Miss Kissable & Mr Strawberry

Miss Kissable & Mr Strawberry
Tetap Menunggu


__ADS_3

Nadia-mami Kayla, menilik jam tangannya, pukul 22.55. Para pelayan restoran sudah selesai membersihkan dan membereskan tempat makan sejak tadi. Sebagian diantara mereka juga sudah mengganti seragam kerjanya dengan pakaian biasa mereka, dan bersiap untuk pulang. Bahkan sebagian pelayan lainnya sudah pulang.


Nadia juga sebenarnya sudah mulai mengantuk, tapi anak gadisnya itu belum juga keluar dari taman yang katanya tempat pertemuannya dengan Alex.


Nadia lihat, beberapa pelayan sedang berbincang-bincang di dekat meja resepsionis sambil meliriknya beberapa kali. Nadia mengerti, restoran sudah tutup dan mereka semua akan segera pulang, tapi Nadia terlihat masih betah di tempat duduknya.


Tidak lama kemudian salah seorang dari mereka menghampirinya. Sebelum pelayan itu sempat menyapanya, Nadia lebih dulu berkata, "Saya masih boleh disini kan, sampai anak saya keluar."


"Maaf Mbak?" bingung si pelayan.


"Itu!" Nadia menunjuk ke arah pintu taman. "Cewek yang di dalam sana sama Alex, itu anak saya. Saya lagi nungguin dia."


"Oh... silahkan kalau begitu Mbak! Permisi."


"Terima kasih." ucap Nadia sebelum pelayan itu beranjak.


Nadia kembali melirik ke arah pintu taman, tapi belum juga ada tanda-tanda anak gadisnya akan keluar dari sana.


"Lily lama banget sih, ngapain aja dia sama Alex?" gumamnya sendiri.


"Apa aku samperin aja ya? Ini udah malam banget." gumamnya lagi, kemudian beranjak berjalan menuju taman.


Ketika sampai di depan pintu taman, Nadia menghentikan langkahnya. Mengintip ke dalam sana dari pintunya yang terbuat dari kaca tebal yang transparan. Dari sana, Nadia bisa melihat sebagian isi taman yang sangat indah, dengan lampu kelap-kelip yang mengelilingi taman itu. Di tengah tamania melihat Kayla dan Alex sedang duduk berhadapan diantara sebuah meja bundar.


Sejujurnya Nadia merasa sedikit risih dengan pemandangan yang ia lihat. Suasana taman itu dan dua sejoli yang duduk disana terlihat romantis, tapi.. gadis itu putrinya, karena itulah Nadia merasa tidak nyaman.


"Mereka ngomongin apa sih, kok sampe berjam-jam gini?" gumam Nadia.


Nadia masih berdiri di depan pintu yang tertutup itu sambil memperhatikan Kayla dan Alex dengan seksama.


... ....


... ....


... ....


"Tadi kamu bilang apa Miss Kissable?"


Kayla menyembunyikan ketegangannya, "Emangnya aku bilang apa?" tanya Kayla pura-pura bingung.


"Kamu bilang.. kamu tau semua tentang aku?"


"Oh, iya. Semua tentang kamu yang aku dengar di pesta kamu minggu lalu, orang-orang kan pada ngomongin kamu" dalih Kayla.


"Ah, itu ternyata." Alex menghela nafas lega sambil menghempaskan punggungnya ke sandaran kursi.


Berarti tidak ada yang perlu Alex cemaskan. Di pesta itu kan Alex tidak mengundang satupun teman sekolahnya, bahkan ketiga teman setianya Bima, Sandi dan Vicky. Jadi, apapun yang didengar Miss Kissable tentangnya dipesta itu, tidak akan jadi masalah untuknya, pikir Alex.


"Emangnya kamu pikir apa?"


"Aku pikir kamu tau semuanya, ya aku heran dong kamu tau dari mana. Aku jadi takut ada stalker yang ngasih tau semuanya ke kamu."


"Stalker?" Kayla tertawa mendengarnya. "Emm... menarik juga ya kalo ada stalker yang bisa ngasih tau aku semua tentang kamu." kata Kayla sambil pura-pura membayangkan.


"Jangan dong Miss Kissable, kamu bikin aku parno aja ah."


