Miss Kissable & Mr Strawberry

Miss Kissable & Mr Strawberry
Pembullyan Lagi


__ADS_3

Alex terdiam bingung dan cemas, setelah Kayla menunjukkan kekesalannya Kayla pun diam. Setelahnya Kayla sadar kalau ia berlebihan, ia seharusnya tidak membantah Alex atau merajuk padanya kan. la pun mencoba melupakan kekesalannya.


"Udahlah, Iupain aja" ucapnya datar seraya mengambil tasnya yang berada di belakang Alex.


Alex pun beranjak dari duduknya dan menghentikan Kayla yang akan pergi.


"Tunggu Miss Kissable!"


"Pliss jangan marah."


"Aku gak marah, Al" ujar Kayla datar tanpa melihat Alex.


"Miss Kissable, ayolah.. aku minta maaf deh."


"Aku gak marah Al, kamu gak perlu minta maaf!"


"Kalo gak marah, liat aku!"


Kayla menghela nafasnya kemudian mendongak, menatap wajah Alex yang mengiba. "Aku gak marah. Lagian aku bukan siapa-siapa yang berhak marahin kamu" ucapnya tenang.


"Enggak Miss Kissable, kamu berhak marahin aku, kamu berhak ngungkapin kekesalan kamu ataupun bikin aku jadi kayak apa yang kamu mau. Aku kasih hak itu buat kamu, karena kamu itu cewek yang spesial buat aku, aku cinta sama kamu."


"Stop bilang cinta AI! Aku gak berhak buat itu semua, dan aku gak bisa balas cinta kamu." Kayla mengalihkan pandangannya dan berlalu dari hadapan Alex.


Tapi Alex tak tinggal diam, ia menyusul Kayla dan berdiri di depannya agar Kayla menghentikan langkahnya.


"Aku gak minta kamu balas cinta aku sekarang, aku cuman gak mau kamu jauhin aku, Miss Kissable."


Kayla diam. "Aku minta maaf.." lirih Alex.


"Sebenarnya apa yang kamu mau dari aku, AI? Aku udah nolak kamu tapi kamu tetep deketin aku."


Alex menghela nafas lega, "Kapan kamu nolak aku? Aku gak ngerasa pernah ditolak" ujar Alex seraya tersenyum tipis.


"Apa kata-kata aku tadi gak cukup sebagai penolakan? Aku juga udah bilang kan kalo aku gak mau pacaran, dan kamu jangan nunggu aku lagi. Apa itu juga bukan penolakan buat kamu?"


Alex menggeleng, "Kamu cuman belum nerima aku" ucapnya, membuat Kayla mengernyit bingung.


"Emangnya kamu keberatan ya aku deketin kamu, kamu ngerasa keganggu?"


"Bukan gitu Al, tapi aku gak bisa liat kamu ngebully orang lagi. Kalo aku deket sama kamu, aku ngerasa berhak buat negur kamu dan ngelarang kamu, kalo kamu ngelakuin hal yang gak bener. Tapi aku juga gak berhak buat ngatur kamu kan? Aku tau kamu bukan tipe orang yang mudah nurut, aku gak mau bikin kamu marah dan nambah masalah."


Alex mendengus senyum, "Kamu seperhatian itu sama aku?"


Kayla pun mendengus, "Aku minta maaf Al." lirihnya.


"Seharusnya aku bersyukur kan, aku punya kamu yang perhatian sama aku. Aku gak masalah Miss Kissable, kamu bisa negur aku, marahin aku, atau apapun. Tapi jangan jauhin aku"


"Al, aku tau ngebully orang ataupun bikin orang malu itu kebiasaan kamu sama teman-teman kamu, tapi aku gak bisa terus-terusan diam liat kalian nyakitin orang. Sejauh ini aku nentang kamu, cuman buat itu Al, aku pengen liat perubahan. Aku pengen liat kamu berubah" Iirih Kayla.


