Miss Kissable & Mr Strawberry

Miss Kissable & Mr Strawberry
Jangan Minta Aku Berhenti


__ADS_3

Kayla mempercepat langkahnya setelah menoleh sekilas kebelakang, Alex masih mengejarnya. Kayla menggeleng-geleng tak habis pikir. Sembari terus melangkah menghindari Alex, ia berpikir sampai kapan Alex akan terus mengikutinya seperti ini. Jujur Kayla lelah terus berjalan tak tentu arah, menyusuri hampir seluruh koridor sekolah. Kenapa Alex keras kepala sekali, Kayla juga lelah meladeni Alex yang bersikeras tak mau menerima keputusannya dan tetap ingin memperjuangkan cintanya. Jika situasi mereka begini terus tidak berubah, maka Kayla tidak yakin bisa mengendalikan dirinya lebih lama lagi.


Seperti Alex yang merasa berat hati dan terluka, Kayla juga merasakannya saat ini. Tapi Kayla tidak mau berlarut-larut dalam duka dan lukanya, perasaan cinta dihatinya tidak boleh membuatnya rapuh. Kayla memang telah melanggar prinsipnya sendiri sebelumnya, dengan membuka hatinya untuk Alex. Ia pikir pilihannya kala itu sudah benar, ia pikir ia tidak mencintai pria yang salah. Namun sekarang ia tetap tidak terhindar dari yang namanya patah hati. Meski ia masih ragu bahwa ia telah mencintai pria yang salah.


Sekarang yang Kayla lakukan hanyalah berusaha memperbaiki keadaan diantara mereka berdua. Tentang keadaan hati keduanya, Kayla tahu keputusan yang ia ambil ini hanya menyakiti mereka berdua. Tapi Kayla belajar mengedepankan logika dibandingkan perasaannya.


Kayla menoleh kebelakang lagi, dan Alex masih mengikuti Kayla sambil terus bicara, dari luapan emosi sampai permohonan memelas, sepertinya sudah Alex keluarkan semua uneg-uneg yang mengusik pikirannya. Sebenarnya Kayla bukan tidak mau memperdulikan Alex, Kayla hanya berusaha mengontrol hatinya yang terasa semakin sakit mendengar permohonan Alex, pertahanannya mulai goyah melihat kegigihan Alex. Kayla harus tega menyakiti Alex kali ini, meski ia sendiri tersakiti. Kayla rasa langkah kakinya mulai gontai, urat-urat tubuhnya mulai lemas karena lelah menahan rasa dihatinya. Ia mencari cara agar Alex berhenti mengikutinya.


Tiba-tiba hujan turun mengguyur bumi, Kayla lantas turun menuju lapangan yang terbuka, membiarkan dirinya kehujanan, berharap Alex berhenti mengikutinya. Langkah Alex sempat terhenti, ia mendongak ke langit lalu kembali melihat Kayla yang tidak peduli akan hujan yang membasahi dirinya. Melihat itu, Alex pun turun ke lapangan menyusul Kayla.


"Miss Kissable, tolong jangan kayak gini!" Alex menarik tangan Kayla untuk membawanya berteduh namun Kayla menolak, Kayla bahkan tidak melihat ke wajah Alex.


"Ayo! Jangan ngeyel dong, ntar kamu sakit."


Kayla menyentak tangan Alex lagi, seraya menghentikan langkahnya. Nafasnya terdengar ngos-ngosan. "Lepasin!"


Alex sempat tertegun, perasaannya mencelos. Ia kemudian mengubah mimik wajahnya, "Oke! Kalo gitu aku juga ujan-ujanan deh..." katanya. Ia berdiri santai dengan menyilangkan tangannya ke dada sambil menatap langit. Membiarkan tetes air hujan langsung menerpa wajahnya.


Kayla berbalik, melihat Alex yang berdiri tersenyum sambil mendongak ke langit. "Al, aku cuman pengen kamu berhenti dan nggak ngejar aku lagi." ucap Kayla dalam.


"Aku udah nggak ngejar kamu kan sekarang, karena kamu berhenti disini." Alex menjawab tanpa mengalihkan pandangannya dari langit.


"Aku akan pergi, dan aku harap kamu nggak cegah aku ataupun ngikutin aku."


Alex diam, tidak ada perubahan dari posisi Alex selain senyumannya yang memudar. Kayla masih menatapnya.


Alex mulai menurunkan kepalanya, menatap lurus kedepan. Ia ingin membalas tatapan Kayla, tapi takut. "Kenapa kamu mau ninggalin aku?" tanyanya tercekat.


"Karena itu yang terbaik."


Alex tidak menanggapi, ia hanya terlihat mengepalkan kedua tangannya.


