
"Gimana ini, Pak? Hari sudah sore tapi kita belum berhasil menemukan Kayla, ataupun Alex" ucap Bu Fitri cemas.
Pak Erwin menghela nafas berat, sudah hampir seharian mereka mencari dua siswa yang hilang itu, tapi pencarian mereka belum juga membuahkan hasil. Acara camping seharusnya berakhir pagi ini, dan mereka akan pulang jam satu siang ini. Tapi karena kasus hilangnya dua orang siswa ini, kepulangan mereka terpaksa tertunda.
Pak Erwin melirik jam tangannya, pukul 16.15. Beberapa orang guru dan siswa ada yang mengusulkan untuk menghubungi Tim SAR untuk membantu mempercepat pencarian. Tapi ada juga yang melarang, karena bisa saja kasus ini tersebar ke luar lingkaran sekolah, dan itu bisa menodai nama baik sekolah mereka. Apalagi yang hilang ini adalah Alex, anak dari pemilik sekolah. Bisa menjadi masalah besar jika kabar ini sampai ke telinga Pak William, papa Alex.
Karenanya, Pak Erwin selaku pembimbing mereka memutuskan untuk mencari kedua siswa yang hilang itu bersama-bersama, tidak menghubungi Tim SAR, kecuali jika keduanya belum ditemukan sampai sore. Dan sekarang sudah sore, akhirnya setelah para guru kembali berdiskusi, mereka pun memutuskan menghubungi Tim SAR.
"Kalo gitu, gak ada pilihan lain. Kita terpaksa harus minta bantuan Tim SAR" ujar Pak Erwin yang disetujui oleh guru-guru yang lain.
Pak Erwin mengeluarkan ponselnya, kemudian mencari nomer bagian Tim SAR diponselnya. Sebelum Pak Erwin menyentuh tanda telepon di layar ponselnya, tiba-tiba seorang siswa datang berlari ke arah para guru dan meneriakkan, "Pak, Bu, Alex sama Kayla udah ketemu..!"
"Alhamdulillah..." jawab mereka serentak dengan ekspresi lega.
... ....
... ....
... ....
Setelah beberapa kali beristirahat diperjalanan, Alex dan Kayla kembali menempuh perjalanan meskipun mereka sudah letih. Hari pun semakin sore, cuaca yang tadinya terik kini sudah menaung.
"Miss Kissable, cukup! Kita gak bisa terus ngelanjutin perjalanan. Aku capek, kamu juga udah capek. Gak papa ya kalo kita harus istirahat semalaman disini! Kamu gak perlu takut, aku disini sama kamu" bujuk Alex lagi.
Sebelumnya Alex sudah membujuk Kayla untuk menerima kenyataan bahwa mereka terpaksa akan menghabiskan malam ditengah hutan lagi. Alex akan menyalakan api unggun untuk mereka agar Kayla tidak kegelapan atau kedinginan. Tapi Kayla tetap kekeuh mau melanjutkan perjalanan, Kayla optimis mereka bisa pulang hari ini. Bukannya Alex menyerah atau tidak mau pulang, tapi Alex tidak tega membiarkan Kayla memapahnya sepanjang perjalanan, dalam kondisi lapar dan haus.
"Miss Kissable.." bujuk Alex lagi karena Kayla mengabaikannya.
"Diam!" kesal Kayla.
"Kamu denger itu, Al?"
"Apa?" bingung Alex.
Alex pun diam dan memasang pendengarannya dengan jeli, seperti yang Kayla lakukan. Mereka mendengar suara gemercik air. Ya, mereka yakin itu memang suara air. Artinya di dekat mereka ada air, dan mereka bisa minum, sungguh rasa bahagia mereka berdua mendengar suara gemercik air itu tidak bisa digambarkan. Mereka hampir saja menangis saking bahagianya, rasa letih mereka pun kini seolah hilang seketika.
Setelah berjalan beberapa menit akhirnya mereka menemukan sumber dimana air itu berasal.
"Air terjun!" seru Alex semangat.
"lya Al, ternyata kita gak nyasar. Kita sampai di air terjun.." ucap Kayla girang.