Alex terdiam. Apa kata Kayla, berubah?Bagaimana Alex bisa berubah, selama ini satu sekolah mengenalnya sebagai The ruler of school yang disegani dan ditakuti. Yang dingin dan tak kenal ampun apalagi rasa peduli. Cukup kejadian-kejadian sebelumnya yang telah mengusik harga diri Alex, Alex tidak bisa membiarkan pamornya turun dan harga dirinya rusak lagi. Gengsinya terlalu besar untuk bisa merubah kebiasaannya dan juga sikapnya di depan semua orang.


Tapi.. apa jika dia tetap seperti ini Miss Kissable tidak mau menerimanya? Apa Miss Kissable hanya akan menerima pria baik seperti Mr Strawberry saja? Apa Alex akan kehilangan Miss Kissable jika ia tidak berubah?


Alex mendengus tawa, membuat Kayla heran. Pantas saja ketiga temannya itu mengejeknya, mereka bilang Alex terlalu bodoh karena masih mengharapkan gadis yang tidak mau menerimanya. Bahkan Alex rela menunggu entah sampai kapan untuk cintanya itu. Bodoh.


Tapi ia tidak mau kehilangan Miss Kissable, meskipun setelah tahu Miss Kissable tidak menerimanya. Berubah itu tidak mudah, dan Alex pun enggan untuk berubah. Saat ini ia belum punya niat untuk berubah, ia cukup puas menjadi dirinya sendiri, meskipun bukan orang baik tapi ia tidak munafik.


"Al, Maaf kalo kata-kata aku nyinggung kamu, ngobrolnya kita lanjutin nanti ya! Aku harus pulang sekarang, aku gak mau ketinggalan angkot" ujar Kayla kemudian berlalu.


... _______________...


Keesokan harinya di sekolah, Alex dan ketiga temannya kembali mengatur rencana untuk menjahili Bu Felisha. Seusai jam pelajaran pertama, mereka beraksi.


Bu Feli masih duduk di kelas, memeriksa hasil latihan para murid. Karena terlalu fokus, Bu Feli sampai tidak memperhatikan sejak kapan pintu kelasnya tertutup. la sadar saat sudah selesai dengan pekerjaannya dan hendak keluar kelas. Bu Feli beranjak dari duduknya, sambil membawa tumpukan kertas hasil latihan para murid di tangannya, ia berjalan menuju pintu. Ketika ia menarik gagang pintu, terasa berat padahal tidak dikunci. la mencobanya lagi dan berhasil membuka pintu.


Tapi tiba-tiba saja saat pintu sudah terbuka lebar, sesuatu menimpanya dari atas.


Byuuuur


Seember air yang tergantung di atas pintu tumpah membasahi seluruh pakaiannya, bahkan kertas latihan muridnya juga. la menjerit kecil karena kaget, dan para siswa nakal di depannya menertawakannya. Mereka saling ber tos ria atas kemenangan mereka


"Kalian...?" kesal Bu Feli.


"Bu, ibu tambah cantik aja basah-basahan gini." goda Bima.


"Apa yang kalian lakuin? Liat, kertas latihannya rusak semua!" kata Bu Feli seraya menunjuk kertas-kertas yang sudah basah berserakan di dekat kakinya.


"Liat kok Bu, itu kan punya ibu. Kenapa nanya ke kita?" sahut Alex meledek.


Bu Feli mengeleng-geleng lesu. Ternyata benar kata Pak Bayu dan Bu Fitri, empat siswa ini bukan hanya jahil tapi mereka benar-benar keterlaluan. Mereka tidak menghormati guru sama sekali, Bu Feli heran apa yang mereka harapkan dengan sekolah jika begini? Setidaknya anak-anak nakal yang ia temui di sekolah sebelumnya masih bisa menghargai guru mereka, tapi siswa-siswa di depannya ini..


