Miss Kissable & Mr Strawberry

Miss Kissable & Mr Strawberry
Penyelamat


__ADS_3

Adit dan Nia mengantar Kayla sampai ke rumahnya. Sepanjang perjalanan, Kayla hanya diam dan menunduk. Nia mengerti perasaan Kayla saat ini, karena itulah dia juga diam dan tidak bertanya-tanya pada Kayla. Nia hanya mengatakan pada Kayla, bahwa Kayla tidak boleh putus asa. Nia berusaha menyemangati Kayla dan sesekali membuat lelucon agar Kayla melupakan masalahnya dan tidak terlalu melamun atau memikirkan macam-macam lagi.


Sesampai mereka di rumah Kayla, Kayla mengajak Nia dan Adit masuk. Mereka duduk di ruang tamu rumah Kayla.


"Kamu istirahat ya Kay, jangan mikirin macam-macam lagi!" kata Adit.


Kayla mengangguk seraya tersenyum. "Makasih ya! Kalian gak usah khawatir, aku bisa jaga diri kok."


"Maafin aku ya Kay, harusnya tadi aku gak ninggalin kamu"


"Pilihan kamu udah benar, Nia. Kalo kamu tetap disana, mungkin kamu juga jadi korban, dan mungkin endingnya juga beda." ujar Kayla.


"Maksud kamu?"


"Aku baik-baik aja. Tapi aku gak tau kalo kita berdua yang tadi jadi korban, mungkin kita berdua gak baik-baik aja, Nia."


"Baik-baik aja gimana? Berapa kali pun kamu bilang kalo kamu baik-baik aja, aku tau Kay kamu terguncang gara-gara kejadian tadi." sahut Nia.


"Aku jadi ngerasa bersalah, aku telat nolongin kamu, kalo aja aku dateng tepat waktu-.."


"Kamu gak telak kok, Dit!" sela Kayla.


"Kay.." lirih Nia.


Kayla tersenyum, Nia pikir Kayla hanya mencoba membuatnya dan Adit tidak khawatir padahal Nia tahu, Kayla pasti sangat sedih dan terguncang.


"Beneran. Kalian pikir aku bisa senyum sekarang, kalo Jessica berhasil sama rencana liciknya?" kata Kayla lagi.


"Rencana Jessica gak sepenuhnya gagal sih, tapi gak berhasil juga. Aku emang sempat kejebak dan hampir dilecehin, tapi... *a*waited moment nya gagal."


"Maksud kamu, mereka gak sampe bikin rok kamu sobek, kamu bisa lolos Kay dari jebakan itu?!" tanya Nia serius sambil mengernyit dalam.


Kayla tersenyum, "Aku selamat."


"Alhamdulillah..." ucap Adit.


"lya, Alhamdulillah. Aku bersyukur meskipun ini pengalaman yang buruk, tapi aku tetap beruntung."


"Kok bisa Kay? Gimana caranya?" tanya Nia terharu.


"Kalian mungkin gak bakal percaya kalo aku bilang.. Alex nolongin aku disaat-saat terakhir"


"Alex??" monolog Nia dan Adit terperangah.


Kayla mengangguk. "lya, Alex"


(Flashback On)


"Duuuh...Adit lama banget sih?!" gerutu Nia sendiri.


Nia berdiri di depan ruangan Bu Weni, ia menengok beberapa kali ke ruangan Bu Weni dengan gelisah. Setelah Nia keluar dari kelas dan meninggalkan Kayla, Nia langsung mencari Adit. Syukurnya Adit masih belum pulang, tapi Nia harus menunggu Adit yang masih berbicara dengan Bu Weni di ruangan beliau. Nia gelisah, ia mengkhawatirkan keadaan Kayla dan ingin segera meminta bantuan Adit, tapi Adit lama sekali.


Adit akhirnya keluar dari ruangan Bu Weni, dan Nia langsung menarik tangannya.


"Eh, ada apa Nia?" Adit kaget saat Nia tiba-tiba menarik tangannya.


