Miss Kissable & Mr Strawberry

Miss Kissable & Mr Strawberry
Merasa Tidak Dihargai


__ADS_3

"ALEX!" bentak Kayla seraya menampar pipi Alex, membuat Alex reflek mundur dan melepaskan tangannya dari Kayla.


Wajahnya tertoleh ke kanan, ia memegang pipinya yang terasa panas. Apa yang terjadi, ia ditampar oleh Miss Kissable? Kayla menatap tangannya sendiri yang gemetar setelah menampar Alex.


"Cukup Al! Aku udah berusaha ngelupain apa yang kamu lakuin ke aku sebelumnya, aku udah maafin kamu. Aku percaya sama kamu, dan aku ngehargain kamu, tapi apa ini?"


"Jangan bikin aku nyesal karena udah percaya sama kamu, Al!" lirih Kayla.


Alex masih mematung, ia bahkan tidak mengedip sama sekali.


"Waktu kamu bilang kamu cinta sama aku, aku percaya. Walaupun aku gak nerima kamu, kamu tetap ngehargain aku. Aku senang AI, aku senang bisa kenal kamu. Kamu Alex ataupun Mr Strawberry, aku senang kenal sama kamu."


Alex menelan salivanya berat, ia lalu mencoba melirik Kayla. Tapi ia malu dan akhirnya kembali menunduk.


"Kalo kamu percaya, kenapa kamu minta aku jauhin kamu?" tanya Alex lirih.


"Aku udah bilang berkali-kali, kenapa kamu masih minta aku lupain kamu?" ulangnya.


"Kalo alasannya karena kamu bukan milik aku, aku akan bikin kamu jadi milik aku!" gumamnya semakin pelan.


"Dan kamu pikir dengan nyium aku, bisa bikin aku jadi milik kamu? Sekarang kamu bikin aku ragu Al, sebenarnya kamu beneran cinta sama aku apa enggak sih?" kesal Kayla.


"Maafin aku.. tapi kenapa kamu mikir begitu?" kata Alex.


"Kenapa kamu manggil aku Miss Kissable?"


"Kenapa nanya itu lagi?"


"Karena kamu sebenarnya bukan cinta sama aku kan? Kamu cuman tertarik sama bibir aku, kamu cuman terobsesi liat bibir aku. lya kan? Aku masih ingat cara kamu natap aku waktu kita pertama ketemu."


Alex geram mendengarnya, bagaimana bisa Kayla beranggapan seperti itu?! Dia mempertanyakan keseriusan Alex setelah dia bilang mempercayainya? Apa itu karena kekecewaannya, apa dia pikir Alex tidak kecewa mendengarnya mengatakan itu?


Alex mengeraskan rahangnya, "Kalo iya kenapa?" tanyanya geram. Sungguh, Alex benci kata-kata itu keluar dari mulutnya.


"Kalo gitu kamu udah dapetin apa yang kamu mau. Kamu udah pernah nyium aku. Sekarang apa lagi yang kamu mau? Gak ada kan, kalo gitu jauhin aku!"


Kayla berbalik setelah mengatakan itu, dan Alex melotot tajam mendengarnya.


"Bisa-bisanya lu ngomong kayak gitu?! Elu gak percaya sama gue kan, heh?" bentak Alex.


Alex menarik tangan Kayla kasar sampai Kayla kembali berbalik dan hampir menabrak tubuh Alex. Alex memegang kedua bahu Kayla dan menatapnya tajam, membuat Kayla sedih. Sudah lama Alex tidak menunjukkan sisi kejamnya itu pada Kayla, Kayla jadi kembali teringat saat dulu Alex memperlakukannya dengan kasar.


"Pliss.. jangan tunjukin sifat buruk kamu lagi sama siapapun. Aku gak bisa liat Mr Strawberry ku berbuat kasar ataupun nyakitin orang. Kamu bisa lampiasin kemarahan kamu ke aku, kamu bisa perlakuin aku seburuk yang kamu suka. Tapi jangan orang lain!" lirih Kayla, membuat Alex terdiam.


Raut wajah Alex yang semula tegang kini perlahan berubah lirih.


