
Senyuman ramah diwajah Alex dan binar dimata beningnya yang tajam mengiringi langkah gontai Alex memasuki area sekolah. Seperti biasa, pandangan para gadis senantiasa mengikuti arah langkah Alex dan mereka tak melepaskan pandangan mereka dari wajah tampannya. Terlebih lagi hari ini ada yang berbeda dari Alex. Biasanya Alex selalu berjalan dengan cuek dan gaya angkuhnya, ekspresi wajahnya juga datar dan terkesan ketus. Tatapan tajamnya yang meskipun memikat namun juga menyiratkan sebuah ancaman, tapi hari ini sebaliknya. Tatapan mata itu nampak teduh dan bersahabat, membuat para siswi semakin melting dibuatnya.
Sampai langkah Alex di depan kelasnya, ia berhenti sejenak. Menarik nafas dalam, menyiapkan hatinya untuk bertatap muka dengan ketiga temannya yang ia rindukan canda tawa bersama mereka. Alex merasa sedikit gugup, bagaimana reaksi mereka kali ini saat melihatnya. Setelah memasuki kelas, ternyata tiga orang yang dirindukannya itu tidak ada di sana. Alex duduk dengan gontai seraya mengubah mimik wajahnya. la menghela nafas ke udara dan menyandarkan punggungnya ke kepala bangku.
Pagi ini ia mencoba menunjukkan ekspresi berbeda dari hari-hari biasanya di sekolah. Ternyata lumayan sulit, tersenyum pada semua orang tidak semudah yang ia bayangkan. la merasa geli sendiri saat melakukannya, dan tatapan para gadis itu membuatnya jijik. Ingin sekali Alex melototi mereka semua dan mengabaikan orang-orang disekitarnya seperti biasanya. la tidak tahan melakukan ini, tapi ia tetap mencoba untuk bersikap ramah. Hanya satu yang ia pikirkan saat melakukannya, dan hanya dialah alasannya, yaitu Miss Kissable.
Suara tertawaan Bima, Sandi, dan Vicky membuyarkan lamunan Alex. Ketiga temannya yang ia rindukan itu terlihat memasuki kelas bersama-sama, mereka berbincang-bincang sambil berjalan dengan riang seperti biasa. Tapi kali ini tanpanya, tanpa Alex. Alex merasa sedih.
Saat netra mereka bertemu dengan Alex, mereka mengubah mimik wajah mereka, seolah-olah mereka tak melihat Alex, dan tidak memperdulikannya.
"Yang bolos kemarin udah masuk hari ini?" sindir Sandi tanpa melihat Alex.
"Heh, peduli amat San! Gak masuk lagi juga bagus kali." timpal Vicky.
"Eh bro, lu inget gak, pas insiden ilang di hutan?" ujar Bima.
"Oh.. itu! Btw, itu ilang beneran apa pura-pura ilang ya?!" sindir Vicky, membuat Alex mengepalkan kedua tangannya.
"Au ah! Jangan-jangan yang katanya ilang atau kesasar itu cuman alibi, bro. Sebenarnya mah mereka emang pengen berduaan aja.." ujar Bima sarkas.
"Wah parah! Orang satu sekolah repot nyariin mereka seharian, eh.. mereka malah enak-enakan! Gak tau tuh ngapain aja selama seharian beduaan di tengah hutan." timpal Sandi.
"Ck, ck, ck... gila emang, nyusahin aja! Tau gitu gue ogah ikut nyari." gerutu Vicky.
Perasaan Alex mencelos, bisa-bisanya mereka berpikir seperti itu tentang dirinya.
"Gak heran sih pas ceweknya kena jebakan Jessica dianya langsung bertindak. Yang miris tuh kita bertiga bro, dibiarin planga-plongo' kayak orang bego ngeliatinnya!" ujar Vicky lagi.
"Ini mah bukan diem-diem menghanyutkan lagi bro, tapi diem-diem nenggelamin! Heh!" cibir Bima kesal.
"Dasar bucin!" gumam Sandi kesal.
"Bro, gue mau ngomong." ucap Alex, membuat Bima, Sandi, dan Vicky saling melirik.
"Gue minta maaf.. gua tau gue salah. Sumpah gue sama sekali gak bermaksud ngecewain kalian, gue tau kalian gak bakal ngedukung gue sama Kayla, makanya gue belum bisa ngomong yang sebenarnya ke kalian."
"Belum bisa ngomong apa emang gak mau ngomong..?" cibir Bima yang masih enggan melihat Alex.
