Miss Kissable & Mr Strawberry

Miss Kissable & Mr Strawberry
Sebelum Pulang Ke Bandung


__ADS_3

Setelah berdiskusi dan saling bertukar pikiran kemarin, rencananya Kenzo dan Chika akan pulang ke Bandung hari ini. Namun Kayla dan Alex meminta mereka berdua untuk tinggal satu hari lagi, agar mereka punya waktu untuk menikmati hari Minggu ini bersama-sama. Dalam hal bersenang-senang tentu Kenzo suka, ia tidak pernah berpikir untuk menolak ajakan semacam itu. Tapi kali ini ia tidak langsung meng'iya'kannya, ia meminta pendapat Chika terlebih dahulu.


(Flashback On)


Kenzo terdiam dengan raut wajah yang agak gugup. la belum siap untuk bertemu Tante Nadia, setelah mengecewakan perempuan yang sudah menganggapnya seperti anak sendiri itu. Tapi mau tidak mau ia harus menemuinya dulu sebelum pulang. la dan Chika sudah berencana pulang besok pagi, jadi jika hari ini ia tidak menemui Tante Nadia maka mungkin ia tidak punya kesempatan lagi.


"Kay, rencananya gue sama Chika bakal pulang ke Bandung besok."


"Besok?" ulang Kayla, wajahnya yang ceria berubah murung seketika.


Kayla sedih akan berpisah lagi dengan Kenzo, belum lama Kenzo disini, dan sekarang sudah mau pergi. Sebenarnya yang namanya perpisahan itu pasti terjadi, dan mungkin kita tidak akan pernah siap berpisah dengan orang yang kita sayangi. Itulah yang Kayla rasakan saat ini.


Alex yang memahami perasaan Kayla tentu saja memikirkan cara untuk membuatnya ceria lagi.


"Kok buru-buru?" tanya Alex.


"Gue pengen cepet dapetin restu orang tuanya Chika." jawab Kenzo, membuat Alex dan Kayla tersenyum tipis.


Chika mengintip dari celah pintu yang terbuka sedikit. Kayla menyadarinya, tapi ia mengerti Chika mungkin malu menampakkan dirinya pada orang asing.


"Padahal gue rencananya pengen ngajakin kalian have fun besok, mumpung hari Minggu kan"


Kayla begitu semangat mendengarnya, sedangkan Kenzo terdiam berpikir.


"lya Ken, Alex bener. Gimana kalo kamu sama Chika pulangnya lusa aja, kita have fun dulu besok. Sebelum kamu pulang.. dan memulai hidup baru kamu sama Chika di Bandung" kalimat terakhir yang Kayla ucapkan terdengar lirih, sehingga Kenzo menatap matanya.


Jika Kenzo boleh jujur, ia pun tidak ingin pergi meninggalkan Kayla. Kenzo sudah merasa begitu hampa hidup tanpa Kayla selama hampir setahun, disaat ia bisa bersama Kayla lagi.. malah musibah ini datang. Tapi ini juga salahnya, ia terlalu lama berfoya-foya dan menunda tujuannya, hingga akhirnya ia terjebak dan sekarang terpaksa harus melupakan tujuannya. la harus melupakan Kayla sebagai tujuannya, namun bukan berarti ia akan melupakan Kayla sebagai sahabat terbaiknya. Takdir hidupnya membuatnya harus merubah tujuannya, berat memang, tapi inilah yang harus ia  jalani.


"Tunda sehari bisa kan bro? Sebelum elu pulang ke Bandung, gak ada salahnya kita happy-happy dulu, biar gak terlalu tegang gitu pikiran lu. Dan ya.. biar ada kesannya juga pertemuan kita. Walaupun cuman sebentar"


Kenzo tersenyum miring. "Pengalaman hari ini udah cukup berkesan buat gue. Seenggaknya gue gak bakal lupain elu kok. Ntar elu gue undang ke nikahan gue sama Chika"


"Pengalaman hari ini apaan..? Yakali itu berkesan." Alex terkekeh geli. "Kita ke Ancol besok, gimana?"


"Ancol!" gumam Chika pelan, yang mendengarkan obrolan mereka sedari tadi. la begitu berbinar mendengar Ancol, karena ia sudah lama sekali ingin main ke Ancol.


"lya Ken, kita senang-senang ke Ancol besok ya..! Aku gak tau kita bisa kayak gini lagi nanti atau enggak.." rengek Kayla.


Kenzo tertawa kecil, "Ngomong apa sih lu, ngelantur amat! Gue cuman pulang ke Bandung, bukan mau mati. Ntar kalo gue sama Chika udah nikah, kita pasti main lagi kok kesini"


Kayla memanyunkan bibirnya, ia lalu menoleh ke arah Chika dan tersenyum. Chika yang terpergok mengintip, spontan menyembunyikan dirinya di balik pintu. Kenzo dan Alex jadi ikut menoleh ke arah pandang mata Kayla.


