
Bruugg....
"NOOOOOOO......!!!" pekik mereka serentak.
"Hahahaa....." Alex tertawa sepuasnya melihat ketiga temannya yang terjatuh menghantam lantai, mereka bertiga meringis sambil mengusap-usap pinggang mereka masing-masing, menatap kesal ke arah Alex.
"Belum gue apa-apain juga, udah kualat kan lu pada!" kata Alex menjeda tawanya.
Alex kemudian mengulurkan tangannya kepada teman-temannya untuk membantu mereka berdiri.
"Kalian pikir, gue mau ngapain ? Nabokin kalian?" tanya Alex yang masih tertawa.
"Tadi apa yang lu bilang? Gue halu, gara-gara kelamaan jomblo?!" tanya Alex lagi, seraya mengubah mimik wajahnya jadi agak serius.
"Seorang Alexander Smith William, halu ?" Alex terkekeh "Lu pada kan tahu, jomblonya gue bukan karena gue nggak laku, tapi karena gue emang nggak suka didekatin cewek."
Dengan gaya coolnya Alex mengatakan itu sambil berjalan pelan mengelilingi ketiga temannya yang masih terlihat kesal.
"Iya tahu, dan hari ini lu bilang mau ngenalin cewek ke kita? Kan nggak wajar." sahut Bima seraya mendengus tawa.
Dalam hitungan detik saja, emosi mereka bisa berubah. Persahabatan mereka memang seperti itu, sebentar kesal sebentar ketawa-ketawa bareng lagi. Dan di antara mereka berempat, Alex lah yang memiliki posisi paling kuat dan disegani, terlebih lagi ketika di sekolah. Selain ketampanannya, kepintarannya juga nomor satu di sekolah. Dan sekolah mereka itu milik ayahnya Alex. Karena itulah, tidak ada yang berani mencari masalah dengannya apalagi melawannya. Kecuali ketiga temannya ini.
Alex mengangguk-angguk seraya tersenyum pada teman-temannya.
"Hari ini keajaiban terjadi, bro" kata Alex, membuat teman-temannya saling pandang
"Ada cewek yang berhasil bikin mata gue lupa ngedip." ungkapnya lagi.
Bima, Sandi dan Vicky mengangkat alis mereka, sampai-sampai mulut mereka terbuka karena keheranan.
"Serius lu??" tanya Vicky karena masih merasa tidak percaya.
Alex hanya terkekeh.
"Kalian buang-buang waktu gue, mending bantuin gue nyari tuh cewek, mudah-mudahan aja dia belum pulang." sergah Alex, kembali beranjak mengelilingi ruangan.
... ....
... ....
... ....
Aula party yang semakin sepi seharusnya memudahkan mereka menemukan sosok yang mereka cari, tapi nyatanya gadis itu tak terlihat juga. Alex sampai menyusuri halaman depan dan taman samping rumah, tapi gadis itu tak juga terlihat.
Dengan kesal, Alex menyandarkan punggungnya ke sebuah tiang, menghembuskan nafas kasar. Teman-temannya yang sejak tadi mengikuti pun juga mulai kelelahan, Vicky terlihat menyeka keringat yang membasahi keningnya.
"Mungkin dia udah pulang." ucap Sandi.
"Udah lah bro, mungkin tuh cewek bukan rezeki elu." timpal Bima sambil menepuk bahu Alex.
Kata-kata Bima membuat Alex menyelis ke arahnya. Dengan malas Alex menampik tangan Bima dibahunya dan berlalu meninggalkan teman-temannya.
"Kenapa tuh si Alex?" tanya Reno, pacarnya Riana dan kakaknya Bima yang baru keluar dari aula party.
Mereka bertiga hanya mengedikkan bahu sebagai jawaban dari pertanyaan Reno, malas ngomong.
... ....
... ....
... ....
"Eh, sayang kamu kemana aja sih?" tanya mami.
Kayla yang baru datang duduk disamping maminya. Mereka berada di ruang keluarga, di rumah Om Iwan. Semuanya berkumpul duduk santai di sofa sambil meredakan kelelahan mereka masing-masing, setelah acara selesai dan para tamu pulang.
"Lily cuman ke taman samping kok, Mi" jawab Kayla.
"Ngapain ke sana?" tanya Om Iwan penasaran. Pasalnya semua orang berada di aula menikmati party, sedangkan Kayla malah keluar.
"Enggak ngapa-ngapain kok, Om. Cuman nyari angin aja." jawab Kayla sambil menyengir.
