Miss Kissable & Mr Strawberry

Miss Kissable & Mr Strawberry
Nekat


__ADS_3

Posisi Kayla saat ini sangat dekat dengan Alex, tangan kanannya memegang erat lengan Alex secara reflek, dan tangan kirinya berada di belakang punggung Alex. Sedangkan Alex menempatkan punggung Kayla di lengan kokohnya dan memegangnya erat, tangan kirinya menyambut lengan Kayla yang memegang lengan kanannya. Mata mereka bertemu pandang. Di posisi sedekat ini, Alex semakin leluasa menghirup aroma lembut stroberi dari tubuh Kayla, terlebih lagi dari rambutnya yang basah.


Ingatan tentang pertemuan pertamanya dengan Miss Kissable muncul begitu saja di benaknya, bayangan saat Miss Kissable nya terjatuh menimpanya setelah menabraknya kala itu. Posisi mereka kala itu memang berbeda dengan ini, jarak diantara mereka kala itu lebih dekat dari ini, tapi yang Alex rasakan sama. Deg-degan, canggung dan ia tenggelam dalam buaian aroma menyejukkan favoritnya, strawberry. Alex bahkan merasa ia tengah mendekap gadis pujaannya itu, ia merasa tengah menatap bibir kissable gadis pujaannya yang ia rindukan, karena aroma wangi mereka yang sama.


Keduanya sama-sama terpaku untuk beberapa detik. Kayla sendiri terpaku dengan tatapan dan ekspresi wajah Alex yang berbeda dari biasanya. Kayla tidak mengerti, tapi Kayla tidak melihat ada kemarahan atau kebencian dimata Alex, seperti yang selalu dia tunjukkan. Ekspresinya yang ambigu membuat Kayla merasa aneh, mengingat dia yang selalu menampakkan raut ketus dan sinisnya. Kayla belum pernah melihat Alex dengan ekspresi seperti ini, tapi entah kenapa ia merasa pernah menatap wajah ini sebelumnya.


Jessica mengepalkan tangannya, menatap sadis ke arah Kayla dan Alex. Dengan langkah memburu ia beranjak mendekati keduanya. la menarik kasar tangan Kayla yang memegang lengan Alex, membuat keduanya tersentak kaget dan melepaskan tautan mereka.


"Cewek kurang ajar! Berani-beraninya lu ngambil kesempatan buat nyentuh Alex!" bentak Jessica.


Kayla merasa heran, apa Jessica bilang? Kayla mengambil kesempatan buat menyentuh Alex?


"Apa? Gak kebalik? Aku kan kepeleset, mana aku tau kalo dia bakal nangkep aku."


"Halaaah... elu pasti cuman pura-pura kan?! Elu pasti sengaja kan cari perhatian Alex??"


Kayla mendengus, "Ngapain aku cari perhatian dia, enggak banget. Mendingan jatuh kali daripada harus diperhatiin dia!"


Alex menyipitkan matanya kesal mendengar perkataan Kayla, "Sialan! Bisa makin berani nih cewek! Lagian kenapa juga tadi gue nangkep dia?? Kok gue bisa reflek gitu, enggak banget." gerutu Alex dalam hati.


"Eh cewek sialan! Tadi itu gue cuma reflek ya, tandanya gue masih punya hati." sahutnya ketus.


"Oh, jadi kamu cuman mau nunjukin ke mereka semua kalo kamu itu baik hati gitu?" ejek Kayla.


"Kurang ajar amat sih lu! Bukannya makasih ditolongin malah ngatain!" sergah Bima sewot.


Kayla sedikit menaikkan alisnya, "Benar kata Bima, Alex kan udah nolongin aku, seharusnya aku berterima kasih sama dia. Ngeselin banget sih, kok jadi kayak aku salah disini, harusnya kan aku yang bikin dia ngerasa bersalah sama semua yang dia lakuin selama ini!"


Kayla menghela nafas panjang. "Oke, aku pasti berterima kasih sama dia, tapi aku gak akan ngelupain tujuan aku. Aku harus tetap mancing emosi dia sampai aku berhasil cari tau dimana kelemahan dia! Supaya aku mudah nyari cara buat ngerubah semuanya." batin Kayla.


"Makasih Al, udah nolongin aku." ucap Kayla sambil menatap Alex, entah kenapa Kayla merasa aneh dan agak tersipu saat ia menatap Alex dan mengatakan itu.