"Tanya dulu cewek lu bro, siapa tau dia mau. Refreshing dulu mumpung masih di Jakarta." kata Alex pada Kenzo.


Kenzo pun berbalik dan menghampiri Chika. Chika merasa malu dan tak enak hati karena ketahuan mengintip dan menguping pembicaraan mereka.


"Yuk, biar aku kenalin sama Alex!" ajak Kenzo seraya menampilkan senyuman manisnya.


Chika ragu, Kenzo meraih tangannya dan menariknya keluar dari persembunyiannya.


"Santai aja, Alex itu cowoknya Kayla, dia baik kok dan dia juga ngerti masalah kita" kata Kenzo saat menyadari Chika enggan mengikutinya dan memilih menahan dirinya di tempat.


"Apa? Dia tau masalah kita?" Chika mulai tegang.


Kenzo menyentuh pipi Chika dan mengelusnya lembut, "Maaf. Tapi aku jamin dia bisa jaga rahasia. Kayla gak bakal ngajak dia kesini kalo dia gak bisa dipercaya. Kamu gak usah takut ya..!"


Perlahan Chika mengangguk, lalu tersenyum. Mereka pun keluar, menghampiri Kayla dan Alex.


"Chika, kamu gak usah sungkan ya!" kata Kayla.


"Alex." Alex tersenyum ramah seraya mengulurkan tangannya, memperkenalkan diri.


"Chika." balas Chika tersenyum, tapi sebelum tangan Chika sempat menjabat tangan Alex, Kenzo lebih dulu mencegahnya.


"Gak udah salaman." ujar Kenzo membuat Kayla dan Chika tertawa geli.


"Astaga.. lebay amat sih lu" timpal Alex geli.


"Senyuman lu aja cukup mematikan tau gak!"


Alex lantas terkekeh, "Ngakuin juga lu kalo gue emang ganteng, pesona gue lebih kuat dari elu kan!"

__ADS_1


Kenzo memutar bola matanya sambil menarik sudut bibirnya ke bawah, mencibir Alex. Chika menyenggol pelan lengannya sambil tertawa kecil. "Kamu yang mau ngenalin aku ke dia, eh kamu yang parno."


Kenzo mendengus, lalu bertanya. "Kamu mau ke Ancol dulu gak sebelum pulang?"


Chika mengangguk malu, tapi ia paling tidak suka membohongi keinginan hatinya sendiri, yang memang ingin pergi ke Ancol.


"Tuh kan.. Chika mau. Berarti yes dong kita ke Ancol besok!" seru Kayla semangat sambil bertepuk tangan.


(Flashback Off)


Disinilah mereka berempat kini, Taman Impian Jaya Ancol. Setelah keluar dari Alive Museum, mereka berjalan kaki menyusuri taman sembari memanjakan mata dengan pemandangan yang indah di sekeliling mereka, langkah mereka pun sampai di Sea World. Tempat hiburan yang khusus memperkenalkan biota laut itu, juga menampilkan aksi menarik dari dua orang penyelam saat Feeding Show di akuarium utamanya. Berbagai jenis biota laut yang ditampilkan di sana dalam 28 akuarium, masing-masing dengan kategori yang berbeda dan berlabel informasi mengenai biota yang ada. Selain memanjakan mata, Sea World ini juga menambah wawasan akan dunia laut.



Setelah puas menikmati kehidupan bawah laut yang menakjubkan di sana, Kayla, Alex, Kenzo, dan Chika kemudian menuju Gondola. Disebut juga mobil kabel, Gondola adalah kereta gantung pertama di Indonesia yang menggunakan komputerisasi berteknologi tinggi dengan sistem keamanan dan kontrol yang paling canggih. Petulangan terbang dengan Gondola membuat mereka merasakan pengalaman mengesankan, menikmati keindahan teluk Jakarta dan fasilitas lainnya dari atas.



"Kamu udah pernah ke sini Chik?" tanya Kayla.


"Pernah satu kali. Waktu kelas 4 SD deh kalo gak salah. Tapi waktu itu papaku cuman ngajak ke Fauna land sama Sea World. Ke Dufan sebentar doang, baru naik kora-kora aku udah teler. Hehehee.."


"Jadi ini pertama kalinya kamu naik kereta gantung?" tanya Kenzo.


"lya" Chika mengangguk.


"Seneng nggak?" tanya Kenzo lagi, Chika pun kembali mengangguk dengan senang.


"Abis ini kita ke Dufan kan?" tanya Chika semangat.


Kayla dan Alex saling melemparkan pandangan. Sebenarnya mereka tidak berniat untuk main wahana di Dufan, mengingat kondisi Chika yang sedang hamil. Karena wahana-wahana di sana kebanyakannya adalah yang menantang adrenalin.


