Miss Kissable & Mr Strawberry

Miss Kissable & Mr Strawberry
Merasa Bersalah


__ADS_3

Setelah menyelesaikan ujian semester dan liburan akhir tahun usai, seluruh siswa dan siswi dari berbagai sekolah kembali pada kegiatannya. Masuk kembali ke sekolah di awal tahun, dan di semester baru. Begitu pula dengan siswa-siswi SMA Putra Bangsa.


Namun disisi lain, seorang pemuda duduk dengan malas sambil melipat tangannya dan bertekan dagu di tepi jendela kamarnya. Sudah tiga minggu ia di rumah saja, setelah keluar dari rumah sakit tiga minggu yang lalu. Jenuh tentunya, teman-temannya yang sebelumnya datang setiap hari untuk menemaninya di rumah selama liburan, kini mereka kembali masuk sekolah. Hanya ia yang masih duduk di rumah, kakinya yang masih terpasang gips itu tidak memungkinkannya masuk sekolah. Dokter juga tidak mengizinkannya berjalan-jalan terlalu sering meski hanya di dalam rumah.


"Oke Al, satu minggu lagi." gumamnya menghibur dirinya sendiri.


Teman-temannya sudah dua minggu kembali bersekolah, sedangkan ia masih saja duduk di rumah demi kesembuhan kakinya. Meski begitu, ia tidak menyesal atas peristiwa yang menimpa kakinya beberapa minggu yang lalu. Jika bukan dia yang terluka seperti ini, mungkin saja waktu itu Miss Kissable nya lah yang terluka, dan itu akan membuatnya menyesal. Tapi untungnya ia sempat menyelamatkan gadis itu, dan membiarkan dirinya yang terluka.


Ngomong-ngomong tentang Miss Kissable, Alex jadi semakin merindukannya. Akhir-akhir ini mereka berdua memang sering chattingan, tapi mereka tidak bertemu sejak pulang dari camping dan terakhir di rumah sakit malam itu. Entah apa alasannya, gadis itu enggan untuk menjenguk Alex ataupun menemuinya meski Alex memintanya. Baiklah, Alex akan bersabar satu minggu lagi, setelahnya ia pasti bisa bertemu Miss Kissable di sekolah.


"Gimana ya nanti kalo gue ketemu dia di sekolah? Selama di hutan cuman berdua, gampang sih. Tapi di sekolah.. kan gak ada yang tau gue sama dia deket. Huuuh...." Alex mendesah gelisah.


Ya, tidak ada yang tahu kan kalau sebenarnya mereka berdua dekat. Bahkan Alex belum memberitahu Bima, Sandi, dan Vicky tentang yang sebenarnya. Padahal sudah beberapa kali saat ketiga temannyaitu datang ke rumahnya, dan bertanya-tanya banyak hal, entah kenapa lidah Alex rasanya kaku ketika akan mengatakan yang sebenarnya tentang ia dan Kayla. Alex hanya menjawab rasa penasaran ketiga temannya itu dengan alasan yang ia buat-buat. Seperti sebelumnya.


(Flashback On)


Alex bersama Bima, Sandi, dan Vicky duduk di taman belakang rumah Alex. Mereka berbincang-bincang sambil mengemil, menghabiskan waktu sore bersama.


"Buruan jelasin!" desak Bima sambil menepuk paha Alex.


"Apa yang mesti gue jelasin? Kalian kan udah tau" jawab Alex.


"Tau apaan?"


Alex mendengus malas, "Oke, dari yang mana dulu nih yang gue jelasin?"


"Yang mana lagi, yang pas camping lah! Elu ilang kemana, beneran nyari Kayla? Malam-malam Al, lu gila apa?! Udah gitu seharian lagi gak balik-balik!" sungut Sandi.


Alex tertawa kecil. "Jadi kalian khawatirin gue nih?"


"lya lah, elu kan teman kita! Kalo lu gak balik-balik juga bukan kita doang yang panik, satu sekolah bisa riweh bro!" sahut Vicky.


"Jadi gini, lu udah pada tau kan kalo hubungan gue sama Miss Kissable itu bermasalah gara-gara Kayla?"


Ketiganya mengangguk sembari menyimak.


