Miss Kissable & Mr Strawberry

Miss Kissable & Mr Strawberry
Kecewa


__ADS_3

Para siswa dan siswi kelas XI IPS tengah berkutat dengan soal ujian mereka. Beberapa menit kemudian Bel berbunyi, menandakan waktu ujian sudah habis. Para siswa pun mengumpulkan lembaran soalnya masing-masing, dan beringsut membubarkan diri dari kelas.


"Hhh.... lega rasanya, udah selesai ujian." kata Nia senang.


"Alhamdulillah..." gumam Kayla.


"Lega sih, tinggal nunggu hasilnya." timpal Adit.


Ujiaan hari terakhir sudah selesai, merekapun bersiap-siap untuk pulang. Saat berjalan di koridor, Annisa menghampiri mereka dengan tergesa-gesa, wajahnya berkeringat dan nampak tegang.


"Ada apa Nis?" tanya Adit.


"Itu Kak, .." Annisa terdiam, ".. gak jadi. Gak ada apa-apa!" katanya gugup.


"Loh, kenapa Nis?" tanya Nia.


Annisa hanya menggeleng, lalu mensejajarkan langkahnya berdampingan dengan mereka.


"Kalo ada masalah cerita aja Nis!" ujar Kayla.


Annisa melirik Kayla ragu. Adit pun menyadari ada sesuatu yang mengganggu Annisa, tapi sepertinya ia enggan bicara.


Tidak lama kemudian, beberapa orang siswi dari kelas lain yang berjalan berpapasan dengan mereka terdengar menyebut tentang pembullyan.


"Udah gue bilang, Vicky tuh gak cocok buat lu, Putusin aja Ra!"


"Vicky baik, Nan. Dia sayang sama gue, dia juga ngehargain gue kok. Udah deh lu jangan ngehasut gue mulu!" sahut siswi bernama Lira, yang tak lain adalah pacar Vicky.


"Baik dari mana? Kalo dia cowok baik dan ngehargain lu, seharusnya dia dengerin elu dong?! Sekarang apa, cowok lu sama gengnya itu lagi ngapain, heh?"


"Emangnya mereka ngapain?"


"Elu bego atau pura-pura gak tau sih? Siswi kelas XA dikurung di kelas sama mereka! Menurut lu mereka ngapain?"


"Apa??" histeris Lira.


"Apa? Itu yang gue omongin dari tadi, gue pikir lu udah tau!"


"Elu bercanda kan, Nan? Vicky gak-.."


"Tanya sama anak-anak! Banyak kok yang liat!" sela Nanda, teman Lira yang selalu sewot melihat kebodohan Lira yang masih mau berhubungan dengan Vicky.


Lira langsung mengambil ponselnya dan mencoba menelpon Vicky.


Langkah Kayla terhenti mendengar obrolan mereka tadi, begitu juga dengan Adit, , Nia dan Annisa. Annisa terlihat gugup, karena saat ini Kayla, Adit dan Nia tengah menatapnya dengan tanda tanya.


"lya, dia teman sekelas aku Kak." lirih Annisa.


"Kenapa kamu gak bilang Nis?" tanya Kayla.


"Aku takut Kak, aku gak mau terlibat."


"Gak perlu takut, ada aku! Aku bisa tanganin!" ucap Kayla lalu beranjak menuju kelas Annisa.


"Tapi Kak-.."


"Kay-.." Nia dan Annisa mencoba mengentikan Kayla tapi Adit menghalangi keduanya.


"Biarin, biarin Kayla nyamperin mereka."


"Kak Adit?!" sergah Annisa tak percaya.


"Percaya aja sama Kayla, dia bisa ngelakuin apa yang gak bisa kita lakuin!"


"Aku percaya sama Kayla, Dit. Tapi tetap aja aku khawatir sama dia." kata Nia.


"Tapi Kak Kayla gak bakal bisa masuk kesana Kak, mereka ngunci pintunya!"


Perkataan Annisa membuat mereka memutuskan untuk menyusul Kayla.


... ....


... ....


... ....