"Alhamdulillah..." gumam mereka berdua.
Mereka pun duduk di tepi air, mengambil air untuk minum juga untuk mencuci muka mereka. Sungguh nikmat yang luar biasa bagi mereka berdua. Diam-diam Kayla menangis dan ia menutupi air matanya dengan air yang ia siramkan ke wajahnya.
Namun Alex bisa menyadarinya, Alex tahu Kayla menangis. Kayla pasti sangat terharu setelah tersesat di hutan seharian, dan mengalami berbagai macam peristiwa, akhirnya ia bisa menemukan tempat pulang. Meskipun mereka belum sampai ke lokasi camping mereka, tapi menemukan air terjun sama saja dengan menemukan tempat pulang, karena lokasi air terjun ini hanya berjarak 700 meter dari lokasi camping.
"Alex..!"
"Kayla..!"
Keduanya menoleh, beberapa orang siswa dan dua orang guru tengah berlari kecil menuju mereka berdua. Ekspresi lega meliputi wajah masing-masing mereka.
Bima, Sandi, Vicky, Adit, Ferdy, Nia, Bu Weni dan Pak Bayu terlihat menghampiri keduanya.
"Alhamdulillah.." gumam mereka.
"Nak, kalian baik-baik aja? tanya Bu Weni seraya menyentuh pundak Alex dan Kayla. Keduanya mengangguk.
Nia menghambur ke pelukan Kayla dengan deraian air mata. Bima, Sandi, dan Vicky pun merangkul Alex dan memeluknya.
Pak Bayu bisa bernafas lega sekarang, karena Kayla selamat dan terlihat tersenyum. Pak Bayu lalu menyuruh Ferdy segera pulang ke camp ground untuk mengabari semua orang kalau Alex dan Kayla sudah ditemukan. Dan Ferdy pun beranjak pergi.
"Kay, kamu baik-baik aja?" tanya Adit cemas.
"Alhamdulillah Dit"
"Bro! Ya ampun.. bisa gila kita kalo lu gak balik." ujar Sandi.
"Awas! Kaki gue." kesal Alex saat Sandi mendekat dan hampir menyenggol kakinya.
"Kaki lu kenapa emangnya?" tanya Vicky.
Alex menaikkan celananya untuk memperlihatkan lukanya.
"Kamu sama Alex bareng?" Tanya Pak Bayu pada Kayla.
"Alhamdulillah Pak, Alex nemuin saya semalam. Saya bersyukur, saya bisa selamat itu berkat Alex." ucap Kayla, membuat Alex terenyuh.
"Kamu gak diapa-apain kan sama dia?" tanya Pak Bayu lagi, agak pelan dan nampak khawatir.
"Gak salah tuh Pak nanyanya? Alex dong ditanyain, itu kakinya kenapa, diapain sama Kayla?!" sergah Bima kesal setelah melihat luka Alex.
"Kaki kamu kenapa, nak?" tanya Bu Weni.
"Ketiban pohon." jawab Alex santai.
"Hah?"
"Ketiban pohon gimana Al?" tanya Vicky.
__ADS_1
"Ya ketiban pohon. Pohonnya tumbang trus niban gue."
"Jadi gini, sebenarnya-.."
Alex memberi isyarat mata pada Kayla saat Kayla akan menjelaskan kronologi kecelakaannya. Alex tidak ingin Kayla menceritakan kejadian itu?
"Ya Kayla?" Pak Bayu menyimak, begitu juga yang lain. Kayla jadi bingung, akan melanjutkan ceritanya atau tidak.
Alex mencoba mengalihkan pembicaraan agar mereka tak penasaran pada kronologi kecelakaan Alex yang akan Kayla ceritakan.
"Eh gendut! Mana teman-teman lu yang lain? Harusnya kalian gak ninggalin dia, kalo elu liat kondisinya, tangisan lu pasti lebih kenceng dari ini!" bentak Alex.
"Kay, apa yang terjadi sama kamu?" lirih Nia setelah dibentak Alex. Dan yang lain pun ikut melirik Kayla, menunggu jawabannya.
