Miss Kissable & Mr Strawberry

Miss Kissable & Mr Strawberry
Kenzo


__ADS_3

Tririing... triiriing....


Bel istirahat berbunyi, tanda pelajaran pertama telah usai.


"Doni, tolong bawain buku-buku ini ke ruangan ibu ya!"


"Baik Bu" jawab Doni, setelahnya Bu Fitri melenggang keluar kelas.


Kenzo menoleh ke samping, teman sebangkunya yang barusan berinteraksi dengan Bu Fitri.


"Kenzo" ucapnya sambil mengulurkan tangan.


"Doni" balas Doni ramah.


"Jadi, elu ketua kelas?"


"lya." sahut Doni singkat.


"Eh, btw mereka siapa?" Kenzo menunjuk dengan dagunya ke arah empat siswa yang saling mengobrol di tempat duduk mereka.


"Oh, mereka P-four. Yang itu Alex, yang itu Bima, Sandi, sama Vicky" jelas Doni memperkenalkan.


Kenzo mengangguk-angguk, "Mereka geng?"


"Hm."


Alex dan ketiga temannya beranjak keluar kelas. Doni pun beranjak dari tempat duduknya untuk menjalankan tugas yang diberi Bu Fitri tadi. Sedangkan Kenzo masih duduk sambil terus memperhatikan empat siswa yang menarik perhatiannya sedari tadi, senyuman misterius kini terpatri di bibir Kenzo.


"Eh Don!" serunya membuat Doni menghentikan langkahnya.


"P-four apa sih?"


"Four of Prince. Empat pangeran" Doni melanjutkan langkahnya, Kenzo pun mengikuti.


"Sure! Mereka emang keliatan beda dari yang lain ya. Pas banget tuh P-four. Pasti cewek-cewek pada nempel"


"Emang. Nama P-four juga cewek-cewek yang ngasih."


Kenzo berdecak kagum, ia lalu menepuk bahu Doni seraya berkata, "Liat ya Don, gak lama lagi mereka gak lagi disebut P-four!"


Doni menyelis, "Maksud lu? Jangan macem-macem lu ya! Elu beruntung mereka udah gak sangar kayak dulu, kalo enggak.. murid baru kayak elu pasti udah dikasih kejutan."


Kenzo terkekeh, "Kejutan? Seru juga tuh."


Doni memutar bola matanya malas meladeni Kenzo yang gayanya sok keren dan percaya dirinya tinggi.


"Gue cuman pengen gabung doang kok, gak macem-macem." ujarnya lagi.


"Gabung? Sama P-four? Mimpi lu!" timpal Doni.


"Gak mustahil kan P-four berubah jadi.. P-five?"


"P-five?" monolog Doni sambil berpikir.


"Five of prince. Lima pangeran. Yang kelimanya ya gue lah" ujarnya begitu percaya diri.


Doni mencibir, "Heh, kepedean! Belum kenal mereka aja udah songong lu. Eh denger ya, mereka itu bukan orang sembarangan."


"Heeh... gue juga bukan orang sembarangan lah. Gue ini orang beneran, elu kita gue orang-orangan apa?!" Kenzo berlalu dengan santai setelah mengatakan itu.


"Yeeh.. nyolot nih anak" ujar Doni agak kesal.


Kenzo berhasil menyusul langkah Alex, Bima, Sandi, dan Vicky. Kenzo berada di depan mereka berempat, berjalan mundur agar dapat berbicara leluasa sambil menatap mereka.


"Bro!" serunya sok akrab.


la memberikan sebelah tangannya yang terkepal ke arah Vicky, bermaksud untuk ber-tos dengannya. Itu cara perkenalan dan jabat tangan pemuda zaman now, kata Kenzo sih.


Vicky mengernyit melihat tingkah konyol anak baru di depannya ini, begitu juga dengan ketiga temannya. Vicky lantas mengikuti Kenzo, mengepalkan sebelah tangannya dan ber-tos dengan menubrukkannya ke tangan Kenzo.


"Elu.. Bima kan?" tebak Kenzo antusias.


"Vicky."


"Owh, Vicky. Sorry! Hehe.." Kenzo kemudian beralih pada Bima.


"Elu pasti Alex" tebak Kenzo lagi, membuat mereka berempat mengulum senyum.


"Bima" balas Bima seraya menyambut tangan Kenzo, seperti yang dilakukan Vicky tadi.


"Oh jadi ini Bima." ujar Kenzo, kemudian beralih pada Sandi.


"Elu-.."


