nggak ngundang mereka."
Tentu saja Alex akan hadir di pernikahan Om Tio. Om Tio adalah sahabat dekat Om William, papa Alex. Sebenarnya sebelum mami memperkenalkan Om Tio pada Kayla, Kayla sudah pernah bertemu dengan Om Tio dan sempat berkenalan juga. Waktu itu di pesta besar penyerahan aset Pak William kepada Alex, juga acara ulang tahun Alex sekaligus peresmian restoran A.S.W Food, Alex memperkenalkan Miss Kissable nya kepada sang papa yang saat itu sedang bersama dua sahabat dekatnya, Om Steve dan Om Tio.
Kayla jadi merasa lucu dengan takdir yang terjadi pada mereka dimalam itu. Kayla dan Alex yang sering bertemu disekolah malah merasa pertemuan itu seperti pertemuan kedua mereka. Sedangkan Mami dan Om Tio.. malah tidak bertemu disana. Sebenarnya kan Mami juga hadir disana, ya tentu saja karena Kayla datang bersama Mami. Tapi, Mami dan Om Tio tidak bertemu sama sekali dan bahkan keduanya sama-sama tidak tahu kalau mereka masing-masing hadir di pesta itu.
Justru Mami dan Om Tio bertemu setelah sekian lama, satu tahun kemudian sejak pesta Alex itu. Kayla merasa lucu sendiri mengingat itu. Andai saja Kayla tahu malam itu kalau ia berkenalan dengan teman lama maminya.. pasti akan Kayla pertemukan Mami dan Om Tio malam itu juga. Sehingga Kayla tidak harus melewati satu tahun bersama Alex dan lika-liku perjalanan cintanya. Tapi itulah takdir, Kayla tidak menyesali semua itu, justru Kayla bersyukur ia mendapat banyak pengalaman dan pelajaran dari kisah cintanya, juga pendewasaan diri setelah melalui semua itu.
"Oke Kak, aku.. balik kesana ya!" ujar Arsya membuyarkan renungan Kayla.
Kayla mengangguk, kemudian Arsya pamit pergi, kembali ke tempatnya tadi. Sedangkan Kayla masih bertahan ditempatnya.
Saat Arsya sudah sampai ditempat makannya tadi, ia melihat Feli duduk di dekat meja yang sama yang ia tempati tadi, tapi tidak ada Alex.
"Loh, Kak Feli? Kak Alex nya mana?"
Feli mengulum bibirnya, terlihat agak berpikir. "Dia ke toilet bentar, katanya." sahutnya kemudian.
"Oh.. oke." Arsya pun duduk bersama Feli sambil menunggu Alex.
... ....
... ....
... ....
"Miss Kissable.."
Degg
Kayla mematung ditempat, matanya membulat sempurna, dengan debar jantung yang berpacu cepat. Ia hampir tidak percaya dengan suara panggilan yang barusan ditangkap oleh indera pendengarannya. Benarkah itu suara Alex? Benarkah.. Alex baru saja memanggilnya? Dengan panggilan yang sama seperti dulu?
"Miss Kissable.."
... ....
... ....
... ....
... ....
... Bersambung...
****Btw, ini flashback nya belom selesai ya.. masih berlanjut ke episode selanjutnya 😉
Jangan lupa like, komen, dan vote nya ya guys.. support terus Miss Kissable & Mr Strawberry sampai tamat..😘***
__ADS_1