Dugh dugh dugh!!


Kayla menggedor-gedor pintu kelas XA, dimana P-four menyandera seorang siswi.


"Ck, siapa sih tuh yang berani gedor-gedor pintu?" ujar Alex geram.


"Palingan juga guru yang sok mau ikut campur" sahut Vicky lempeng.


Mereka pun mengabaikannya, dan melanjutkan aksi mereka. Tapi gedoran pintu itu semakin berisik dan menjadi-jadi. Merekapun merasa terganggu.


"Sialan!! Siapa sih?!l" gerutu Sandi.


"Cek, Bim!" titah Alex.


Bima pun menurutinya


Ceklekk


Pintu terbuka, Kayla langsung menyergah dan mendorong dada Bima, agar ia bisa memaksa masuk. Karena sudah pasti mereka tak akan mengizinkannya masuk dengan cara baik-baik.


"Woyy..!" bentak Bima kesal.

__ADS_1


"Elu?!" sergah Vicky dan Sandi, sementara Alex hanya berdecih kesal.


Betapa kagetnya Kayla melihat apa yang mereka perbuat pada siswi malang itu. Mereka menelentangkannya di atas meja, mengikat kedua tangan dan kakinya dimasing-masing ujung meja, mereka juga membekap mulutnya dengan lakban. Siswi itu menangis tanpa suara. Menjijikan sekali mereka! Tidak ada bedanya dengan penculik ataupun penjahat!


Dan betapa geramnya Kayla melihat para pria kejam ini dihadapannya. Alex duduk di bangku guru dengan gaya bos mafia, bersandar anteng dengan sebelah kaki yang ia sila kan pada kaki lainnya, dan sebelah tangan yang ia tegakkan dengan sebatang rokok yang menyala di tangannya. Kayla menggeleng tak percaya.


Sementara Bima memegang sebuah tongkat berukuran seperti pemukul bisbol yang entah ia gunakan untuk apa. Sandi memegang kaki siswi itu dan Vicky memegang tangan siswi itu yang mencoba memberontak, meskipun sudah diikat.


Kayla langsung mendekati siswi malang itu tapi dihalangi oleh Sandi. "Heh! Mau apa lu, hah?!"


"Kalian gila! Lepasin dia!"


"Cewek sialan! lkut campur aja lu!" bentak Vicky.


"Keluar lu!" pekik Bima seraya mencoba menarik tangan Kayla tapi buru-buru Kayla sentak.


"Heh?! Kurang ajar!!" bentak Bima kesal.


Kayla berjalan ke hadapan Alex. "Apa-apaan ini Al? Aku pikir kamu udah berubah?!"


Alex tersenyum miring. "Emang gue peduli sama pikiran lu?!" sahutnya remeh sebelum kembali menghisap rokoknya.


"Issshh.." Kayla menggeram jijik, "Apa alasan kalian ngelakuin ini sama dia? Salah dia apa?"


"Nah gitu dong! Tanya dulu sebelum protes! Main nyelonong aja lu, hobi banget campurin urusan orang!" ujar Vickykesal.


Alex mematikan rokoknya dan beranjak dari duduknya. la kemudian berdiri dihadapan Kayla dengan berkacak pinggang, sembari berkata. "Dia udah berani ngehina cewek gue!" ucapnya datar.


Kayla mengernyit heran kemudian menoleh ke arah siswi yang diikat itu. Siswi itu menatap takut sekaligus penuh harap pada Kayla seraya menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Oh, jadi ini karena Si Miss Kissable itu? Jadi.. seorang Alex yang paling benci cewek dan suka nyiksa cewek tanpa alasan, sekarang udah punya alasan buat nyiksa cewek? Demi seorang Miss Kissable yang bahkan belum jadi ceweknya?!"


Alex menatap sengit ke arah Kayla. "Jaga mulut lu, atau nasib lu bakal lebih buruk dari dia!" Bentak Alex menunjuk wajah Kayla.


Bima, Sandi, dan Vicky pun ikut marah mendengar ucapan Kayla, "Jangan kasih ampun Al, nih cewek makin ngelunjak lama-lama." ujar Vicky.