Detik berikutnya Kayla dibuat kesal lagi karena Alex mendengus sombong sambil memalingkan wajahnya.


"Tapi kamu jangan besar kepala dulu. Satu kebaikan kamu gak akan bikin aku lupa sama kezaliman yang sering kamu lakuin ke aku!" Alex melotot tajam ke arah Kayla.


"Mereka yang sering kamu bully juga pasti mikir begitu. Satu kebaikan aja gak ngaruh kalo kamunya gak berubah." lanjut Kayla.


Alex mengedarkan pandangannya ke semua orang yang menyorotkan pandangan mereka padanya, yang selalu menjadikan dirinya sebagai objek tontonan yang menyenangkan seperti biasanya. Mereka semua menunduk, ada juga yang membuang muka dari Alex, mereka tak membiarkan mata mereka bertemu pandang dengan mata Alex yang menatap tajam ke arah mereka.


"Diam gak lu! Masih berani ngomong ya, udah dicekik juga, gak kapok apa??" Jessica mulai membela Alex lagi.


"Tau nih. Mau lu apa sih? Cari mati??" timpal Bima.


"Tanya dia! Kenapa gak kapok-kapok ngebully aku? Kenapa ngerusuhin aku mulu? Maunya dia apa sih??" balas Kayla.


"Ck, jadi lu berani mempertanyakan perlakuan gue? Elu mau tau alasannya, heh? Elu bego atau idiot? Semua orang juga tau.. siapa pun yang ngelawan gue, pasti nerima hukuman. Gak bakal selamat!!"


Alex mengatakannya dengan lantang setengah berteriak dan dengan ekspresinya yang dingin. la mengatakan itu sambil terkekeh sadis seraya maju beberapa langkah mendekati Kayla, meskipun jarak mereka cukup dekat sebelumnya. Karena Alex terus maju maka Kayla tak punya pilihan lain selain mundur, sampai punggungnya menyentuh dinding. Alex menumpu tubuhnya dengan kedua telapak tangan yang ia tempelkan di dinding sejajar dengan wajah Kayla, sehingga Kayla terpojok olehnya.


"Aku gak ngelawan pun tetap kamu ganggu, jadi hukuman apa yang kamu maksud?" Sewot Kayla.


Alex melotot. "Benar-benar ya nih cewek! Nyahut mulu! Berani-beraninya dia nguji kesabaran gue" batin Alex geram. "****!"


"Kenapa gak jawab? Emang kamu aja kan hobby nya gangguin orang, zalimin orang semau kamu? Kamu gak mikirin orang tua kamu? Papa kamu pemilik sekolah ini, dan hampir semua orang tua siswa-siswi disini kerja sama papa kamu kan? Gimana kalo para orang tua itu tau kalo anak bos mereka tukang bully? Apa itu gak mencemarkan nama baik papa kamu??"


Alex lantas menggebrak dinding dengan emosi yang tertahan. "Gak usah bawa-bawa bokap gue!" bentaknya.


"Kenapa enggak? Itu pasti terjadi Al, kalo kamu terus-terusan kayak gini."


"Wah!! Beneran cari mati ni cewek!" sergah Bima saking kesalnya.


Kayla hanya melirik Bima sekilas dan mengabaikannya, begitu juga Alex.


"Gak usah ngatur-ngatur gue! Gue bisa bikin lu dikeluarin dari sekolah ini kalo gue mau!"


"Aku gak ngatur kamu. Aku cuman ngingetin Al, cepat atau lambat papa kamu pasti tau kelakuan kamu. Apa dia gak akan kecewa sama kamu?"

__ADS_1


Alex mengeraskan rahangnya, ia benar-benar geram dengan gadis ini.


"Dan gimana perasaan mama kamu kalo dia tau kelakuan kamu gini?


Alex semakin geram, bisa-bisanya Kayla menyebut mama Alex lagi, mempertanyakan soal perasaan pula. Alex langsung mencengkram rahang Kayla, setelah Kayla mengatakan itu.


"Jangan pernah nyebut nyokap gue!" Ucapnya geram sambil berteriak dia depan wajah Kayla, membuat semua orang kaget, dan Kayla memejamkan matanya reflek. Tapi Kayla tak gentar.


"Kenapa? Apa itu gak penting buat kamu? Kamu gak peduli sama perasaan orang tua kamu sendiri?" Alex mengencangkan cengkeramannya pada rahang Kayla. Kayla berusaha melepaskan tangan Alex sekuat tenaganya.