"Aku gak mau kamu dianggap jahat lagi, Al. Kamu Mr Strawberry yang baik dan lembut, kamu punya kasih sayang dan tulus. Aku mau kamu berubah jadi lebih baik." lanjut Kayla dalam hati.


"Pliss jangan nangis, Miss Kissable.." Alex menyentuh wajah Kayla dan menghapus air matanya, Kayla yang tersadar akan perlakuan Alex lantas memalingkan wajahnya dan menghapus air matanya sendiri.


"Aku bisa jadi Mr Strawberry buat kamu, tapi nggak buat orang lain. Aku juga nggak bohong soal perasaan aku, aku yakin sama hati aku. Aku cuman nggak mau kehilangan kamu, meskipun aku bukan siapa-siapa buat kamu." lirih Alex.


"Maafin aku Al! Aku mungkin egois, atau mungkin gak mentingin perasaan kamu,tapi aku pengen sifat baik Mr Strawberry kamu tunjukin ke semua orang juga. Bukan cuman aku Al, semua orang pasti pengen yang terbaik buat kamu, kamu orang yang berpengaruh. Aku pengen pengaruh baik yang kamu kasih ke orang-orang, bukan pengaruh buruk."


"Aku pengen kamu jadi diri kamu sendiri, Al!" lanjut Kayla serius.


"Miss Kissable, ini aku. Ini diri aku sendiri, aku selalu jadi diri aku sendiri."


"Bukan AI, ini bukan kamu yang sebenarnya."


"Trus, Mr Strawberry gitu?" Alex mulai emosi lagi.


Kayla mengangguk, membuat Alex berdecak kesal sambil mengusap wajahnya kasar.


"Kenapa Mr Strawberry lebih penting, kenapa juga kamu peduliin semua orang, selain aku? Kamu pengen aku berubah, aku gak bisa! Ini diriku, Miss Kissable." sungut Alex.


"Kalo gitu lupain aku adalah Miss Kissable" kata Kayla datar.


"Apa maksud kamu?"


"Aku sebenarnya gak mau maksa kamu buat berubah, tapi aku gak bisa lagi liat kamu merlakuin orang seburuk yang kamu lakuin ke aku, atau Bu Feli tadi. Jadi Al, aku mutusin buat gak akan ngomong sama kamu lagi, sebelum kamu berubah!" ucap Kayla serius.


"Enggak Miss Kissable, jangan lakuin ini!"


"Stop Al, nggak ada lagi Miss Kissable! Miss Kissable cuman buat Mr Strawberry." kata Kayla tegas.


Dada Alex rasanya sesak, ia tidak bisa membiarkan Miss Kissable meninggalkannya. Kenapa Kayla tidak bisa menerima dirinya yang seperti ini? Ia tidak bisa berubah!


"Kamu butuh waktu Al, kamu harus sadar kalo ini bukan diri kamu yang sebenarnya. Kamu adalah anak yang baik, penyayang dan penurut kayak yang papa kamu bilang, kamu yang sebenarnya adalah yang kamu tunjukin ke aku sebagai Mr Strawberry. Itu kamu, dan yang ini.. kamu cuman masih terjebak dalam luka masa lalu yang bikin kamu jadi kayak gini sekarang. Kamu butuh waktu buat mirikin cara gimana kamu bisa keluar dari jurang luka itu." gumam Kayla dalam hati.


Kayla beranjak, meninggalkan Alex yang terdiam mematutkan wajahnya dengan tatapan kosong. Saat menyadari langkah Kayla semakin menjauh, Alex menyusulnya dan mencoba menghentikannya lagi.


"Miss Kissable, jangan tinggalin aku!"


Kayla mengabaikannya dan terus melangkah, "Mr Strawberry butuh kamu, Miss Kissable."


"Tapi kamu gak butuh aku." sahut Kayla tanpa menoleh ataupun menghentikan langkahnya.


"Aku mohon.. jangan lakuin ini ke aku! Aku cinta sama kamu." ucap Alex bergetar, dengan langkahnya yang semakin memburu.