"Serius gue cuman belum siap buat jujur. Gue gak mau kehilangan cinta pertama gue, dan gue juga gak mau ngecewain kalian!"
"Oh, tapi nyatanya justru karena lu gak jujur lu malah ngecewain kita!" timpal Vicky ketus.
"Heh, gue curiga.. jangan-jangan pas lu ngurung dia di toilet waktu itu, bukan lu marahin tapi lu godain." ujar Vicky lagi.
"Di toilet kapan bro?" tanya Sandi bingung.
"Ck! Yang abis dia nipu kita malamnya itu.."
Ya, Sandi ingat sekarang, malam itu Alex datang ke club menghampiri ketiga temannya. Dia tiba-tiba minum dan terlihat sangat gelisah. Dia bilang Kayla telah mengadukan dirinya pada Miss Kissable. Sandi terkekeh sadis, betapa teganya Alex membohongi mereka.
"Vick, itu hari pertama gue tau kalo dia Miss Kissable." Bima, Sandi, dan Vicky mengernyit bingung.
"Gue gak tau dari awal kalo Miss Kissable itu dia. Sumpah, malam itu gue baru tau kalo dia Miss Kissable, makanya gue stres."
Ketiganya terkekeh sadis mendengar ungkapan Alex. "Elu pikir kita percaya sama cerita lu yang gak masuk akal itu?" sergah Sandi.
"Mana ada orang yang gak tau sama cewek yang dia suka sendiri, emang mata lu rabun? Hahahah....yakali, kakek-kakek aja bisa ngenalin cucunya langsung pas liat, masa' mata tajam lu gak bisa ngenalin Miss Kissable gitu?!" Cibir Bima.
"Logikanya aja Bim, dia emang udah dibutain cintanya. Eh tunggu, gue jadi ragu.. lu beneran cinta gak sih sama dia?!" timpal Vicky.
"Elu ngomong apa Vick? Elu sendiri yang ngasih pengertian ke gue soal cinta. Elu juga yang nyemangatin gue buat merjuangin cinta pertama gue." ucap Alex lirih.
Vicky mengerekatkan gigi-giginya geram, ia merutuki kebodohannya sendiri karena pernah mengatakan itu pada Alex. Jika ia tahu Miss Kissable itu Kayla, maka ia akan mengatakan yang sebaliknya pada Alex. Vicky pasti akan menjadi orang pertama yang mencegah Alex untuk jatuh cinta pada Miss Kissable.
"Heh! Nyesel gue pernah ngomong gitu!" ujar Vicky, membuat Alex tercekat.
"Kenapa juga lu harus bohong kalo emang lu gak mau ngecewain kita?" tanya Sandi kesal.
"Bro, jujur waktu itu gue sendiri masih susah percaya sama kenyataannya. Makanya gue takut buat ngomong jujur langsung ke kalian. Tapi sumpah, gue nyesel.. gue nyesel udah bikin kalian kecewa."
Bima, Sandi, dan Vicky saling melirik. "Trus.. kalo lu nyesel emang lu bisa apa, kita bisa apa, udah terlambat!" kata Bima.
"Pliss jangan ngomong gitu, Bim..." kata Alex lirih.
"Kalian mau gue gimana biar kalian maafin gue?"
Ketiga tersenyum smirk, mereka jadi ingat tentang kemarin. Kemarin Kayla datang pada mereka dan mengatakan hal yang sama.
"Woww! Demi dapetin maaf dari kita bro, kemarin ceweknya yang ngomong bisa lakuin apa aja, sekarang cowoknya." Vicky terkekeh geli.
"Gak perlu elu lakuin apa-apa! Cewek lu yang bakal lakuin!" kata Sandi seraya menyeringai, membuat Alex mengernyit heran.
Alex menilik satu-persatu wajah temannya, mereka bertiga menunjukkan ekspresi yang sama. Alex jadi cemas jika mereka mereka bertiga merencanakan sesuatu yang buruk untuk Kayla, atau mungkin mereka sudah melakukannya!
"Maksud kalian apa bro?" tanya Alex.
"Liat aja nanti!" sahut Sandi santai.
"Kasih tau gue lah.. ada apa sebenarnya?" kata Alex sambil menyengir cemas.
__ADS_1
"Kalo udah waktunya juga ntar lu tau sendiri!" ujar Vicky lempeng.
"Come on bro.. kalian ngerencanain apa?" tanya Alex lagi.
