Miss Kissable & Mr Strawberry

Miss Kissable & Mr Strawberry
Bertengkar


__ADS_3

Hari ini Kenzo kembali masuk sekolah. Setelah bicara dengan Kayla kemarin, perasaannya jadi lebih baik dan beban pikirannya jadi ringan. Meskipun masalah tidak bisa diselesaikan dengan mudah dan simpel. Kenzo bahkan belum bertemu Chika lagi setelah pulang dari Dokter kandungan beberapa hari yang lalu. Namun hari ini, ia mencoba kembali seperti Kenzo yang biasanya, ia masuk ke sekolah lagi dan bersikap normal sebisanya.


"Ken..!" seru Jessica menghambur kepelukannya.


Kenzo tertegun, hal yang ia khawatirkan telah berada di depan mata. Gadis yang tengah memeluknya ini.. Kenzo menyayanginya, Kenzo tidak ingin menyakitinya apalagi mengecewakannya. Tapi takdir sudah siap memisahkan mereka. Kenzo tersenyum getir dan membalas pelukannya, meski jantungnya berdesir perih. Kenzo mengeratkan pelukan mereka seakan-akan momen ini adalah yang paling berharga. Kenzo merasa saat ini mungkin adalah saat-saat terakhirnya bisa bersama Jessica, ia tidak akan menyia-nyiakan kebersamaan mereka yang hanya sebentar ini.


Jessica melepaskan pelukannya, lalu menatap Kenzo cemberut. "Kamu kemana aja sih, kenapa gak bisa dihubungin? Tega banget sama aku! Sebenarnya kamu tuh sayang gak sih sama aku, kenapa ada masalah gak cerita sama aku..?!" rengeknya manja.


Kenzo mencubit gemas hidung mancung Jessica. "Kamu cantik banget sih ngambek gini. Tapi aku lebih suka kamu senyum, ayo dong senyum! Sekarang kan aku udah disini, aku baik-baik aja dan kamu bisa peluk aku lagi kan"


"lih..." rajuk Jessica gemas, ia melipat tangannya di depan dada.


"Ada apa sayang? Kangen banget ya sama aku? Sama, aku juga kangen."


"Kalo kangen kenapa sampe berhari-hari gak ada kabar?"


"Sorry ya sayang.. aku lagi ada masalah, dan aku gak mau kamu terlibat masalahku. Asal kamu tau, selama beberapa hari gak ketemu kamu.. aku tuh boring banget, berat banget rasanya nahan diri buat gak ngehubungin kamu. Tapi mau gimana lagi, aku harus fokus sama masalahku biar kita bisa cepat ketemu lagi."


"Sekarang masalahnya udah selesai?" tanya Jessica, Kenzo hanya menanggapinya dengan mengedikkan bahu.


"Anggap aja begitu." sahut Kenzo santai sambil menautkan tangan mereka lalu berjalan bersama.


"Masalah apa sih sebenarnya? Serius banget ya, bahaya? Kok kamu sampe gak mau aku tau, dan gak mau aku terlibat?"


"Maaf sayang, aku gak bisa ngasih tau kamu. Yang jelas itu masalah keluarga, dan aku gak mau kamu ngerasa nggak nyaman kalo tau masalah itu. Aku kan selalu pengen liat kamu bahagia."


Jessica tersenyum melting. "Karena kamu merhatiin kenyamanan aku dan pengen aku bahagia.. oke deh, aku maafin. Tapi jangan kayak gitu lagi ya..!"


"Iya sayang, gak bakal lagi kok. Lain kali aku pasti kasih tau kamu kalo ada apa-apa."


Jessica tersenyum lega. Dalam hati Kenzo semakin merasa bersalah dan sedih karena harus menutupi faktanya dari Jessica. Jessica pasti akan sangat kecewa padanya jika tahu yang sebenarnya.


... ....


... ....


... ....


Seusai mata pelajaran olahraga, para murid masing-masing mengistirahatkan otot-ototnya sembari mengeringkan keringat. Mereka baru saja menjalani tes memanah dan lompat jauh. Pak Bayu selaku guru olahraga baru saja mengakhiri kegiatan olahraga hari ini. Pak Bayu melangkah menuju seseorang yang diamatinya beberapa hari belakangan.


"Kenzo!"


"lya Pak?" sahut Kenzo yang baru hendak duduk di tepi lapangan, kemudian ia urungkan.


"Ikut saya!"


"Ada apa ya Pak?"


"Ada yang perlu saya tanyakan." Pak Bayu berjalan mendahului, Kenzo lantas mengikuti di belakang.