Alex mengimbangi langkah Kayla dan berjalan sambil memandangnya. Alex memandangnya lirih dengan dada yang bergemuruh, seolah ini adalah pertemuan terakhir mereka.


"Plis..." pintanya lembut.


"Cukup Al! Kamu cinta sama aku kan?" Alex mengangguk cepat.


"Kalo gitu jauhin aku!" Alex menggeleng cepat.


Kayla menghentikan langkahnya, ia menatap Alex sinis, "Kamu udah ngecewain aku Al, dan sekarang kamu gangguin aku terus, aku udah gak mau berurusan sama kamu lagi! Kamu pikirin diri kamu sendiri, apa yang kamu mau, apa yang kamu suka, apa yang bener dan apa yang enggak. AKU GAK PEDULI!"


Duaaaaarr......


Alex terbelalak tak percaya, ia mematung seketika. Dan Miss Kissable nya benar-benar pergi meninggalkannya.


.......


.......


.......


Beberapa waktu sebelumnya.


"Alex mana?" tanya Vicky pada Bima dan Sandi.


"Eh, mana ya? Gue pikir masih disini"' ujar Bima.


Setelah mereka menjahili Bu Feli tadi, mereka terlalu terbawa situasi dan tak henti-hentinya tertawa, sampai mereka tidak menyadari kalau Alex tidak ada bersama mereka.


"Cari yuk!" ajak Sandi.

__ADS_1


Merekapun mencari Alex, berjalan-jalan menyusuri sekolah. Sampai mereka lewat di depan Perpustakaan sekolah, mereka mendengar pembicaraan dua orang yang berdiri di dekat pintu ruang perpustakaan, dua orang itu menyebut nama Alex.


"Apa? Alex bawa Kayla?" tanya Adit.


"lya, aku takut Dit kalo Kayla diapa-apain sama Alex." rengek Nia cemas.


"Dia bawa Kayla kemana?"


"Ke arah sana sih, gak tau pastinya kemana." Nia menunjuk ke arah timur.


"Kita susulin!" ujar Adit final.


Bima, Sandi, dan Vicky yang mendengar pembicaraan itu pun memutuskan untuk mengikuti Nia dan Adit. Mereka berjalan menuju belakang sekolah, dan saat sudah sampai di belakang sekolah, Nia dan Adit tidak terlihat lagi.


"Mana mereka?" gumam Sandi sambil celingak-celinguk.


"San!" Bima mencolek bahu Sandi, membuat Sandi menoleh padanya.


Bima menatap lurus ke depan, Sandi dan Vicky pun akhirnya mengikuti arah pandangan Bima.


"Eh itu dia si Alex!" ujar Vicky.


"Dia kesini tumben gak ngajak kita" imbuh Bima.


"Sialan Alex, dia bawa si cupu ke markas bro!" kesal Sandi setelah melihat dengan seksama.


"Apa? Ada apa sih sama Alex?!" heran Vicky geram.


Bima hendak beranjak untuk menghampiri Alex tapi dihentikan Vicky. "Ntar dulu Bim, kita liat dulu!"


"Nguping maksud lu? Ngapain, samperin aja langsung." ujar Bima.


"Ngapain dia, apa coba maksudnya masukin orang lain ke markas kita?!" kesal Sandi.


"Dari kemarin gue udah curiga kalo ada yang gak beres sama Alex, makanya gue bilang kita liat dulu. Kita cari tau apa maksud dia ngelakuin ini, selama ini kita sepakat kan gak akan pernah biarin siapapun masuk ke markas kita, tapi apa yang dia lakuin? Jelas ini ada yang aneh." ujar Vicky.


Ketiganya pun memutuskan untuk memperhatikan Alex dan Kayla dari jauh dulu sebelum mereka menghampirinya. Mereka ingin mencari tahu sendiri ada apa sebenarnya dengan Alex.


"Gue malah mikirnya Alex emang gak beres dari waktu camping bulan lalu, Vick!" ujar Bima.


"Kalo dipikir-pikir.. omongan Jessica waktu itu ada benernya gak sih." ujar Sandi.


"Ssstt.. dengerin!" kata Vicky pelan.