"Jadi gue pikir kalo gue bisa nemuin Kayla yang kesasar di hutan, dia jadi hutang budi dong sama gue? Nah itu bisa gue manfaatin buat nyogok dia, dia harus bikin hubungan gue sama Miss Kissable baikan lagi."


"Owh.." ujar Sandi dan Bima mengangguk-angguk.


"Trus?" tanya Vicky.


"Ya berhasil lah! Gue sama Miss Kissable udah baikan"


"Serius?" tanya Bima semangat, Alex pun mengangguk.


"Gitu? Gue pikir yang diomongin Jessica bener." ujar Sandi terkekeh.


"Jessica? Ngomong apa dia?"


"Katanya elu perhatian sama Kayla, makanya lu bela-belain nyari dia sampe gak balik-balik. Masa' dia ngira lu suka sama si cupu itu, heh gak lucu!" kata Sandi remeh.


Alex menaikkan alisnya, agak terkesiap karena Jessica mengira seperti itu. Apa Jessica memperhatikan gelagat Alex? Bagaimana dia bisa berasumsi yang benar tentang Alex? Alex rasa ia harus waspada dengan gadis licik itu, jangan sampai Jessica yang selalu ia abaikan itu malah merepotkannya nanti.


Alex terkekeh geli untuk menutupi ketegangannya. "Yakali gue perhatian sama dia."


"Itu dia Al, makanya kita penasaran banget. Untung sih gak bener." timpal Vicky.


Alex menelan salivanya seraya mengalihkan pandangan.


"Fix Jessica cemburu berat! Gara-gara elu nyelamatin Kayla dari jebakannya waktu itu." ujar Bima.


"Btw, gimana caranya lu baikan sama Miss Kissable? Elu udah ngomong sama dia juga?"


"Itu urusan Kayla, intinya berkat dia gue jadi baikan lagi sama Miss Kissable"


Sebenarnya lidah Alex terasa kaku menyebut nama Kayla, ia belum pernah Menyebutnya Kayla kan sebelumnya, selain ketika menanyakan nomer Kayla pada Jessica dan Adit waktu itu. Selama ini Alex selalu menyebutnya Si Cupu, sama seperti teman-temannya yang lain. Tapi sekarang, bagi Alex menyebut Miss Kissable nya dengan Si Cupu, itu terasa lancang.


"Kok gue gak yakin ya?" gumam Bima.


"Apanya?" tanya Alex.


"Elu baikan sama Miss Kissable berkat si cupu Kayla itu. Kan dia yang sebelumnya ngerusuhin hubungan lu sama Miss Kissable."


"He'eh, sepemikiran Bim!" timpal Sandi.


"Logikanya Kayla kan hutang budi sama Alex, jadi mau gak mau dia harus nurut dong! Kalo Alex bilang harus balikin nama baik Alex didepan Miss Kissable, dia harus mau dong?!" ujar Vicky, membuat Alex dengan semangat menepuk pundaknya.


"Mantep! Elu emang paling ngerti gue bro" seru Alex.


"Elu lebih mantep Al, bisa-bisanya manfaatin situasi kayak gitu. Cewek kan biasanya kalo nyasar tuh cuman bisa nangis, nah ini lu apain si cupu Al sampe dia terpaksa nurut?" ujar Bima.


"Ya tinggal gue bilang, kalo dia gak mau nurut gue tinggalin dia di hutan, gue iket kek di pohon, biar dia gak punya pilihan lain."


Bima tertawa puas, "Pasti nyenengin banget liat mukanya waktu itu gimana, sayang aja kita ketinggalan bro!'" lakarnya sambil melirik Sandi dan Vicky.


"Jadi Al, serius elu sama Miss Kissable baikan? tanya Sandi lagi.


"Yaelah gak percayaan amat sih! Nih liat!" Alex membuka ponselnya dan memperlihatkan chattingannya dengan Kayla yang ia beri nama kontaknya Miss Kissable.


**


📱


"Malam Miss Kissable, lagi ngapain?"

__ADS_1


📱


"Baru abis makan. Kamu sendiri ngapain?"


📱


"Lagi chattingan sama kamu"


📱


"Udah makan belum? Udah minum obat?"