"Hmm...emangnya kamu mau main apa ke Dufan?"


"Halilintar." jawab Chika langsung.


"Halilintar??" kaget Kayla, Alex, dan Kenzo serentak bermonolog.


"Loh kenapa Ken? Dulu pas kesini tuh aku pengen banget naik itu, tapi nggak sempet. Tahun lalu aku minta diajak kesini cuman buat naik itu, tapi nggak kesampaian juga sama papa." ujarnya merengek.


"Chika, buat sekarang gak bisa. Kamu lagi hamil, bahaya naik itu. Ntar aja ya kapan-kapan." bujuk Kenzo.


Chika terdiam murung. la hampir lupa bahwa dirinya tengah hamil, rasanya menyesal sekali tidak bisa naik halilintar kali ini, padahal ia ingin sekali mencoba wahana itu. Karena kehamilannya, ia jadi tidak bebas melakukan sesuatu.


"Hei, udah.. kita bisa main yang lain kan. Abis ini kita ke Pantai, oke?" bujuk Kenzo lagi sambil melirik Chika, Kayla, dan Alex, meminta persetujuan.


"lya. Kita ke pantai, trus makan siang. Kalian pasti udah laper kan." kata Alex.


Setelah keluar dari area Gondola, mereka menuju Ancol Beach City. Ya, Ancol Beach City adalah satu-satunya mall yang menyediakan berbagai wahana dan kegiatan bermain di pantai bagi para pengunjung. Tempat terbuka yang luasnya sekita 7.000 meter persegi dan pantainya yang berpasir putih itu menjadi destinasi terakhir yang mereka pilih.



Pukul 12.45 siang tentu saja rasa lapar terasa, apalagi setelah berjalan-jalan dan melakukan berbagai aktifitas. Setelah menikmati keindahan pantai, mereka beristirahat di dekat sana. Karena cuacanya cukup terik, mereka memilih tempat makan di dalam ruangan saja yang tentunya memiliki fasiltas AC full.


Saat sedang asyik-asyiknya menikmati makan siang, tiba-tiba Kenzo tersedak dan ia bergegas pergi dari tempat. Kayla, Alex, dan Chika tentu bingung melihatnya. Chika hendak beranjak untuk menyusul Kenzo tapi kemudian seseorang datang menyapa ke meja mereka.


"Hei kalian disini." sapa seorang gadis pirang ramah.


"Jess?" Sekarang Kayla mengerti kenapa Kenzo bergegas pergi.


"lya. Kita disini, mumpung libur. Ada apa?" timpal Alex.


"Berdua?" tanya Jessica sambil mengedarkan pandangannya, sampai ia menangkap sosok gadis berparas cantik dan imut, pipinya chubby dan matanya bulat, dia duduk di samping Kayla.


"Enggak." jawab Kayla.


"Oh iya, ini Chika temanku dari Bandung." lanjut Kayla memperkenalkan, Chika tersenyum pada Jessica.


Jessica ber'Oh malas, kemudian ia melirik satu kursi kosong yang di depannya tersaji makanan yang sepertinya sudah tersentuh. Kayla dan Alex saling melirik, sebentar lagi Jessica pasti bertanya.


"Kalian berempat? Sama siapa?"

__ADS_1


Tuh kan benar. Alex memutar bola matanya malas, dasar gadis kepo. Sedangkan Chika merasa canggung dan bingung, kenapa Kayla dan Alex terlihat seperti sedang menutupi sesuatu dari gadis di depan mereka ini.


"lya, sama.. pacarnya Chika." sahut Kayla sambil berpikir.


Jessica melirik Chika, lalu bertanya pada Kayla. "Bukan Kenzo kan?"


OMG! Kayla mati kutu, haruskah Jessica menyebut nama Kenzo di depan Chika. Bagaimana jika Chika penasaran dan bertanya macam-macam, semoga saja tidak.


Alex terkekeh, "Yakali! Kenzo kan pacar lu. Lagian elu ngapain disini?"


"Shoping dooong.." sahut Luna dan Erin yang baru muncul dari belakang Jessica.


Chika memperhatikan wajah Jessica dan kedua temannya, setelah Alex bilang Kenzo pacar Jessica. Alex tahu tidak seharusnya ia mengatakan itu di depan Chika, tapi jika tidak diberi pernyataan yang jelas maka Jessica akan terus bertanya dan curiga.


"Kay, Kenzo kemana? Apa ada masalah lagi, gue hubungin dia dari pagi gak bisa. Chat gue juga gak diread sama dia." kini mimik wajah Jessica mulai berubah.


"Emm... masa?" sahut Kayla bingung, membuat Jessica mendengus kesal.


"Kita gak tau. Udah ah, sana lu!" jawab Alex sewot.