"Maaf Al, aku terlalu ikut campur urusan kamu. Sebaiknya kita jaga jarak aja, kamu jangan deketin aku lagi, dan aku gak akan campurin masalah kamu"


"Hah? Apaan tuh maksudnya?" Komentar Bima. Sandi dan Vicky pun ikut berpikir, mereka belum mengerti persoalan yang dibicarakan Kayla dan Alex.


"Jangan Miss Kissable, aku gak mau kehilangan kamu!"


"What?? Miss Kissable?" sergah Sandi kaget.


Begitupun dengan Bima dan Vicky, mereka sama-sama tak percaya dengan apa yang mereka dengar.


"Bro, Alex manggil Kayla Miss Kissable? Gue salah denger kan?!" kata Vicky.


"Gila! Gue gak percaya itu Alex yang ngomong?" gerutu Bima.


"Gue juga gak percaya. Denger gak sih, itu Alex ngomong sama si cupu pake aku-kamu?!" timpal Sandi.


"Masa' sih Miss Kissable itu Kayla? Mustahil banget kan Alex suka sama dia?" ujar Bima.


Kenapa dia berbohong, kenapa dia tidak memberi tahu Bima, Sandi, dan Vicky tentang siapa sebenarnya gadis yang dia sukai?! Padahal sebelumnya Alex menceritakan banyak hal tentang gadis yang ia sukai itu pada mereka. Dia selalu meminta pendapat teman-temannya, dia berdiskusi dan memikirkan yang terbaik bersama mereka tentang kisah asmaranya yang baru pertama kali dialaminya itu. Tapi ternyata... dia menyembunyikan hal sebesar ini dari mereka? Mereka sakit hati mengetahui fakta ini, secara diam-diam seperti ini, mereka merasa tidak dihargai sebagai teman. Mereka sangat menyayangkan Alex bisa melakukan ini pada mereka, ingin sekali mereka memarahinya sekarang.


"Sekarang gue ngerti. Jadi Alex nyembunyiin Miss Kissable dari kita, itu karena dia gak mau kita tau kalo dia suka sama si cupu!" kesal Vicky.


"****!! Kenapa lu Al?" Bima menatap sinis kearah Alex.


"Gak waras si Alex, bisa-bisanya dia suka sama si cupu, dan dia bohongin kita bro?" gerutu Sandi tak kalah kesalnya.


"Gak bisa dibiarin nih!" Bima beranjak, ia tidak sabar lagi ingin memarahi Alex dan mempertanyakan perbuatannya itu.


"Bim, tenang dulu! Biarin mereka selesain masalah mereka dulu" ujar Vicky menahannya.


"Tenang gimana Vick, emang lu terima gitu aja Alex lakuin ini ke kita? Dia-.."


"Ssstt.. eh eh, liat! Alex mau ngapain tuh?!" ujar Sandi, membuat Bima dan Vicky kembali memfokuskan perhatiannya pada Alex dan Kayla.


Mereka melihat Alex memegang wajah Kayla dan akan menciumnya, tentu saja itu membuat Bima, Sandi, dan Vicky terbelalak. Tapi detik berikutnya, mereka lebih dibuat kaget karena tiba-tiba Kayla menampar Alex dan membentaknya.


"ALEX!"


Plakk


Hening.


Bima, Sandi, dan Vicky lantas mengumpat geram melihat itu.


"Sialan! Alex cuman diem lagi digituin sama si cupu!" kesal Bima.


Mereka kembali memperhatikan Alex dan Kayla. Mereka bertiga semakin emosi melihat Alex hanya diam diperlakukan seperti itu oleh Kayla.


"Aku udah bilang berkali-kali, kenapa kamu masih minta aku lupain kamu?"


"Kalo alasannya karena kamu bukan milik aku, aku akan bikin kamu jadi milik aku!"


"Ck, gila apa lu Al? Bisa-bisanya lu ngomong gitu ke Kayla?!" sungut Sandi.


"Serius itu Alex? Gue gak percaya, ilfil banget gue dengernya". ujar Bima.


Vicky menggeleng-geleng tak percaya, "Fix dia bukan Alex kita!" geramnya.


