
"KEN..!!" sergah Alex marah. la menatap Kenzo nyalang, urat-uratnya menegang dan tangannya terkepal kuat.
Kenzo mendengus pelan, ia mencoba menenangkan dirinya. Jika tidak maka akan ada satu orang lagi yang siap memukulnya. Kenzo mengubah mimik wajahnya menjadi lebih tenang, dan menepuk bahu Alex sambil berkata..
"Pak Bayu cuman salah paham, Al. Elu pikir gue bisa ngelakuin itu ke Kayla?"
Reaksi Kenzo yang nampak tenang dan tepukannya yang bersahabat membuat Alex berpikir dan mulai mengontrol dirinya. Jika Pak Bayu salah paham, itu masuk akal. Lagipula Alex tahu Kenzo sangat menyayangi Kayla seperti saudaranya sendiri, tidak mungkin jika Kenzo sampai melakukan hal seperti itu. Tapi.. bagaimana Pak Bayu bisa salah paham jika tidak tidak terjadi apa-apa?
"Kenzo gak bisa dipercaya. Kalo saya gak nemuin buktinya sendiri, saya gak akan ngambil langkah ini!" kata Pak Bayu mendominasi.
Alex jadi bingung.
"Bukti yang gak jelas itu lah yang bikin Pak Bayu salah paham" timpal Kenzo.
"Saya rasa emang ada kesalah pahaman disini Pak, Kenzo gak mungkin nyakitin Kayla, apalagi sampe ngelakuin kesalahan yang fatal." ucap Alex menengahi.
"Kamu membela orang yang salah, Al. Kamu harusnya bisa liat gimana kedekatan Kenzo dengan Kayla, saya yakin kamu bisa menyadari sesuatu yang janggal. Mereka nyembunyiin sesuatu yang serius akhir-akhir ini." sahut Pak Bayu lagi.
Alex mengernyit, "Nyembunyiin sesuatu yang serius? Sesuatu yang janggal?" gumamnya dalam hati.
"Gue pikir lu tau masalahnya. Tapi baguslah kalo Kayla gak ngomong sama lu, artinya dia bener-bener ngejaga image gue." ujar Kenzo pada Alex.
Apa-apaan ini, ada apa sebenarnya, Alex jadi tambah bingung. Sementara Bima, Sandi, dan Vicky sudah memanas.
"Elu mikir apa Al, bisa-bisanya lu diemin si brengsek ini!" gertak Bima.
"Gak usah ikut campur kalo gak tau apa-apa!" sahut Kenzo.
"Gak papa kalo elu masih ragu, gue udah siap buat nonjok dia." timpal Sandi sambil memasang kuda-kuda, mengertakkan jari-jemari tangannya.
"Jangan ragu Al, kalo Pak Bayu bilang udah ada bukti berarti orang sombong ini yang emang main belakang sama lu!" Vicky pun ikut ambil bagian.
"Owh... oke kalo kalian ngajak berantem! Maju, gue gak takut, kalian pikir gue terima diginiin!" Tantang Kenzo marah.
"Pak Bayu, selamat anda berhasil bikin situasinya jadi begini. Saya gak suka ada orang yang ikut campur urusan pribadi saya, apalagi yang menyangkut harga diri Kayla." ujar Kenzo menatap cemooh pada Pak Bayu.
"Munafik lu!! Ngomongin harga diri Kayla tapi elu sendiri ngerusak dia?!" sergah Bima berang.
"Saya disini justru bermaksud menjaga harga diri Kayla. Kamu jangan bicara seolah kamu yang benar dan saya yang jahat, Kenzo!" Pak Bayu meninggi lagi.
Kenzo terkekeh, "Harusnya saya yang ngomong gitu ke Bapak. Pak Bayu terlalu proterktif, terlalu cepat ngambil kesimpulan, saya nyesal Bapak bisa salah menilai saya, terlebih lagi menilai Kayla."
"Diam lu!!" Sandi menarik kerah baju Kenzo dan bersiap memukul wajahnya.
Kenzo melepaskan tangan Sandi dari bajunya sambil tertawa geli dan meremehkan, ia tidak menyangka masalahnya akan serunyam ini. Bima, Sandi, dan Vicky yang tidak tahu apa-apa ini juga ikut menghakiminya?