Mereka mengobrol bersama, yah obrolan ringan ala keluarga seperti pada umumnya. Di tengah obrolan mereka, Om Iwan dan mami Kayla juga membahas tentang pekerjaan. Rencananya besok mami Kayla akan interview kerja, Om Iwan sudah mengirimkan formulir lamaran kerja milik adiknya itu melalui Email beberapa hari yang lalu.
... ....
... ....
... ....
Alex duduk di kursi kemudi mobilnya. Yang ada di pikirannya hanyalah Miss Kissable, gadis cantik yang baru ia temui. Ada rasa gundah dihati Alex ketika ia tidak bisa menemukan gadis itu, rasanya ia tidak rela jika pertemuan mereka hanya sekejap saja.
"Apa benar dia udah pulang?" batinnya kecewa.
__ADS_1
Tidak lama kemudian, ketiga temannya masuk ke mobil Alex. Mereka saling melemparkan pandangan ketika melihat Alex yang hanya diam termenung dengan wajah ditekuk sambil menumpu sikunya ke jendela mobil, bahkan teman mereka yang satu itu tidak bereaksi sedikit pun ketika mereka masuk ke mobil dan menyapanya.
"Bro!" seru Bima sambil menepuk bahu Alex, membuat Alex terkesiap.
"Udah lah.. kalo jodoh juga ntar pasti ketemu lagi sama tuh cewek."
Alex menghela nafas pelan.
"Gue jadi penasaran sama tuh cewek" kata Vicky, membuat teman-temannya serentak melirik ke arahnya.
"Iya, secara kan.. ini The ruler kita yang nggak pernah peduli sama yang namanya cewek, hari ini dibikin uring-uringan sama dia." lanjut Vicky sambil mengelus-elus bahu Alex.
Bima dan Sandi mengangguk setuju, sementara Alex mengernyit heran.
"Uring-uringan?" Alex nampak tak terima. "Siapa yang uring-uringan sih."
"Elu ngerasa deg-degan nggak pas dekat dia?" Alex mengernyit mendengar pertanyaan Sandi, kemudian ia mengangguk samar, agak gengsi sih sebenarnya.
"Trus, lu ngerasa takut kan kalo lu nggak ketemu dia lagi?"
Alex lantas menatap tajam ke arah Sandi. Apa katanya tadi? Takut? Seorang Alex The ruler of school takut??
"Gue cuman kesel ya, bukannya takut." bantah Alex sewot.
"Kalo cuman kesel kenapa sampe ngelamun? Muka lu ditekuk gitu lagi, elu mikirin dia kan?"
"Udah... ngaku aja, sama kita-kita ini." sambung Bima. Alex memutar bola matanya malas.
"Kalian tuh sebenarnya mau ngomong apa sih?" Alex heran sejak tadi ketiga temannya ini menanyakan hal-hal yang membuatnya merasa seolah sedang di interogasi.
Mereka saling melirik lalu tersenyum bersama-sama, membuat Alex mengernyit bingung.
"Elu jatuh cinta" jawab Bima
Degg
Alex tertegun sesaat, lalu ia terkekeh geli mendengarnya.
"Jatuh cinta?"
"Iya, elu sendiri bilang pertama kali lu lihat dia lu sampai lupa ngedip kan, trus lu deg-deg an juga. Bahkan lu ngerasa terganggu kan tadi pas gue ngomong mungkin tuh cewek bukan rezeki lu." terang Bima, Alex terdiam mencerna kata-kata Bima.
Benar, semua yang dikatakan Bima memang benar, ia merasakannya. Alex jadi tersenyum sendiri tanpa ia sadari, dan reaksinya itu tak luput dari pandangan teman-temannya. Tapi kemudian ia menggeleng, membuang pikiran itu dari kepalanya.
"Ah, nggak mungkin lah gue bisa jatuh cinta, secepat ini dan segampang ini! Di pertemuan pertama lagi." gumamnya dalam hati.
Alex memperhatikan satu persatu ekspresi wajah temannya, mereka tersenyum seraya menaikkan alis mereka.
"Hahahaaa... jatuh cinta? Gue? Ahahahaa..."
Alex benar-benar merasa geli mendengarnya.
"IMPOSSIBLE!!"
... ....
... ....
... ....
Cukup lama Kayla dan maminya mengobrol bersama Om Iwan sekeluarga. Mami melirik jam tangannya, sudah jam 10 malam.
Trriiing....
Mami Kayla meraih ponselnya yang berbunyi, taksi online yang ia pesan sudah datang.