"Emang gak ada obat ya!" gerutu Bu Feli dalam hati.


Kemarin Bu Feli mengeluh pada Pak Bayu dan Bu Fitri yang merupakan sesama guru, yang terdekat dengannya. Setelah dijahili oleh keempat siswa ini Bu Feli mengeluhkan mereka, tapi Pak Bayu dan Bu Fitri sepakat menyuruh Bu Feli hanya bersabar menghadapi mereka. Pak Bayu dan Bu Fitri juga menjelaskan banyak kejadian dan kasus yang terjadi di sekolah gara-gara ulah keempat siswa ini. Bu Feli terperangah saat mengetahui Alex yang ia kagumi ketampanannya itu, yang merupakan putra tunggal Pak William Businessman tersohor itu, ternyata dia adalah dalang semua keresahan di sekolah ini.


Kelakuan mereka berempat sangat buruk menurut Bu Feli. Sayang sekali, padahal mereka punya ketampanan yang dikagumi banyak gadis, juga kepintaran yang sebenarnya patut diacungi jempol, tapi kelakuan mereka malah memperburuk image mereka sendiri.


"Ini ulah kalian kan? Kalo gitu beresin ini semua!" ucap Bu Feli tegas seraya menunjuk kertas-kertasnya yang berserakan.


Bu Feli salah jika menganggap mereka akan menuruti perintahnya begitu saja. Meski tahu keempat siswa ini terkenal bangor Bu Feli tetap mencoba memberi pelajaran pada mereka. Alhasil mereka hanya menertawakannya walaupun tidak seterang-terangan sebelumnya. Mereka hanya cekikikan sambil saling melemparkan pandangan, juga mengejek Bu Feli.

__ADS_1


"Maaf bu, kita bukan murid yang rajin beberes. Suruh aja murid yang lain!" ujar Alex.


"Kalo beresin rambut ibu boleh juga sih." goda Sandi sambil menyentuh ujung rambut Bu Feli yang basah.


"Jangan kurang ajar ya!"' tegas Bu Feli sambil menjauhkan tangan Sandi.


Bu Feli akan beranjak, tapi ia kembali menoleh pada Alex sebelum pergi. "Kamu, ingat saya? Saya bisa laporkan kelakuan kamu ini pada Pak William!"


Alex terkekeh, "Emangnya ibu pernah liat saya dimana? Trus sedekat apa sama papa saya?


Bu Feli tersenyum, "Jangan remehin saya, kamu boleh berkuasa di sekolah ini sekarang, tapi liat nanti kalo papa kamu tau semua ini! Saya juga cukup berpengaruh buat bisa bikin papa kamu percaya sama saya" ucap Bu Feli percaya diri.


"Masa? Cewek cantik kayak ibu berpengaruh dan bisa dipercaya Om William, emang Bu Feli siapanya Om William? Bukan pacar kan." ledek Sandi.


"Jaga mulut kamu!" tegas Bu Feli sambil menunjuk Sandi.


"Oke, silahkan aja! Laporin hari ini, besok ibu dipecat!" balas Alex, datar.


"Saya gak takut. Kamu mungkin lupa siapa saya, tapi saya enggak. Saya juga gak niat kok buat ngebalas perbuatan kalian, tapi kalian pantas dihukum!" ujar Bu Feli lagi, lebih tegas.


"Bu Feli yang cantik.. boleh saya tau, siapa sebenarnya ibu guru yang seksi ini? Kenal sama Alex sebelumnya?" ujar Sandi tanpa pikir.


"Saya datang ke acara peresmian resto kamu sekaligus ulang tahun kamu waktu itu" ungkap Bu Feli sambil melihat Alex, dengan ekspresi percaya dirinya, kemudian ia menyilangkan kedua tangannya di depan dada.


"Wow Bu, tambah seksi aja gayanya begini" goda Bima yang memperhatikan gerak-gerik Bu Feli.