"Diam!! Bukan urusan lu!l" bentaknya.


"Emang bukan urusan aku, tapi urusan kelangsungan hidup kamu sendiri. Kamu gak akan pernah bahagia kalo kamu durhaka. Aku pernah liat kamu ngebentak mama kamu sendiri."


Duaaarrrr!!!


Rasanya jantung Alex tersambar petir mendengarnya. Matanya membulat sempurna dan ia semakin mengencangkan cengkeramannya. Berani-beraninya gadis sialan ini berkata begitu, di depan umum seperti sekarang ini.


kamu gak akan pernah bahagia kalo kamu durhaka. Aku pernah liat kamu ngebentak mama kamu sendiri.


"Jadi itu alasan dia berani nantang gue dan banyak omong?? Tapi kapan dia liat gue ngebentak mama??" batin Alex.


"Elu pikir kata-kata lu ngaruh buat gue? Hehh!! Elu cuman bikin gue tambah marah, dan rahang lu ini bakal keseleo bentar lagi! Dan.. kayaknya lu gak takut ya? Apa perlu gue cekik lagi sampai ko'id?" ancamnya serius dengan kalimat-kalimatnya yang ia tekankan satu-persatu, dan seringaiannya yang mengerikan.


Kayla meringis kesakitan, ia masih berusaha melepaskan tangan Alex dari rahangnya. Disamping itu, Alex berusaha menahan gejolak yang semakin liar di dadanya. Aroma wangi gadis sialan ini nyatanya sangat mengganggunya, ia sampai menelan salivanya berkali-kali.


"Kata-kata aku ngaruh atau enggak buat kamu, untung ruginya kamu sendiri juga yang tanggung. Yang jelas, pembullyan dan penganiayaan yang kamu lakuin ke aku hari ini, bakal sampai ke papa kamu sebentar lagi!" balas Kayla mengancam.


"Eeaaaaaakhhh.....!!!"


Alex mengerang marah seraya melepaskan cengkeramannya dari rahang Kayla, dan menyentaknya kasar sampai Kayla jatuh terduduk.


"Jangan sampai lu bikin gue hilang kendali! Atau elu bakalan mampus!" bentaknya dengan amarah yang meluap.


Siapa pun yang mendengar suara bentakan Alex kali ini pasti berjengkit takut dan bergidik, karena auranya begitu mengerikan. Ada amarah yang membuncah, rasa sakit dan penderitaan dari suaranya itu. Kayla saja sempat gentar. Belum lagi, Kayla lihat semua orang yang menyaksikan disana sampai menunjukkan raut ketakutannya, beberapa orang memilih pergi dari sana.


Tapi, keberanian Kayla menipis setelah mendapat bentakan keras Alex yang terakhir tadi. Kayla jadi ragu untuk melanjutkan siasatnya, namun kembali ia berpikir.. demi tujuannya yang ingin memperbaiki keadaan, ia harus menemukan titik celah yang bisa membawanya pada jalan perubahan itu.


"Tunggu!" Kayla bangkit.


Setelah beberapa saat Kayla berpikir akhirnya ia memberanikan diri lagi, ia mencoba menghentikan langkah Alex sebelum pria itu benar-benar pergi. Alex tak mengindahkan seruan Kayla, ia tetap melanjutkan langkahnya menjauhi Kayla.


"Anak macam apa yang gak peduli sama perasaan orang tuanya sendiri?! Apa lagi mamanya. Kamu mau bikin papa kamu dipermaluin dengan kelakuan kamu yang kayak gini? Kamu mau bikin mama kamu ngerasa nyesel udah ngelahirin anak kayak kamu??


Duuaaaaaaaarrrr........!!!


Kalimat terakhir Kayla sukses menghentikan langkah Alex, bukan hanya langkahnya saja tapi juga detak jantungnya. Ya, detak jantung Alex serasa berhenti seketika, kemudian berdetak kembali dengan degupan yang begitu kencang dan menyakitkan. Bagaimana tidak? Alex yang notabenenya merasa sebagai anak yang tidak diinginkan oleh sang mama, karena ia terlahir dari pernikahan yang terpaksa dijalani oleh sang mama. Alex merasa tersambar petir bahkan mungkin tertikam sembilu mendengarnya kalimat Kayla.


*K*amu mau bikin mama kamu nyesel udah ngelahirin anak kayak kamu?