Kayla hanya menyelis sekilas ke arah Vicky. "Yang kamu pikirin tuh apa sih Al? Miss Kissable bakal ngerasa beruntung, kamu ngelakuin sesuatu senekat ini demi dia? Emang apa sih yang siswi ini bilang soal cewek kamu?" tanya Kayla sambil menatap siswi malang yang terikat itu.


"Apa urusan lu?! Pergi sana!" Alex mendorong bahu Kayla.


"Usir Bim!"


"Jangan sentuh aku!" bentak Kayla saat Bima mendekat tapi Bima tidak mendengarkannya.


"Aku bilang jangan sentuh!"


"Sini lu?" teriak Bima marah.


"Kalo gak mau disentuh ngapain kesini?! Bego!" Bentak Sandi.


"Laporin sana! Kita gak takut!" tantang Alex.


"Aku gak main-main, ya! Kalian pikir aku ngancem doang?!"


"Al, dia kan orangnya nekat. Bisa aja dia-.."


"Ah, jangan jadi banci lu San!" sergah Alex memotong ucapan Sandi.


"Aku serius! Orang-orang kayak kalian pantes masuk penjara!" ancam Kayla tegas.


"Elu gak tau masalah kita, jadi jangan sok pahlawan ya disini! Kalo lu berani, nasib lu bisa lebih buruk dari dia!" ancam Alex balik.


"Kamu bilang dia ngehina cewek kamu?Penghinaan apa yang dia lakuin sampe kalian tega memperlakukan dia kayak gini??"


"Ck, harus apa gue jelasin, biar lu gak ngotot?" kesal Vicky.


"Dia ngata-ngatain sama ngejelek-jelekin Miss Kissable. Gue gak bisa terima!" ujar Alex datar.


"Oh ya? Jadi kalian ngelakuin ini cuman gara-gara dia ngata-ngatin Miss Kissable? Sebesar itu kesalahannya dimata kalian sampe kalian tega ngeikat dia kayak korban penganiayaan gini??"


"Elu gak bakal ngerti!! Gue gak terima apapun yang bakal ngerusak nama baik cewek gue! Dan dia udah berani ngehina cewek gue!" bentak Alex geram.


Kayla terkekeh, "Sepenting itu ya Miss Kissable buat kamu?! Sampe kamu bisa ngelakuin hal sekejam ini, cuman buat ngebalas penghinaannya?!"


"Cuman? Cuman lu bilang? Denger Al?! Diamakin kurang ajar sama lu?" geram Bima.


"Eh, cewek kurang ajar! Cewek gak tau diri!Jangan lupa lu, Alex pernah nyelamatin lu dari jebakan Jessica!" sungut Vicky.


"Jangan sok bangga ya lu pernah dipeduliin sama Alex, lu pikir bisa bebas dari kita cuman gara-gara itu, hah?! Lu pikir kita bisa maafin kekurang ajaran lu ini?" Bima melotot kesal.


"Wah parah! Gak tau terima kasih amat sih lu, udah ditolongin masih nantang aja, masih berani manas-manasin?! Jaket Alex juga gak dibalikin!" timpal Sandi kesal.


"Hah, ya ampun... mereka ngomongnya bener lagi. Kan aku jadi gak bisa marah. Iya sih aku belum berterima kasih sama Alex." batin Kayla gemas.


Kayla mendengus dan menghadap Alex, Alex memutar bola matanya malas dan membuang mukanya.


"Al, makasih ya kamu udah nyelamatin aku. Aku bersyukur banget waktu itu ada kamu, dan kamu mau peduli sama aku. Soal jaket,nanti pasti aku balikin." ucap Kayla tulus.


Alex berdecih remeh, "Lu pikir gue sudi makejaket bekas lu?!" ketusnya.


"Terserah, yang penting aku berterima kasih banget sama kamu. Dari sana... aku pikir kamu udah berubah, orang-orang yang suka sama kamu, yang sayang sama kamu...mereka semua bangga sama kamu. Cewek kamu juga pasti bangga. Tapi apa yang kamu lakuin sekarang, bisa ngerubah kebanggaan mereka jadi kekecewaan." lanjut Kayla dengan tenang.