"Apa urusan lu, ngapain ikutan sewot juga." kata Kenzo disela tawanya.
"Ada apa ini?" sebuah suara berat tiba-tiba muncul mendominasi.
Seorang pria paruh baya, dengan kacamata yang bertengger di hidungnya masuk bersama dua orang siswa yang mengikutinya dari belakang.
"Pak Rudi?"
Ya, Pak Rudi si guru BK.
"Saya dapat laporan kalau Kenzo bertengkar dengan Pak Bayu. Tapi ternyata ada yang lain juga disini"
"Pasti si culun dua ini yang ngelapor" gumam Kenzo dalam hati sambil melirik dua orang siswa yang berdiri di belakang Pak Rudi.
"Kalian semua, ikut ke ruangan saya!" titah Pak Rudi.
"Pak Bayu." tambah Pak Rudi, membuat Pak Bayu tertunduk karena malu dan menyesal dengan kejadian ini.
... ....
... ....
... ....
"Pak Bayu, saya menyesal harus mendengar kasus yang melibatkan anda, dan harus menyidang anda seperti ini. Ini memalukan" ucap Pak Rudi.
Saat ini mereka berada di ruangan BK, Pak Bayu dan Kenzo duduk bersampingan di depan Pak Rudi. Sedangkan Alex, Bima, Sandi, dan Vicky berdiri di dekat mereka. Ini seperti mimpi buruk bagi Pak Bayu, sebagai seorang guru tentu ia merasa tidak punya muka harus berada di situasi begini. Bagi Kenzo.. ini biasa, ia sudah terbiasa disidang karena suka bertengkar, namun kali ini sedikit berbeda. la harus hati-hati, rahasianya harus aman, jangan sampai seorangpun tahu masalah pribadinya. Semoga saja kasus ini cepat berakhir, agar tidak ada lagi yang mencurigai dirinya apalagi sampai ada yang mengorek kebenarannya.
"Jadi, siapa yang mau jelasin?" tanya Pak Rudi.
Pak Bayu diam, sedangkan Kenzo menunggunya angkat bicara. Tapi sepertinya Pak Bayu enggan memberikan pernyataan, mungkin karena tidak ingin Kayla sampai terlibat ataupun sampai dipanggil kemari juga.
"Sebenarnya ini cuman salah paham, Pak. Saya terlalu lancang sama Pak Bayu, sampe bikin Pak Bayu marah." Kenzo angkat bicara.
Pak Bayu masih diam. "Pak Bayu mencurigai saya ngelakuin perbuatan yang bisa mencoreng nama sekolah ini. Tapi itu gak bener, cuman salah paham kok Pak"
"Perbuatan seperti apa itu?" tanya Pak Rudi.
Kenzo diam, dan yang lainnya pun tak ada yang angkat bicara. Untuk beberapa saat hanya terjadi saling melirik saja diantara mereka semua. Sehingga membuat Pak Rudi kesal dan bingung.
"Loh kok malah pada diam. Kalo penyebab pertengkaran ini cuma salah paham, kenapa kamu ragu mengatakannya Kenzo? Dan Pak Bayu, katakan sesuatu yang bisa membuat saya memahami tindakan Pak Bayu di ruang olahraga tadi!"
Masih bungkam. "Pak Bayu tau, tindakan Pak Bayu pada Kenzo itu tidak dibenarkan di sekolah kita. Dan atas tindakan Pak Bayu yang memukul Kenzo ini, reputasi Pak Bayu dipertaruhkan, bisa saja fatal akibatnya."
__ADS_1
"Maafkan saya Pak, mungkin saya keterlaluan. Tapi saya juga bisa menyatakan kalau tindakan saya itu adalah teguran keras atas kesalahan yang diperbuat Kenzo." jelas Pak Bayu akhirnya.
"Saya juga minta maaf Pak, saya ngerasa terganggu atas tindakan Pak Bayu yang sebelumnya juga memata-matai saya. Urusan pribadi saya gak ada hubungannya dengan sekolah ini secara umum, dan Pak Bayu secara khusus. Saya emang bukan anak baik, tapi saya masih bisa menghormati orang lain. Termasuk Pak Bayu, kalo beliau gak lancang membawa-bawa masalah saya sampai ke titik ini." terang Kenzo tegas.
