
Mr Strawberry yang Kayla rindukan telah berada di depan matanya. Dia bukan hanya hadir di depan mata Kayla, tapi juga mengungkapkan isi hatinya.
Kayla bingung harus apa.
Alex masih menatap Kayla penuh rasa rindu dan haru, sedangkan Kayla masih mematung dengan pandangan yang nampak kosong. Cukup lama mereka saling terdiam, sampai Alex merasa kalau mungkin ia melakukan kesalahan dengan langsung mengatakan isi hatinya, padahal mereka baru saja bertemu.
Melihat reaksi Miss Kissable nya yang nampak terkejut dan tidak mengatakan apapun, Alex mulai merasa berkecil hati. Alex pikir mungkin gadis didepannya ini merasa terganggu dengan kata-katanya, mungkin dia tidak siap, atau... dia tidak menyukai Alex?
Alex menundukkan kepalanya sembari tertawa kecil, membuat Kayla terkesiap saat mendengar suara tawanya.
"Em.. Miss Kissable, lupain aja apa yang aku omongin tadi. Gak usah dipikirin ya!" ujarnya getir.
Kayla mengernyit bingung.
"Oh iya, hari ini aku ulang tahun loh.. kamu gak mau ngucapin gitu?" Alex mengalihkan pembicaraan.
"Eh," Kayla jadi salah tingkah. "Apa aku harus ngucapin selamat ulang tahun ke dia?" batin Kayla.
"Oh iya, Happy Birthday Mr Strawberry" ucap Kayla berat.
"Thank you so much, Miss Kissable." jawab Alex senang.
"Aku kejebak! Nggak nyangka, aku barusan ngucapin happy birthday ke cowok brengsek ini?! Euuh...." rutuk Kayla dalam hati, kemudian Kayla memikirkan sesuatu.
"Sorry!" ucap Kayla hati-hati.
"Maksud kamu?"
"Iya, aku baru tau kalo Mr Strawberry adalah kamu, Alexander Smith William, pewaris tunggal perusahaan-.."
"Ck, gak usah sebut itu. Jujur sih... aku risih. Sebenarnya kamu mita maaf kenapa?"
Kayla tertegun, "Ini beneran Alex? Dia nggak suka aku nyebut dia pewaris tunggal? Dia...nggak marah meskipun keganggu sama ucapan aku?" batin Kayla.
"Miss Kissable?"
"Eh iya. Sebelum aku pergi ke pesta ini, aku nggak tau kalo bakal ngehadirin pesta ulang tahun kamu Mr Strawberry, kalo aku tau.. pasti aku siapin kado." Kayla tersenyum kikuk, biarlah ia basa-basi sedikit.
"Kado?" Alex terkekeh sebelum melanjutkan, "Miss Kissable... aku bisa ketemu kamu malam ini, adalah kado terindah buat aku." ucapnya lembut.
Degg
Kayla menunduk, entah kenapa ia merasa gugup saat Alex berkata seperti itu, wajahnya sekarang pasti sudah memerah karena malu.Tapi ia buru-buru menampik perasaannya anehnya itu.
"Kayla, Kayla, Kayla! Jangan ge'er, jangan baper. Jangan sampe kamu terlena sama kata-kata manisnya. Ingat, waktu berdebat di ruangan kepala sekolah, Alex juga coba ngerayu dan ngejebak kamu dengan kata-katanya itu. Walaupun ekspresi dan situasinya berbeda, tetap aja kan? Mau dia Alex ataupun Mr Strawberry, dia tetap orang yang sama." gumam Kayla dalam hati.
"Ngomong apa sih kamu?"
"Bener Miss Kissable, I'am very very very very happy. Bisa ketemu kamu adalah impianku, dan malam ini impianku terwujud, tepat di hari ulang tahunku" jawabnya dalam dan nampak sungguh-sungguh.
Kayla terkekeh geli. "Dia serius? Kok kedengerannya aneh ya? Dia ini Alex atau bukan sih?" batin Kayla.
Kayla tak henti-hentinya dibuat heran dengan sikap Alex. Kayla mulai meminum jus di depannya, setidaknya untuk sedikit menghilangkan kecanggungan yang mulai ia rasakan. Kayla geli sendiri pada dirinya, kenapa ia merasa senang saat Alex berbicara sopan dan lembut padanya? Berulang kali Kayla menepis perasaan anehnya itu, ia tidak boleh lupa siapa Alex!