"Kayla Dit.."


"Kenapa Kayla, mana dia?" melihat Nia yang gelisah, Adit langsung panik dan mengedarkan pandangannya.


"Di kelas. Jessica ngejebak dia."


"Jessica ngejebak dia? Gimana maksudnya?" tanya Adit nge gas.


Jessica ngasih lem ke bangkunya Kayla, jadi Kayla nggak bisa bangun, Dit. Jessica bakal bikin Kayla dipermauin! Semua fansnya Jessica sama Alex ada di sana, mereka semua ngejek Kayla."


"Apa? Kita harus kesana, Ni. Kita harus tolong Kayla!" ujar Adit cepat seraya melangkah mendahului Nia.


"Ayo!" seru Adit saat Nia hanya berdiri gelisah, Nia pun akhirnya mengikuti Adit.


Di tengah perjalanan, langkah Nia terhenti dan ia menghentikan Adit juga, karena melihat Alex yang sedang berdiri menunduk.


"Ada apa, kok berhenti?


"Dit, itu Alex kan?" bisik Nia.


Posisi Alex dengan Nia dan Adit cukup jauh, dan Alex menundukkan kepalanya, sehingga mereka tidak bisa melihatnya dengan jelas.


"Eh, iya. Itu Alex."


"Dia... dia kenapa ya, Dit? Tadi dia juga di kelas loh sama yang lainnya. Tapi kok sekarang dia disini?" bingung Nia.


Adit menggeleng bingung. "Yaudah lah, kalo gak ada Alex di kelas malah bagus kan. Kita bisa bantu Kayla sama ngehadapin mereka dengan lebih mudah"


"lya, Dit"


Sebelum keduanya melanjutkan langkahnya lagi, tiba-tiba keduanya melihat Alex balik badan dan berjalan menuju kelas.


"Eh, Alex balik?"


"Emm.. Dit, jadi gimana, kita lanjut kan?"


"lya, kita lanjut lah. Apapun yang terjadi dikelas, ada Alex atau enggak, kita tetap harus bantu Kayla."


"Oke."


Sebelum Nia dan Adit sampai ke kelas, Alex keluar dengan membawa Kayla bersamanya, membuat Nia dan Adit terkejut.

__ADS_1


(Flashback Of**f**)


"Serius Kay? Alex nolongin kamu?" tanya Nia syok.


"Iya, kita liat Alex keluar sama kamu. Tapi kita gak nyangka kalo dia nolongin kamu" kata Adit sambil melirik Nia dan Kayla bergantian.


"Aku sendiri juga gak nyangka. Tapi aku harus akuin.. dia penyelamat aku hari ini." ucap Kayla terharu.


Begitu juga dengan Nia dan Adit, mereka terharu. Bagaimana tidak, siapa pun mengenal Alex di sekolah, dan yang Alex lakukan ini tidak ada yang pernah menduganya sama sekali. Ini keajaiban.


... ....


... ....


... ....


Kayla duduk ditepi kasurnya sambil melamun, memandangi jaket Alex yang ia gantung di belakang pintu kamarnya. Kayla mengingat kembali detik-detik Alex menyelamatkannya hari ini.


"Tadi itu beneran Alex?" gumamnya sendiri.


"Al, kamu nyelamatin aku? Kenapa kamu lakuin itu? Aku pikir kamu senang liat aku menderita, tapi kamu bisa nyelamatin aku?!"


"Aku gak pernah ngebayangin kalo kamu bisa lakuin ini. Kamu pembuat onar kan? Tapi hari ini.. kamu jadi seorang penyelamat? Ada apa sama kamu, AI?"


"Dan jaket kamu itu.. itu jaket favorit kamu kan? Kamu gak keberatan aku pakai itu, kamu sendiri yang make'innya ke aku!"


Kayla tidak bisa berhenti terheran-heran takjub. la kemudian terdiam cukup lama, senyuman tipis mulai terbit dari bibir kissable nya.