"Al, aku bersyukur kenal sama kamu dan melalui banyak hal bareng kamu. Semua pengalaman dan pelajaran yang aku dapat dari kebersamaan kita nggak akan aku lupain Al, itu bakal selalu jadi kenangan buat aku. Thank you so much Al.." tutur Kayla tulus.


"Kamu benar, aku juga nggak mau hubungan kita berakhir sampe disini. Tapi setelah itu aku mikir Al, buat apa mertahanin hubungan yang nggak direstuin sama orang tua. Kita mungkin bahagia tapi kita tetap nggak akan bisa menggapai impian kita Al, karena hubungan tanpa restu itu nggak akan berjalan dengan baik. Lagian.. kita masih muda, masa depan kita masih panjang. Kita juga nggak tau kita akan berjodoh atau enggak nantinya. Yang jelas.. aku nggak bisa nanggung perasaan kayak gini lebih lama."


Alex masih diam.


"Aku hargain cinta kamu, perjuangan kamu, dan semua yang kamu kasih ke aku. Tapi aku nggak bisa ngebalas semua itu Al, jadi aku mohon.. jangan lakuin apapun lagi buat aku. Aku cuman pengen kamu berhenti, aku nggak mau kamu nentang orang tua kamu demi aku, aku nggak mau liat kamu lebih sakit dari ini Al."


Alex menoleh ke wajah Kayla, dan Kayla bisa melihat mata Alex yang memerah. Entah dia menangis atau marah, Kayla tidak bisa memastikannya karena hujan menyamarkan raut asli wajahnya, seperti hujan yang menyamarkan air mata Kayla sendiri. Kayla berbalik karena ia tidak tahan bersitatap lebih lama dengan Alex, ia tidak mau semakin rapuh jika terus berada di dekat Alex.


Baru selangkah Kayla melangkah, tubuhnya tertahan. Oleh dekapan Alex yang tiba-tiba menyambarnya, Alex memeluk Kayla dari belakang dan meletakkan dagunya di pundak Kayla.


Grepp!


"Al..?!"


Kayla terperanjat dan menegang seketika, ia mencoba melepaskan tangan Alex yang melingkar memagari tubuhnya, dan mendorong Alex dengan punggungnya namun Alex tak bergeming.

__ADS_1


"Kamu nggak mau liat aku lebih sakit kan, kalo gitu jangan tinggalin aku!"


"Lepasin aku Al..! Apa yang kamu lakuin?!" Kayla terus mencoba melepaskan dirinya dari pelukan Alex.


Kayla sangat risih. Mereka berdua saat ini berdiri di tengah lapangan sekolah, dibawah guyuran hujan dan dilihat oleh ratusan pasang mata yang berjejer di sepanjang koridor sekolah. Semua siswa bahkan mungkin guru memperhatikan mereka saat ini, namun Alex nampak tidak peduli.


"Aku nggak mungkin berhenti mencintai kamu Miss Kissable, aku juga nggak berminat buat berhenti merjuangin kamu." lirih Alex.


"Tapi aku nggak mau! Jangan buang-buang waktu dan perasaan kamu buat semua itu, mulailah lakuin hal baru yang lebih berarti Al!" Suara Kayla mulai parau.


"Kalo gitu biarin aku tetap bertahan! Aku nggak pernah mikir kalo mencintai kamu adalah kesia-siaan, dan kalo pun itu nggak ada artinya buat kamu.. kamu boleh nggak peduliin aku. Aku nggak papa, asal jangan minta aku buat berhenti mencintai kamu."


Kayla terenyuh, tapi ia tetap berusaha melawan gejolak didadanya. "Tolong jangan kayak gini Al.. lepasin aku!"


"Kenapa? Kenapa kamu milih nyakitin diri kamu sendiri dengan merlakuin aku kayak gini Miss Kissable..? Kenapa kamu mau ninggalin aku, kenapa kamu nyerah sama keadaan.."


"Cukup Al! Aku nggak suka ngulang kata-kata aku-.."


"Kalo kamu nggak suka kenapa kamu harus bilang itu?!" sergah Alex emosi. "Kalo kamu tersiksa kenapa kamu tetap maksain diri ngelakuin itu Miss Kissable..? Kamu cinta kan sama aku?"


Kayla menggeleng-geleng sambil menangis, "Tolong Al.. lepasin aku.. jangan kayak gini!"


Alex terluka mendengar kata-kata Kayla yang mengandung tekanan itu, Alex sedih sekaligus kesal kenapa Kayla bersikeras ingin menjauhi Alex padahal dirinya sendiri terluka.


"Biarin aku tetap bertahan Miss Kissable!"


Alex malah mempererat pelukannya pada tubuh Kayla, membuat Kayla semakin risih. "Al, kamu nggak malu diliatin semua orang? Kamu nggak mikirin reputasi kamu, kamu nunjukin kelemahan kamu di depan semua orang Al.."