Kenzo kira Pak Bayu akan membawanya ke ruangannya, tapi ternyata tidak. Pak Bayu membawa Kenzo ke ruangan olahraga yang tertutup.


"Apa ada tes khusus buat saya Pak?" tanya Kenzo menebak.


"Enggak. Saya cuman harus mastiin sesuatu."


Kenzo mengernyit bingung mendengarnya.


"Saya liat kamu dekat sekali ya dengan Kayla." kata Pak Bayu membuka percakapannya.


"Kok Kayla?" gumam Kenzo dalam hati, bingung.


"Sedekat apa kalian?"


Kenzo menyengir. "Ya ampun Pak, saya baru tau kalo guru olahraga disini juga sama kepo nya kayak anak-anak lain."


Pak Bayu menatapnya serius, membuat Kenzo segan dan mengubah mimik wajahnya. "Maaf Pak."


"Saya sama Kayla udah lama deket, kita sahabatan dari kecil." jelas Kenzo singkat.


Pak Bayu terdiam dengan tatapan yang Kenzo rasa semakin mengintimidasi dirinya.


"Saya liat beberapa hari yang lalu kamu dan Kayla mengunjugi klinik kesehatan seorang Dokter Sp.OG"


Kenzo menaikkan alisnya, sedangkan Pak Bayu terus memperhatikan Kenzo.


"Astaga.. Pak Bayu liat?! Duuuh.. bisa salah paham nih" gumam Kenzo dalam hati.


"Bisa kamu jelaskan itu?" tanya Pak Bayu.


Kenzo mulai merasa tegang. "Kamu tau Kenzo, jika seorang pelajar mendatangi tempat itu apalagi dia sepasang laki-laki dan perempuan.. apa tanggapan orang-orang?  Saya harap tidak terjadi sesuatu yang bisa mencemarkan nama baik sekolah ini."


"Tolong jangan salah paham dulu Pak, saya kesana bukan cuman sama Kayla kok,  kita bertiga. Kita bawa teman kita, cewek, dia yang mau periksa ke Dokter" jelas Kenzo agak terbata-bata.


"Oh ya? Tapi saya cuman liat kalian berdua."


"Ah Pak Bayu, Bapak liatnya cuman sekilas kali, atau dari jauh. Lagian teman kita yang mau periksa itu juga bukan siswi sini Pak, jadi Pak Bayu gak ngenalin." jelas Kenzo berusaha lebih rileks.

__ADS_1


"Jadi gitu? Apa ada hubungannya sama kamu yang beberapa hari ini gak masuk sekolah?"


"Saya cuman sakit Pak kemarin, gak ada hubungannya sama itu kok." dalih Kenzo.


"Saya harap kamu jujur, karena akan buruk akibatnya kalo kamu ketahuan menyembunyikan sesuatu yang salah."


"Bapak bisa tanya Kayla kalo kurang percaya sama saya."


Pak Bayu terkekeh kecil, "Cuman laki-laki yang pantas ditanyai persoalan seperti itu. Sangat sensitif buat perempuan pertanyaan seperti itu."


"Saya dengar banyak tentang diri kamu dari siswa-siswa disini. Sedikit banyaknya saya tau sifat kamu. Meskipun kamu bilang kamu adalah sahabatnya Kayla, saya gak bisa percaya gitu aja."


"Jadi Bapak mau buktiin kalo saya benar-benar gak akan bikin Kayla dalam masalah?" tebak Kenzo.


Pak Bayu mengangguk, membuat Kenzo terkekeh geli. "Kalo kayak gini kan saya jadi salah paham Pak" ujar Kenzo tanpa pikir.


Pak Bayu tersenyum miring, "Saya cuman mau mastiin kalo Kayla baik-baik aja, dan aman. Penting buat saya memperjelas semua ini. Pagi ini saya dengar kamu dan Kayla bicara soal tanggung jawab dan masa depan yang hancur. Apa saya masih salah paham sama kamu, atau kamu mau ngeles lagi?"


Kenzo terdiam. Ya, tadi pagi Kenzo dan Kayla memang sempat membicarakan soal itu. Bagaimana Pak Bayu tahu, apa guru olahraga ini menguping? Lalu kenapa hal itu menjadi sangat penting bagi Pak Bayu?


"Kalo Bapak berpikir saya bisa berbuat sesuatu yang kelewat batas sama Kayla, Bapak salah. Kalo emang Bapak berpikir kayak gitu, artinya Bapak meragukan Kayla. Apa karena itu Bapak lebih milih mengintrogasi saya dibanding nanya sama Kayla?"