"Alex" ujar Sandi seenaknya menyela, membuat ketiga temannya mendengus tawa.


"Oh elu Alex. Gue kira dia Alex." kata Kenzo sambil melirik Alex.


Mereka berempat lantas tertawa, Kenzo enjoy saja. Lalu ia beralih pada Alex, "Berarti elu-.."


"Alex" ujar Alex singkat, membuat Kenzo bingung.


Tertawaan mereka lantas menggelegar. "Belum nyadar ya elu dikibulin sama Sandi!" ujar Bima.


Sandi menepuk bahu Kenzo seraya tertawa, "Percaya aja lu!"


Barulah Kenzo mengerti, ia pun ikut tertawa bersama mereka. Mereka berempat berlalu meninggalkan Kenzo yang langkahnya terhenti saat ia bingung. Kenzo yang kehilangan jangkauannya, segera menyusul mereka kembali.


"Mau ke kantin? Bareng lah.. gue kan baru." ujarnya santai saat sudah berada di depan mereka kembali.


"Minggir kek, elu ngehalangin jalan kita!" Vicky mulai kesal.


Di depan sana Alex melihat Kayla berjalan ke arahnya, membuat senyumannya mengembang. Padahal sebenarnya Kayla yang berjalan berdampingan dengan Nia, Adit, Ferdy dan Ayu ingin pergi ke kantin, mereka berjalan seolah berhadapan karena arah tujuan mereka memang berlawanan dengan Alex. Alex berjalan dengan semangat tanpa memperdulikan Kenzo dan ketiga temannya yang mengoceh tak jelas.


"Slow bro, kali aja gue bisa gabung" ujar Kenzo pede.


"Kita gak mau ke kantin" timpal Sandi.


"Trus kemana? Gue ikut ya!"


"Minggir napa sih, gak repot apa lu jalan mundur begitu!" kesal Bima.

__ADS_1


"Hei, sesama cowok keren jangan jutek-jutek lah." Kenzo berlagak merapikan kerah bajunya seraya menaik turunkan alisnya.


"Ck, minta dikasih pelajaran kali nih anak" sungut Bima.


"Kita sih sebenarnya udah off kasih sambutan ke anak baru. Tapi kalo anak barunya model elu, boleh juga. lya gak Al?" kata Sandi, membuat Kenzo tersenyum menang. Entah ia mengerti atau tidak dengan yang dimaksud Sandi.


"Hah?" sahut Alex sekenanya. la tidak menyimak apa yang mereka bicarakan.


Bima memberi kode pada Alex dengan matanya, membuat Kenzo beralih kehadapan Alex. Alex mulai kesal karena Kenzo menghalangi pandangannya dari gadis cantik di depan sana.


"Ck, ngeyel amat sih. Udah dibilangin jangan ngehalangin jalan!" kesal Alex sambil menarik lengan Kenzo ke arah samping, agar ia bisa kembali melihat Kayla yang hampir sampai ke hadapannya.


Tubuh Kenzo lantas tertarik mundur dan terputar ke depan. Tepat saat Kayla dan teman-temannya berada di depan mereka. Pandangan Kenzo pun sontak teralihkan dari Alex dan teman-temannya ke arah Kayla serta teman-temannya. Pandangan Kayla serta teman-temannya tentu terfokus pada sosok baru di depan mereka saat ini.


Mata Kenzo terbelalak berbinar, begitu juga dengan Kayla. Senyuman keduanya terbit seketika, membuat teman-teman di sekeliling mereka berdua heran. Kenzo maju satu langkah, dan Kayla pun maju satu langkah, membuat mereka saling berhadapan dengan posisi lebih dekat dari sebelumnya. Tatapan keduanya sama, menyiratkan kerinduan dan kebahagiaan. Entah itu benar atau tidak, teman-temannya hanya bisa menebak saja, mereka tidak mengerti ada apa dengan Kayla dan Kenzo. Apakah Kayla dan Kenzo saling mengenal?


"Kay!" seru Kenzo haru.


"Ken!" balas Kayla dengan nada yang sama.


"Hah?" Entah suara siapa itu, yang jelas semua teman-teman di sekeliling keduanya nampak terkejut, termasuk Alex.


Dada Alex terasa panas melihat Kayla menatap Kenzo seperti itu. Adit juga, ia terlihat cemas. Siapakah siswa baru iní? Kenapa Kayla terlihat begitu bahagia melihatnya?


"Kay! Ini elu, iya kan, Kaylily gue?!"