Sangat menyakitkan bagi Alex. Gadis sialan ini lagi-lagi membuat emosinya kembali meluap-luap, sehingga Alex tidak bisa mengendalikan dirinya lagi.


Alex berbalik, menampakkan wujud devilnya pada gadis yang telah lancang mengobrak-abrik perasaannya itu. Bukan hanya perasaannya saja, tapi jiwanya. Kayla tidak tahu saja betapa sulitnya bagi Alex menanggung beban tentang hubungan buruknya dengan sang mama, dan beberapa detik yang lalu.. dengan mudahnya gadis itu melontarkan kata-kata yang membuatnya terguncang.


Alex menatap Kayla sadis, langkah memburu dan auranya terasa sangat mencekam bagi siapa saja yang melihatnya. Wajahnya merah padam, rahangnya mengeras sampai menampakkan urat-urat pelipis dan lehernya, bahkan matanya yang tajam dan membulat sempurna itu terlihat berkilat-kilat dan memerah juga. Belum lagi tangannya yang terkepal begitu kuat sampai terlihat gemetar, karena emosinya.


Kayla mulai gentar, ia menelan salivanya dan melangkah mundur. Jika Kayla berpikir bisa selamat dari Alex, maka ia salah. Kayla sudah terlanjur membuat Alex begitu marah dan tenggelam dalam perasaannya yang sejak tadi mati-matian ia tahan.


Dubbrakkkk!!


Alex menghentakkan tubuh Kayla kedinding dengan sebelah tangannya yang mencengkram rahang Kayla. Alex memojokkannya dan mengikis jarak diantara mereka. Wajah Alex yang begitu dekat dengan Kayla, membuat Kayla bisa merasakan deru nafas Alex yang memburu tak beraturan menerpa wajahnya. la mendongakkan kepala Kayla dengan cengkeramannya yang kuat itu, membuat Kayla mau tak mau menatap wajah sadisnya itu.


Detik berikutnya, semua orang dibuat terbelalak kaget oleh aksi nekat Alex. Bukan hanya terbelalak matanya saja, mulut mereka pun sampai terbuka lebar. Sebagian di antara mereka tidak sanggup melihatnya dan memilih menutup mata atau memalingkan pandangannya. Ada yang sampai berteriak histeris saking kagetnya.


Suasana menjadi ricuh seketika. Memangnya aksi nekat apa yang Alex lakukan??


Alex melu**t bibir Kayla dan melahapnya rakus, bahkan kasar. Kayla yang terkaget-kaget bukan main sontak memberontak sekuat tenaganya, tapi sia-sia. Tenaga dan amarah Alex begitu besar sampai Kayla tidak berdaya.

__ADS_1


"Al?? Elu gila? Apa-apaan sih??" bentak Jessica seraya menarik lengan Alex agar melepaskan Kayla.


"Elu nolak cinta gue? Dan sekarang apa yang lu lakuin? Elu gila Al? Bisa-bisanya lu-.."


Plakk


Ketika Jessica mencoba menarik lengan Alex sambil melayangkan protesnya, Alex menampik kasar tangan Jessica sampai tak sengaja punggung tangan Alex menampar pipi Jessica. Alex tak peduli, dan terus melanjutkan aksinya. Jessica yang merasa terhina atas perlakuan Alex lantas pergi meninggalkan tempat itu, dengan hati dan dirinya yang kacau.


Tidak sedikit juga diantara siswa-siswi yang menyaksikan sejak tadi, kini mulai beranjak pergi karena tidak tahan melihat lebih lama aksi nekat Alex yang benar-benar mengejutkan mereka itu. Tapi masih banyak juga diantara mereka yang tetap disana dan terpaku dengan pemandangan yang sangat langka itu. Kericuhan pun terjadi.


"Gila!! Gila bener!"


"Senekat itu dia gaess..."


"Kok Alex malah nyium dia sih? gue pikir tadi mau dicekik sampe ko'id beneran!!"


"Kenapa bukan gue yang dicium..."


"Jangan gila! Itu pelecehan namanya, bukan ciuman!"


"Gue malah ilfil liatnya. Secara, Kayla tu kotor banget.. dia abis disiram minyak, pasir, sama lumpur gitu.. kok Alex mau sih??"


"Udah disiram Alex pake air bersih juga kan?"


"Air bersih yang gak seberapa itu, tetap aja kotor. Ih... enggak banget!"


"Baru kali ini gue liat langsung orang ciuman dengan mata kepala gue, biasanya cuma difilm."