Pak Bayu mengernyit tak suka, merasa tertantang dengan kata-kata Kenzo. "Saya bilang saya cuman mau mastiin kalo Kayla aman."


"Dengan mencurigai dan memata-matai saya?" sergah Kenzo, membuat Pak Bayu mulai emosi.


"Hati-hati kamu kalo ngomong! Asal kamu tau, saya melakukan ini demi kebaikan Kayla. Karena saya mencintai dia, saya harus menjaga dia, termasuk dari laki-laki seperti kamu yang mengkhawatirkan."


Kenzo terkekeh tak percaya sekaligus terkejut. Dengan terang-terangan Pak Bayu mengatakan bahwa dia mencintai Kayla. Jadi dia melakukan ini atas dasar cemburu? Bahkan dia menyebut Kenzo laki-laki yang mengkhawatirkan. Meski Kenzo memang brengsek ia tidak terima dikatai seperti itu oleh Pak Bayu, dan pengakuan Pak Bayu tadi juga membuatnya kesal.


"Maaf, tapi saya gak bisa tenang sebelum saya memastikan tidak terjadi apa-apa pada Kayla." kata Pak Bayu lagi.


"Saya juga minta maaf Pak. Menurut saya Bapak gak perlu merhatiin Kayla terlalu jauh kayak gini. Karena yang Bapak tanyain ini adalah privasi saya sama Kayla. Kita sama-sama ngejaga itu supaya gak ada satupun orang yang tau, tapi Bapak.. saya rasa terlalu lancang." ucap Kenzo tegas.


Wajah Pak Bayu berubah, matanya melotot. "Apa maksud kamu?" tanyanya dengan nada tinggi.


"Apa saya harus bilang, kalo saya sama Kayla emang nyembunyiin sesuatu yang serius?! Apa saya harus jujur kalo kita ke Dokter emang buat meriksa kandungan?!" jawab Kenzo tanpa pikir, ia kesal ditatap seperti itu oleh Pak Bayu.


Sepertinya Pak Bayu sudah hilang kesabaran, dia langsung mencengkeram kerah baju Kenzo dengan tatapan sadis.


"Apa kamu bilang? Jadi yang saya duga itu benar?" tanya Pak Bayu dengan suara rendah namun mengandung amarah.


Kenzo tak menjawab, dia hanya membalas tatapan Pak Bayu dengan mendengus kesal dan membiarkan Pak Bayu menarik lehernya dengan kerah bajunya yang dicengkeram oleh Pak Bayu.


"Pak Bayu cemburu? Pak Bayu takut kalo saya ngapa-ngapain Kayla?"


"lya atau enggak, gak ada urusannya sama Bapak!" sahut Kenzo yang sudah terpancing emosi.


"Kurang ajar!" Pak Bayu memukul wajah Kenzo.


Kenzo tak hanya diam, ia mendorong Pak Bayu menjauh dari tubuhnya. la tidak peduli yang melotot di depannya ini adalah guru, toh Pak Bayu yang memukulnya lebih dulu.


"Apa-apaan nih Pak, main pukul-pukul aja! Malu sama seragam!" kata Kenzo dengan lancangnya.


"Saya akan laporkan kamu ke kepala sekolah, siswa seperti kamu gak pantes berada di sini! Kamu mencoreng nama baik sekolah ini!" Pak Bayu melangkah keluar meninggalkan Kenzo.


"Bapak bakal bikin Kayla kena masalah kalo kayak gini. Udah bagus saya sama Kayla nyembunyiin masalah kita, kenapa Bapak malah mau bongkar aib kita?!"


Langkah Pak Bayu terhenti. Tentu saja Pak Bayu tidak mau Kayla kena masalah, apalagi masalah seperti ini sangat memalukan. Tapi Pak Bayu tidak bisa diam saja setelah mengetahui kasus sebesar ini, Kenzo harus dihukum. Pak Bayu menggeram marah, kedua tangannya yang sudah terkepal kuat tidak lagi mampu menahan gemuruh didadanya, yang tidak rela mendengar masa depan Kayla hancur.


Buggh!!


Pak Bayu berbalik dan langsung meninju wajah Kenzo. Kenzo yang mendapat serangan mendadak itu pun marah, ia menatap garang ke arah Pak Bayu. Sontak saja Pak Bayu semakin tertantang, dan hendak memukul Kenzo kembali namun Kenzo sempat menghindar. Kenzo lalu membalas pukulan Pak Bayu, mana mau Kenzo diam saja, jika begini terus ia bisa babak belur nanti.


"Kurang ajar kamu! Kamu bilang kamu sahabat Kayla, tapi apa yang kamu lakukan?!" bentak Pak Bayu sambil menyerang Kenzo.