"Masalah apa sebenarnya, perbuatan apa yang kamu lakukan sampai Pak Bayu merasa harus bertindak sendiri tanpa melibatkan saya selaku staf BK di sekolah ini? Katakan yang jelas Kenzo!" tegas Pak Rudi.
"Maaf Pak, saya gak bisa bilang. Karena masalah saya adalah privasi dan urusan keluarga, gak ada sangkut pautnya sama sekolah. Saya cuman bisa mastiin kalo dugaan Pak Bayu itu salah, dan saya nggak mencoreng nama sekolah ini." ujar Kenzo final.
"Tapi saya punya bukti Pak, dan Kenzo melibatkan seorang siswi di sekolah ini. Karena itu saya nggak bisa membiarkannya saja."
Kenzo menggeser sedikit tubuhnya ke arah Pak Bayu, ia lalu berbisik tanpa menoleh. "Udah saya bilang Bapak salah paham, gak usah malu-maluin lah Pak. Saya gak bakal ngebiarin Kayla kena masalah gara-gara tindakan gegabah Pak Bayu."
Pak Bayu tersindir kesal. Alex yang tepat berdiri di belakang Kenzo bisa mendengar sedikit suara bisikan Kenzo pada Pak Bayu.
"Pak, saya rasa lebih baik gak usah memperpanjang masalah ini. Lagian kalo benar yang diributin itu masalah pribadi yang gak ada sangkut pautnya sama sekolah, gak baik kan kita usut dalam sidang ini. Intinya kan cuman salah paham diantara mereka. Jadi akhirin aja sidang ini Pak." Alex angkat Suara.
"Tapi Pak Bayu bilang Kenzo melibatkan seorang siswi disini, siapa dia? Kayaknya kita harus dengar klarifikasi dari siswi itu langsung, setidaknya kesalah pahaman ini bisa teratasi." ujar Pak Rudi.
"Udah saya bilang Pak, masalah yang diributin sama Pak Bayu itu masalah keluarga saya. Dan siswi yang dimaksud Pak Bayu itu adalah bagian dari keluarga saya Pak. Dia gak bisa dijadiin alasan ataupun harus dilibatin disini."
Pak Bayu mendengus kesal, Kenzo ini pandai sekali berkelit. Sebenarnya Pak Bayu juga tidak terlalu yakin atas asumsinya, karena itulah Pak Bayu memastikan dengan menanyai Kenzo langsung, meski mendapatkan bukti. Tapi bahkan setelah bertanya langsung pada Kenzo, anak itu malah memberikan jawaban yang ambigu. Namun Pak Bayu yakin dari gelagat Kenzo, jika dugaannya benar.
Setelah mendengar keterangan dari masing-masing pihak, Pak Rudi diam berpikir. Bingung harus memutuskan bagaimana, karena persoalan yang menjadi motif perkelahian ini tidak jelas. Dan sekarang Alex memintanya mengakhiri sidang ini sampai disini saja.
"Untuk perkelahian kalian yang menghebohkan sekolah ini, saya harus mengambil tindakan. Kenzo, kamuĀ diskorsing selama satu minggu. Dan Pak Bayu, sesuai wewenang saya dan ketentuan yang berlaku di sekolah ini.. anda diskorsing sampai waktu yang belum ditentukan." ucap Pak Rudi akhirnya.
"Tunggu Pak, disini Pak Bayu yang salah dan menyerang Kenzo duluan. Pak Bayu yang memulai pertengkaran, dan Kenzo yang dirugikan. Kenapa Kenzo juga diskorsing?" sergah Alex.
Kenzo menaikkan alisnya heran, ia menoleh ke arah Alex. Kenapa Alex protes, padahal Kenzo santai-santai saja menanggapi hukuman yang dijatuhkan untuknya itu. Pak Rudi juga jadi bingung setelah mendengar bantahan Alex. Pak Bayu, Bima, Sandi, dan Vicky juga merasa tak percaya atas pembelaan Alex terhadap Kenzo.
"Tapi mereka saling memukul kan, jadi harusnya adil kalo saya menghukum keduanya." jawab Pak Rudi.