"Enggak. Gak ada yang serius kok, Alex aja yang berlebihan." sahut Kayla.
"Kayla, kamu jangan sungkan. Cerita aja, apa yang terjadi?" tanya Pak Bayu.
"Maaf Pak, sebaiknya kita cepat-cepat pulang dan bawa Alex ke rumah sakit! Lukanya harus segera mendapat perawatan medis." kata Kayla tegas.
Semuanya pun menyetujui, mereka pulang ke lokasi camping bersama-sama. Kelegaan meliputi perasaan mereka semua, terutama Alex dan Kayla.
Dan semua orang yang berada di lokasi camping pun turut merasa lega, akhirnya dua orang siswa yang hilang selama seharian itu telah kembali dengan selamat, meski keduanya kurang sehat.
"Hari sudah sore, mungkin lebih baik kita beristirahat dulu, dan pulang besok pagi. Kayla dan Alex juga harus istirahat kan, mereka pasti kecapekan." ungkap Pak Rudi.
"Gak bisa Pak!" sergah Kayla.
"Maaf Pak, tapi Alex terluka. Kita harus cepat bawa dia ke rumah sakit!" lanjut Kayla.
Semua orang pun melihat ke arah Alex yang dipapah oleh Bima dan Vicky.
"Apa yang terjadi?" Tanya Pak Rudi mewakili pertanyaan mereka semua yang juga penasaran.
"Nanti aja kita ceritanya. Lebih baik sekarang kita siap-siap buat pulang, sebelum hari semakin gelap." ucap Bu Weni yang disetujui oleh mereka semua.
Perasaan lega dan senang Kayla bisa kembali ke lokasi camping dan bertemu semua orang membuatnya bersemangat. Sampai ia melupakan kondisinya sendiri, padahal tadi selama perjalanan Kayla menahan rasa pusing dan lemas. la tahu ia pasti kekurangan cairan, karena sejak kemarin ia tidak makan secara teratur, minum juga sedikit. Bahkan hari ini, ia dan Alex tidak minum sama sekali sebelum mereka berdua sampai ke air terjun.
Kayla memegang tangan Nia erat selama berjalan menuju bus. la merasakan kepalanya semakin pusing dan berputar-putar, jika ia tidak berpegangan pada sesuatu ia bisa jatuh kapan saja.
"Kamu kenapa Kay?" tanya Nia saat merasakan pegangan Kayla pada tangannya semakin erat.
Kayla tidak menjawab, Nia jadi cemas melihat Kayla terus memegang kepalanya dan nampak mengerjap-mngerjap cepat.
"Kay...?"
Detik berikutnya hanya suara jeritan Nia yang terdengar, menarik perhatian orang-orang padanya. Karena Kayla limbung dan terjatuh ke tanah.
"Kay! Ada apa Nia?" Panik Adit saat menghampiri keduanya dan berjongkok didekat Kayla.
"Dia pasti kecapekan!"
"Ayo angkat dia ke bus. Cepetan!"
"Kayla harus dibawa ke rumah sakit juga kayaknya." Beberapa orang siswa terdengar berkomentar, kemudian Bu Weni datang dan menyuruh Adit membawa Kayla masuk ke bus.
"Ada apa tuh ribut-ribut?" bingung Bima yang sudah duduk di kursi kemudi.
Alex yang duduk di samping Bima pun nampak mengernyit melihat kerumunan didepan sana, di samping sebuah bus yang berjarak dua buah dari mobil Jeep nya.Vicky dan Sandi yang sedang memasukkan barang-barang ke bagasi pun nampak penasaran akan kerumunan orang yang terdengar berisik di depan sana.
"Ah, kalo gini mah bisa jam karet nih! Keburu gelap baru berangkat!" gerutu Bima.
"Vick, liat di sana ada apa!" titah Alex.
Setelah beberapa menit Vicky bergabung di kerumunan, ia kembali ke mobil dan membawa kabar yang didapatnya dikerumunan itu.
"Kayla pingsan." kata Vicky singkat.
"Pingsan?" kaget Alex.