"Kenapa sih kok sewot?" Kayla tertawa kecil, "Emangnya kamu pikir aku beneran mau mata-matain kamu? Ya enggak lah! Semua orang kan punya privasi, gak bener lah kalo aku mata-matain kamu. Walaupun aku penasaran sama kamu."


"Penasaran apa?"


"Kamu kalo di sekolah kayak gimana ya? Secara, aku masih gak percaya kalo kamu gak pernah pacaran."


Alex terkekeh, "Kenapa gak percaya?"


"Kamu ganteng, kaya, dan... pinter juga keliatannya. Pasti banyak cewek yang suka sama kamu"


Alex mengangguk dan mendengus senyum, "Tapi aku gak suka."


"Gak suka?"


"Ya kan aku sukanya cuman sama kamu"


"Ih ya ampun Kayla, ngapain sih kamu ngebahas ini?! Kan dia jadi gombal lagi, geli dengernya." gerutu Kayla dalam hati.


"Kenapa aku?"


Alex mengedikkan bahunya, "Itu pilihan hati aku. Dan aku bersyukur hati aku milih kamu"


"Kenapa sih Alex ngomong kayak gini lagi?! Enggak, aku gak boleh sampe terpengaruh!" batin Kayla.


"Kamu sendiri kenapa gak pernah pacaran? Gak mungkin gak ada yang naksir sama cewek secantik kamu."


"Karena aku emang gak mau pacaran."


"Kenapa?"


"Menurut aku, pacaran itu cuman main-main. Buang-buang waktu, buang-buang uang, sama buang-buang perasaan. Ntar kalo ujung-ujungnya putus, sakit hati. Rugi banyak kan!"


Alex tertawa mendengarnya. "Jadi intinya kamu takut sakit hati?"


"Bukan takut, Mr Strawberry. Tapi, gak mau! Gak mau pacaran, gak mau sakit hati dan gak mau rugi." Alex tertawa lagi.


"Apa yang lucu sih, orang aku serius kok."


"Sorry sorry..!"


"Mr Strawberry, jadi kamu udah tau kan alasan aku? Mendingan kamu gak usah nunggu aku. Kalo kamu suka sama cewek lain, atau salah satu cewek di sekolah kamu juga gak papa kok, daripada kamu nunggu aku yang gak jelas"


Alex mendengus senyum seraya melipat tangannya di atas meja dan menatap Kayla dengan seksama. "Miss Kissable, aku bakal tetap nunggu kamu, aku setia. Ini pilihan aku"


"Sampai kapan?"


"Sampai kamu siap."


"Gimana kalo selama kamu nunggu aku, ternyata kamu jatuh cinta sama cewek lain?"


"Itu gak bakalan terjadi."


Kayla melipat tangannya di atas meja dan menatap Alex, seperti yang Alex lakukan. "Gimana.. kalo aku yang jatuh cinta sama cowok lain?"

__ADS_1


Alex sempat terdiam sebelum menjawab, "Kamu jatuh cinta sama siapa pun nantinya, itu hak kamu, dan itu pilihan hati kamu kan. Aku bisa apa. Tapi selagi aku punya kesempatan, aku bakal terus berusaha supaya kamu jatuh cintanya sama aku"


Degg


"Perasaan apa ini?" batin Kayla.


Kayla menatap Alex bingung, sepertinya Alex tidak terganggu dengan pertanyaan Kayla tadi, sehingga dia bisa menjawabnya dengan tenang dan tanpa paksaan. Bahkan ekspresi wajahnya tidak berubah, tatapannya juga. Kayla tidak mendengar nada berat, kemarahan ataupun putus asa dari suaranya. Kata-katanya yang ia lontarkan pun tidak ada paksaan dan tekanan.


"Dia bisa ngomong gitu? Dia gak kesal aku nanya kayak gitu, dan dia juga gak maksa aku buat milih dia? Aku pikir dia seenggaknya bakal nekan aku buat suka sama dia atau gak ngebiarin aku suka sama orang lain" gumam Kayla dalam hati.


"Siapa yang bisa percaya dia ini Alex? Alex yang berkuasa di sekolah, yang suka memperlakukan orang semaunya, dan suka maksain apa yang dia mau? Sekarang bisa ngeluarin kata-kata seloyal ini?!"