"Kamu buktiin ke aku Al, kalo kamu emang Mr Strawberry"


"Dan kamu buktiin ke mereka semua, kalo sebenarnya kamu bukan orang jahat. Kamu baik, kamu punya hati yang lembut.Tapi kenapa baru kamu tunjukin Sekarang A!? Kenapa selama ini kamu selalu bikin masalah dan gangguin orang?"


"Kalo kamu bisa berbuat baik dan sopan sama Miss Kissable, harusnya kamu juga bisa kan berbuat baik dan sopan sama semua orang? Kenapa harus bikin orang-orang takut sama kamu, kalo sebenarnya kamu bisa bikin mereka semua suka sama kamu?"


Kayla mendengus senyum, "Siapa bilang kamu gak bisa berubah, siapa bilang ini mustahil? Mungkin selama ini kamu emang keliatan jahat, tapi hati kamu enggak kan Al. Kamu bisa berubah jadi orang yang lebih baik, dan itu pasti terjadi."


...______________...


Keesokan harinya di sekolah, suasana dikelas nampak canggung bagi siswa-siswi yang kemarin terlibat dalam pertunjukan Jessica. Mereka nampak menghindari berpapasan atau bertemu pandang Dengan Kayla dan juga Alex. Kayla dengar desas-desus dari mulut ke mulut, katanya kemarin Jessica mengamuk setelah rencananya untuk mempermalukan Kayla gagal. Apalagi yang menggagalkannya adalah Alex, Jessica sangat marah. Hari ini, sepertinya Jessica tidak masuk kelas. Saat di absen, tidak ada yang tahu kabar tentangnya.


Disamping itu, Bima, Sandi, dan Vicky tidak membahas tentang kejadian kemarin didepan Alex, karena mereka tahu Alex tidak suka. Mereka lebih senang menggoda Alex karena malam ini adalah malam minggu, yang artinya malam ini Alex akan bertemu dengan Miss Kissable.


"Elu yakin Al dia bakalan dateng?"


"Yakin lah, dia sendiri kok yang buat janji."


"Gimana kalo dia lupa?"


"Enggak lah... gue sih yakin dia nggak ngelupain gue, apalagi janji ketemuan kita."


"Ketemuannya dimana Al?"


"Kita kan juga penasaran Al sama Miss Kissable lu itu." ujar Vicky.


"Janji deh gak bakal ngerecokin, kita cuman liat doang. Dari jauh juga gak papa." sambung Sandi yang sama penasarannya dengan yang lain.


Alex mendengus senyum. "Ntar kalo ada kabar bagusnya, pasti kalian orang pertama, kedua dan ketiga yang gue kasih tau. Suer deh!"


Dan gosip tentang Alex yang akan bertemu dengan Miss Kissable itu pun menjadi topik hangat di sekolah hari ini, mengalahkan gosip kegagalan jebakan Jessica kemarin.


Kayla bimbang, apakah ia akan menemui Alex malam ini atau tidak. Sebelumnya Kayla sudah memutuskan untuk melupakan janjinya itu dan tidak akan datang. Tapi setelah kejadian kemarin, Kayla jadi berpikir kembali untuk mengambil keputusan.


Alex terlihat sangat senang karena akan bertemu dengan Miss Kissable dan menantikan jawabannya juga. Jika Kayla tidak datang sebagai Miss Kissable malam ini, Alex pasti kecewa. Kayla merasa tidak tega mengecewakannya. Bagaimana pun juga, Alex telah menyelamatkannya kemarin, Kayla bahkan belum berterima kasih padanya.


Kayla bingung bagaimana caranya berterimakasih pada Alex, mengingat diantara mereka tidak ada komunikasi yang baik sebelumnya. Setiap kali Alex dan Kayla bertemu hanya tatapan kebencian yang terlihat, jika berbicara pun hanya perdebatan saja yang terjadi, bagaimana caranya Kayla berterima kasih pada Alex.


