Miss Kissable & Mr Strawberry

Miss Kissable & Mr Strawberry
Tasyakuran Ulang Tahun


__ADS_3

Sore ini setelah menyelesaikan ujian di hari terakhir, Alex stand by di cafe shop miliknya. la mulai jenuh setelah duduk selama satu jam hanya melihat-lihat saja. Tadinya ia dan teman-temannya akan nongkrong bersama, tapi mendadak pacar Bima dan Vicky minta ditemani jalan-jalan sore, sedangkan Sandi ada acara keluarga. Alex sempat berniat mengajak Kayla jalan-jalan atau hanya sekedar makan dan mengobrol, tapi Kayla lebih memilih berkumpul bersama Nia dan teman-temannya yang lain, termasuk Adit.


Ah, Adit. Alex mulai merasa terusik dengan siswa kutu buku itu. Terlebih lagi Kayla sangat akrab dengannya. Ya.. Alex tahu, mereka memang teman, dan mungkin Kayla juga hanya menganggapnya sebagai teman tidak lebih. Tapi jika mereka terus berdekatan, dan Adit terus memberi perhatian pada Kayla, Alex harus khawatir kan. Adit berpotensi tinggi menjadi saingannya dalam menaklukkan hati Kayla, karena meskipun tampangnya biasa saja menurut Alex, tapi dia siswa yang pintar, baik dan multitalenta. Gadis sederhana seperti Kayla bisa saja menjatuhkan hati pada pria seperti itu, Kayla tidak melihat pria dari wajah atau ketampanannya, tapi dari sifat dan sikap baiknya.


"Hhhh....." Alex menghela nafas panjang.


"Bete' amat sih!" gerutunya sendiri.


Pandangannya lalu tertarik pada seorang barista cafe nya yang berjalan keluar cafe dan mengambil kendaraan, sepertinya dia akan pergi. Alex merasa penasaran, ia pun menyusulnya.


"Mau kemana, Bang?"


"Eh Mas Alex, saya mau ke supermarket depan, Mas! Mau beli gula, susu sama bahan lainnya." jawabnya sambil turun dari motor dan berdiri di depan Alex, sopan.


"Persediaan di dalam udah abis?" tanya Alex.


"Hampir, Mas" sahutnya.


"Kok bisa? Sales langganan kita emang gak datang kemarin?"


"Sakit dia Mas, jadi kemarin libur."


"Oh.. kalo gitu biar gue aja yang beli." kata Alex.


"Maaf Mas?" bingung barista itu.


"Biar gue yang beli gula sama susu nya, Bang"


"Ah saya jadi nggak enak." ujarnya sungkan.


"Ck, ah santai aja. Lagian gue lagi gabut nih, sekalian juga ada yang mau gue beli ke supermarket."


"Baik, Mas!" jawabnya akhirnya.


"Gue pinjam motornya!"


"lya. Ini kuncinya." katanya sambil menyerahkan kunci motornya dan juga helm yang sejak tadi dipegangnya.


Alex pun menaiki motor dan mengenakan helm, "Apa aja tadi yang mau dibeli? Ada catatannya?"


"Oh, ini Mas!" la menyodorkan selembar kertas kecil pada Alex.


"Ini uangnya!" tambahnya seraya menyodorkan tiga lembar uang seratus ribuan.


Alex terkekeh, "Yang bos gue apa elu sih?"


"Eh?" bingungnya terkejut.


"Duit gue ada!" ujar Alex lagi sebelum menyalakan mesin motornya.


Barista itu pun menyengir malu, dan Alex berangkat menuju supermarket.


... ....


... ....


... ....


Alex mendorong troli nya sambil melihat-lihat bahan makanan yang berjejer. la menaikkan alisnya dan tersenyum senang ketika pandangannya menangkap sosok yang dikenalnya. Alex pun menghampiri sosok itu.


"Tante Nadia!" sapa nya, kemudian meraih tangan Nadia dan menciumnya.


"Eh Alex!" balas Nadia senang.


Nadia, mami Kayla melirik troli Alex yang berisi beberapa bahan makanan. "Belanja juga?"


"lya nih Tante, buat bahan persediaan di cafe." jawab Alex.


"Tante belanja apa?" tanya Alex.


"Ini!" tunjuk Nadia pada keranjang yang ditentengnya.