"Siapa lu, ngapain kita kasih tau rencana kita ke elu? Elu aja sering nyembunyiin rencana lu dari kita, lu bilang sebelum waktunya.. rencana gak bisa diungkapin! Elu emang pernah nganggep kita teman? Dari dulu, elu selalu manfaatin kita buat rencana lu, tapi lu gak pernah ngasih tau rencana lu ke kita sebelum waktunya kan?" ujar Bima kesal.
"Elu emang gak bisa ngehargain siapapun!" timpal Vicky.
Alex tertegun dengan perasaan yang terpukul. Jadi selama ini.. seperti itu yang dirasakan ketiga temannya? Mereka sudah merasa tidak dihargai dari dulu, mereka merasa Alex hanya memanfaatkan mereka. Meski Alex selalu menganggap mereka teman, tapi ternyata mereka merasa seperti anak buah Alex saja, begitukah? Jahat sekali Alex, bahkan kepada ketiga teman setia nya ini pun ia berlaku tidak adil. la tidak menghargai mereka. Kayla benar, jangankan dihormati, Alex bahkan tidak bisa menghargai orang, lalu bagaimana ia akan dihargai dan dihormati?
... _________________...
Di kantin sekolah, seperti biasa Kayla makan bersama Nia dan Adit. Ada Ayu dan Ferdy juga di meja yang sama dengan mereka. Gosip-gosip tentang Alex ataupun P-four selalu mewarnai topik perbincangan para siswa-siswi di sana.
"Bakso nya satu Mbok!" kata Jessica pada Mbok Tati, bibi kantin.
"lya neng!" sahut Mbok Tati.
Sembari menunggu bakso nya, Jessica mengambil sebotol minuman dingin dari dalam showcase cooler.
"Hai Jes!" seru Nina yang baru datang.
"Hai." balas Jessica.
"Gue udah tau kenapa Bima, Sandi, Vicky jauhan sama Alex!" kata Nina semangat.
Jessica tersenyum miring. Ya, beberapa hari yang lalu, Jessica memang meminta Nina untuk mencari tahu tentang kejanggalan yang terlihat pada Alex dan teman-temannya. Karena Nina sekelas dengan mereka, jadi lebih mudah baginya untuk memata-matai mereka. Akhirnya Nina berhasil.
"Seriously?" tanya Luna semangat.
"Good Nin! Jadi apa, ada masalah apa mereka?" tanya Jessica tak sabar.
"Masalahnya adalah Miss Kissable!"
"Miss Kissable?" ulang Jessica, Luna dan Erin serentak.
"Uhk..uhukk.." Kayla langsung tersedak saat mendengar mereka menyebut Miss Kissable.
Meski jarak antara tempat duduk Kayla dengan Jessica dan teman-temannya agak jauh, tapi suara mereka yang cukup kencang membuat Kayla terkejut. Kayla jadi tertarik untuk mendengarkan pembicaraan mereka.
"Maksud lu Nin?" tanya Erin.
"Gue sih kurang ngerti ya, yang gue tau Bima, Sandi, sama Vicky tuh marah sama Alex gara-gara Miss Kissable." ujar Nina.
"Loh, bukannya Bima, Sandi sama Vicky dukung ya Alex sama Miss Kissable?" kata Jessica.
"Owh.." Luna dan Erin ber Oh ria, sedangkan Jessica terdiam dengan kernyitan dalam dikeningnya.
"Jadi maksudnya mereka berantem gara-gara cewek misterius itu? Heh, gue gak nyangka Alex bakal lebih milih tuh cewek dibandingin teman-temannya. Secantik apa sih dia?" cibir Jessica.
"Eh gaes.. kalian udah tau belum, hari ini Alex beda loh." ujar Nina.
"Beda gimana?" tanya Jessica.
"Dia tuh jadi kayak ramah gitu, dia senyumin semua orang. Kayak bukan Alex yang kita kenal gitu loh, dia beda pokoknya. Pesonanya tuh nambah, keliatan banget kalo dia tuh lagi happy gitu. Pokoknya tambah keren.. tambah ganteng.." jelas Nina sambil membayangkan Alex.
"Oh ya, kok kita gak tau. Gak denger beritanya tuh." sergah Luna.
"Masa' sih Lun, anak-anak pada ngomongin kok! Kalian kemana aja.." Nina tertawa kecil.
"Sst..sst.. itu Alex!" ujar Erin sambil menunjuk ke arah pintu kantin dengan matanya.