📱


"Belum, gak ***** makan tau, kamu sih gak ada disini! Coba kalo kamu kesini, suapin aku makan, pasti aku makannya banyak."


📱


"Gak usah lebay deh, Al! Kamu kan harus minum obat, jadi ayo makan!"


**


"Tuh! Gimana?" ujar Alex dengan bangganya, sambil menjauhkan ponselnya dari kepala ketiga temannya.


"Ahahaha... cute amat sih lu AI!" lakar Vicky.


"Dari tulisannya sih.. feeling gue cinta lu bertepuk sebelah tangan Al! Liat aja, Miss Kissable balasnya gitu doang, singkat." celetuk Sandi.


"Sialan lu San!" kesal Alex.


"Buktinya sampe sekarang lu belum jadian kan sama dia?" kata Sandi lagi.


"Btw, lu manggil dia Miss Kissable, nah dia manggil lu apa bro?" tanya Bima, membuat Alex sedikit kaku.


"Ya.. dia manggil gue.. AL."


"Al doang? Gak ada panggilan spesial juga gitu?" tanya Bima.


"Sialan! Bisa-bisanya Bima ngeintimidasi gue gini!" umpat Alex dalam hati.


"Ya lu liat aja nih chat nya! Tuh!" Alex memperlihatkan chat yang terakhir ia perlihatkan tadi.


Saat Bima mau mengambil ponsel Alex untuk melihatnya lebih jelas, Alex langsung menjauhkan ponselnya. Bisa gawat kalo Bima memegang ponselnya, kalau dia melihat semua chattingannya dengan Miss Kissable, yang ada Bima bisa tahu kalau Miss Kissable memanggilnya Mr Strawberry.


"Fix elu gak spesial buat dia! Cinta lu bertepuk sebelah tangan! Jangan-jangan dia cuman nganggep lu temen Al?" ujar Sandi lagi.


Alex terkekeh, "Emang!"


"Hah?"


Vicky terkekeh geli, sedangkan Sandi dan Bima protes.


"Cuman teman?" ujar Bima menyergah.


"Trus kalo lu tau dia nganggep lu cuman teman, ngapain masih lu kejar?" kesal Sandi.


"Masih pdkt, Pe'ak!" sahut Alex.


"Tapi dia biasa aja sama lu Al!" timpal Sandi.


"Rese' amat sih lu! Punya dendam lu sama gue? Dari tadi protes mulu!" kesal Alex pada Sandi.


"Al, ada benernya juga loh kata Sandi, gimana kalo ntar dia nolak elu?" tanya Bima.


"Elu do'ain gue ditolak?"


"Ya bukan gitu. Kalo emang buat dia lu biasa aja, ada kemungkinan dia bakal nolak lu kan? Lagian masa' dia ngegantung lu selama ini coba?" kata Bima lagi.


Alex mendengus senyum, "Ya gak papa. Apapun pilihan dia nanti, yang penting gue usaha kan! Ya kalo gak diterima berarti ditolak, kemungkinannya cuman itu kok. Apa masalahnya?"


"What?? Apa masalahnya lu bilang?" Sandi menggeleng-geleng, "Gak ngerti gue sama lu!"


"Kalo dia ternyata suka sama cowok lain gimana AI? Bukannya apa-apa ya, kita cuman gak mau lu patah hati!" ucap Bima yang diangguki oleh Sandi dan Vicky.


"Kalo pun dia suka sama cowok lain, dia gak bakal pacaran. Karena dia emang gak mau pacaran!"


"Gak mau pacaran?"


"Hm"


"Wah pe'ak lu! Kalo dia emang gak mau pacaran, ngapain masih lu kejar?" protes Sandi lagi, semakin kesal.


"Karena gue cinta sama dia." sahut Alex santai.


"Ya cinta sih cinta Al, tapi kalo lu tau dia gak mau pacaran, mau sampe kapan lu usaha ngedeketin dia? Kan lu udah tau jawabannya kalo gitu?" kata Bima.


"He'eh, digantung tuh gak enak Al! Kita cowok, butuh kejelasan! Nah elu, mau-maunya ngabisin waktu buat tuh cewek yang gak jelas!" kata Sandi.