Alex melihat isi keranjang Nadia. Belanjaannya tidak banyak dan bukan bahan-bahan berat, jadi Nadia tidak menggunakan troli, hanya keranjang tenteng saja. Alex mengernyit tanya melihat balon dan beberapa pernak-pernik ulang tahun lainnya di dalam keranjang belanjaan Nadia.


"Eh siapa yang ulang tahun, Tante?"


"Lily" sahut Nadia singkat.


"Lily ulang tahun?" ulang Alex semangat, yang diangguki oleh Nadia.


Alex tersenyum lebar, "Ya ampun.. kok Lily gak bilang sih kalo dia ulang tahun, untung aja aku ketemu Tante. Kapan ulang tahunnya, Tante?"


Nadia tertawa kecil, "Ulang tahunnya besok. Lily emang suka lupa sama ulang tahunnya sendiri, tapi dia selalu ingat loh ulang tahun maminya. Lily juga sebenarnya nggak biasa ulang tahunnya dirayain rame-rame, cuman Tante aja yang suka ngasih surprise. Biasanya Tante juga cuman undang teman terdekat dia, sama keluarga aja"


Alex mengangguk-angguk mengerti. "Kalo gitu, boleh dong Tante saya bantuin bikin Surprise buat Lily?"


"Emm.. boleh!" sahut Nadia senang.


"Tapi besok malam, Al. Apa kamu gak repot?"


"Ya enggak lah Tante, saya malah senang"


Nadia pun mengangguk. Akhirnya Alex ikut Nadia memilih pernak-pernik lainnya untuk perlengkapan membuat kejutan ulang tahun Kayla.

__ADS_1


... ________________...


Alex bertelentang di kasurnya dengan kedua tangan yang ia lipat di belakang kepala. la tersenyum-senyum sendiri sambil memikirkan kejutan yang akan ia berikan pada Kayla nanti.


Kemudian pikirannya berkelana jauh, sampai ke masa pertama kali ia bertemu dengan Kayla. Bagaimana hatinya bergejolak, pikirannya terpaku dan jantungnya berdetak kencang saat ia pertama kali melihat senyuman indah dari bibir kissable itu. Lalu saat-saat dimana ia selalu merindukan gadis misterius yang disebutnya sebagai Miss Kissable, saat-saat ia mulai memahami sesuatu yang baru dirasakan oleh hatinya. Sesuatu yang ia yakini sebagai rasa cinta.


Lalu pikirannya pun berkelana ke satu malam ketika ia kembali dipertemukan dengan Miss Kissable nya. Malam itu adalah ulang tahunnya, pertemuan dengan Miss Kissable menjadi kado ulang tahun terindah dalam hidupnya. Pertemuan yang ia kira sebagai pertemuan kedua, namun nyatanya sebelum malam itu mereka berdua telah sering bertemu tanpa ia sadari.


Tanpa ia sadari, ia melakukan hal terburuk dalam hidupnya, hal yang begitu membuatnya merasa bersalah. Karena sifat dan sikap buruknya, ia menyakiti gadis yang ia sukai, menyiksa gadis yang ia rindukan. Jika mengingat tentang pengalaman kelamnya itu, tidak akan habis rasa sesal di dadanya.


Lalu pikirannya berkelana ke tempat dimana ia menghabiskan waktu seharian berdua bersama Kayla. Terjebak di tengah hutan, merasakan lapar dan sakit, mengalami kehidupan susah selama satu hari. Itu sungguh pengalaman yang pahit tapi sangat berarti untuk mereka berdua.


Lalu Alex teringat saat dimana ia mengalami rasa kecewa, juga mengecewakan orang-orang tersayangnya. Di saat ia terpuruk, kemudian saat ia bangkit dengan rangkulan dan genggaman tangan Kayla.


Semua tentang Kayla, begitu berarti bagi hidup Alex. Pengaruh kehadirannya dalam hidup Alex, juga dalam hatinya, sangatlah besar. Alex berjanji pada dirinya sendiri, bahwa ia tidak akan melepaskan gadis yang begitu berharga itu. Gadis yang membuatnya merasa nyaman ketika berada di dekatnya, dan merasa bahagia ketika memikirkannya dikala jauh. Gadis yang membuat Alex merasa beruntung mengenalnya, dan membuat Alex begitu ingin memilikinya.