Saking bahagianya Kenzo sampai menepuk pipinya sendiri sambil memperhatikan Kayla dari atas ke bawah.


"lya. Ini aku. Kamu..? Kamu disini Ken?"


Kayla pun memandangi Kenzo tak habis pikir.


Alex mengepalkan kedua tangannya, menahan diri agar tidak terbawa emosi. Sesaat kemudian Kayla dan Kenzo tertawa lepas sambil saling menautkan tangan mereka, melilit-lilit kecil jari-jemari mereka berdua dengan lihai. Mereka terlihat akrab sekali.


Kenzo lalu mentoel ujung hidung Kayla dengan telunjuknya, Kayla pun membalasnya. Adit mendengus panjang, mencoba menenangkan gejolak hatinya sendiri. Sedangkan Alex memperhatikan Kayla dan Kenzo tanpa berkedip, lebih tepatnya dengan mata yang membulat sempurna, tegang.


Nia menarik lengan Kayla, membuat kaki Kayla termundur sedikit. "Dia siapa Kay? Ganteng banget." bisiknya.


"Oke aku kenalin." jawab Kayla antusias.


"Emm.. semuanya! Kenalin ini Kenzo, dia sahabat terbaik aku." ucapnya sambil menepuk pelan lengan Kenzo.


Nia, Adit, Ayu, Ferdy, Bima, Sandi, dan Vicky mereka serempak ber-oh ria mendengar ucapan Kayla. Sedangkan Alex terdengar menghela nafas lega, ia menutup matanya sejenak setelah mematung cukup lama. Meski begitu perasaannya belum sepenuhnya tenang.


"Ada apa Al?" tanya Kayla saat melihat raut aneh Alex.


"Enggak papa." sahut Alex tenang.


"Kenalin Al, ini Kenzo. Dia sahabat aku dari kecil waktu aku di Bandung"


"Udah kenal Kay, kita sekelas." ujar Kenzo menyahut.


"Oh, jadi kamu sekelas mereka?"


"lya. Btw Kay, gue cocok nggak gabung sama mereka?" tanya Kenzo tanpa pikir.


Kayla mengernyit, lalu tertawa geli. "Enggak!"


Kenzo cemberut, "Ah elu mah, gak ketemu hampir setahun masih gini juga sama gue?!"


"Kamu belum jawab aku Ken." kata Kayla setelah menghentikan tawanya.


"Jawab yang mana?"


"Kenapa kamu bisa ada disini?"


"Traktir gue, baru gue jawab!" sahutnya dengan raut wajah yang nampak merajuk.


... ....


... ....


... ....


Di kantin. Sesuai keinginan Kenzo, Kayla mentraktirnya makan. Sambil menunggu Kenzo menghabiskan makanannya, Kayla memandanginya dengan senyuman yang tak memudar sedikitpun sejak tadi. Sesekali Kayla terkikik geli melihatnya. Jika Kenzo sudah merajuk pada Kayla, ia pasti minta makan dan tidak mau mengangkat kepalanya sedikitpun sampai makanannya habis.


Kenzo. Sahabat kecilnya, tetangga rese'nya, HeroKenzo nya, sejak duduk di bangku Taman Kanak-kanak Kayla dan Kenzo sudah berteman. Dia anak yang jahil, tapi jika menyangkut Kayla Kenzo selalu yang terdepan. Ketika Kayla sedih dialah yang menghibur Kayla, bahkan dia tidak membiarkan senyum Kayla sampai luntur dari wajah manis gadis itu. Sejak kecil hingga sekarang Kenzo adalah sahabat terbaik bagi Kayla, mereka begitu akrab dan dekat seperti saudara. Tertawa dan menangis bersama, bertengkar dan saling menyayangi, hari-hari cerah dan gelap mereka lalui bersama. Dia sangat istimewa untuk Kayla.


"Kay?" panggil Nia yang duduk di samping Kayla.


"Ya?"


"Kamu nggak makan?"


"Ntar"


"Aku masih penasaran sama cowok ganteng ini" bisik Nia.


Kayla mengernyit tanda tanya. Nia pun menjawab, "Dari kemarin-kemarin kamu tuh susah banget senyum, mukanya kusut mulu. Eh sekali ketemu dia, kamu langsung ceria gini. Udah kayak penyakit ketemu obatnya."


Kayla terkekeh mendengarnya. Adit dan Ayu yang sependapat dengan Nia pun mengangguk.


"Kayla, sama Kenzo. Mereka pasti deket banget, Kayla keliatan bahagia banget liat dia." gumam Adit dalam hati.