Alex melotot tajam pada Kayla, "Siapa lu berani ngomentarin gue?? Gak usah sok ceramahin gue! Gue gak peduli mau mereka bangga atau kecewa. Tapi kalo lu berani nyebut cewek gue, nasib lu bakalan sama kayak dia!" Alex menunjuk siswi yang mereka ikat itu.


"Ini belum seberapa. Gue bisa lakuin hal yang lebih dari ini ke siapa pun yang berani ngehina cewek gue." ucap Alex datar tapi dengan mata yang berapi-api.


"Jadi kamu lakuin ini buat Miss Kissable? Kamu pikir apa, Miss Kissable bakalan bangga sama apa yang kamu lakuin ini? Dia bakal bangga sama kamu karena kamu ngebalas penghinaan yang dia dapet, dengan cara menjijikan ini??" ucap Kayla penuh penekanan dengan tatapan geramnya pada Alex.

__ADS_1


Alex sudah benar-benar berang dan kehabisan kesabarannya sekarang, sejak tadi ia berusaha menahan diri agar tidak main tangan lagi pada gadis cupu sialan dihadapannya ini. Karena sebelumnya Alex sudah pernah main tangan dan kasar padanya sampai Alex menyesalinya. Tapi gadis ini terus membuatnya marah.


"Berani-beraninya lu nyebut nama cewek gue pake mulut ular lu itu, Hahh?!!" bentak Alex seraya mencengkeram rahang Kayla mendadak, membuat Kayla berjengkit kaget.


Tatapan berapi-api Alex menghunus tajam kedalam mata Kayla. Kayla sudah pernah mengalami ini sebelumnya, ia sudah pernah berada di posisi dan situasi seperti ini. Tapi kali ini ada yang berbeda. Sebelumnya Kayla sama sekali tak gentar, dan membalas tatapan Alex tanpa ragu. Karena sebelumnya Kayla hanya ingin memberi pelajaran pada Alex, tapi kali ini berbeda. Ada keraguan, kebencian dan kekecewaan di dalam tatapan Kayla. Sebelumnya Kayla hanya mengenal Alex, tapi sekarang yang dihadapannya ini bukan hanya Alex, tapi juga Mr Strawberry.


Kayla membenci Alex tapi menyukai Mr Strawberry. Sehingga Kayla gentar dihadapkan kembali pada situasi ini. Kayla tahu, menantang Alex dan teman-temannya sangat beresiko, tapi ia tetap berani. Karena ia pikir sifat Mr Strawberry dalam diri Alex tidak akan membiarkannya melakukan hal seburuk ini lagi. Tapi ternyata Kayla salah.


"Dia bukan Mr Strawberry! Kalo dia Mr Strawberry, dia gak bakal ngelakuin ini." batin Kayla lirih.


Perlahan mata Kayla mulai berkaca-kaca. Kayla kecewa, Mr Strawberry nya bisa melakukan hal sekejam ini pada seorang gadis. Dia bilang apa? Dia melakukan ini demi membalas penghinaan terhadap Miss Kissable? Membalas penghinaan apa, dia dan teman-temannya malah menganiaya dan mencoba melecehkan seorang gadis, demi membela kehormatan gadis lainnya, begitu?? Kayla tak habis pikir.


Alex bilang tidak terima jika ada yang menghina Miss Kissable nya? Tapi apa yang dia lakukan, tanpa dia sadari.. dia sendiri malah menghina Miss Kissable.


Alex mencengkeram rahang Kayla semakin kuat, menunjukkan kalau amarahnya juga semakin menjadi-jadi. Hanya karena Kayla mempertanyakan perbuatannya, dan melibatkan nama Miss Kissable.


"Apa Al? Apa lagi yang mau kamu lakuin?Ngelampiasin kemarahan kamu yang gak jelas itu ke aku? Ayo, lakuin apa yang kamu mau! Tapi ingat, kamu pasti bakal nyesel!" ucap Kayla disela-sela ringisannya menahan sakit.