Alex menghela nafas panjang. la kemudian bangun dari rebahnya, dan menyandarkan punggungnya di kepala ranjang. la mulai memikirkan sesuatu yang lebih serius, sesuatu yang mungkin bisa menjadi sebuah masalah, tapi bisa juga menjadi sebuah solusi. Ini tentang dirinya dan Kayla, tentang sebuah pertimbangan dan pilihan, tentang sebuah hubungan, dan tentang masa depan. la sudah pernah memikirkan hal ini sebelumnya, tapi sekarang ia lebih serius memikirkannya.


... __________________...


Nadia, mami Kayla mulai mempersiapkan surprise birthday untuk putri kesayangannya. Tentu Nadia melakukannya tanpa sepengetahuan Kayla. Nadia mengundang Nia, Adit dan adiknya Annisa. Dan meminta mereka untuk mengalihkan perhatian Kayla, dengan mengajak Kayla jalan-jalan, dan melakukan sesuatu yang membuatnya sibuk.


Alex datang ke rumah Kayla pukul 18.00 sore. Tasyakuran kecil-kecilan yang Nadia adakan akan dimulai pukul 20.30 malam, tapi Alex datang lebih awal untuk membantu Nadia mempersiapkan segalanya. Mulai dari memasang dekorasi sampai membantu menghias kue ulang tahun.


Alex juga meminta izin pada Nadia untuk mengundang ketiga temannya di acara tasyakuran ulang tahun Kayla, dan Nadia mengizinkannya.


... ....


... ....


... ....


Setelah puas jalan-jalan dan main berbagai wahana di mall, Kayla, Nia, Adit, dan Annisa pun memutuskan untuk pulang. Pukul 20.12 malam, mereka pulang pergi menggunakan mobil ayah Nia.


"Langsung ke rumah kamu aja ya, Kay!" ujar Nia.


"Oh oke" Kayla menghela nafas panjang, "Thank you so much yah.. semuanya!" Kayla melirik teman-temannya satu persatu.


"Seneng banget bisa kayak gini sama kalian" ucap Kayla lagi


"Sama-sama Kay, kita juga seneng banget." sahut Nia.


Adit dan Annisa saling melirik sambil tersenyum.


"Eh, itu apa aja sih Nis? Kok banyak amat." tanya Kayla, penasaran melihat paper bag belanjaan Annisa.


"Eh ini.." Annisa gelagapan, ia melirik Adit dan Nia bergantian, berharap salah satu dari mereka menyelamatkannya dari pertanyaan Kayla yang tidak bisa ia jawab.


"Ini.. Annisa beli sebagian perlengkapan sekolah, buat tahun depan." sahut Adit asal.


Annisa pun ikut tertawa, cengar-cengir gugup. Nia dan Adit lega, Kayla tidak boleh sampai tahu bahwa mereka ke mall tadi bukan hanya bermain wahana saja, tapi juga membeli kado ulang tahun untuknya.


Mereka mengantar Kayla sampai ke rumahnya, kemudian mereka langsung pamit pulang.


"Enggak mampir dulu?" tawar Kayla.


"Oh nggak usah Kay, makasih! Lain kali aja." tolak Adit.


"Oke. Sekali lagi terima kasih ya.. Nia, Adit, Annisa!"


"lya" sahut mereka bertiga seraya tertawa renyah.


"Assalamu'alaikum Kay."


"Wa'alaikum salam."


Setelah mobil Nia melaju meninggalkan rumahnya, Kayla berbalik hendak masuk ke rumahnya. Tapi tiba-tiba..


"Aaaw..!" jerit Kayla reflek.


Sebelum Kayla sampai ke terasnya, ia terpeleset di halaman. Entah sejak kapan ada genangan lumpur di halaman rumahnya, ia merasa janggal karena tanah di halaman rumahnya tidak pernah sebecek ini meskipun diguyur hujan lebat. Dan ini, Kayla rasa tidak ada hujan tadi.


Tak mau pusing memikirkan hal yang tidak penting itu, Kayla pun bangun. la memandangi pakaiannya yang basah 70% akibat jatuh ke lumpur.


"Huuft..."


Kayla harus mandi sekarang juga. la masuk ke rumah dan mengucapkan salam, tapi tidak ada yang menjawab. Kayla pun celingak-celinguk sambil memanggil mami, tapi tak ada sahutan.


"Harusnya mami kan ada di rumah. Kemana ya, nggak biasanya." gumam Kayla sendiri.


Kayla kemudian menengok ke kamar mami, ternyata mami ada di sana. Bergemul dengan selimut yang menutupi seluruh tubuhnya kecuali kepala.