"Emang kemarin-kemarin Kayla kenapa? Sakit?" Kenzo langsung nimbrung sesaat setelah ia mengangkat kepalanya sambil mengelap bibirnya dengan tisu.


Nia menaikkan alisnya, terpukau melihat wajah Kenzo. "Kenzo.. ngomong sama aku? Ya ampun.. dia ganteng banget sih..." jerit Nia dalam hati.


"Enggak sakit kok, cuman bete' aja." jawab Kayla.


"Oh kirain malarindu" ujar Kenzo seenaknya.


"Hah?" heran Kayla.


"Rindu sama elu maksudnya?" timpal Ferdy yang duduk disampingnya, Kenzo menanggapinya dengan menaik turunkan alisnya.


"Ih.. enggak lah. Aku gak rindu sama kamu." bantah Kayla.


"Fix!" ujar Kenzo cepat.


"Fix bohongnya." lanjutnya, membuat Kayla tertawa.

__ADS_1


"Ken, kamu kok bisa ada disini?"


"Gue sekolah disini sekarang" sahutnya lempeng.


Kayla mendengus, "Alasannya?"


"Elu"


"Hhh... plis deh, kamu tuh emang gak bisa serius ya."


"Serius Kay. Gue ke Jakarta nyari elu"


Kayla tersenyum geli, "Segitu kangennya kamu sama aku, sampe pindah sekolah ke Jakarta cuman buat nyari aku?"


"lya. Elu sih jahat, pergi gak bilang-bilang! Lost kontak, hampir setahun gue nyariin elu keliling Bandung taunya elu disini!" sungut Kenzo.


"Jadi kenapa kamu pindah ke Jakarta? Papa kamu pindah tugas?"


"Eh dibilangin, gak percayaan amat sih. Gue ke Jakarta nyari elu. Gue udah dua bulan tau di Jakarta, pindah sekolah sana sini, taunya elu sekolah disini."


"Apa?!" Kayla tidak percaya dengan apa yang baru saja Kenzo katakan.


"Kamu pindah-pindah sekolah? Buat nyari aku?" Kenzo mengangguk.


Kayla menempelkan punggung tangannya di kening Kenzo, baik-baik saja kan.


"Masih nganggep gue bercanda?!" kesal Kenzo.


"Bercanda kamu gak lucu"


Kenzo berdecak malas, "Elu emang gak pernah nganggep gue serius. Terserah lah, sekarang elu jelasin ke gue, kenapa elu pergi tiba-tiba, tanpa kabar hilang jejak kayak debu kebawa angin?!"


Tatapannya memang mengintimidasi, tapi Kayla tetap tertawa menanggapinya. Bagi Kayla Kenzo adalah mood booster nya. Dari dulu tidak pernah berubah, ada saja tingkahnya yang membuat Kayla tertawa. Kenzo tidak pernah serius dalam hidupnya, dia selalu bercanda dan suka menggoda Kayla.


Namun dibalik sikap aktif dan objektif nya pada Kayla, ada sikap Kenzo yang membuat Kayla geleng-geleng kepala. Sebutan Playboy yang melekat pada diri Kenzo sejak kelas dua SMP, itu menggelikan dan membuat Kayla terkadang agak risih berada di dekat Kenzo. Mau bagaimana lagi, Kenzo memang suka merayu para siswi di sekolah, terkadang ibu guru pun ia rayu juga. Mantan pacarnya saja banyak, huuft... hidupnya itu hanya bermain-main saja.


Namun untuk Kenzo, Kayla adalah pengecualian. Dia memperlakukan Kayla dengan baik layaknya seorang saudara yang penyayang, meski sering membuat Kayla jengkel akan ulahnya.


"Kay?"


"Hm?"


"Tega banget sih ninggalin gue, elu bahkan ngerayain ulang tahun tanpa gue!" Kenzo menggeleng-geleng jengkel.


"Ken.." ucap Kayla lembut. Itu adalah jurus andalan Kayla saat Kenzo kesal, memanggilnya dengan lembut.


"Jelasin!"


"Kamu tau Ken, kamu satu-satunya orang yang paling pengen aku liat di hari ulang tahunku."


Kenzo mencibir, ia melipat kedua tangannya di depan dada seraya menyandarkan punggungnya di kursi.


"Trus?" timpalnya cuek.


"Ya aku bisa apa, kita kan jauhan"


"Heh, pasti suasananya sumpek, garing, gak seru kan gak ada gue!"