Kayla berpikir.. Alex mungkin bisa melupakan kejadian kemarin dengan mudah, tapi Kayla tidak. Bagaimana pun juga itu adalah pengalaman yang sangat berarti, karena Alex menyelamatkannya dari rasa malu, dan secara tidak langsung menghormatinya juga dengan membawanya keluar dari jebakan itu.


Karena itulah sekarang Kayla bingung, dan merasa harus memenuhi janjinya untuk menemui Alex malam ini, sebagai Miss Kissable kepada Mr Strawberry.


Tapi itu tidak mudah. Mami tidak pernah mengizinkan Kayla untuk keluar malam. Inilah alasan yang kemarin membuat Kayla memutuskan untuk tidak akan datang.


Kayla masih harus berpikir untuk memutuskan apakah ia akan datang malam ini atau tidak.


"Kay, kamu mikirin apa sih?"


"Eh, Nia! Kamu ngagetin aku aja."


"Hah? Aku biasa aja kok, kamu aja yang ngelamun dari tadi, makanya kaget."


"Hari senin ini kita udah ujian, Kay. Besok kan hari minggu, kita belajar bareng yuk!"


Oh iya, Kayla hampir melupakan itu, hari senin ini sudah mulai ujian semester satu atau pertengahan tahun. Kayla terlalu banyak memikirkan tentang perasaannya, Alex dan Mr Strawberry akhir-akhir ini. Apa sebaiknya Kayla lupakan saja tentang janji pertemuan malam ini, dan mempersiapkan diri untuk ujian?


..._______________...


Alex sudah stand by di restorannya sejak sore, karena ia akan bertemu Miss Kissable disini, di taman restorannya. Sesuai yang dikatakan Miss Kissable malam itu, "Minggu depan, disini"


Restoran A.S.W food ini mempunyai bangunan dua lantai, lantai bawah adalah ruangan utama restorannya dan juga ada sebuah taman. Sedangkan di lantai atas ada sebuah kamar, dan ruangan terbuka yang bisa digunakan untuk meeting atau bersantai.


Alex berada di kamar lantai atas restonya, ia berdiri di depan cermin seraya tersenyum memandangi pantulan dirinya. Saat ini Alex sudah siap untuk pertemuannya dengan Miss Kissable, ia memakai pakaian yang casual kali ini, tidak seperti waktu di pesta. Karena pertemuan kali ini, Alex ingin momen mereka lebih santai dan bebas agar Miss Kissable merasa nyaman. Mengingat nanti Miss Kissable akan memberinya jawaban atau mengutarakan perasaannya pada Alex, mungkin. Jadi Alex tidak ingin membuat Miss Kissable tegang jika ia memakai pakaian formal.


Alex kemudian melangkah menuruni tangga dan menuju taman restonya. la mengentikan langkahnya di tengah taman restonya sambil mengedarkan pandangan ke sekeliling dan tersenyum. Taman ini sudah dihias dan didekorasi seindah mungkin. Ada lampu kerlap-kerlip juga yang meliputi sekeliling tamannya. Di depan Alex ada meja bundar dengan dua kursi yang berhadapan, yang sudah ditata sedemikian rupa sehingga terlihat elegan dan terkesan romantis, ditambah dengan lilin yang terletak di tengah meja.


"Semua ini buat kamu, Miss Kissable." gumamnya sumringah.


Ia memang sangat menantikan pertemuan malam ini, sampai-sampai ia menyiapkan tempat pertemuan mereka ini dengan antusias. Tapi saat ini ia malah merasa gugup, ia bingung nanti akan melakukan apa atau akan berkata apa didepan Miss Kissable. Semoga saja saat Miss Kissable sudah berada di depannya, ia tidak segugup ini lagi. Karena pasti memalukan dan akan terasa canggung jika ia terlihat gugup di depan Miss Kissable.

__ADS_1


Alex menilik jam tangannya, pukul 19.00. Alex kemudian berjalan menuju ke ruangan utama restoran untuk menunggu kedatangan Miss Kissable.