Kayla lag-lagi dibuat heran dengan sikap Alex, juga kata-katanya yang tidak pernah terbayangkan oleh Kayla. Alex bahkan masih saja mengatakan... akan tetap menunggu nya, meski dia sudah tahu bahwa Miss Kissable tidak mau berpacaran. Perasaan macam apa yang sebenarnya Alex miliki untuk Miss Kissable?


Derrrtt.... Derrrtt...


Suara ponsel Kayla membuyarkan pikiran mereka masing-masing. Kayla segera merogoh ke dalam tas kecilnya dan mengambil ponselnya.


"Mami?" gumam Kayla saat melihat namamami yang tertera di layar ponselnya.


la langsung teringat kalau mami sedang menunggunya. Apa Kayla terlalu lama sampai mami menelponnya? Kayla reflek menoleh ke arah pintu sembari menggeser tombol hijau di layar ponselnya. la terkesiap saat matanya melihat ke arah pintu, mami sudah berdiri di sana.


"Mami?" seru Kayla saat telpon mereka sudah tersambung.


"Sayang, ini udah jam sebelas. Mami udah ngantuk nih.." rengek mami sambil menatap Kayla dari jauh.


Kayla kaget saat mami mengatakan sudah jam sebelas, ia reflek menoleh ke arah Alex sehingga Alex menaikkan dagunya tanda tanya.


"Ya ampun Mi, maaf ya." ucap Kayla lirihsambil kembali menatap mami.


Alex yang memperhatikan tatapan mata Kayla lantas menoleh ke arah sejurus, dan Alex pun terkesiap saat melihat seseorang yang berdiri di depan pintu. "Maminya Miss Kissable?!" gumam Alex pelan.


"Lily sebentar lagi kok. Ya Mi?"


"Oke deh.. Mami tungguin." sahut mami kemudian mematikan sambungan telponnya dan berjalan menjauhi pintu.


"Miss Kissable, mami kamu ada disini? Mami kamu pasti khawatir karena ini udah malam, makanya nyusul kamu kesini"


"Enggak. Aku kesini emang sama mami"


"Hah?"


"lya, sorry ya..!"


"Ya ampun Miss Kissable, kenapa gak bilang sih kalo kamu kesini sama mami kamu? Jadi dari tadi mami kamu nungguin?"


Kayla mengangguk seraya tersenyum kikuk. Alex mendesah dan menyandarkan punggungnya di kursi.


"Sebenarnya Mami aku tuh gak pernah ngizinin aku keluar malam, tapi pas tau aku udah janji sama kamu.. Mami mau nemenin aku keluar."


"Kenapa gak bilang dari tadi sih, kan aku jadi gak enak sama mami kamu."


Kayla menaikkan alisnya heran, "Kamu gak marah?"


Alex menatapnya bingung.


"Aku pikir kamu gak akan suka kalo aku kesini sama Mami, jadi aku gak bilang. Mami juga gak mau ganggu kok."


"Hah?"


"lya, biar aku yang nganterin kamu pulang." Kayla jadi terkekeh geli mendengarnya.


"Yaudah, kita samperin Mami kamu yuk!" kata Alex seraya berdiri.


"Mr Strawberry, serius kamu gak marah?" tanya Kayla yang juga ikut berdiri.


"Ck, heran deh. Kenapa sih kamu mikirnya aku marah terus?" sewot Alex.


Keduanya pun keluar dari taman dan menghampiri mami Kayla yang sedang duduk di salah satu tempat makan. Saat menyadari anak gadisnya datang, mami berdiri.


"Maaf ya tante, saya gak tau tante disini nungguin."


"Gak papa, gak perlu minta maaf. Tante gak ganggu obrolan kalian kan?"


"Oh enggak tante. Kita..." Alex melirik Kayla sebelum melanjutkan kata-katanya


"..udah selesai kok."


Kayla menaikkan alisnya lalu tersenyum.


"Lily, kalo siang mami gak akan komplen, ini malam udah larut lagi. Mami ngantuk, kalian ngomongin apa aja sih kok lama banget?"


Alex lantas menilik ke jam tangannya dan terkekeh geli. "Maaf tante, saya gak nyadar kalo udah jam sebelas lewat. Salahin aja dia! Kalo dia dateng jam tujuh, pasti sekarang baru jam sembilan. Kalo saya tau tante disini, saya pasti gak akan bikin tante nunggu. Saya kan bisa anterin anak tante pulang."