Setelahnya mereka melihat Alex mengiba pada Kayla, memohon-mohon agar Kayla memaafkannya dan tidak meninggalkannya. Tentu pemandangan itu membuat mereka berang, mereka merasa harga diri mereka terlukai oleh perlakuan Alex yang merendahkan dirinya di depan Kayla.


"Nyesel gue pernah bilang ke Alex, gak papa dia bucin sama Miss Kissable! Kalo gue tau kayak gini faktanya, udah gue minta dia tinggalin cewek gak tau diri itu dari dulu!" gerutu Bima.


"Ck, kok bisa sih Alex gak punya muka amat gini?! Liat Bim, San, apa pernah kalian mikir dia bisa melas gitu sama cewek?!"


"Kelewatan! Bego! Sebego-begonya gue, gue gak bakal nunduk di depan cewek. Alex bener-bener gak waras!" umpat Sandi kesal.


"Pliss jangan nangis, Miss Kissable.."


"Ck, semanis itu Alex sama Kayla?!" ujar Vicky jengkel saat melihat Alex menyentuh wajah Kayla dan menghapus air matanya. Bima dan Sandi menatap muak pada Alex.


"Aku bisa jadi Mr Strawberry buat kamu, tapi gak buat orang lain."


"Eh, apa, apa? Mr Strawberry?" heran Vicky.


"lya dia bilang Mr Strawberry, gue gak salah dengar kan ini?!" timpal Sandi.

__ADS_1


"Mr Strawberry?" ulang Bima bermonolog, "Gue pernah denger itu dimana ya..?" gumamnya sambil mengingat-ingat.


(Flashback On)


Setelah selesai makan siang bersama dirumah Alex, mereka mengajak Alex untuk berjalan-jalan sore. Alex tentu setuju, toh selama ia sakit ia tidak pernah keluar rumah. Dan hari ini ketiga temannya mengajaknya berjalan-jalan, dengan menaiki mobil Bima.


Sembari menunggu Alex bersiap-siap, Bima, Sandi, dan Vicky berbincang-bincang diruang tamu. Melihat ponsel Alex tergeletak menganggur di meja, niat usil Sandi muncul.


"Bro!" serunya pada Bima dan Vicky, membuat kedua temannya itu melirik ke arah pandangan Sandi.


"Miss Kissable." ujarnya hati-hati sambil melirik ke kanan dan ke belakang, kalau-kalau Alex datang.


"Maksud lu kita kepoin chattingan nya Alex sama Miss Kissable?" tanya Vicky.


"Pas banget, kita kan udah penasaran banget sama Miss Kissable nya Alex. Gimana kalo langsung ngomong aja?" usul Bima.


"Ngomong? Maksud lu kita nelponin Miss Kissable?" tanya Vicky memastikan.


"lya. Gimana?" ujar Bima.


"Setuju, mumpung Alex belum datang." sahut Sandi.


Akhirnya mereka mengambil ponsel Alex dan melakukan panggilan pada kontak Miss Kissable, Sandi yang memegang ponselnya sedangkan Bima dan Vicky mendekatkan kepalanya menjangkau pandangan ke ponsel.


"Tersambung!" kata Sandi pelan.


"Kita jangan ngomong dulu ya sebelum dia yang ngomong!" usul Vicky.


"Oke." sahut Bima dan Sandi serentak.


Miss Kissable pun mengangkat teleponnya. Bima, Sandi, dan Vicky diam bersiap menyimak suara dari seberang telepon. Sambil memperhatikan angka durasi yang terus bertambah di layar ponsel, mereka saling melirik karena tidak terdengar suara apapun dari telepon yang sudah terhubung itu.


"Halo, Al?"


Akhirnya mereka mendengar suara, "ltu dia Miss Kissable." bisik Sandi.


"Trus apa nih? Jawab gak?" tanya Sandi.


"Tau ah, emang lu mau ngomong apa? Kan elu yang ngajak nelpon." sahut Vicky juga berbisik.


"Tanyain apa kek? Nama dia, perasaan dia, atau..


Ucapan Bima terhenti saat mendengar suara lagi dari telepon.