Kecemasan mulai mendera perasaan Alex, ia akan beranjak tapi dihentikan oleh Bima.
"Mau kemana Al?"
"Kayla nya udah dibawa masuk ke bus, kalo lu mau nyamperin.. udah telat bro!" ujar Vicky sembari masuk ke dalam mobil.
Beberapa detik setelah Vicky mengatakan itu, bus pun berangkat. Alex hanya bisa mendengus, padahal ia ingin melihat keadaan Kayla. Apa benar Kayla pingsan? Kayla pasti kelelahan, karena memapah Alex sepanjang perjalanan. Dia pasti kelaparan dan kehausan juga, seperti yang Alex rasakan. Tapi dia tidak mengeluh, dia tidak mengatakannya, kenapa? Apa karena dia tidak ingin Alex khawatir?
"Ck, Miss Kissable.." lirihnya dalam hati.
Alex sendiri memang masih merasa tidak enak badan, tapi sakit di kakinya membuatnya lupa akan suhu badannya yang tidak normal. Sedangkan Kayla, dia sebelumnya sehat tapi seharian ini dia sibuk mengurus Alex, sampai dia melupakan kesehatannya sendiri. Alex jadi merasa bersalah. Bukannya membuatnya merasa nyaman bersamanya, Alex malah menyusahkannya.
... ....
... ....
... ....
Sepanjang perjalanan Alex hanya melamun. Ketiga temannya terus bertanya tentang berbagai hal, mulai dari kenapa ia menghilang tiba-tiba, sampai tentang yang terjadi padanya dan Kayla, termasuk kakinya yang sekarang terluka. Semuanya Alex abaikan, ia hanya berkata satu kali sepanjang perjalanan.
"Kaki gue sakit!"
__ADS_1
Selain itu, ia hanya diam. la tidak bisa memikirkan hal lain selain keadaan Kayla. Setelah menempuh perjalanan berjam-jam, akhirnya mereka sampai di kota besar dan mereka berhenti di depan rumah sakit.
Alex dan juga Kayla dibawa ke IGD untuk mendapat perawatan. Nia dan Adit ikut masuk untuk menemani Kayla, Pak Bayu dan Bu Weni juga bersamanya. Kayla diberikan infus setelah diperiksa oleh dokter, ia mengalami dehidrasi, juga tekanan darah rendah. Sedangkan di brankar sebelahnya, Alex sedang ditangani oleh dokter. Bersama Bima, Sandi dan Vicky yang mendampinginya. Pak Erwin juga ada disana untuk memastikan kondisi kedua siswa yang sempat menghilang ini baik-baik saja.
Setelah menjelaskan kronologi kejadian yang menimpanya sehingga kakinya terluka, Alex ditangani oleh Dokter Ortopedi atau spesialis
pengobatan tulang. Alex lalu dibawa ke ruang X-ray untuk dilakukan tindakan Rontgen pada kakinya yang terluka. Ternyata ada bagian tulang betisnya yang retak, beruntungnya tidak sampai patah. Setelahnya Alex diberikan obat suntik juga dipasangi gips pada betisnya.
"Ini udah malam banget, kalian pulang aja!" kata Alex pada ketiga temannya.
"Hm." Bima melirik jam tangannya yang menunjukkan pukul 23.10.
"Al, lu hutang penjelasan ya sama kita! Besok kita jenguk lu lagi" ujar Sandi.
Alex terkekeh, "Soal apa yang paling bikin lu penasaran?"
"Ntar aja bahasnya, lu istirahat aja dulu bro!" sahut Vicky.
Ketiganya kemudian pamit dan pulang ke rumah masing-masing. Setelah kepergian ketiga temannya, ruangan pun hening. Alex mencoba bangun dengan pelan-pelan, ia masih kepikiran tentang keadaan Kayla dan ia ingin melihatnya sekarang.
Setelah berhasil bangun dan duduk di tepi brankarnya, Alex menurunkan kakinya perlahan. la menggeser tirai yang memisahkannya dengan pasien di sebelahnya. Setelah tirai itu terbuka, tampaklah sesosok gadis cantik yang terbaring lemah di brankar sebelahnya itu.