Kayla menyelis protes ke Alex. "Kok aku yang salah?"


"lya!" Kayla melongo, karena Maminya dan Alex menjawab bersamaan dengan kalimat yang sama.


"Yaudah, pulang yuk!"


Alex dan Kayla saling melirik dan kemudian mengangguk. Mami berjalan keluar lebih dulu untuk mengambil motor, Kayla dan Alex pun menyusul keluar.


"Aku tunggu minggu depan ya!" ujar Alex sembari keduanya berjalan.


"Hm?" Oh, iya Kayla hampir lupa lagi tentang minggu depan nya.


"Emm... apa kita bisa ketemu sebelum minggu depan? Besok, atau lusa misalnya. Kenapa harus nunggu seminggu lagi sih?"


Kayla tertawa kecil, "Gak bisa Mr Strawberry, aku ada ujian minggu ini, kamu juga kan? Jadi untuk seminggu kedepan, kita fokus ujian aja."


"Oke deh. Kamu fokus ya, semangat ujiannya, jangan mikirin aku terus!"


"Ih, apaan sih. Kamu kali yang mikirin aku terus."


"Emang. Aku gak bisa berhenti mikirin kamu, gimana dong?


Kayla menggeleng malas, "Jangan salahin aku ya kalo nilai ujian kamu jelek gara-gara mikirin aku terus!" sungut Kayla membuat Alex tertawa.


Mami sudah siap dan duduk di atas motor yang menyala, Kayla pun mengambil helm dan naik.

__ADS_1


"See you, nak Alex!" seru mami agak memekik ditengah suara mesin motornya.


"See you tante! See you Miss Kissable!"


Mami mengernyit mendengar ucapan Alex tadi, tapi tidak mendengarnya dengan jelas karena terganggu dengan suara mesin motornya. Sebelum mami sempat bertanya, Alex bicara lagi.


"Sampai jumpa minggu depan!"


"Eh, apa maksudnya minggu depan? Mau ketemuan kayak gini lagi?" tanya mami memprotes.


"Enggak Mi." Alex menatap Kayla dengan tanda tanya, "Enggak malam kok, tapi siang, hari Minggu."


"Owh.." Alex dan mami ber Oh ria.


"Yaudah nak Alex, Assalamu alaikum..!"


"Waalaikum salam.." sahut Alex seraya melambaikan tangan.


Kayla hanya menanggapinya dengan senyuman.


... ________________...


Hari senin tiba.


Seluruh siswa dan siswi disibukkan dengan ulangan selama seminggu. Begitu juga dengan Alex dan Kayla.


Saat Alex melihat lembaran soal ujiannya di hari pertama, ia langsung teringat Miss Kissable.


"Emm... *apa kita bisa ketemu sebelum minggu depan? Besok, atau lusa misalnya. Kenapa harus nunggu seminggu lagi sih?"


Kayla tertawa kecil, "Gak bisa Mr Strawberry, aku ada ujian minggu ini, kamu juga kan? Jadi untuk seminggu kedepan, kita fokus ujian aja*."


Alex tersenyum mengingat itu.


Di kelas yang berbeda tapi di sekolah yang sama, Kayla juga fokus dalam mengerjakan soal ujiannya.


Selama tiga hari pertama, sepanjang hari-hari ujian, Kayla hanya disibukkan dengan belajar. Namun dihari berikutnya, ada sesuatu yang membuat fokus Kayla terbagi.


Alex dan teman-temannya kembali membuat onar. Mungkin mereka merasa bosan atau hampa hari-hari mereka dijalani tanpa mengganggu dan membully orang. Kayla kesal sekali melihatnya. Kayla pikir Alex sudah berubah, mengingat kebaikannya yang menolong Kayla kala itu, juga sikapnya yang berbeda saat pertemuan mereka malam minggu itu.


Ini hari terakhir ulangan. Kayla, Nia, Adit dan beberapa teman sekelas lainnya duduk di taman sekolah sambil membaca buku pelajaran.


"Heran deh, dimasa-masa ujian gini masih aja ngebully orang. Gak ada absennya!" gerutu Kayla sambil membalik halaman bukunya.