Alex terlihat berjalan gontai memasuki kantin, dia sendirian dan gayanya juga tidak ada yang berbeda. Terlihat cool, cuek dan datar seperti biasanya.
"Mana Nin, kata lu beda!" ujar Jessica.
"Tadi pagi sih.. tapi ini kok kayak balik lagi ya ke Alex yang biasanya?" sahut Nina.
"Ah, halu lu Nin!" celetuk Luna.
"Serius tadi pagi tuh dia beda banget!" ujar Nina meyakinkan.
"Neng, ini bakso nya!" kata Mbok Tati, membuat obrolan mereka terhenti.
Alex berhenti di depan showcase cooler dan mengambil dua botol minuman dari sana. Setelahnya ia berjalan ke arah Kayla sambil tersenyum, membuat Kayla terkesiap.
"Alex gak mau nyemperin aku kan?" tanyanya dalam hati.
Tiba-tiba Kayla tersenyum misterius, ia memikirkan sesuatu untuk Alex. Sesuatu yang akan menguji Alex, juga membantu untuk memulai perubahannya. Alex ingin belajar sabar dan mengendalikan emosinya kan mulai hari ini, baiklah Kayla akan memulainya.
Kayla melihat Jessica dan teman-temannya berjalan dari arah berlawanan dengan Alex, mereka hampir berpapasan. Kayla bersiap memulai aksinya saat melihat Jessica yang berjalan paling dekat dengannya. Kayla mengulurkan sebelah kakinya ke samping, ke tengah jalan yang detik berikutnya akan dilalui Jessica. Jessica menyadarinya, tapi karena aksi Kayla begitu mendadak, Jessica tidak sempat menyeimbangkan langkahnya ataupun menghentikannya. Alhasil, mangkok bakso yang Jessica pegang pun terlepas dari tangannya.
"Awhh..." jerit Jessica reflek.
Mereka yang melihatnya sontak terbelalak. Jessica menabrak Alex dan menumpahkan isi mangkok bakso nya ke baju dan lengan Alex. Jessica sendiri hampir terjatuh jika tidak ada Erin yang menahan lengannya. Nia, Adit, Ayu dan Ferdy yang duduk didekat Kayla pun merasa khawatir.
"Kay, apa yang kamu lakuin?" cicit Adit.
Kayla hanya mengedip sekali memberi isyarat pada teman-temannya agar tidak perlu khawatir.
__ADS_1
"A-..Al?" gumam Jessica.
Alex melotot tajam ke arah Jessica. Ia berdecak kesal sambil mengibas-ngibaskan tangannya yang terasa panas akibat tumpahan kuah bakso.
"Sialan lu!" umpat Alex.
Alex meletakkan dua botol minuman yang ia bawa ke meja, tepat di depan Kayla. Teman-teman Kayla saling melirik khawatir. Alex bersiap untuk menghukum Jessica.
"Sorry Al, gue gak sengaja. Sumpah!" ujar Jessica.
"Dendam lu sama gue?" bentak Alex sambil melangkah maju mendekat kearah Jessica.
"Tunggu!" sergah Jessica.
"Gue gak sengaja. Dia yang sengaja ngerjain gue!" Jessica menunjuk Kayla.
Kayla membuang mukanya, pura-pura tak bersalah, membuat Alex bingung. Sedangkan teman-teman Kayla semakin gelagapan, tapi Kayla malah tak peduli.
"Dia ngulurin kakinya pas gue lewat, dia sengaja mau bikin gue jatuh! Eh cupu, sini lu!" Jessica menarik tangan Kayla kesal.
Kayla sontak berdiri karena tarikan Jessica yang kasar. "Ini pelakunya! Elu sengaja kan ngelakuin ini, ayo ngaku!" bentak Jessica.
"lya, aku sengaja!" sahut Kayla santai, membuat mereka menaikkan alisnya tak menyangka.
Mereka pikir Kayla akan takut dan mengelak tuduhan Jessica, atau setidaknya dia akan menunjukkan rasa bersalah. Tapi tidak, Kayla jujur dan dia menanggapinya dengan santai. Alex mendengus kesal.
"Apa sih Miss Kissable, kamu ngerjain aku?" gerutunya dalam hati.
"Tuh, denger kan Al?" ujar Jessica kesal, Jessica lalu beralih pada Kayla.
"Apa maksud lu, elu sengaja mau bikin gue jatoh, lu sengaja mau permaluin gue, heh?! Mau balas dendam lu?"
