Miss Kissable & Mr Strawberry

Miss Kissable & Mr Strawberry
Tentang Luka


__ADS_3

Alex masih mematung menatap Kayla. "AI!" panggil Kayla, membuat Alex tersadar.


"Aku masuk ya, kamu juga. Istirahat Al!" ucap Kayla kemudian berdiri.


Saat Kayla berbalik dan akan pergi, Alex menahan tangannya, sehingga Kayla terhenti dan menunduk menatap Alex. "Temenin aku Miss Kissable."


Kayla mengernyit, Alex menarik tangan Kayla pelan, memintanya kembali duduk.


"Al, ini jam dua pagi, aku masih mau tidur. Kamu juga harus tidur, ayo!" Kayla menarik tangan Alex untuk bangun, tapi Alex tak bergeming.


"Malam ini aja, Miss Kissable. Aku butuh waktu kamu, ya..!" bujuknya dengan tatapan penuh harap.


"Kita bisa ngobrol-ngobrol nanti AI, gak sekarang. Kamu emang gak capek, gak ngantuk?"


Alex menggeleng, Kayla mendengus. "Kalo gitu istirahatin pikiran kamu Al, aku tau kamu banyak pikiran, tapi jangan sampe dong itu ngeganggu kesehatan kamu."


"Makanya kamu sini, aku mau ngebagi pikiran aku sama kamu, biar aku bisa tenang."


Kayla terdiam berpikir, "Kamu serius mau ngebagi pikiran kamu ke aku?"


"Ya.. kalo kamu mau sih" sahut Alex lesu.


Kayla tersenyum tipis dan kembali duduk. "Thank you Miss Kissable."


"Hm. Ayo, apa yang mau kamu omongin?"


"Kamu ngomong soal luka dan beban aku, seolah kamu ngerti apa yang aku rasain." ucap Alex serius.


"Kamu punya masalah sama mama kamu, iya kan?"


"Kamu tau?" tanya Alex membuat Kayla mengangguk.


"Sebelum malam ini, aku juga pernah liat kamu marah-marah sama mama kamu. Di mall, sama.. di resto kamu waktu itu" Alex menunduk.


"Jujur, aku pengen banget nanya ini ke kamu sejak hari itu. Luka dan beban kamu itu.. ada hubungannya sama mama kamu?"


Alex tercekat, ia mengendus kembali cairan hidungnya yang hampir keluar. Apa ia menangis?


"Al.. maaf kalo aku salah ngomong" sesal Kayla.


"Semuanya. Semuanya gara-gara dia, Miss Kissable!" ucap Alex tercekat.


Alex meletakkan telapak tangannya didada, dan memukul-mukulkannya sampai terdengar bunyi dug dug.


"Dia nyakitin aku, dia buang aku, dia nyia-nyian aku." ucapnya lagi.


"Kenapa ada seorang ibu kayak dia? Kenapa ada perempuan kayak dia? Gara-gara dia aku kayak gini, sakit Miss Kissable.. aku sakit!" lirihnya bergetar.


Kayla menghentikan tangan Alex yang terus ia pukulkan ke dadanya. "Cukup Al! Kamu bisa bagi rasa sakit kamu ke aku, cerita aja."


"Kamu tau, semua orang di sekolah tau, aku benci cewek! Aku benci ngeliat cewek bahagia, bebas, dan ketawa sesuka mereka. Karena itu semua ngingetin aku sama dia Miss Kissable!"


"Dan itu alasan kamu suka ngebully siswi?" tanya Kayla, Alex menjawabnya dengan sekali anggukan.


"Kenapa semua cewek Al, kamu pikir semua cewek itu sama? Kenapa kamu benci sama Mama kamu?" tanya Kayla hati-hati.


"Karena dia ninggalin aku. Dia khianatin papa, dan pergi sama cowok brengsek. Dia juga brengsek, makanya dia lebih milih cowok brengsek itu dibanding papa."


Kayla terperangah tak percaya dengan yang ia dengar. Apa itu, Alex mengatai mamanya brengsek?


"Apa yang kamu omongin ini Al, dia itu Mama kamu!"


"Mama macam apa yang ninggalin anaknya demi cowok brengsek? Yang ngerenggut kebahagiaan anaknya sendiri dan biarin anaknya jadi korban?"


"M-..maksud kamu.. mama sama papa kamu pisah itu karena ada.. orang ketiga?" tanya Kayla hati-hati.


"Hm."