"Mereka emang gitu, Kay. Lagian mereka semua kan pinter, jadi kalo ujian gini doang kecil buat mereka" sahut Nia.


"Nganggep remeh gitu? Heh, kalo nilai ujiannya jelek baru tau rasa!"


Nia tertawa kecil mendengarnya, "Belum pernah denger sih nilai ujian mereka jelek."


"Ih.. kok gak adil banget ya kedengarannya? Apa kabar anak-anak yang dibully, mereka udah berusaha, belajar, supaya dapet nilai bagus, tapi malah digangguin. Nah si pengganggu yang gak tau sikon itu malah dapet nilai bagus dengan enteng?!" gerutu Kayla lagi saking kesalnya.


Adit menggeleng seraya mendengus senyum melihat tingkah Kayla. "Udah lah Kay, ngapain sih mikirin mereka? Fokus aja sama ujian, ntar malah nilai kamu yang jelek gara-gara mikirin yang gak penting itu."


"Aku tuh gedeg banget Dit.. Kesel banget tau nggak!"


Kayla lalu teringat sesuatu dan tersenyum kearah Adit. "Dit, tau gak?"


"Apa Kay?" Nia pun ikut menoleh ke arah Kayla karena penasaran.


"Aku udah tau salah satu rahasia Alex."


"Rahasia?" monolog Nia dan Adit, membuat teman-teman lain di sekitar mereka menoleh ke arah mereka.


"Sssstt... jangan kenceng-kenceng."


"Rahasia apa Kay?" tanya Adit.


"Aku gak bisa ngasih tau kalian sekarang sih rahasianya apa."


Nia dan Adit yang sebelumnya mencondongkan kepalanya karena mendengar rahasia, sekarang mendesah lesu dan kembali ke posisi duduk mereka.


"Apaan sih Kay, kamu bikin penasaran aja." gerutu Nia.


"Rahasia Alex apa sih Kay? Kamu keliatannya senang gitu?" Adit semakin penasaran.


"Rahasia yang bisa aku pake buat ngelawan dia."


"Hah?" bingung Adit dan Nia.


"lya, gak ada satu orang pun yang tau rahasia ini kecuali aku. Dan itu bisa aku jadiin senjata buat ngelawan dia!"


"Serius Kay?" tanya Nia yang masih melongo. Kayla mengangguk bangga.


"Kamu udah tau kelemahan Alex?" tanya Adit.


Kayla ingat ia pernah mengatakan pada Adit, kalau ia bisa mengetahui tentang kelemahan Alex maka akan mudah bagi Kayla untuk melawan kesombongan Alex.Tapi saat itu yang Kayla belum mengetahui kelemahan Alex.


"Ya... bisa dibilang gitu lah." sahut Kayla, membuat Adit tersenyum.


"Kalo gitu, selamat Kay! Ini pencapaian yang bagus, aku dukung kamu 100%" ucap Adit semangat, sementara Nia masih melongo.


"Aku gak ngerti. Rahasia apa, kelemahan Alex apa? Pencapaian kamu apa lagi Kay?"


"Nia, kan aku pernah bilang kalo aku bakal tetap ngelawan Alex, sampai perubahan terjadi. Walaupun aku tau, Alex bukan lawan yang seimbang buat aku. Nah sekarang aku udah punya sesuatu, yang ngebuat aku bisa jadi lawan yang seimbang buat Alex! Aku udah punya senjata buat ngelawan dia!"


Nia terperangah takjub, dan beberapa teman yang juga penasaran sejak tadi pun ikut terperangah karena mereka mendengar kata-kata Kayla tadi. Kayla jadi was-was, banyak yang mendengar ia mengatakan itu. Jangan sampai hal ini tersebar ke seluruh sekolah! Atau masalah baru akan menimpa Kayla.


Tapi jikapun masalah baru menimpa Kayla gara-gara kata-katanya tadi, tidak apa-apa. Kayla tidak cemas lagi, karena ia sudah memiliki kartu As Alex, yang bisa jadikan senjata untuk melindunginya, dan bisa ia gunakan untuk menghadapi masalahnya nanti.


"Apa itu Kay? Senjata apa?"


"Kita liat aja nanti!"


... ....


... ....


... ....

__ADS_1


... ....


... Bersambung...


__ADS_2