... ....


... ....


... ....


"Sayang, mikirin apa sih?"


Mami lihat Kayla melamun sejak makan tadi, sampai saat ini pun mami ajak ngobrol, Kayla terlihat tidak nyambung.


"Enggak ada mi, cuman mulai hari senin ini Lily udah mulai ujian di sekolah."


"Oh.. trus kenapa kamu keliatan kayak banyak pikiran gini? Biasanya juga kamu kalo ada ulangan atau ujian relaks-relaks aja, tinggal belajar kan? Ada hal lain ya yang kamu pikirin?"


"Emm.." Kayla ragu, "Cerita nggak ya sama mami? batinnya.


"Ayo dong cerita sama mami.." rengek mami sambil menarik dagu Kayla yang sejak tadi hanya mematutkan wajahnya.


"Mami ingat Alex?" mulainya ragu.


Mami mengangguk, "Alex anaknya Pak William kan?"


"lya."


"Iya mami ingat. Kenapa sayang?"


Kayla diam, membuat mami penasaran dan mulai menerka-nerka.


"Kamu mikirin Alex ya? Ya ampun Lily.. jadi dari tadi kamu-.."


"Mi... dengerin Lily dulu."


"Oke, ada apa?"


"Mami inget kan, waktu itu Lily ngobrol sama Alex, sampe mau pulang mami nelponin Lily"


"He'eh, trus?"


"Nah sebelum pulangnya.. Alex minta ketemuan."


"Ketemuan?"


"lya, waktu itu Lily bingung, pas lagi buru-buru mau pulang Lily bilang ke Alex..kalo kita bakalan ketemu minggu depan di resto itu."


Mami membulatkan matanya mendengar ucapan Kayla. "Tapi Lily nggak sengaja mi, Lily juga gak janji kok sama dia."


"Lily...?? Kamu janjian sama Alex? Kalian mau ketemuan minggu... Eh tunggu sayang, minggu depan maksudnya.."


"lya mi, malam ini." jawab Kayla kecut.


"Apa? Malam ini?" mami terdengar syok.


Mami menatap Kayla tidak percaya, Kayla membalas tatapan mami takut-takut.


"Tapi waktu itu Lily gak janji kok mi, Lily juga gak dateng kesana kan." kata Kayla hati-hati.


"Gimana kalo Alex nunggu kamu?"


"Ya.. mungkin dia emang nunggu Lily, tapi gimana-.."


Mami mendesah kesal, membuat Kayla tidak berani melanjutkan kata-katanya.


"M..mami marah ya?" tanya Kayla merasa bersalah.


"Kamu tau apa yang kamu lakuin? Ini benar atau salah?"


Kayla menunduk seraya mengulum bibirnya takut, sangat jarang mami memperlihatkan kekesalannya seperti ini. Untuk beberapa saat keduanya terdiam.


"Lily, mami tau kamu nggak bermaksud buat ngasih harapan palsu atau bohongin Alex, tapi saat ini.. mungkin Alex lagi nungguin kamu, sayang. Mami gak suka anak mami kayak gini, Alex bisa aja ngerasa dibohongi atau kecewa sama kamu." ucap mami lembut.


Kayla merasa bersalah. lya, memang sejak tadi siang inilah yang Kayla pikirkan.


"Sekarang Lily harus gimana, mi?"


"Kenapa gak ngomong sama mami dari awal sih sayang? Mami bisa pertimbangin kok kalo kamu kasih tau mami"


"Maafin Lily mi.."


"Mami gak marah, tapi kamu harus minta maaf sama Alex."


"lya mi, nanti Lily ngomong sama dia."


"Kenapa nanti, Alex udah nungguin kamu kan?"


"M-..maksud mami?"


"Ayo siap-siap! Mami temenin kamu ketemu sama Alex."


"Hah?"


... ....


... ....


... ....

__ADS_1


... ....


... Bersambung...


__ADS_2