"Tumben mami udah tidur jam segini"


Kayla pun beringsut ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Tidak ada yang janggal selain mami yang tidur lebih cepat dari biasanya.


Beberapa menit kemudian, Kayla keluar dari kamar mandi dengan piyama tidurnya dan handuk yang melilit di kepalanya. la kemudian keluar dari kamar dan menuju dapur untuk makan malam. Karena tadi sepulang dari mall Nia buru-buru, dan tidak sempat mengajak teman-temannya untuk makan.


Kayla mengernyit bingung tatkala membuka tudung saji yang ternyata kosong. Tidak ada satu makanan pun, bahkan bekasnya juga tidak ada. Kayla mulai cemas mengingat mami yang sudah tidur. la berpikir, mungkinkah mami sakit?


Kayla bergegas masuk ke kamar mami, tapi mami malah tidak ada di sana. Kayla pun memanggil-manggil mami, dan berkeliling rumah mencarinya.


Langkah Kayla terhenti saat mendengar suara berisik dari belakang rumah. la diam mendengarkan dengan seksama, benarkah suara berisik itu berasal dari belakang rumahnya? Apa mami ada di sana? Tapi apa yang mami lakukan di belakang rumah malam-malam?

__ADS_1


Rasa penasaran dan cemas akan maminya pun membawa Kayla menuju halaman belakang rumahnya. Saat Kayla mendekat ke pintu belakang, tidak ada lagi terdengar suara berisik seperti tadi. Kali ini hening. la semakin bingung, tanpa pikir panjang lagi Kayla membuka pintu. Dan..


"Happy birthday.. Kayla..!"


Betapa terkejutnya Kayla melihat bukan hanya mami yang berada di sana, tapi banyak orang. Kayla menatap takjub pada mereka semua, juga pada pemandangan indah yang memanjakan matanya. Selain mami, di sana ada Om Iwan sekeluarga, dan teman-temannya juga.


Mami menyodorkan sebuah kue brownis cokelat ke hadapan Kayla, dengan lilin berbentuk angka 17 yang menyala diatasnya. Dan mereka semua menunggu Kayla meniup lilinnya.


"Happy sweet seventeen, Lily sayang..." ucap mami haru. "Semoga Lily tambah dewasa, panjang umur, selalu sehat, bahagia, dan disayang sama Allah" lanjut mami.


Kayla pun terharu, matanya mulai berkaca-kaca. "Buruan tiup lilinnya, ntar keburu ditiup angin duluan loh..!" celetuk Riana, membuat Kayla mendengus senyum dan mengangguk.


"Terima kasih mami sayang, terima kasih semuanya! Semoga kalian semua juga bahagia dan disayang sama Allah.."


"Aamiin..." sahut mereka serentak.


Dan Kayla pun meniup lilinnya, disambut tepuk tangan meriah dari para hadirin yang berbahagia.


Mami bersama Riana membawa Kayla ke kamar untuk mengenakan gaun ulang tahunnya. Tidak afdhol kan merayakan ulang tahun pakai piyama tidur dan kepala yang dililit handuk. Hehe...


Kayla yang digandeng mami di sebelah kanannya dan Riana di sebelah kirinya, keluar dari rumah menuju lokasi acara tasyakuran yang merupakan halaman belakang rumahnya itu, disambut tepuk tangan lagi oleh para hadirin. Mereka terpukau dengan penampilan Kayla yang terlihat begitu berseri dan cantik. Kayla memakai gaun panjang setengah betis, yang berwarna baby violet dengan lengan seperempat. Bros mewah menghiasi sebagian kepala bagian kanannya, dengan rambut panjangnya yang digerai dan ditata kesamping kiri. Kali ini Kayla tidak memakai kacamatanya, tapi kembali memakai softlens yang menyebalkan.


Degg


Melihat penampilan Kayla yang berbeda dan nampak luar biasa, membuat jantung Adit berdetak berkali-kali lipat lebih kencang dari biasanya, matanya bahkan tak bisa berkedip dan mulutnya sedikit terbuka tanpa ia sadari.


Setelah Kayla duduk bersama para undangan dadakan maminya, mami meminta Om lwan memimpin do'a sebagai pembukaan acara.


Kayla sangat bersyukur, ia dikelilingi oleh orang-orang yang menyayanginya dan mami tercintanya selalu berada disisinya.