"Yang sopan ya! Jaga mata kamu!" ujar Bu Feli memperingatkan.


"Papa kamu sendiri yang waktu itu ngenalin kamu ke saya." lanjut Bu Feli, Alex hanya mendengus malas mendengarnya.


"Orang tua saya adalah manager di salah satu perusahaan papa kamu, juga investor terbesar di tiga pabrik papa kamu" Alex tersenyum miring mendengarnya.


"Wah bagus Bu, ibu udah ngasih jalan buat Alex biar mudah mecat orang tua ibu juga" celetuk Vicky.


"Oh iya Bu, makasih loh udah ingetin saya." Wajah Alex berbinar-binar menatap Bu Feli.


"Saya inget kalo di acara itu ada cewek yang cantik banget, pesonanya luar biasa, pas saya lihat dia.. saya langsung jatuh cinta gitu loh."


Bu Feli menaikkan alisnya sambil merapikan rambutnya ke belakang telinga, sedangkan Bima, Sandi, dan Vicky saling melirik bingung dengan kata-kata Alex.


"Cewek itu.."


"..bukan ibu sih." Bima, Sandi, dan Vicky lantas melakarkan tawanya mendengar kalimat terakhir Alex.


"Kalo cewek itu Bu Feli, gak bakal dong saya lupa." lanjut Alex.


Bu Feli meringis kesal, dasar anak nakal. Padahal wajah Bu Feli sempat bersemu merah karena kata-kata sensual Alex, ditambah lagi tatapannya yang membuat jantung berdegup kencang itu. Ternyata Alex hanya mengerjainya saja.


Menyebalkan sekali anak ini. Benar kata Bu Fitri, percuma meladeni mereka. Mereka hanya akan mempermalukan orang yang mencoba melawan mereka. Bu Feli menggeram dalam hati.


"Gak masalah. Kalo kalian terus kayak gini, saya akan benar-benar laporin ke Pak William. Guru-guru disini gak mempan kan buat kalian, tapi Pak William pasti akan hukum kalian!" peringatkan Bu Feli kemudian ia berbalik dan meninggalkan mereka.


Tapi baru saja Bu Feli berbalik dan akan melangkah, tiba-tiba ia terpeleset.


"Aaawh....!"


la hampir saja jatuh ke lantai jika Alex tidak menahannya. Alex menangkapnya tepat saat Bu Feli menjerit kaget karena hampir jatuh. Dengan reflek Bu Feli berpegangan pada baju bagian depan Alex, yang memang Alex berdiri paling dekat dengannya. Sontak saja Alex yang tubuhnya terhuyung ke depan karena pegangan Bu Feli, langsung menahan tubuh Bu Feli sebelum dirinya ikut terjatuh.


Untuk beberapa detik, keduanya terdiam pada posisinya. Kekagetan atas kejadian tak disangka-sangka itu membuat pikiran keduanya terjeda. Dan lagi-lagi Bu Feli merasakan degupan jantungnya lebih memburu, ia tidak tahan jika harus berlama-lama ditatap Alex seperti ini. la hanya bisa mematung ditengah-tengah kekacauan perasaannya, sampai sesuatu yang mengejutkan kembali menimpanya.


Brakkgh


Alex melepaskan pegangannya pada tubuh Bu Feli dan membiarkan Bu Feli terjatuh ke lantai. Tentu itu kembali mengundang tawa Bima, Sandi, dan Vicky, Alex pun ikut tertawa.


"Maaf Bu, saya sengaja." lakar Alex, membuat Bu Feli terperangah.


la menjadi tontonan sekarang, banyak siswa dan siswi yang melihatnya dipermalukan saat ini. Sungguh keterlaluan anak-anak ini! Bagaimana bisa mereka memperlakukan seorang guru seperti ini?


"Gara-gara ibu nih, baju saja jadi ikutan basah" celetuk Alex sambil mengusap-usap bajunya.