"Diam! Cewek sialan! Berani-beraninya lu ngancem gue!" teriak Alex geram.


Kali ini Kayla membiarkan Alex mencengkeram rahangnya, tanpa mencoba menghentikannya seperti yang sebelumnya ia lakukan. Kayla hanya mengepalkan tangannya di bawah sana, menahan sakit dirahangnya sekaligus di hatinya.


"Sebenarnya apa yang bikin kamu marah?Karena kamu benci aku nyebut Miss Kissable, atau karena yang aku bilang itu benar? Kamu takut Miss Kissable tau soal ini, kamu takut dia kecewa atau gak bangga sama kamu?? lya?"


"Cewek sialan!! Masih nekat lu nyebut cewek gue?!" Alex menyentak dan melepaskan cengkeramannya kasar, membuat Kayla terhuyung dan hampir jatuh.


"Ikat dia juga!" bentak Alex, membuat ketiga temannya dengan sigap mendekat ke arah Kayla dan mencoba menyeretnya.


Tapi emosi dalam diri Kayla memberinya kekuatan lebih sehingga ia bisa menyentak pegangan ketiga pria itu.


"Brengsek!! Kalian semua brengsek!" jerit Kayla seraya menyentak Sandi, Bima, dan Vicky.


Mereka dibuat terperangah dengan berontakan Kayla yang mengejutkan. Kayla menghadap Alex lagi dan berkata dengan tegas seraya menunjuk wajahnya.


"Alexander Smith William! Kamu dalang dari semua kezaliman ini. Aku pastiin hidup kamu bakalan berubah, dalam hitungan hari!"


Duaarrrr.......


Kayla menjentikkan jarinya tiga kali didepan wajah Alex saat menekankan kalimat terakhirnya. Alex melotot berang mendengarnya, begitu juga Bima, Sandi dan Vicky yang amarahnya tersulut. Namun mereka tetap diam ditempat, Bima, Sandi, dan Vicky menunggu tindakan Alex atas ancaman lancang Kayla.


Kayla beralih mendekati siswi malang itu dan berusaha melepaskan ikatannya. Tentu saja mereka tidak terima.


"Heh! Apa-apan lu?!" Sergah Sandi seraya mencoba menjauhkan tangan Kayla, tapi Kayla tidak peduli.


"Ck, sialan! Minggir lu, jangan ikut campur!" sentak Vicky tapi juga diabaikan oleh Kayla.


"Kalian semua gila! Lebih parah dari preman jalanan yang kekurangan mangsa! Kalian itu murid yang pintar, tapi kelakuan kalian kayak orang gak berpendidikan!" ucap Kayla datar sembari fokus melepaskan ikatan siswi itu.


Tentu saja perkataan Kayla ini semakin menyulut amarah mereka.


"Kurang ajar!" teriak Bima geram seraya mendorong Kayla sampai terjatuh.


Bima menunduk dan hendak menarik rambut Kayla tapi Kayla buru-buru menghentikannya dengan mendorong tubuh Bima dengan keras, lalu Kayla bangkit.


"Aku, atau kalian yang kurang ajar? Kalian bukan orang bodoh, tapi kalian ngelakuin hal menjijikan yang orang bodoh pun berpikir dua kali buat ngelakuinnya! Apa itu bukan kurang ajar??"


Alex masih saja mematung, entah kenapa ancaman Kayla tadi langsung mengena dihatinya, membuatnya merasa bingung dan was-was.


"Al, lu jangan diem aja dong! Gak bisa kayak gini, cewek sialan ini gak pantes dimaafin!" bentak Bima murka.


Kayla mengambil tongkat Bima yang tadi dilemparnya sembarangan saat ia marah dan mendorong Kayla. Tali yang mengikat tangan dan kaki siswi malang itu kini sudah terlepas, meski Vicky dan Sandi berusaha menghentikannya. Kayla menyerang mereka dengan tongkat Bima sehingga Kayla berhasil melepaskan ikatan siswi itu.