"Ya udah mas, aku sama Lily pulang dulu ya." kata mami seraya beranjak, diikuti oleh Kayla.
"Kenapa nggak nginep aja" tawar Om Iwan.
"Eh, iya Kay.. bener!" Riana ikut nimbrung.
"Kita kan udah lama nggak ketemu, nginep lah sekali-kali." kata Riana lagi.
"Makasih Ri, Mas.. kita pulang aja, kapan-kapan aja ya nginepnya." tolak mami halus.
"Iya kak, kan sekarang kita tinggal di Jakarta. Jadi gampang kalo mau ketemu sama Kak Riana juga." tambah Kayla sambil mendekati Riana.
Riana memanyunkan bibirnya. Kayla dan mami akhirnya berpamitan, menyalami tangan Om Iwan, Tante Vina, dan Riana bergantian.
Riana memeluk Kayla, mencium pipi kanan dan kirinya juga. "Ya ampun Kay... kaka baru nyadar kalo kamu sekarang udah setinggi ini." kata Riana takjub sambil mengangkat tangannya mensejajarkan telapak tangannya dengan kepala Kayla.
"Ah, kak Riana.." sahut Kayla sambil menepuk lengan Riana dan tertawa kecil.
__ADS_1
"Yaudah, kita pulang ya..!" pamit mami. "Assalamu'alaikum..."
"Wa'alaikum salam..."
Mami langsung mengajak Kayla masuk ke dalam taksi yang sudah menunggu mereka di depan. Mami masuk lebih dulu.
Ketika tangan Kayla meraih pintu taksi, tiba-tiba sebuah tangan menahannya. Kayla menoleh, ia kaget melihat siapa si pemilik tangan yang menahannya.
Mereka berdiri berhadapan di samping taksi, mami yang menyadari Kayla belum juga masuk lantas menoleh ke arah putrinya itu. Ada seorang pria bersamanya? Siapa? Apa Kayla punya kenalan disini? Mami jadi penasaran.
"Kamu?" Kayla tersenyum pada pria dihadapannya. Si pria tersenyum, menghela nafas, lega nampaknya.
"Mr Strawberry, ada apa?"
"Aku.. mau ngomong sesuatu" ucapnya ragu.
Kayla mengangguk.
Satu menit...
Tiga menit...
Lima menit kemudian....
Kayla heran, "katanya cowok ini mau ngomong tapi kok dari tadi diem aja." gumam Kayla dalam hati.
Kayla perhatikan, si Mr Strawberry beberapa kali membuka mulutnya kemudian menutupnya lagi, gerak-geriknya juga terlihat aneh. Apa dia gugup?
Tiba-tiba klakson berbunyi, jendela mobil nampak menurunkan kacanya. Menampakkan mami Kayla yang sedang menoleh ke arahnya.
"Sebentar ya, Mi" ucap Kayla
"Iya sayang, jangan lama-lama ya!" sahut mami seraya melirik pria dihadapan putrinya sekilas, lalu mami kembali fokus dengan ponselnya.
Kayla mengangguk.
"Kamu mau ngomong apa?"
Dia masih diam, Kayla mulai tidak sabar.
"Hei.. aku udah ditungguin. Kamu mau ngomong apa?" tanya Kayla lagi.
Mr Strawberry meraih tangan Kayla.
Degg
Kayla sontak menatap wajahnya, kini wajah Mr Strawberry terlihat lebih tenang dari sebelumnya, tidak gugup seperti tadi. Malah Kayla yang sekarang gugup, Kayla merasa geli dengan perasaannya sendiri kenapa ia gugup?
Mr Strawberry mempererat tautan tangan mereka, membuat Kayla semakin tak mengerti.
Dia maju selangkah, mendekati Kayla.
Degg
Kayla menatap lekat ke wajahnya. Meskipun tertutup topeng, Kayla bisa melihat dengan jelas kalau ekspresinya saat ini sedang serius.
"I love you." tuturnya pelan, dengan tatapannya yang lekat ke mata Kayla.
Degg
Kayla membulatkan matanya mendengar kalimat yang baru saja keluar dari mulut Mr Strawberry. Debaran jantung Kayla jadi terganggu.
Mr Strawberry memajukan wajahnya.
"I love you." bisiknya didekat wajah Kayla. Seolah memberi isyarat bahwa ia memang mengatakan itu dan Kayla tidak salah dengar.
*Degg
Degg*
..."I LOVE YOU"...
*Degg
Degg
Degg*
... ....
... ....
... ....
__ADS_1
... ....
... Bersambung...