"Astaga AI.. kalo gue diposisi lu, sekalian aja gue peluk biar sama-sama basah." lakar Sandi.


Mereka tidak berhenti tertawa.


"Anak-anak gak waras!" geram Bu Feli dalam hati.


Bu Feli bangun, dengan sedikit meringis karena pinggangnya yang nyeri akibat terhantam lantai. Ini yang namanya sudah jatuh tertimpa tangga, sudah disiram sekarang malah dipermalukan lagi dengan dilepaskan begitu saja sampai jatuh.


"Ingat ya kalian, suatu saat keangkuhan dan sikap kurang ajar kalian ini akan menghancurkan kalian sendiri!" ucap Bu Feli tegas sebelum berlalu.


Bima mengisyarat sesuatu pada ketiga temannya, dan mereka menyetujui isyarat Bima. "Tunggu, Bu!" seru Bima, membuat Bu Feli menoleh ke belakang


Saat Bu Feli menoleh ke arah mereka, mereka serentak mengangkat satu tangan dengan menunjukkan jari tengah mereka dan menggenggam jari yang lainnya. Mereka tersenyum smirk, Bu Feli terbelalak melihatnya dan langsung pergi dengan rasa marah sekaligus malu.


Bukan hanya Bu Feli yang dibuat terbelalak melihat perlakuan mereka, tapi siswa-siswi yang lainnya juga, termasuk Kayla. Alex menghentikan tawanya saat menyadari Kayla melihatnya. Kayla langsung berbalik saat matanya bertemu pandang dengan Alex. Alex menelan salivanya.


"Miss Kissable.. apa dia liat? Apa dia marah liat pembullyan lagi?" Alex mulai cemas, dan menyusul Kayla.


... ....


... ....

__ADS_1


... ....


Kayla berjalan cepat menuju kelasnya, tapi Alex menghentikannya dan menarik tangannya.


"Al?" tegur Kayla.


"Kita harus ngomong." gumam Alex tanpa melihat Kayla.


Beberapa siswa melirik keduanya, tapi Alex tidak memperdulikan mereka. la membawa Kayla ke belakang sekolah, dan berhenti di markasnya. Dimana tidak ada seorangpun disana selain mereka berdua. Kayla melepaskan tangannya dari pegangan erat Alex.


"Apa-apaan kamu?!" tanya Kayla.


"Kamu marah?"


Kayla mengernyit, "Ada juga aku yang harusnya nanya, kamu marah sama aku? Ngapain kamu narik-narik aku?"


"Miss Kissable, aku.. tadi itu.." Alex bingung harus mengatakan bagaimana, sementara Kayla menatap kesal ke arahnya.


"Kamu tau apa yang kamu lakuin? Kemarin kamu bilang aku berhak marah kan sama kamu, dan iya Al.. Aku marah!"


"Miss Kissable, tadi itu aku reflek. Aku gak sengaja megang Bu Feli, dia mau jatuh kan."


"What?! Kamu pikir aku marah karena itu?Justru aku bersyukur ya, kamu nolongin Bu Feli. Tapi apa yang kamu lakuin setelah itu Al?" geram Kayla, membuat Alex berdecak merutuki kebodohannya.


"Serius Al, apa yang ada dipikiran kamu, apa kamu pikir soal kamu megang Bu Feli itu lebih penting dari yang kita bahas kemarin?" Kayla tak habis pikir.


"Kenapa ada pembullyan lagi Al?! Keterlaluan, kalian tuh..." Kayla tidak bisa melanjutkan kalimatnya karena ia merasa muak. "Gimana bisa kalian merlakuin Bu Feli kayak gitu, Al?!"


Alex mendengus nafas berat.


"Apa kamu bilang kemarin, kamu gak mau aku jauhin kamu? Tapi apa, kamu tetap ngelakuin sesuatu yang bikin aku harus jauhin kamu?!" geram Kayla, membuat Alex mengacak rambutnya frustasi.