"Sorry Jes, aku jadiin kamu umpan. Sebenarnya aku mau ngerjain Alex" ujar Kayla jujur, membuat Alex menyelis.
"What?? Berani-beraninya lu!" ucap Jessica geram.
"Oh.. gitu!" kata Alex terkekeh. "Gue pastiin lu bakal nyesel!" ancamnya sambil memegang pergelangan tangan Kayla.
Teman-teman Kayla membulatkan mata mereka, tentu mereka berpikir apa yang akan dilakukan Alex pada Kayla yang lancang ini. Sementara Jessica tersenyum smirk. Alex menarik tangan Kayla dan membawanya keluar dari kantin, dengan langkah kasar dan memburu. Kejadian itu tidak luput dari pandangan Bima, Sandi, dan Vicky yang juga sedang berada di kantin. Mereka berdecak kesal dan mencibir Alex.
"Munafik!!" umpat Bima.
"Menurut lu dia bakal marah apa sebaliknya Vick?" tanya Sandi.
"Ya gak bakal marah lah! Justru ini kesempatan mereka buat beduaan. ****!" kesal Vicky.
"Trus Kayla gimana, menurut lu apa maksudnya tadi ngerjain Alex?" tanya Sandi lagi.
"Gue juga gak ngerti. Dia sebenarnya mancing Alex buat nyari kesempatan, atau malah ini langkah pertama dia buat ngejalanin permintaan kita kemarin ya..?" gumam Bima.
"Elu yakin Bim, Kayla nerima tantangan kita kemarin?" tanya Vicky.
"Feeling gue 90% sih dia terima." ujar Bima.
"Kenapa 90%?" tanya Sandi.
"Secara, Kayla gak suka kan sama Alex, buktinya dia nolak Alex. Jadi kenapa dia harus mikir buat ngejauhin Alex, satu-satunya yang bikin dia mikir buat nerima tantangan kita.. itu karena permintaan yang ketiga." tutur Bima.
"Bener juga sih, tapi kalo dia emang gak suka sama Alex, ngapain dia bela-belain Alex sampe dateng ke kita buat mohon maaf?" tanya Sandi.
"Ya.. mungkin karena ngerasa bersalah aja. Menurut lu Vick?"
"Feeling gue sih.. dia emang gak suka sama Alex, tapi dia kayaknya punya rencana sendiri buat manfaatin Alex. Kalo gak, ngapain dia repot-repot datangin kita trus mohonin maaf buat Alex! Ya nggak sih?"
Bima dan Sandi mengangguk sambil berpikir. "Dia sampe nawarin mau ngelakuin apa aja buat Alex, asal kita maafin Alex. Apa coba maksudnya kalo gak ada yang dia rencanain?!" lanjut Vicky.
"Kira-kira dia ngerencanain apa ya?" gumam Sandi, Vicky hanya menanggapinya dengan mengedikkan bahu.
"Kalo dia terima tantangan kita dan mau menuhin permintaan kita.. rencana kita bakal berjalan mulus bro!" ujar Bima menyeringai.
Sandi mendesis senang, "Gue gak sabar." gumamnya sadis. Sedangkan Vicky hanya tersenyum kecut.
Rasa kecewa mereka pada Alex membawa mereka pada kebencian dan membuat mereka merencanakan sebuah pembalasan. Meski sebenarnya hati kecil mereka masih merasa berat menerima pengkhianatan Alex, juga memutuskan untuk melupakan Alex sebagai teman mereka. Tapi mereka sangat ingin memberikan pelajaran pada Alex. Pelajaran yang akan membuat Alex menyesal telah mengecewakan mereka, juga yang akan membuat mereka merasa puas melihat kehancuran Alex.
Ya, kehancuran Alex. Setelah ditinggalkan ketiga temannya, Alex akan ditinggalkan juga oleh gadis yang ia bela itu, gadis yang ia cintai yang membuatnya mengkhianati teman-temannya.
Mereka bertiga tahu, ini rencana yang licik dan juga sebuah kejahatan. Tapi mereka tetap beranggapan Alex pantas mendapatkan kehancurannya.
Melalui Kayla dan menggunakan Kayla, mereka akan menjalankan rencana mereka. Biarlah Kayla dengan rencananya, yang entah apa itu. Sementara Bima, Sandi, dan Vicky akan memanfaatkan Kayla untuk menghancurkan Alex.
... ....
... ....
... ....
... ....
... Bersambung...
__ADS_1