"Mr Strawberry?"


"Apa katanya?" tanya Vicky.


"Mr Strawberry. Siapa tuh?" sahut Sandi.


"Ah masa? Emangnya siapa Mr Strawberry? tanya Bima bingung.


"Lu yakin ini Miss Kissable?" tanya Vicky.


"lya lah! Tuh liat kontaknya, Miss Kissable kan?" kata Sandi.


"Tapi kenapa dia manggil Mr Strawberry?" tanya Vicky lagi.


Mereka bertiga mengernyit bingung.


"Apa jangan-jangan yang dia panggil Mr Strawberry itu... Alex??" tebak Bima, membuat Sandi dan Vicky terkesiap.


"Ah ngaco lu! Masa' Alex Mr Strawberry?!" sergah Sandi.


"Eh eh, teleponnya putus, dimatiin nih!" ujar Sandi saat melihat layar ponselnya. Bima menoleh ke belakang, dan ia terkesiap melihat Alex berjalan ke arah mereka.


"Sst..stt... Alex tuh!" bisik Bima, membuat mereka kembali ke posisi duduk masing-masing dan Sandi buru-buru meletakkan ponsel Alex kembali.


(Flashback Off)


"Ya, pas kita kepoin Miss Kissable waktu itu..inget gak?" ujar Bima.


"lya bener! Wah parah, jadi Mr Strawberry itu panggilan Alex?" sahut Vicky.


Sandi terkekeh, "Ih Mr Strawberry? Apaan, ilfil banget gue dengernya:"


"Cukup Al. Kamu cinta sama aku kan?"


"Kalo gitu, jauhin aku!"


"Liat! Sekejam itu Kayla sama dia, tetap aja dia diem. Udah sinting ya si Alex?!" geram Bima.


Setelahnya mereka melihat Kayla pergi meninggalkan Alex, sedangkan Alex terdiam murung beberapa saat sebelum dia beranjak duduk di markas, sambil mengusap wajahnya frustasi.


"Bagus! Cewek sialan itu udah pergi, gue udah gak sabar buat nonjok Alex!" kata Bima lagi.


Merekapun beranjak menghampiri Alex. Awalnya Alex tidak menyadari kedatangan mereka karena ia menutup wajahnya dan menunduk, kemudian ia mengangkat kepalanya dan terkesiap melihat ketiga temannya berdiri di depannya.


Di tengah kekalutannya, tiba-tiba Bima, Sandi dan Vicky muncul di depan Alex. Mereka bertiga kompak memasang ekspresi wajah yang sinis dengan kedua tangan masing-masing disilangkan di depan dada.


"K..kalian?" kikuk Alex.


Mereka diam, membuat perasaan Alex semakin tidak tenang. "Kalian disini?"


"Kenapa kalo kita disini, ini kan markas kita juga." sahut Vicky ketus.


Alex menelan salivanya, ia menyimpulkan kemungkinan terbesarnya ketiga temannya ini melihat ia bersama Kayla disini beberapa menit yang lalu.


"Apa-apan lu Al?!" ketus Bima.


Sandi terkekeh sadis, "Akting lu luar biasa!" sindirnya.


"Maksud lu?" Alex memprotes, ia berdiri dari duduknya.


Bima, Sandi dan Vicky tertawa mendengar pertanyaan Alex yang terdengar menggelikan bagi mereka.


"Gak usah pura-pura bego AI, kita udah tau semuanya!" ujar Vicky.


Alex membulatkan matanya, jadi dugaannya benar. Dan sekarang.. ketiga temannya sudah tahu tentang Miss Kissable? Mereka sudah tahu juga Alex menyembunyikannya dari mereka, juga tentang Mr Strawberry? Tidak! Alex tidak mau mereka mengetahuinya dengan cara seperti ini, dan juga sekarang. Alex belum siap!


Tapi sudah terlambat, sekarang mereka sudah tahu, dan mereka nampaknya marah. Alex hanya bisa menghela nafas berat sekarang. Bagaimana ia menjelaskannya kepada ketiga temannya ini?


.......


.......


.......


.......

__ADS_1


...Bersambung...


__ADS_2