"Aku nggak peduli. Enggak ada yang lebih penting buat aku selain kamu, cintaku Miss Kissable.."


"Tapi kamu nyakitin aku dengan perlakuan ini Al.. Aku malu."


"Tolong jangan bilang gitu Miss Kissable, izinin aku meluk kamu sekali ini aja.. Kalo aku nggak bisa bujuk kamu buat nggak ninggalin aku, seenggaknya kamu kasih aku kesempatan buat bisa meluk kamu kayak gini. Aku akan sangat merasa bersyukur." suara Alex kembali parau dan mulai bergetar.


Kayla tidak tahu ia harus menjawab apa. Yang jelas perasaannya saat ini begitu terenyuh tapi juga terluka. Mungkin sebagian dirinya juga memang menginginkan pelukan Alex, karena mungkin mereka tidak akan mendapat kesempatan untuk bisa sedekat ini lagi setelah hari ini. Namun sebagian dirinya terus mengelak perasaan yang begitu menyesakkan dadanya ini, sebagian dirinya terus berusaha melawan gejolak hati yang sungguh tidak ingin berpisah dari Alex.


"Miss Kissable, mencintai kamu adalah keberuntungan dalam hidupku. Dan aku nggak sudi melupakan cintaku, aku nggak mau menjadi sial ataupun nyesel dengan berhenti mencintai kamu."


"Mr Strawberry.. sebesar apa cinta kamu ke aku.. sekuat apa keyakinan hati kamu, dan ikatan yang kamu buat sama Miss Kissable.. Aku bisa rasain itu, meskipun cuman sedikit yang aku tau. Tapi.. aku nggak bisa ngelakuin apa-apa buat ngebalas cinta kamu, aku nggak bisa ngasih apapun buat kamu selain kekecewaan. Maafin aku..." suara Kayla pun semakin pelan dan lirih. Berontakannya akan perlakuan Alex pun terhenti.


"Aku nggak akan ngerubah keputusanku, tolong kamu ngerti ya Al.. hubungan kita nggak bisa diterusin. Jadi aku mohon.. belajar buat move on dari aku. Jangan sia-siain diri kamu buat cinta yang seperti ini Al, aku nggak mau menjadi penyebab kelemahan kamu apalagi kehancuran kamu. Jadi.. jangan pertahanin aku lagi." Alex mengerekatkan gigi-giginya sembari mengeratkan pelukannya.


"Aku.. akan pergi, dan belajar ngelupain kamu." Kayla tercekat.


"Enggak Miss Kissable.. enggak..." bantah Alex getir sembari mempererat pelukannya.


"Jangan lakuin itu..! Aku nggak bisa hidup tanpa kamu.." rengek Alex sembari menahan tangisnya.


"Jangan ngomong gitu Al.. kamu kuat, kamu dewasa, kamu bijak menyikapi situasi ini meskipun berat. Aku tau.. kamu bisa. Ada aku ataupun enggak.. kamu bisa ngejalanin hidup kamu dengan baik. Jangan jadi lemah cuman karena aku Al, aku bakal sedih kalo kamu rapuh gini! Jadilah Alex yang dulu sebelum aku hadir dihidup kamu."

__ADS_1


"Kamu mau aku balik lagi ke kehidupan kelamku? Alex yang kejam dan nggak punya hati? Kamu mau aku-.."


"Jangan bodoh Al!" sergah Kayla, "Kamu nggak akan terpuruk lagi, kamu nggak akan jadi rapuh lagi. Mr Strawberry ku nggak akan jatuh ke jurang gelap yang sama dua kali. Hati kamu nggak serapuh itu sampe kamu harus kembali ke masa itu Al. Hati kamu udah kuat dan tegar, aku percaya kamu bisa jadi Alex yang diinginkan semua orang.. dan itu nggak akan berubah."


Alex terus menggeleng-geleng, deru nafasnya bergetar dan terdengar seperti ******* lirih. "Miss Kissable.."


"Aku percaya itu Al, jangan berubah cuman karena aku nggak ada disamping kamu lagi. Kalo kamu cinta sama aku.. kamu nggak akan ngerusak kepercayaan aku kan!"


Alex memejamkan matanya dengan perasaan getir, "Aku nggak akan ngerusak kepercayaan kamu, aku juga nggak akan berhenti mencintai kamu. Kalo emang hubungan kita nggak bisa dilanjutin.. oke, aku akan belajar nerima itu. Itu kan yang kamu mau?"


Kayla menggigit bibir bawahnya, menahan derai tangisnya. Ia tidak bisa menjawab Alex. Suara Alex terdengar pelan dan begitu berat, ditambah lagi bunyi guyuran hujan yang semakin deras seolah menjadi backsound suasana perpisahan mereka.