Kayla menghela nafas panjang. "Berarti orang ketiganya dong yang salah. Kenapa kamu malah benci sama mama kamu? Ya mungkin waktu itu emang mama kamu kejebak aja kan, tapi sekarang kamu liat, mama kamu tuh sayang sama kamu Al..!"


Alex tertawa kecut sambil menggeleng-gelengkan kepalanya. "Kamu gak tau Miss Kissable! Dia sama cowok brengsek itu main belakang sama papa aku, mereka gak cuman selingkuh, tapi mereka emang punya hubungan dari sebelum dia nikah sama papa aku! Papa aku dianggap apa sama dia? Cuman sumber uang! Apa aku gak boleh benci sama dia?!" sungutnya emosi.


Kayla pun tidak menyangka kebenarannya ternyata seperti itu, pantas saja waktu itu Om William bilang.. saat mama Alex pergi, Om William dan Alex merasa hancur dan terpukul.


"Saat aku umur delapan tahun, di mulai berubah. Dia jarang pulang, suka marah-marah, dan udah gak perhatian lagi sama aku. Saat itu dia pasti udah niat mau ninggalin aku. Setelah empat tahun kayak gitu, dia..." Alex berdecih jijik.


"Apa Al?" Kayla penasaran.


"Dia hamil sama cowok brengsek itu!"


Kayla menutup mulutnya karena kaget.


"Dia mutusin buat ninggalin aku sama papa, dan lebih milih cowok brengsek itu sama anaknya."


"Dia jahat Miss Kissable, dia gak pantes jadi seorang ibu, dia ngerenggut kebahagiaan ibu lain juga. Oma aku, Oma aku syok banget pas tau semua kejahatan dia, Oma sampe meninggal saking gak bisa nerima kenyataan itu." Ucap Alex parau.


Alex mendesah dan menghapus air matanya, "Dia hancurin aku sama papa. Papa aku juga sempet bangkrut gara-gara dia."


"Aku liat sama mata kepala aku sendiri Miss Kissable, dia bahagia sama kehidupan barunya, sama cowok brengsek itu dan anak-anaknya. Dia bahagia diatas penderitaan aku sama papa."

__ADS_1


"Karena itu, aku benci semua cewek, aku gak tahan liat mereka bahagia. Mereka ngingetin aku sama rasa sakit aku itu, Miss Kissable."


"Dan kamu jadi pemarah karena itu?" tanya Kayla dalam hati.


"Setiap kali aku liat mereka ketawa, ngomongin kasih sayang seorang ibu, aku sakit! Aku benci itu, Miss Kissable." ucapnya bergetar dan parau, ia mengepalkan kedua tangannya geram.


"Dan setiap kali aku liat mama, rasa sakitku itu nambah. Aku gak bisa lupa, meskipun dia udah pergi ninggalin aku, rasa sakitku gak pernah sembuh. Luka itu masih kerasa sampe sekarang. Dan apa yang mama lakuin sekarang, setelah dia nyakitin aku dia balik lagi, dia pikir bisa nyembuhin luka aku dengan nunjukin mukanya di depan aku lagi? Enggak, dia cuman bikin luka aku makin besar." ucapnya geram, dan Kayla melihat setetes air matanya mengalir di pipinya.


Kayla tersentuh. Ada rasa sakit di dalam kata-katanya itu, dan ada kebencian sekaligus duka dimatanya. la pasti sangat mencintai mamanya, tapi ia terluka dengan perlakuan mamanya di masa lalu. Lalu kenapa ia mempertahankan luka itu, kenapa ia memilih tenggelam dalam bayangan menyakitkan di masa lalunya itu? Jika itu sangat menyakitkan, seharusnya ia berusaha melupakan itu kan? Papanya bisa bangkit kembali setelah terpuruk, tapi kenapa ia tidak?


Suara ******* tangis yang Alex tahan membuyarkan lamunan Kayla, Kayla lihat Alex menangis tapi ia berusaha menahan dirinya dengan mengepalkan kedua tangannya erat dan mengantup mulutnya rapat-rapat. Tubuhnya bergetar, dan ia menundukkan kepalanya.


Kayla meraih tangan Alex dan melepaskan kepalan tangannya, membuat Alex terkesiap dan lantas mengangkat kepalanya. Kayla menggenggam tangannya untuk menyalurkan kekuatan pada Alex, membuat Alex merasa terharu.