"Kalo aku mau, aku bisa nuntut kalian dengan pasal berlapis!! Tindakan kalian benar-benar keterlaluan!" bentak Kayla sambil terus mengarahkan tongkat ke hadapan mereka.


Kayla menatap Alex sekali lagi sebelum ia keluar dari tempat terkutuk itu. Kayla menitikkan air matanya yang sejak tadi ia tahan. la kecewa, Mr Strawberry yang ia kagumi ternyata bisa melakukan hal sekejam ini. Kayla tidak mau mempercayai ini, ia benci dengan yang ia lihat, ia benci dengan situasi ini.


Alex benar-benar tidak bisa dipercaya. Meski beberapa kali Kayla menyaksikannya melakukan hal-hal mulia dan juga benar, tapi setelahnya selalu saja ada hal buruk dan tercela yang ia lakukan. Sehingga membuat Kayla terus membencinya. Sebelumnya Kayla hanya membencinya saja karena perbuatan buruknya. Tapi hari ini, dia membuat Kayla kecewa.


Hari ini, dia melakukan perbuatan yang sangat memalukan dan juga kriminal, dengan mengatas namakan Miss Kissable. Alex memang tidak melakukannya dengan tangannya sendiri, tapi itu tidak ada bedanya. Kayla tidak bisa menahan air matanya karena itu.


Kayla menggenggam tangan siswi malang itu dan membawanya keluar dari kelas. Tapi sebelum Kayla sampai di ambang pintu, Alex menyergah tiba-tiba dan membanting pintu dengan keras.


Siswi malang itu terisak ketakutan dan memegang erat lengan Kayla. Kayla mengerekatkan gigi-giginya geram, melihat Alex yang menatap sengit ke arahnya.


"Elu pikir bisa lepas gitu aja setelah lu ngehina gue, ngancem gue? Heh?!" bentak Alex.


Bima, Sandi, dan Vicky bersorak senang melihat tindakan Alex.


Kayla membuang mukanya dari tatapan Alex, hatinya mencelos dan sakit saat melihat Alex. Kayla mulai lelah menghadapi mereka, ditambah perasaannya yang terluka melihat kezaliman yang mereka lakukan. Terlebih lagi Alex, dia dalangnya.


Kayla pikir Alex sudah berubah, sejak Alex menyelamatkannya dari jebakan Jessica yang sangat memalukan itu. Alex bisa melakukan kebaikan sebesar itu tanpa ragu di depan banyak orang. Artinya dia memiliki hati yang lembut kan, tapi apa ini? Apa yang Kayla lihat hari ini? Dia malah membuktikan kalau anggapan Kayla itu salah. Dia membuktikan kalau dia belum berubah dan masih Alex yang dulu.


Padahal Kayla sudah berencana, kalau besok ia akan menemui Alex untuk yang terakhir kalinya sebagai Miss Kissable, dan memberitahu pada Alex tentang dirinya yang sebenarnya. Dia ingin menjelaskan semuanya pada Alex dengan baik-baik sebagaimana pembicaraan antara Miss Kissable dan Mr Strawberry sebelumnya.


Namun, setelah melihat insiden hari ini, Kayla jadi berpikir dua kali untuk rencana baiknya itu. Karena melihat wajah Alex saja sudah membuatnya sakit hati, kebenciannya pada Alex semakin besar. Ingat, meskipun Alex pernah menjadi penyelamatnya, Kayla sama sekali belum melupakan rasa sakit dan bencinya pada Alex setelah pelecehan yang ia alami.


Sekarang kebencian itu bertambah, ada rasa kecewa juga di dalamnya. Kayla merutuki dirinya sendiri karena rasa kecewanya itu. la sendiri tidak menyangka kenapa ia bisa kecewa, padahal sebelumnya ia sudah berusaha untuk tidak terpengaruh dengan kebaikan Alex atau kelembutan Mr Strawberry. Perasaan yang Kayla takutkan akan timbul dihatinya, sekarang ia rasakan.


... ....


... ....


... ....


... ....


... Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2