Kayla terkekeh, "Seru kok, tapi kerasa banget ada yang kurang"


"Padahal sih gue sempet siapin kado buat elu, tapi karena gue belum ketemu elu sampe ulang tahun lu lewat.. ya kadonya gue kasih aja ke cewek lain."


"Cewek mana lagi tuh? Aku harus ngambil kado aku ke dia dong!" sahut Kayla seraya tertawa kecil.


"Plis deh Kay, jangan ngalihin pembicaraan lagi! Ayo jelasin, kenapa elu pergi gak bilang-bilang?"


Kayla tersenyum simpul seraya mengangguk. "Nanti aku ceritain. Aku mau makan dulu, bentar lagi bel" sahut Kayla santai.


Kenzo mendengus, dia tahu Kayla hanya mencari alasan untuk menghindari pertanyaannya. Tapi mungkin pertanyaan itu memang cukup pribadi untuk diceritakan didepan teman-temannya yang lain. Yasudah lah, tidak masalah. Saat ini Kenzo cukup merasa puas karena bisa bertemu Kayla kembali, menatap senyuman gadis itu dan beradu mulut dengannya. Pencariannya berhasil, tujuannya di depan mata, dia sangat bahagia.


"Ken..." tegur Kayla.


"Hm?"


"Jangan liatin aku kayak gitu, ntar aku keselek."


Kenzo terkekeh, "Trus gue mesti gimana, udah lama gue nggak liat elu. Kangen tau Kay."


Kayla mendengus senyum seraya menggeleng kecil, ia pun melanjutkan makannya. Kenzo masih betah menatap Kayla, dengan bertekan dagu dan siku yang ia tumpu pada meja, sambil menyedot minumannya.


Semua interaksi mereka tidak luput dari perhatian Alex, juga ketiga temannya yang duduk di tempat makan mereka yang biasanya. Tepat di samping kanan Kayla. Vicky mengusap punggung Alex, karena ia menyadari raut gusar dari wajah Alex.


"Sabar bro, mungkin ini ujian cinta elu." ujarnya.


Alex mendengus panjang. Sebelumnya ia dan ketiga temannya tidak ada niat untuk pergi ke kantin, mereka sebenarnya ingin ke markas mereka di belakang sekolah. Tapi ketika melihat Kayla dan Kenzo, Alex mengganti rute dan tujuan mereka, akhirnya mereka pun duduk di kantin.


"Isi perut dulu Al, biar rileks!" ujar Bima sambil menyuap bakso nya.


"Seenggaknya minum jus kek, biar adem. Liat tuh muka lu udah merah, jangan-jangan bentar lagi berasap" timpal Sandi sembarangan.


"Berisik!" cicit Alex geram.


"Mereka deket bukan berarti saling suka kok Al, kan tadi Kayla bilang Kenzo itu sahabatnya." ujar Vicky.


"Hm, iya." sahut Alex lesu.


Sekarang Alex ingat dimana ia pernah melihat Kenzo. Mereka memang belum pernah bertemu sebelum hari ini, tapi Alex sudah pernah melihat wajah pemuda sok keren sahabat Kayla itu. Ya, Alex melihat fotonya di rumah Kayla.


Ketika Alex menginap di rumah Kayla beberapa bulan yang lalu, ia melihat-lihat isi kamar Kayla. Di atas nakas dekat ranjang Kayla ada sebuah foto ukuran 8x8 berbingkai dekoratif Teddy Bear, Alex meniliknya seksama. Di dalam foto itu, Kayla tersenyum lebar bersama seorang laki-laki dengan gaya sombongnya, mereka sama-sama memakai seragam SMA. Laki-laki itu menggandeng bahu Kayla, dan Kayla mencubit salah satu pipi laki-laki itu.


Lucu, satu kata itu cukup untuk menjelaskan foto yang ia lihat itu. Alex berpikir tidak mungkin laki-laki itu pacar Kayla, karena Kayla bukanlah gadis yang mau berpacaran. Lantas, siapa laki-laki tampan yang menggandeng Kayla dengan riang itu?


Jadi dia sahabat Kayla, Kenzo. Sekarang Alex bisa melihat keakraban mereka secara langsung. Mereka pasti sangat dekat sehingga Kayla sama sekali tidak terganggu ataupun merasa sungkan dengan perlakuan Kenzo terhadapnya.


Alex cemburu, tapi melihat Kayla begitu bahagia.. senyuman Alex perlahan terbit.


... ....


... ....


... ....

__ADS_1


... ....


... Bersambung...


__ADS_2