Sementara Vicky yang menyimak sejak tadi, tersenyum melihat Alex menanggapi pertanyaan-pertanyaan Bima dan Sandi dengan relaks. Padahal pertanyaan mereka cukup menggelitik dan bisa saja menggoyahkan hati Alex.


"Lu bilang cewek gue gak jelas? Kalo bukan lu yang ngomong gitu udah gue hajar lu, San!" kesal Alex.


"Gue kenal Miss Kissable, dan gue juga udah yakin sama pilihan gue. Miss Kissable gak pacaran, gue juga enggak." ucap Alex tenang.


"Trus?" heran Bima.

__ADS_1


"Trus apa? Kita happy-happy aja kok."


"Bukan soal happy nya Al, lu emang ngerasa cukup aja gitu cuman temenan? Perasaan lu gimana?" tanya Bima.


Alex tersenyum simpul, "Perasaan gue gak akan berubah, Bim. Buat gue, bisa deket sama dia trus liat dia bahagia itu udah cukup kok. Keputusan gue.. gue bakal tetap nunggu Miss Kissable, sampe dia siap nerima gue!"


Bima, Sandi, dan Vicky menghela nafas panjang.


"Sampe dia siap nerima lu? Gimana gimana, gue gak ngerti?" tanya Bima.


"Maksud lu apa Al?" bingung Sandi.


"Ya sampe dia siap nerima gue, kapan pun. Kalo dia gak nerima gue jadi pacarnya, berarti dia bakal nerima gue jadi suaminya."


Bima sampai tersedak mendengarnya, sedangkan Sandi melongo.


"Wow Al, Good..!" seru Vicky.


"Apanya yang Good, Vick?!" sergah Bima.


"Apaan tadi, suami?" ulang Sandi memastikan. Alex tersipu menanggapinya tanpa menjawab apa-apa.


"Gila! Yang ada di otak lu apa sih Al, baru juga tau yang namanya cinta, udah mikir sampe kesono lu?!" gerutu Sandi.


"Sekarang aja mikirnya gitu, ntar kalo lu capek juga lu berhenti ngejar-ngejar Miss Kissable. Elu pikir ngejalanin hubungan yang gak jelas itu gampang apa?"


"Terserah lu mau bilang apa, yang jatuh cinta kan gue. Ini pilihan gue, bro."


"Tapi Al, kita temen lu. Kita ngingetin lu nih, buat apa susah-susah ngejar cewek yang udah jelas gak mau nerima elu? Jangan sampai deh lu patah hati."


Alex terkekeh, "Emangnya kenapa kalo dia gak mau nerima gue sekarang? Kan bisa nanti. Kalo pun dia tetap gak mau nerima gue.. yaudah. Gue gak mungkin maksa dong?"


Sandi mengangkat kedua tangannya. "Gue gak ngerti sama cinta lu itu!"


Vicky mendengus tawa, membuat ketiga temannya meliriknya serentak. "Itu namanya cinta tanpa syarat, San!"


"Cinta tanpa syarat?" Sandi dan Bima bermonolog, sementara Alex menilik bingung ke arah Vicky.


"Hm, ketika kita jatuh cinta dan gak ngeharapin apa-apa dari orang yang kita cintai.. Itu namanya cinta tanpa syarat. Dan Alex punya itu buat Miss Kissable. Liat kan, meskipun Miss Kissable nerima dia atau enggak, yang penting buat Alex cuman kebahagiaan Miss Kissable! Gue salut Al sama lu" tutur Vicky kemudian menepuk pundak Alex.


Alex terpukau mendengar penuturan Vicky. Alex merasa malu sendiri mendengarnya, apa iya yang Alex rasakan itu adalah seperti yang Vicky tuturkan? Tapi Alex merasa dia tidak memiliki hati sebesar itu sampai dia tak menginginkan apapun dari Miss Kissable, bahkan jika hanya memikirkan kebahagiaan Miss Kissable saja, Alex selama ini malah sering menjadi penyebab air matanya kan?


Dalam hatinya, Alex memikirkan kata-kata.Vicky itu, namun ia memperlihatkan ekspresi bangganya di depan teman-temannya.