Kayla bergerak, mencoba melepaskan tangan Alex yang melingkari dirinya namun Alex masih enggan.


"Biarin aku kayak gini sebentar lagi Miss Kissable.. aku nggak sanggup kalo harus berpisah dari kamu. Tapi kalo kamu sendiri yang pengen pergi dari aku, aku bisa apa. Aku..." Alex tercekat.


"Aku nggak akan cegah kamu, kalo emang itu permintaan kamu. Tapi tolong jangan minta aku berhenti mencintai kamu, itu permintaanku Miss Kissable. Aku udah terluka dengan semua yang terjadi, kamu tau kan.. kamu nggak akan biarin aku makin terluka dengan minta aku berhenti mencintai kamu kan Miss Kissable?"


Kayla menghela nafas berat, "Maafin aku Mr Strawberry..."


"Oke, kalo itu bisa bikin hati kamu ngerasa lebih baik. Tapi apa kamu nggak akan sakit kalo mendam perasaan itu lebih lama? Sedangkan kamu nggak dapetin apa-apa dari cinta kamu."


"Miss Kissable, aku mungkin lemah dan bisa tersesat tanpa kamu dampingin aku, tapi cintaku yang bakal nguatin aku. Kamu nggak perlu khawatir, kalo emang aku nggak dapetin apa yang aku impikan dari cintaku.. aku cukup ngerasa beruntung punya cinta ini dalam hatiku, aku bersyukur kamu jadi bagian dari hidupku.." lidah Alex terasa berat untuk menyelesaikan kalimatnya.


"..meskipun akhirnya kita harus pisah."


Kayla memejamkan matanya. Sejujurnya hati kecil Kayla merasakan ketidak relaan saat mendengar ucapan Alex barusan. Tapi mau bagaimana lagi, memang inilah hasil yang ia inginkan dari keputusannya. Mau tidak mau ia harus tega menyakiti Alex, demi kebaikan mereka berdua. Kayla hanya ingin Alex aman dari bahaya, jika memang keberadaan Kayla disisinya hanya akan membuat keselamatan Alex terancam. Akhirnya hubungan mereka harus putus ditengah jalan, mereka harus mengambil jalan yang berbeda untuk melanjutkan langkah mereka. Namun didalam hati masing-masing masih ada harap.. agar suatu hari nanti takdir kembali mempertemukan mereka, dalam restu dan ikatan yang lebih kuat.


Tangan Kayla terangkat, ia memegang lengan Alex yang berada dipinggangnya, membalas pelukan Alex. Setelah ini Kayla harus melepaskan genggaman tangannya dari Alex, yang selama ini bertaut dan berjalan berdampingan dengannya. Tangan ini.. yang pernah berjuang untuknya, yang memegangnya dikala ia butuh dan menyalurkan kehangatan ketika ia lemah. Kayla tidak akan melupakannya, meski ia harus meninggalkannya.


"Kalo kamu bener harus pergi, kamu nggak pergi ninggalin aku Miss Kissable.. tapi kamu pergi dengan membawa separuh hatiku. Bahkan mungkin sepenuh hatiku udah jadi milik kamu, aku nggak tau apa yang akan terjadi sama aku setelah ini." Batin Alex.


Sakit sekali rasanya harus menerima takdir cinta seperti ini. Sampai detik ini Alex masih berharap ia bisa memperbaiki keadaan agar hubungannya dengan Kayla bisa dilanjutkan. Tapi keadaan tidak berpihak padanya, dan ia tidak punya pilihan lain selain menghargai keputusan Miss Kissable nya. Karena bagaimanapun juga.. jika Kayla sudah mengambil jalan ini, maka memang inilah yang terbaik untuk mereka. Alex percaya itu, Alex percaya cintanya.


Suara gemuruh derasnya guyuran hujan, yang diramaikan oleh suara riuh para siswa yang menyaksikan pemandangan di tengah lapangan, tak dapat mengalihkan dunia dua sejoli yang tengah tenggelam dalam ombak hati mereka. Berpelukan di tengah lapangan sekolah dan di bawah hujan, ditonton oleh banyak orang.. Kayla sadar ini tidak benar, tapi ia membiarkan dirinya egois dan menjadi bodoh dengan melupakan rasa malunya. Alex juga tahu tindakannya ini akan merusak reputasinya dan reputasi Kayla juga, tapi ia tidak bisa menahan dirinya dan ia tidak mau peduli itu.


Detik ini.. hanya satu pertanyaan yang memenuhi pikiran Alex, pertanyaan yang mengandung harapan sekaligus ketakutan yang besar.


"Miss Kissable.. apa aku masih bisa minta kamu buat nggak ninggalin aku?"


... ....


... ....


... ....


... ....


... Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2