"Dari pagi aku gak ada ngehubungin Kenzo Jess, dia juga nggak ngehubungin aku. Jadi aku gak tau sekarang dia dimana" jawab Kayla.


Kayla tidak bohong kan. la dan Kenzo memang tidak saling berhubungan lewat ponsel sejak pagi, dan saat ini Kayla juga tidak tahu Kenzo ada dimana. Karena barusan Kenzo pergi tanpa bilang, entah dia pergi ke toilet atau bersembunyi dimana, Kayla tidak tahu.


"Yaudah sih Jess, kan ada kita. Sejak elu sama Kenzo tuh kita ngerasa dicuekin mulu tau nggak. Lupain dulu cowok lu itu, kita have fun aja!" timpal Luna.


Akhirnya Jessica, Luna, dan Erin beringsut pergi dari hadapan mereka. Kayla mendengus lega.


"Maaf ya, Chik" ucap Alex karena merasa tidak enak setelah menyebut Kenzo adalah pacar Jessica, di depan Chika.


"Enggak papa. Jadi dia pacarnya Kenzo." sahut Chika yang masih memperhatikan Jessica dari belakang.


"Cantik banget. Pantesan Kenzo naksir" gumamnya dalam hati kemudian.


"Huuuffth...." Kenzo muncul dan kembali duduk di tempatnya. la menyengir melihat Chika yang menatapnya datar, sedangkan Kayla dan Alex sama-sama menatap kesal kearahnya.


"Sorry... gue pikir bakal gawat kalo Jessica liat gue."


"Lebih gawat lagi kalo kamu masih berhubungan sama Jessica" sahut Kayla kesal.


Kenzo langsung melirik Chika. "Dia nyari kamu, Ken" kata Chika, membuat Kenzo merasa tak enak.


... ___________________...


Chika membereskan barang-barangnya, memasukkan beberapa pakaian ke dalam koper kecil yang ia bawa dari Bandung. Setelah seharian menghabiskan waktu bersenang-senang bersama Kenzo, Kayla, dan juga Alex, Chika bersiap-siap untuk pulang ke Bandung besok. Chika senang berada di Jakarta, apalagi Kayla dan maminya memperlakukannya dengan baik selama ia berada disini. Mereka memperlakukan Chika layaknya keluarga, meski ia bukan perempuan baik-baik, dan membawa aib.


Hari ini juga Chika sangat senang, ia pernah bermimpi akan memiliki quality time dengan pria yang ia cintai, berlibur ke pantai, bermain pasir dan berenang bersama. Dan hari ini mimpinya itu terwujud.


"Makasih banyak ya, Kay!"


Kayla yang baru masuk ke kamarnya itu pun tersenyum. "Kamu nih makasih mulu Chik, gak perlu sungkan sama aku. Aku senang bisa ngehibur kamu dan liburan bareng kamu."


"Aku beruntung Kay, dikelilingi orang seperti kamu, Tante Nadia, dan juga cowok kamu itu. Kalian baik banget, aku gak akan pernah ngelupain kebaikan kalian."


"Kamu berlebihan Chik, kita cuman lakuin apa yang seharusnya, dan juga benar. Biasa aja kok."


"Kay, cara kalian memperlakukan aku, natap aku, dan ngomong sama aku, itu luar biasa buat cewek kayak aku. Kalo orang mungkin bakal ngehina aku karena aku bawa aib, tapi kalian enggak. Aku salut sama kalian, aku beruntung kenal sama kalian."


Kayla tersenyum, "Makasih Chik, kamu ngehargain kita setulus itu. Aku juga dapetin pelajaran berharga dari pengalaman dan pertemuan kita ini. Dan aku juga lega, Kenzo bakal didampingin sama cewek setulus kamu"


Chika merasa terharu, ia minder dengan sanjungan Kayla tapi ia juga senang Kayla menilainya seperti itu. Dan sekarang, Chika merasa bersalah karena harus memisahkan Kayla dengan Kenzo. Tapi sebesar apapun penyesalannya, ia tidak bisa mengulang waktu kembali. Seandainya bisa, Chika akan memilih melepaskan Kenzo selamanya meski sangat berat untuknya. Chika sudah mengikhlaskan Kenzo untuk Kayla, gadis yang Kenzo cintai.


Chika tidak pernah menyesal mengenal Kenzo sejauh ini, karena ia sangat mencintai Kenzo. Tapi ia tahu cinta Kenzo hanya untuk Kayla, dan ia masih cukup tahu diri untuk tidak egois. Karena itu ia bisa mengikhlaskan saat Kenzo memutuskan pergi darinya untuk mengejar cintanya. Namun ternyata takdir membuatnya dekat kembali dengan Kenzo, dan membuat Kenzo jauh dari cintanya.


... ....


... ....


... ....


... ....

__ADS_1


... Bersambung...


__ADS_2