"Gak usah sok pahlawan Pak kalo gak tau apa-apa! Ini tuh cuman salah paham" elak Kenzo sambil menangkis pukulan Pak Bayu dan sesekali melawan.


"Salah paham apa? lya saya salah karena mengabaikan kamu, dan kamu berani merusak Kayla? Heh!"


"Bapak pikir saya sepicik itu, saya juga sayang sama Kayla." balas Kenzo dengan intonasi nada yang tak kalah tingginya dengan Pak Bayu.


"Berani-beraninya kamu bilang sayang setelah kamu merusak perempuan yang saya cintai?" Pak Bayu semakin berang.


Kenzo was-was melihat Pak Bayu Mengambil tongkat yang terletak di sudut ruangan. Sepertinya Pak Bayu sudah gelap mata, Kenzo salah mengira jika Pak Bayu akan menyikapi perlawanan dan perkataannya yang lancang tadi dengan bijak. Nyatanya guru muda ini malah dibutakan oleh amarahnya.


Benar saja, Pak Bayu melangkah kasar ke arah Kenzo yang terduduk di tengah lapangan. Kenzo tidak percaya akan seburuk ini jadinya, ia tidak pernah membayangkan akan bertengkar dengan seorang guru. la kira Pak Bayu akan memahami kata-katanya dengan berpikir jernih dan dewasa, ia kira Pak Bayu akan mengerti kalimat privasi yang ia lontarkan bahwa ia tidak bisa mengatakan yang sebenarnya. Tapi tidak, ternyata Kenzo salah bicara sehingga Pak Bayu jadi murka seperti ini. Sungguh, Kenzo tidak bermaksud bohong maupun mempermainkan Pak Bayu, ia hanya berusaha menutupi aib dirinya dan sedikit melampiaskan kekesalannya atas kata-kata dan sikap intimidasi Pak Bayu padanya.


Sebelum Pak Bayu mencapai Kenzo dan menyerangnya dengan tongkat besbol itu, Kenzo bangun dan segera menangkis serangan Pak Bayu.


"Pak tenang Pak, Bapak salah paham." kata Kenzo was-was. Tapi sepertinya sia-sia saja perkataan Kenzo sekarang, Pak Bayu sudah terlanjur murka.


"Masih bilang saya salah paham?! Kamu kira saya bodoh, heh?! Asal kamu tau, saya kembali ke klinik itu kemarin dan memeriksa keterangan kalian. Di sana tertulis pasien atas nama Kayla."


Kenzo heran, "Maksud Bapak apa? Gak mungkin nama Kayla ada di sana, kita-.."


Kenzo terhenti, ia tidak bisa mengatakan yang sebenarnya.

__ADS_1


"Kenapa? Jawab saya, kalo kamu gak bohong!"


"Pasti ada yang salah Pak, Bapak gak nanya langsung kan sama Dokternya. Kita datang bertiga, dan Kayla cuman nemenin kok, bukan pasien."


"Masih ngulangin kebohongan itu?! Kalian berdua, resepsionis itu bilang kalian berdua."


"Astaga.. masih ngotot juga" gerutu Kenzo dalam hati.


Kenzo masih memasang wajah jengkelnya. Jadi masalah Pak Bayu ini dimulai oleh resepsionis itu, kenapa resepsionis itu bilang kalau mereka hanya berdua, Kenzo dan Kayla saja begitu?! Aneh. Padahal jelas Kenzo datang ke klinik itu bersama Kayla dan Chika. Seharusnya Pak Bayu mengintrogasi Dokternya juga, agar tahu yang sebenarnya bahwa mereka memang bertiga, dan Kayla hanya datang untuk menemani, bukan sebagai pasien


"Kamu masih mau ngelak?" selidik Pak Bayu tajam.


"Terserah kalo Bapak masih ngotot, saya gak suka Bapak ikut campur urusan saya" jawab Kenzo tegas dan terdengar sarkas. la lalu berbalik hendak pergi.


"Urusan kamu yang melibatkan Kayla adalah urusan saya! Jangan kira kalo saya akan diam" Pak Bayu masih marah.


Kenzo tidak peduli, ia terus melangkah meninggalkan ruangan. Jika ia tetap disini, maka amarahnya mungkin akan bertambah.


"Kenzo! Saya belum selesai ngomong."


Kenzo berbalik dan menatap Pak Bayu serius. "Trus mau Bapak apa? Saya udah bilang apa yang perlu saya bilang, diluar itu Pak Bayu gak berhak mencampuri urusan saya. Dan saya tegaskan, jangan ngelakuin apapun atas dasar cinta Bapak sama Kayla! Karena Kayla gak bakal berterima kasih sama Bapak, dia akan selalu ada dipihak saya."