"Tapi Pak, Kenzo cuman membela diri. Saya liat Pak Bayu hampir mukul Kenzo dengan tongkat besbol, kalo saya gak nyamperin mereka tadi mungkin Pak Bayu bener-bener ngelampiasin kemarahannya sama Kenzo. Fatal kan Pak, kalo itu sampe terjadi apa Kenzo juga harus tetap dihukum?"
"Alex, kamu ingin permasalahannya cukup sampai disini kan, baik. Saya mengerti itu. Tapi kalau saya hanya menghukum salah satu dari mereka, berarti saya gak adil dong. Apa kata guru-guru lain nanti, dan anak-anak juga pasti protes. Kenzo dan Pak Bayu itu bertengkar di lingkungan sekolah, lingkungan tanggung jawab saya. Dan keputusan saya adalah menskors mereka berdua. Saya rasa gak akan ada guru maupun siswa yang keberatan kalo saya menjatuhkan hukuman itu, dan saya harap kamu juga enggak."
"Saya terima, Pak." jawab Kenzo yang sudah jengah mendengar obrolan membosankan dari orang-orang membosankan, dan dalam situasi yang membosankan seperti ini.
... ....
... ....
... ....
Setelah menunggu dengan gelisah di depan ruang BK, akhirnya Kayla bisa lega melihat pintu ruangan itu terbuka dan menampakkan Kenzo yang keluar dari sana. Jessica yang juga mendengar kabar pertengkaran itu pun ikut menunggu Kenzo.
"Ken!" seru Kayla dan Jessica bersamaan.
"Gesrek lu, dapet hukuman malah senang!" gerutu Sandi kesal melihat tingkah Kenzo.
"Kamu dihukum sayang?" tanya Jessica panik.
"Enggak papa, aku biasa kok kayak gini."
"Biasa?! Kamu berantem sama guru loh, apa-apaan sih. Ini juga mukanya, ya ampun.. sampe memar gini." gerutu Jessica.
"Eh tunggu! Sebentar ya!" Kenzo berbalik, menyusul Alex yang berjalan berlawanan arah dengannya. Sedangkan Jessica dan Kayla hanya melihat dari jauh.
"Al!" Alex menoleh dan berhenti.
"Thanks. Tapi harusnya lu gak perlu belain gue." ucap Kenzo agak terpaksa.
Alex menaikkan sebelah alisnya. Sebenarnya Kenzo gengsi berterima kasih pada Alex, tapi mau bagaimanapun Alex menolongnya saat Pak Bayu hampir mencelakainya tadi. Dan saat disidang tadi pun, Alex membelanya. Padahal kata-kata yang dilontarkan Pak Bayu untuk memojokkan Kenzo cukup memancing amarah. Bima, Sandi, dan Vicky saja sampai berang, tapi Alex tidak. Bukankah dia seharusnya orang pertama yang terganggu dengan hal buruk yang melibatkan Kayla?
"Kenapa lu belain gue? Elu gak kehasud sama omongannya Pak Bayu?"
Bima, Sandi, dan Vicky menatap kesal kearah Kenzo dan Alex bergantian.
"Gue cuman gak mau salah langkah. Dan sayangnya.. gue lebih percaya sama lu sih dibanding Pak Bayu" jawab Alex.
"Kenapa? Bukannya elu tau sifat gue, elu gak curiga, gimana kalo ternyata lu salah?"
"Sialan!! Liat kan Al, elu masih diemin dia juga?" gertak Bima.
"Tenang Bim!" tegur Alex.
"Waras gak sih lu?! Setelah denger semua yang dibilang Pak Bayu, elu masih bisa mikir buat pertimbangin nih anak?!" timpal Vicky.
"Buka mata lu bro, elu masih sayang kan sama Kayla??" Sandi pun tak kalah kesalnya.
Alex mendengus, "Gue gak tau diantara elu sama Pak Bayu siapa yang bener. Tapi gue percaya sama Kayla, dan itu cukup jadi alasan buat gue percaya sama lu juga."