"Pliss Miss Kissable, maafin aku."


"Aku gak maafin kamu! Kalo pun Bu Feli maafin kamu, aku gak tau aku bisa maafin kamu apa enggak. Aku kecewa, AI!" ucap Kayla bergetar.


Duaarrr....


Dada Alex rasanya sakit mendengar kalimat itu keluar dari mulut Kayla, juga setetes air mata yang mengalir di pipi Kayla. la tercekat, ia tidak tahu akibatnya akan seserius ini, ia tidak berpikir sejauh itu bahwa ia bisa mengecewakan Miss Kissable nya.


"Enggak Miss Kissable, aku mohon jangan kayak gini.." ucap Alex seraya memegang tangan Kayla, namun Kayla langsung menyentaknya.


"Kayak gini gimana AI? Kamu sendiri yang kayak gitu, kamu tau aku gak suka liat kamu kayak tadi. Kenapa kamu nunjukin kalo kamu itu..." Kayla menahan kata-kata selanjutnya. la tidak mau mengatakannya pada Alex, karena itu terlalu kasar.


"Apa, brengsek maksud kamu?" lirih Alex tercekat, membuat Kayla mendongak menatapnya.


"Maaf Al, aku terlalu ikut campur urusan kamu. Sebaiknya kita jaga jarak aja, kamu jangan deketin aku lagi, dan aku juga nggak akan campurin masalah kamu." ucap Kayla lirih. la berbalik dan hendak pergi tapi Alex menahan tangannya.


"Jangan Miss Kissable, aku gak mau kehilangan kamu!" suara Alex pun bergetar.


Kayla kembali menatap Alex, "Apa aku milik kamu?" tanyanya datar, Alex terperangah mendengarnya.


Apa yang Alex dengar barusan? Haruskah ia senang, atau sedih?


"Kamu gak akan kehilangan aku, Al!"


Alex kembali terperangah, benarkah yang Miss Kissable katakan?


"Miss Kissable.. kamu serius, kamu maafin aku?"


Kayla menggeleng, "Aku gak pernah jadi milik kamu kan? Jadi kamu gak akan pernah kehilangan aku. Karena seseorang gak mungkin kehilangan sesuatu yang emang bukan miliknya kan, Al?"


"Hah?" Alex mendesah berat. Jantungnya terasa tertikam sembilu, sakit sekali. la memegang tangan Kayla semakin erat, membuat Kayla mulai kesakitan.


Alex menunduk dan semakin mengeratkan pegangannya pada tangan Kayla, sedangkan Kayla berusaha melepaskannya.


"Lepasin Al, kamu nyakitin aku!" bentak Kayla. Sontak Alex pun melepaskan tangan Kayla.


"Tenangin diri kamu Al.." lirih kayla sebelum berlalu.


Alex mendongak melihat Kayla pergi. Tidak! la tidak rela Kayla pergi begitu saja setelah mengatakan semua itu padanya. la bergegas menyusul Kayla yang belum jauh, dan berhasil membuat Kayla menghentikan langkahnya.


Alex berdiri di depan Kayla. Kayla hanya diam di tempat tanpa menatapnya. Tapi Kayla tahu Alex sedang gelisah, nafasnya terdengar memburu dan pegangannya pada tangan Kayla pun bergetar. Kayla tahu Alex sedang kalut, karena itulah Kayla memintanya untuk menenangkan diri, dan Kayla memilih pergi membiarkannya sendiri.


"Kamu milik aku, Miss Kissable." gumamnya lirih.


Detik berikutnya Alex langsung menangkupkan kedua tangannya ke kedua sisi wajah Kayla dan membuatnya mendongak. Kayla terkejut, Alex mau menciumnya.


"ALEX!!"


Plakk


... ....


... ....


... ....


... ....


... Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2