"Cinta tingkat tinggi maksud lu? Ah, kayak elu udah bener aja Vick?!" ujar Bima.


"Ya walaupun gue gak sampe begitu, gue tulus kok sama Lira"


"Masa? Trus gimana bisa Alex yang baru ngerasain cinta bisa punya cinta sebesar itu?"


"Saat ini Miss Kissable belum kasih kepastian aja dia nerima atau nolak, kan kita belum tau Vick gimana ntar kalo Miss Kissable nolak Alex." kata Bima.


"Jangan ngeremehin gue ya!" sergah Alex.


"Kan tadi Alex bilang mau nunggu sampe kapan pun, artinya dia serius dong. Mau diterima atau ditolak, itu kan emang udah resiko, dan buat Alex itu bukan masalah kan?"


"Al, emang bener cinta lu ke Miss Kissable itu cinta tanpa syarat?" tanya Sandi, membuat Alex bingung.


Alex sendiri bahkan tidak tahu tentang cinta tanpa syarat. la hanya tahu bahwa ia mencintai Miss Kissable, dan itu tulus dari hatinya.


"Gue pikir gue bisa belajar dari kalian, kalian kan udah pengalaman. Sedangkan gue baru kali ngerasain jatuh cinta."


"Nah makanya kita ngingetin lu. Elu boleh jatuh cinta sama siapapun, sampe bucin pun kita gak masalah. Tapi kalo lu udah tau Miss Kissable gak bakal nerima lu, buat apa bro?"


"Kalo gue sih.. dukung lu 100% Al! Cinta kayak gitu tuh langka, gue salut sama lu!" ujar Vicky jujur.


Alex tersenyum malu, ia tidak mengerti lagi harus bereaksi seperti apa. Alex tahu ketiga temannya ini menyayanginya dan mereka selalu mendukungnya. Meskipun mereka berbeda pendapat, itu tidak akan memecah belah mereka. Alex bersyukur memiliki sahabat seperti mereka.


"Kalo lu bahagia, kita juga bahagia!" Bima menepuk pundak Alex.


"Persahabatan kita juga tanpa syarat kan, bukan cuman cinta lu doang yang tanpa syarat. Kebahagiaan lu yang paling penting, ya kan bro?" kata Sandi.


"Yoi.."


(Flashback Off)


Alex masih termenung di tepi jendela kamarnya. la tersenyum kecut mengingat percakapan mereka dua minggu lalu itu. la sangat beruntung memliki sahabat seperti Bima, Sandi, dan Vicky yang selalu mendukungnya. Meski mereka tidak mengenal siapa gadis yang Alex cintai, mereka tetap mendukung Alex. Tapi.. bagaimana jika saatnya nanti mereka tahu bahwa Miss Kissable adalah Kayla?


Ini membuat Alex merasa buruk sebagai seorang teman, karena sampai sekarang ia belum memberi tahu kepada ketiga temannya itu tentang identitas Miss Kissable. la menyembunyikan kebenaran dari mereka bertiga, bahkan ia sampai mencari-cari alasan dan membohongi teman-temannya itu untuk menutupi rahasianya. Padahal selama ini Alex selalu terbuka dalam masalah apapun pada mereka bertiga, bahkan masalah hubungannya dengan sang mama. Hanya satu hal yang selama ini Alex rahasiakan dari ketiga temannya itu, yaitu tentang penyebab hancurnya rumah tangga kedua orangtuanya, yang membuatnya terluka sampai sekarang.


Dan kini tambah lagi satu hal yang ia rahasiakan dari ketiga temannya, yaitu tentang jati diri Miss Kissable dan Mr Strawberry.


la menyembunyikan kebenaran dari ketiga temannya, tapi ia yang sakit hati. Bagaimana jika mereka mengetahui kebenaran ini dari orang lain? Apa mereka akan sakit hati juga, atau kecewa?


Dulu, saat Alex tidak jujur pada mereka tentang penyebab perceraian kedua orang tuanya yang membuatnya membenci sang mama, rasanya tidak sesakit ini. Tapi mengapa yang kali ini begitu membuatnya merasa bersalah?


... ....


... ....


... ....


... ....


... Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2