Kayla menggeleng, "No Al! Hentikan ini, kamu bisa keluar dari rasa sakit kamu, luka itu pasti bisa disembuhin." ucap Kayla serius.


"Aku udah coba, tapi aku gak bisa, Miss Kissable!"


"Bisa Al! Percaya sama diri kamu sendiri, dan ikutin kata hati kamu!"


"Kamu mau bantu aku?" tanyanya penuh harap.


"Tentu."


"Serius?" Kayla mengangguk.


"Aku butuh kamu buat bantu aku keluar dari luka masa laluku itu, apa kamu mau?"


"lya, aku akan bantu kamu. Jangan jadi lemah Al, apa kata mereka semua kalo liat kamu kayak gini?"


Alex tersenyum haru, "Terima kasih Miss Kissable..."


"Terima kasih!" ucapnya lagi sambil mengeratkan tautan tangan mereka.


"Tapi aku kayak gini cuman di depan kamu, Miss Kissable! Aku gak mungkin nunjukin kelemahan aku ini di depan siapapun."


"lya. Kalo kata teman-teman kamu.. mau ditaro dimana Al harga diri kamu! lya kan?" celetuk Kayla.


Alex terdiam lesu. "Ada apa Al?"


"Teman-teman aku." gumamnya lirih, ia menunduk mengusap wajahnya frustasi.


Ya ampun.. apa Kayla salah bicara barusan? Alex kan sedang ada masalah dengan Bima, Sandi, dan Vicky. Apa itu juga masalah serius, sampai mereka terlihat menjaga jarak dengan Alex, dan Alex sampai stres?


"Kamu marahan ya sama Bima, Sandi, sama Vicky?" tanya Kayla hati-hati.


"Kamu pasti tau alasannya." Alex beranjak kemudian ia duduk bersandar di dinding.


"lya, hari itu mereka denger semua omongan kita. Mereka ada di sana, Miss Kissable! Mereka sekarang udah tau semuanya, dan mereka.. kecewa sama aku" ucapnya getir.


"Mereka tau semuanya hari itu dan mereka kaget? Aku pikir.. mereka udah tau dari sebelum itu, yang di telepon waktu itu.. mereka denger aku nyebut Mr Strawberry kan?" gumam Kayla dalam hati.


Kayla menaikkan alisnya, "Jadi sebelumnya mereka belum tau? Mereka kaget Al, dan marah sama kamu gara-gara kita hari itu?"


"lya. Mereka marah, karena aku emang rahasiain soal kita dari mereka. Tapi Miss Kissable, aku gak bermaksud khianatin mereka kok! Aku cuman belum siap buat cerita, apa aku salah?"


"Mereka marah karena kamu rahasiain soal kita, apa gara-gara mereka tau Miss Kissable itu aku?"


"Dua-duanya" sahut Alex lesu.


"Pertama aku gak jujur soal kebenaran kalo Miss Kissable itu kamu, trus soal Mr Strawberry, trus juga.. mereka liat sendiri penolakan kamu ke aku. Mereka nganggep aku berubah, mereka nganggep aku lebih milih kamu dan lebih mentingin kamu daripada mereka"


Kayla terdiam. "Tapi mereka juga penting buat aku, Miss Kissable! Mereka teman-teman terbaik aku, selama ini mereka selalu ada buat aku, selalu dukung aku. Bahkan saat mereka tau aku jatuh cinta dan lebih mentingin cinta aku, mereka tetap dukung aku, mereka gak masalah meskipun gak kenal sama cewek yang aku suka. Tapi sekarang aku malah ngecewain mereka."


"AI, mereka teman-teman terbaik kamu kan?" Alex mengangguk. "Kalo gitu mereka pasti kenal kamu, mereka pasti bisa ngertiin kamu Al! Mungkin saat ini mereka masih syok aja, coba ngomong baik-baik sama mereka pasti mereka ngerti, pasti mereka maafin kamu kok!"


"Udah aku coba berkali-berkali, tapi mereka gak mau dengerin aku. Aku udah minta maaf, tapi Miss Kissable, apa maaf aja cukup? Aku udah ngecewain mereka." ucapnya frustasi.


"Sabar Al, mungkin mereka butuh waktu. Mereka kaget, dan kecewa sama kamu. Tapi mereka tetap teman kamu, gak mungkin mereka ninggalin kamu gitu aja dong.. mereka pasti balik lagi ke kamu. Kamu harus tetap usahain biar bisa ngomong sama mereka, biar mereka ngerti dan maafin kamu, Al!"