Sejujurnya Kenzo kagum dengan pemikiran Alex, tapi gengsi dong dia menunjukkannya. Dia tetap memasang ekspresi songong, yang membuat Bima, Sandi, dan Vicky semakin kesal hingga memalingkan wajah darinya. Tapi Alex tidak terganggu dengan reaksi ketiga temannya itu, malah dia memberikan pengertian pada mereka agar jangan gegabah menyimpulkan sesuatu, agar tidak memicu kesalahan. Dan Alex juga mengajarkan mereka untuk tidak berprasangka buruk kepada siapapun termasuk kepada orang yang terlihat buruk didepannya sekalipun.
Kenzo baru tahu, Alex ternyata pria sebijak itu. Terlepas dari perilaku bengis dan buruknya di masa lalu yang Kenzo dengar dari Jessica, dia sekarang sudah berubah. Sikapnya sekarang jauh berbeda dari sikapnya dulu, sekarang Kenzo mengerti kenapa Kayla bisa jatuh cinta pada Alex.
Dan dari Alex juga Kenzo mendapatkan satu pelajaran berharga, bahwa ketika kita ingin berubah dan meninggalkan masa lalu yang kelam, dengan niat yang sungguh-sungguh.. maka kita pasti bisa. Jika Alex bisa, kenapa Kenzo tidak! Ya, sudah saatnya Kenzo berubah, sudah saatnya Kenzo memperbaiki dirinya dan meninggalkan masa foya-foyanya yang membuai itu. Sudah saatnya Kenzo belajar lebih dewasa dan serius menjalani hidupnya. Bahkan saat ini.. untuk Kenzo sudah terlambat, karena hidupnya telah berubah sebelum dia menyadari kesalahannya.
Sekarang tidak ada waktu lagi bagi Kenzo untuk menunda ataupun menunggu. Karena ada tanggung jawab yang ia emban sekarang, ada orang yang membutuhkannya saat ini bahkan membutuhkannya untuk seumur hidup. Dia, harus menjadi prioritas Kenzo mulai sekarang.
__ADS_1
Kenzo juga mendapatkan pelajaran yang lain dari Alex, bahwa kepercayaan dalam cinta itu penting. Cinta bukan hanya tentang perasaan, tapi juga perlu dibarengi dengan akal yang sejalan, untuk menjaga hubungan agar tetap baik. Seperti yang Alex lakukan hari ini, Alex bilang..
".. gue percaya sama Kayla, dan itu cukup jadi alasan buat gue percaya sama lu juga."
"Kenapa lu planga-plongo?" tanya Alex bingung melihat Kenzo terdiam.
Kenzo terkesiap, ia baru sadar. Setelah memperhatikan Alex menasehati teman-temannya, Kenzo malah tenggelam dengan renungannya. Bahkan ia baru sadar kalau Jessica dan Kayla sudah berada disampingnya.
"Ada apa sih?" tanya Jessica yang baru menyusul bersama Kayla.
Kenzo dan Alex saling melirik agak bingung, karena mereka sama-sama tidak ingin kedua gadis ini tahu persoalan mereka. Sementara Bima, Sandi, dan Vicky beringsut meninggalkan mereka setelah mendapat terguran dari Alex. Karena Alex juga tidak ingin ketiga temannya itu buka mulut, yang nantinya bisa membuat masalah jadi runyam.
"Emm... gak papa kok sayang, temenin aku ke UKS yuk!" ujar Kenzo sambil menyentuh sudut bibirnya yang terluka.
"Oke" sahut Jessica singkat.
"Tunggu! Jawab dulu Ken, ada apa, kenapa kamu bisa berantem sama Pak Bayu?" sergah Kayla.
"lya. Aku gak akan ngobatin luka kamu sebelum kamu jawab, kenapa kamu berantem sama Pak Bayu?" Jessica pun ngotot.
Kenzo dan Alex lantas saling melirik. "Enggak ada apa-apa." jawab Alex seraya tersenyum.
Tentu Kayla dan Jessica tidak percaya begitu saja. Perkelahian tidak mungkin terjadi jika tidak ada masalah yang memicunya. Apalagi pertengkaran ini antara murid dan guru, tidak mungkin tidak ada apa-apa.
"Ken?" tanya Kayla.
"Ya kan Alex bilang gak ada apa-apa, berarti emang gak ada apa-apa." jawab Kenzo agak kaku.
Kayla terkekeh, "Kok kalian jadi kompak gini sih, gak mau kita tau masalahnya. Anak kecil juga ngerti kali kalo ada yang kalian sembunyiin."