"Miss Kissable.." gumam Alex.
"Hm?" sahutnya pelan, membuat Alex terkejut.
Perlahan Kayla membuka matanya seraya tersenyum tipis.
"Kamu udah sadar? Hhh... aku lega!" ucap Alex.
"Siapa bilang aku gak sadar?" sahut Kayla.
"Kamu tuh tadi pingsan Miss Kissable, aku minta maaf ya! Gara-gara aku kamu jadi kayak gini."
"Aku gak pingsan kok Al, aku cuman lemas aja. Dan ingat, ini bukan salah kamu!"
"Gak pingsan gimana? Orang pingsan mana sadar kalo dia pingsan."
"Beneran AI, aku orangnya gak pingsanan, aku gak pernah pingsan sekalipun selama hidup aku. Dan tadi juga aku gak pingsan, aku sadar tapi lemas jadi gak bisa ngapa-ngapain."
Kayla mencoba beranjak untuk bangun.
"Hei, kamu ngapain? Udah, tiduran aja!" tegur Alex.
"Kamu sendiri kenapa bangun? Harusnya kamu istirahat, jangan gerak-gerak dulu! Kamu baru dipakein gips kan? Maaf ya Al.."
"Sstt.. udah ah, kamu minta maaf mulu! Aku bangun buat mastiin keadaan kamu."
"Aku udah mendingan." Kayla tetap bangun dan Alex mencoba turun dari brankarnya untuk membantu Kayla.
"No! Kamu tetap di sana!" tegas Kayla.
"Kamu emang keras kepala ya, dibilangin jangan bangun malah bangun!" kesal Alex.
"Aku udah mendingan Al, aku cuman dehidrasi doang. Sekarang udah diinfus, jadi aku udah baikan"
Alex merasa lega mendengarnya, wajah Kayla juga sudah tidak sepucat sebelumnya. Kayla beranjak menurunkan kakinya dari ranjang.
"Hei, ini mau ngapain lagi? Kok turun?" tanya Alex cemas.
"Aku mau pulang. Aku gak mau mami khawatir, lagian aku udah gak papa kok. Dokter bilang juga aku cuman butuh istirahat, dan aku pasti akan istirahat dirumah." sahut Kayla seraya mencoba melepaskan jarum infusnya.
"Miss Kissable, pliss..!. Kamu baru baikan, belum sehat total. Seenggaknya tetap disini sampe besok pagi!"
"Tapi Al, mami aku taunya aku bakal pulang malam ini. Kalo aku gak pulang pasti mami panik, aku gak mau."
"Enggak! Aku gak ngizinin kamu pulang!"
"Tapi aku akan tetap pulang" jawab Kayla bersikeras.
Alex mulai emosi, kenapa Kayla memaksa sekali ingin pulang padahal Alex yakin dia masih lemah.
"Alex?"
Seruan seseorang membuat amarah Alex tertahan. la menoleh ke asal suara. "Papa?"
"Hei boy, apa yang terjadi?" tanya papa Alex nampak cemas.
"Gak papa Pa, cuman kecelakaan kecil."
Papa Alex menilik wajah Alex lekat, mencari kebenaran dari ucapan Alex barusan. Papa Alex juga memperhatikan kaki Alex yang terpasang gips. Kayla jadi merasa takut, apa papanya Alex akan marah jika tahu anaknya celaka gara-gara Kayla?
Tapi jika Alex tidak menceritakan yang sebenarnya, tidak ada yang tahu kan?Sebelumnya saja Alex melarang Kayla saat Kayla akan menceritakan kronologi kejadiannya pada Pak Bayu dan yang lainnya, jadi artinya Alex tidak ingin ada yang tahu tentang kejadian itu kan?
Semoga saja, setidaknya Kayla bisa sedikit merasa lega jika Alex tidak memberitahu papanya tentang bagaimana kakinya bisa terluka. Walaupun menyembunyikan kebenaran itu tidak baik.
... ....
... ....
... ....
__ADS_1
... ....
... Bersambung...