Alex terdiam. "Jangan berkecil hati Al, ikatan persahabatan kalian gak serapuh itu kan sampai Bima, Sandi, sama Vicky ninggalin kamu? Kalian itu geng, kalian bersatu, dan kalian pasti bakal baikan lagi"


"Tapi Miss Kissable, P-four udah bubar."


"Bubar?"


"Hm." Kayla terdiam mendengarnya.


Alex mendengus senyum masam, "Aku kangen mereka, Miss Kissable!"


"Mereka pasti gak serius Al, mereka juga pasti gak mau P-four bubar. Kita liat sikon dulu ya, kalo mereka udah agak tenang kamu bisa coba ngomong lagi sama mereka, mereka pasti ngerti. Kalo mereka masih marah, sabar aja dulu, waktu bisa ngeredain kemarahan mereka kok. Aku tau kamu berarti buat mereka, mereka pasti maafin kamu."


Alex terdiam dengan wajah yang mematut.


"Al, aku mau tanya sesuatu, kamu jawab jujur ya!"


"Hm, apa?" tanya Alex sambil menoleh.


"Apa kamu nyesel udah bikin teman-teman kamu kecewa?"

__ADS_1


"Apa kamu nyesel gak jujur dari awal sama mereka?"


Alex masih diam.


"Apa kamu nyesel mertahanin aku dan buat mereka jauhin kamu?"


Alex menelan salivanya, "Aku.. aku nyerah Miss Kissable, aku udah ngecewain mereka yang selalu ada buat aku. Aku juga gak bisa jadi cowok baik yang kamu mau. Dan aku..anak durhaka. Penyesalan gak ada artinya kan, semuanya udah berantakan."


"Hei, kenapa kamu putus asa gini?! Yang berantakan masih bisa diperbaikin, Al! Kamu punya banyak waktu, kamu gak terlambat." sergah Kayla kesal.


Alex menatap wajah kesal Kayla. "Kalo kamunya gini, gimana aku bisa bantu kamu?" ujar Kayla lagi.


"Al, hubungan kamu sama mama kamu bisa diperbaikin. Soal Bima, Sandi, sama Vicky, juga masih bisa diatasin. Dan aku, kamu gak perlu jadi yang aku mau. Karena aku cuman pengen satu hal, yaitu yang terbaik buat kamu" ucap Kayla serius.


Alex menaikkan alisnya, "Kamu pengen yang terbaik buat aku? Kalo gitu kamu gak perlu mikirin hubungan aku sama mama aku. Itu yang terbaik!" ucapnya datar.


"Oh ya? Kalo gitu kamu juga gak perlu ngelampiasin emosi kamu dengan nyakitin ataupun ngebully orang, meskipun mereka ngingetin kamu sama mama kamu!" ucap Kayla tegas.


"Apa-apaan tuh, gak fair dong!" sergah Alex.


"Apanya yang gak fair? Perbaikin hubungan kamu sama mama kamu itu penting Al, aku mau bantu kamu! Dan sekarang kamu minta aku gak mikirin itu? Gimana kamu bisa keluar dari luka itu kalo kamu sendiri gak mau berusaha?"


Alex memalingkan wajahnya, "Aku paling gak suka ngebahas dia." gumam Alex kesal.


"Itu dia masalah kamu! Kalo ngomongin soal mama kamu, soal sakit hati kamu, kamu selalu marah, dan kamu gak bisa nahan emosi kamu. Akhirnya apa, kamu ngelampiasin kemarahan kamu sama orang yang gak bersalah?!"


"Kamu bikin aku marah juga sekarang?!" kesal Alex tanpa melihat Kayla.


"Aku ngingetin kamu Al" ucap Kayla mengalah. "Belajar deh tahan amarah kamu, perasaan kamu bakal lebih tenang loh!"


"Wajar dong aku marah, aku ngerasa keganggu sama mereka. Mereka ngomongin sesuatu yang berhubungan sama dia, sama luka aku Miss Kissable! Aku gak bisa ngungkapin rasa sakit aku di depan mereka secara langsung, jadi pelajaran yang aku kasih ke mereka itu cukup buat ngeredain amarah aku" sungutnya kesal.


"Tapi Al, kamu ngelampiasin emosi kamu ke orang yang gak bersalah, itu gak bener."