Kenzo dan Alex kembali saling melirik. "Plis deh, gak ada yang mau ngasih tau gitu?" desak Jessica.
Kedua pria itu diam, Kayla jadi merasa lucu sendiri melihat tingkah mereka.
"Hmm... tapi aku suka kalian kompak" ujar Kayla seraya tersenyum lebar, membuat Kenzo dan Alex saling melirik sambil mengernyit geli.
... ....
... ....
... ....
Sepulang sekolah, Alex sudah berniat ingin bicara dengan Kayla. Ya, menanyakan tentang masalah yang membuatnya bingung pagi ini. Bagaimanapun juga, Alex merasa tidak tenang setelah mendengar pernyataan Pak Bayu mengenai Kayla. Alex percaya Kenzo tidak akan memperlakukan Kayla seperti itu, tapi pasti ada sesuatu yang terjadi sehingga Pak Bayu sampai mencurigai Kenzo dan Kayla. Bahkan Pak Bayu bilang ada bukti yang membuatnya sampai berani menghakimi Kenzo sendiri. Semua itu terus berputar di benak Alex, rasa penasaran dan kecemasan hatinya mendorongnya untuk memberanikan diri bertanya langsung pada Kayla. Tapi Alex masih bimbang, takutnya Kayla akan tersinggung. la takut melakukan kesalahan dengan membahas tentang itu, karena tadi saat diruang BK Kenzo sempat bilang bahwa dia tidak ingin Kayla tahu kasusnya.
"Ada apa Al, katanya mau nanya sesuatu?" suara Kayla membuyarkan lamunan Alex.
"Emh... iya" sahut Alex seadanya.
Saat ini mereka duduk di dalam mobilnya Alex. Mereka masih di depan sekolah, karena Alex rasa ia tidak akan bisa fokus menyetir sebelum rasa penasaran yang mengusiknya itu terjawab.
"Kamu mau nanya apa, kok kayak ragu gitu?" bingung Kayla.
"Apa soal pertengkaran Kenzo sama Pak Bayu tadi?"
"lya." jawab Alex tanpa ragu kali ini.
Kayla terlihat semangat, "Sebenarnya ada apa diantara mereka Al, kamu di sana kan berarti kamu tau kan apa yang mereka ributin?"
Tok tok tok
Kaca mobil diketuk, membuat Alex dan Kayla menoleh ke asal suara. Kenzo disana, dia yang mengetuk kaca mobil Alex yang tertutup.
Alex lantas membuka kaca mobilnya. "Hmm... panjang umur. Baru juga diomongin." ujar Kayla.
"Ngomongin gue dibelakang..? Heh, ngomong langsung sama gue, gue disini." sahut Kenzo jenaka.
"Ada apa?" tanya Alex mengenai Kenzo yang mengetuk kaca mobilnya.
"Gue nebeng pulang. Anterin ke rumah Kayla." kata Kenzo sambil nyengir.
"Kok ke rumah Kayla?" bingung Alex.
Kayla tersenyum lebar, Kenzo ingin ke rumah Kayla artinya Kenzo sudah siap menemui Chika.
"Ayo naik!" seru Kayla antusias, membuat Alex terdiam bingung sementara Kenzo langsung masuk ke mobil.
"Emm.. maaf Al, gak papa kan?" Kayla baru sadar kalau ia mengizinkan Kenzo naik ke mobil Alex tanpa izin si empunya mobil.
"Oh gak papa" sahut Alex santai.
Sepanjang perjalanan, Kenzo bercerita tentang kronologi pertengkarannya dengan Pak Bayu. la lancar sekali bercerita, tanpa ada yang ia tutup-tutupi. Alex heran, tadi di sekolah Kenzo seperti menutupi masalahnya tapi sekarang ia malah blak-blakan mengungkapkannya pada Kayla. Padahal pemicu pertengkaran itu sendiri kan melibatkan nama Kayla. Dan bagaimana reaksi Kayla?
Mungkin dari obrolan mereka ini Alex akan mendapatkan jawaban dari rasa penasaran yang mengusiknya itu, tanpa harus bertanya dan menyinggung perasaan Kayla.
... ....
... ....
... ....
__ADS_1
... ....
... Bersambung...