Kalimat terakhir Kenzo sukses memancing amarah Pak Bayu yang sudah lebih dulu meluap itu. Apalagi Kenzo mengucapkannya dengan nada yang sombong.


"Kurang ajar!"


Pak Bayu maju, hendak menyerang Kenzo menggunakan tongkat yang dipegangnya sejak tadi. Kenzo tak gentar kali ini, hatinya bergeritik bahwa ia harus memberi pelajaran pada guru muda yang lancang ini. la berdiri tegap bersiap menerima serangan itu.


Klannkkkk.......


Tongkat Pak Bayu terpelanting jatuh, Pak Bayu sedikit meringis akibat sesuatu yang baru saja menghantam pergelangan tangannya dengan keras. Kenzo pun kaget, ia menoleh ke belakang punggungnya, ke arah seseorang yang baru saja menyerang Pak Bayu.


Pak Bayu terbelalak, Alex berdiri di sana dengan tatapan tajamnya. Alex baru saja melemparkan besi kecil sepanjang satu meter ke arah tangan Pak Bayu yang hendak menyerang Kenzo. Sehingga Pak Bayu kesakitan dan spontan melepaskan tongkatnya, beriringan dengan jatuhnya besi yang Alex lempar.


"Alex??"


Alex menoleh ke wajah Kenzo, yang ternyata memar di beberapa bagiannya, sudut bibirnya juga berdarah. Alex mengernyit tak mengerti, bahkan wajah Pak Bayu juga terlihat memar di bagian pelipisnya.


"Ada apaan sih nih?" tanya Alex serius.


Kemudian Bima, Sandi, dan Vicky masuk dengan berlari kecil. "Ada apaan sih Al?" tanya Sandi.


"Pak Bayu?" bingung Vicky melihat guru olahraga itu ada di depan mereka.


"Gila lu Ken, lu berantem sama Pak Bayu?!" seloroh Bima.


"Dia duluan yang mukul gue." sahut Kenzo kesal.


"Gue liat Pak Bayu mau mukul Kenzo pake itu" ujar Alex sambil menunjuk tongkat besbol yang tergeletak di lantai.


Sontak Bima, Sandi, dan Vicky terbelalak.  Rasanya tidak mungkin Pak Bayu akan menyerang Kenzo, jika tidak ada kesalahan yang memang buruk. Jangan-jangan siswa sok keren ini lah yang membuat masalah, pikir mereka.


"Kalian pasti akan marah seperti saya jika kalian tau yang sebenarnya. Dan kamu Alex, kamu mungkin bisa melakukan hal yang lebih buruk dari apa yang saya hampir lakukan." kata Pak Bayu.


Alex tentu tidak mengerti. la bahkan tidak tahu apa yang terjadi disini, tadinya ia hanya lewat saja di depan ruangan ini kemudian ia mendengar suara ribut dari dalam sini.


"Ada apa sebenarnya Pak, saya rasa apapun kesalahan yang dilakuin Kenzo.. terlalu berlebihan kalo Bapak sampe mukul dia dengan tongkat kayak tadi." ujar Alex menyimpulkan.


Kenzo hanya diam menahan emosinya, ia tidak mau berkata-kata yang mungkin bisa membuat situasi semakin memanas.


"Kamu gak akan membela dia kalo kamu tau kesalahan apa yang dia lakukan."


"Kesalahan apa Pak?" tanya Alex.


"Dia sudah menodai Kayla." ucap Pak Bayu tegas, tanpa ragu.


Duaarrrrr.........


Alex dan ketiga temannya terbelalak, darah Alex langsung berdesir panas. Sementara Kenzo menatap geram Pak Bayu seraya menggeleng samar.


"A..apa? Jangan main-main Pak, Bapak bilang apa barusan?!" Alex pun emosi.


Alex lalu menoleh ke arah Kenzo, menatapnya penuh tanya.


"Itu kebenarannya Al, Kenzo sudah membuat masa depan Kayla hancur. Mana bisa saya diam aja setelah tau kebusukan dia"


Kenzo berdecak kesal, "Udah lah Pak, jangan besar-besarin masalah. Bapak mau satu sekolah tau masalah ini, dan mojokin saya?"


"KEN..!" sergah Alex marah. la menatap Kenzo nyalang, urat-uratnya menegang dan tangannya terkepal kuat.


... ....


... ....


... ....


... ....

__ADS_1


... Bersambung...


__ADS_2