Alex memutar bola matanya malas. "Aku tau. Tapi aku orangnya paling gak bisa diusik, ngendaliin emosi itu susah. Dan aku lebih suka ekspresiin emosi aku, keluarin uneg-uneg yang ngeganggu aku, gak peduli itu bisa nyakitin orang lain, yang penting aku tenang, aku happy." katanya dengan percaya diri.


Kayla menyengir, "Oh.. jadi selama ini kamu gangguin orang, mempermalukan orang, dan ngebully, itu semua karena kamu keusik sama mereka?"


"Hm." sahut Alex seraya mengedikkan bahunya.


Kayla menatapnya heran. Tadi Alex bicara dengan kesal, sekarang ia terlihat relaks dan acuh. Kayla terkekeh geli, sekarang mulai terlihat lagi sikap sombongnya.


Alex yang sadar ditatap seperti itu lantas mendengus, "lya Miss Kissable, aku tau itu gak bener. Aku jahat, aku sadar kok. Tapi ada bagusnya juga loh.. semua orang jadi segan kan sama aku, gak ada yang berani nentang aku. I like it!"


"Orang-orang takut AI, bukannya segan. Mereka ngerasa terancam sama kamu, dan kamu suka itu?"


Hmm...kenapa emangnya, justru bagus kan? I'am the ruler of school, dan mereka semua harus hormatin aku kan?"


"lya benar. Tapi kamu gak dapetin kehormatan itu Al, karena kamu itu nakutin dan bikin mereka ngerasa terancam. Kamu the ruler of school, figurnya sekolah kita, harusnya kamu kasih contoh yang baik dong, bukannya nunjukin kekuatan dan kekuasaan kamu. Jadi teladan yang dihormatin Al, bukan ditakutin!"


Alex menyelis protes, sedangkan Kayla menguap untuk kesekian kalinya. "Al, aku ngantuk. Aku masuk ya!"


Kayla berdiri, sebelum beranjak masuk ia mengatakan, "Kamu pengen lupain rasa sakit kamu kan? Kamu pengen sembuhin luka masa lalu yang ngeganggu kamu itu kan? Kalo gitu mulai belajar ngendaliin emosi kamu, Al!"


Alex sempat tertegun, ia kemudian menyadari Kayla sudah melangkah dan berada diambang pintu.


"Tunggu Miss Kissable!" Kayla pun terhenti dan menoleh.


"Hm?" tanya Kayla.


"Kita belum selesai ngomong, sini!"


"Kita lanjutin nanti ya Al, aku ngantuk."


Alex berdiri, "Tapi aku cuman malam ini nginep di rumah kamu. Gak papa lah begadang sekali-kali.."


"Apa? Begadang? Ya ampun Al.. pliss deh, aku gak mau! Aku istirahat, kamu juga istirahat, oke?!"


"Istirahat sambil ngobrol disini, oke?" tawar Alex sambil menyengir.


"Al.. kalo kita begadang, besok gak bisa sekolah." ujar Kayla sambil menyandarkan punggungnya di daun pintu dan menyilangkan kedua tangannya bersidekap ke depan dada.


"Tapi aku masih pengen ngobrol sama kamu, ayolah Miss Kissable.. malam ini aja, besok-besok kamu bisa tidur nyenyak kok!"


Kayla mendengus menatap Alex. "Ya?" tanya Alex berharap.


"Boleh dong aku ngerepotin kamu sekali ini aja."


Kayla masih diam. "Ada hal penting yang harus dibahas sekarang Miss Kissable, gak bisa besok atau nanti!"


Kayla pikir ada benarnya juga, bukankah Kayla ingin menjelaskan sesuatu yang penting pada Alex! Sekarang sepertinya waktu yang tepat, mumpung mood Alex sedang bagus. Alex kan anaknya emosian, moodnya cepat sekali berubah-ubah. Apa Kayla gunakan saja kesempatan ini untuk membicarakan hal itu dengan Alex? Tapi sebenarnya Kayla sangat malas saat ini, ia mengantuk, ini tengah malam dan hampir subuh mungkin.


Jika membahasnya nanti juga tidak masalah, toh Alex harus menenangkan pikirannya dulu kan? Jika Kayla semakin banyak bicara, maka Alex akan semakin banyak berpikir juga. Kayla rasa untuk sekarang sebaiknya Alex tenang dulu, biar dia melupakan masalah-masalah berat yang telah ia alami. Dan beristirahat sekarang adalah solusi yang paling tepat Kayla rasa.


... ....


... ....


... ....

__ADS_1


... ....


... Bersambung...


__ADS_2