Setelah pembacaan do'a syukur dan doa selamat atas peringatan ulang tahun Kayla, tibalah saat-saat penyerahan kado.


Mami memberi Kayla sebuah kado, yang isinya adalah sebuah jam tangan. Itu bukan barang yang baru, tapi itu adalah jam tangan kesayangan Kayla yang dulu rusak. Ternyata mami memperbaikinya dan sekarang mami memberikannya lagi pada Kayla sebagai hadiah ulang tahun.


"Hmm... Mami.. i love you...!" Kayla terharu, ia memeluk mami dan menikmati pelukan itu sepenuh hati.


Kemudian Om Iwan dan Tante Vina memberikan kado untuk Kayla, dan kemudian Riana sepupunya. Disusul oleh Nia dan Annisa.


"Selamat ulang tahun ya Kay..!" ucap Nia seraya memeluk Kayla bahagia.


"Nia.. ya ampun makasih banget!"


Annisa pun melakukan hal yang sama, "Eh jangan-jangan.. tadi itu kalian beli kado ya di mall?" selidik Kayla, membuat Nia, Annisa dan Adit tertawa renyah.


"lya. Sorry ya Kay, kadonya dadakan. Tante Nadia sih ngasih tau kita nya dadakan." ujar Nia, membuat mami Kayla terkekeh.


"Nggak papa banget ih. Aku justru makasih banget loh sama kalian, mau-maunya direpotin sama mami aku" sahut Kayla, membuat mami pura-pura cemberut.


"Happy sweet seventeen Kay!" ucap Adit seraya memberikan sebuket bunga pada Kayla.


Kayla terpukau, belum lagi di tangan Adit yang lainnya ada sebuah hadiah dengan bingkai bungkusannya yang transparan, menampakkan isi di dalamnya yang membuat Kayla takjub.


"Ya Allah.. Dit, kamu..." Kayla menerima bunganya dan masih memandangi hadiah yang dipegang Adit.


"Makasih Dit." ucapnya senang.


Kayla sempat termenung memandangi hadiah Adit, isi di dalam bingkai hadiah itu adalah sebuah boneka Teddy Bear berwarna baby violet dengan sebuah tanda hati di perut Teddy Bear itu. Mengingatkan Kayla akan sosok seseorang, Kayla lalu melirik mami yang ternyata sejak tadi juga memperhatikannya. Mami tersenyum manis sekali.


"Semoga kamu suka ya!" ucap Adit.


"Suka banget Dit. Mami aku juga suka, iya kan Mi?"


"Gue curiga, apa yang lu pikirin Kay, kok tadi sempet-sempetnya elu ngelamun pas liatin boneka itu?" celetuk Riana menyindir.


"Ih ya ampun Kak Riana.. tau aja!" Kayla dan Riana tertawa, sedangkan Adit sang pemberi hadiah bingung.


"Makasih Dit." Boneka itu pun beralih ke tangan Kayla.


"Dulu di Bandung aku juga punya boneka yang mirip ini, makanya tadi aku sempet keinget gitu. Sorry ya!"


"Oh, gak papa Kay. Aku senang kalo kamu suka." Kayla mengangguk. "Orang bilang..kalo perasaan kita lagi gelisah atau pikiran kita lagi ruwet, nyentuh benda yang lembut bisa bikin kita lebih rileks"


Kayla menatap kagum saat Adit mengatakan itu, ia tertegun karena kembali teringat pada satu sosok yang sebelumnya ia ingat saat melihat boneka Teddy Bear.


"Selamat ulang tahun, Miss Kissable nya Alex!"


Kini giliran Bima, Sandi, dan Vicky yang mengucapkan selamat dan memberi kado. Mendengar ucapan mereka, mami Kayla mengernyit tak mengerti. Kayla mendengus, Nia dan Adit pun tersenyum saling melirik, sedangkan Riana celingak-celinguk.


"Hei, Alex nya mana?" tanya Kayla, mewakili Riana juga.


"Ehem.. akhirnya dicariin juga."


Itu suara Alex. Mereka semua pun menoleh ke belakang, dan Kayla menatap lurus ke depan. Muncullah sosok Alex yang datang dengan membawa sesuatu yang tidak biasa.


"Woww...!"


Tepuk tangan meriah menyambut Alex dan sesuatu yang dibawanya. Kayla terpukau takjub sampai menutup mulutnya.


... ....


... ....


... ....

__ADS_1


... ....


... Bersambung...


__ADS_2