"Say, gue gemeteran nih... pulang aja yuk!"


Berbagai komentar bersahut-sahutan ricuh.


Bima, Sandi dan Vicky pun dibuat terperangah keheranan dengan yang mereka lihat. Mereka tak menyangka sama sekali kalau Alex akan melakukan hal ini, Alex tidak pernah senekat ini. Alex bahkan tidak sudi untuk menyentuh perempuan sebelumnya.


"I-..itu beneran Alex, San? Alex kita?"


"He'eh... gue juga gak nyangka.." sahut Sandi gemetaran.


Sementara Vicky sudah meremas lengan Sandi sejak tadi, mata mereka bahkan sulit berkedip melihat Alex sebegitu bengisnya. Vicky menelan salivanya berkali-kali dengan raut masamnya, dan Sandi menggerak-gerakkan bibirnya tak beraturan, ********* sendiri sesekali. Sedangkan Bima yang berdiri paling dekat dengan Alex dan Kayla, gelagapan sendiri. la mencoba mengatakan sesuatu tapi tak tahu apa yang harus dikatakan, ia ingin bertindak tapi bingung harus apa. la juga sama kagetnya dengan yang lain, terlebih ia yang melihat aksi nekat Alex itu paling jelas dan dekat.


Dan Alex masih di posisinya. Kayla meronta sekuat tenaganya, ia mendorong tubuh Alex dengan kedua tangannya, tak berhasil. Alex tak bergeming sedikit pun, ia mencoba mencekik leher Alex, juga sia-sia. Alex menampik tangannya dengan mudah, ia memukul-mukul dada Alex, juga gagal menghentikannya. la mencoba melawan dengan kakinya yang ia angkat dan hendak ia pukulkan ke bagian bawah Alex, tapi Alex juga berhasil mengagalkannya. Alex menginjak kaki Kayla sampai ia tidak bisa bergerak.


Hanya air mata yang bisa mewakili pemberontakan Kayla sekarang, tenaganya sudah terkuras karena terus meronta, tubuhnya melemah karena nafasnya sekarang semakin terbatas. Alex tak melepaskan tautannya sama sekali, sampai Kayla sulit bernafas.


Alex sendiri bahkan hanya menghirup nafas dari sela-sela tautan mereka saja, nafasnya juga tersengal-sengal tapi ia tetap rakus. la malah semakin rakus melahap bibir Kayla bak orang kelaparan. Alex sampai menarik tengkuk Kayla dengan telapak tangannya untuk lebih mengeratkan tautan mereka, ia juga sampai menggigit bibir Kayla. Kayla ingin berteriak tapi tak bisa, ia hanya bisa menggeram pilu dalam ketidak berdayaannya. Keringat dan air matanya sudah membanjiri wajah dan lehernya, bahkan airmata Kayla sampai membasahi wajah Alex juga. Namun Alex tetap tidak peduli.


Alex tidak peduli apa pun. la tidak membiarkan siapa pun mengganggunya. Alex tidak peduli lagi sekarang, gadis sialan ini benar-benar membuat api amarahnya bergejolak dan perasaannya tak tertahankan. Alex sebenarnya tak ingin melakukan ini, tapi gadis ini terus mendesaknya dengan kata-kata berasapnya itu.


Tak ada api kalau tak ada asap bukan?


Sekarang, Alex malah tenggelam dan tak bisa mengendalikan dirinya. Aroma wangi stroberi dari bibir dan tubuh Kayla telah membiusnya dan membuatnya candu, disamping kemarahannya yang juga memuncak. la melampiaskan kedua perasaan yang berlawanan di dalam dirinya itu pada Kayla.


Alex tidak bisa berhenti. la sadar apa yang ia lakukan, ia tahu ini melampau batas, tapi ia kecanduan dan tidak bisa berhenti. la tahu gadis yang berada dalam kendalinya itu sudah melemah tak berdaya dan mungkin akan pingsan sebentar lagi, tapi ia tidak bisa berhenti.


"Keterlaluan!! Ba****an!" batin Kayla merutuk.


"Lepasin.. pliss... aku gak bisa nafas... apa dia mau ngebunuh aku??" lirihnya dalam hati, seiring dengan air matanya yang mengalir tiada henti.


"Apa.. Alex akan.. ngebunuh.. aku, dengan cara.. seperti ini....???


... ....


... ....


... ....


... ....

__ADS_1


... Bersambung...


__ADS_2