"By the way, tadi pas mami kamu mau nyebutin nama lengkap kamu.. kenapa kamu cegah? Kayla langsung tersedak minuman yang baru saja sampai di tenggorokannya.
"Eetss... hati-hati."
"Kenapa, kamu malu aku tau nama lengkap kamu? Apa jangan-jangan nama lengkap kamu jelek ya, makanya kamu gak mau aku tau?" tanya Alex lagi menggoda Kayla.
"Hah?" Kayla menilik protes, "Siapa bilang nama aku jelek!"
Alex terkekeh, "Ya trus kenapa kamu hentiin mami kamu pas mau nyebutin nama lengkap kamu?"
"Alex ngira mami mau nyebut nama lengkap aku, padahal mami pasti mau nyebut nama asli aku, dan Alex gak tau kalo Lily itu panggilan khusus, bukan namaku yang sebenarnya. Huufft.. dari pada Alex tau aku Kayla, terpaksa lah panggilan Lily harus dia juga yang pake, padahal selama ini cuman mami yang manggil aku Lily" gumamnya dalam hati.
"Ya... apa pentingnya nama lengkap aku, kamu udah tau nama panggilan aku, dan kamu juga lebih suka manggil aku Miss Kissable kan?"
"Wow, kamu kok kayak tau isi hati aku ya?Aku emang niat tetap manggil kamu Miss Kissable walaupun aku tau nama kamu." jawabnya, padahal Kayla tadi hanya asal bicara saja.
Kayla terkekeh, "Issshh.. yaudah lah. Padahal aku gak enak dipanggil begitu, apalagi sama si brengsek ini." gumam Kayla dalam hati.
"Kamu suka salad?"
"lya"
"Aku juga."
"Apalagi kalo ada stroberinya?" tanya Kayla seraya menaikkan satu alisnya.
Alex tertawa kecil, "Kok tau?"
"Kamu sendiri waktu itu bilang, kamu suka semua yang berhubungan sama stroberi. Apa... kamu pake parfum stroberi juga?" tanyanya meledek.
Alex terkesiap cemberut. "Kamu ngeledek aku? Aku cowok, apa kata orang-orang kalo aku pake parfum khas cewek?"
"Kamu mikirin kata orang-orang juga? Lagian kenapa kalo kamu pake parfum stroberi, kan kamu emang suka stroberi."
"Cuman kamu yang tau" sahutnya pelan sambil mencondongkan tubuhnya ke arah Kayla. "Selain orang tua aku, gak ada yang tau soal itu kecuali kamu." lanjutnya.
Kayla menaikkan alisnya, "Masa' ?"
"Hm." Alex kembali ke posisi duduknya.
"Itu rahasia?" tanya Kayla hati-hati.
"Nggak juga sih, cuman aku gak mau aja ada yang tau soal itu."
"Trus? Keliatannya kamu gak masalah aku tau soal itu?"
"Kamu itu spesial Miss Kissable, anggap aja ini rahasia kita."
"Kamu percaya sama aku? Gimana kalo aku ngasih tau ke teman-teman kamu?"
Alex tersenyum tipis, "Aku percaya sama cewek yang aku cinta."
Degg
"Lagian.. gimana kamu mau ngasih tau ke teman-teman aku, kamu kan gak kenal mereka." lanjutnya.
__ADS_1
"Emmh... dia pikir aku gak tau. Kayaknya seru nih kalo anak-anak di sekolah tau. Alex suka strawberry. Pasti heboh." batin Kayla.
Kayla tersenyum kikuk menanggapinya, "Em..Mr Strawberry, ini acara besar dan penting dihidup kamu kan?"
Alex mengangguk tanpa memudarkan senyumnya sejak tadi.
"Mama kamu yang mana? Tadi kayaknya gak ada dikenalin pas acara berlangsung?" senyum Alex sontak sirna mendengarnya.
"A..apa aku salah ngomong?" tanya Kayla saat melihat Alex nampak terdiam dan mengalihkan pandangannya dari Kayla, padahal sejak tadi Alex terus menatapnya.
Setelah terdiam beberapa saat Alex kembali menatap Kayla seraya tersenyum tipis. "Papa sama mama aku udah lama pisah, sekarang mama punya kesibukan lain dan kehidupan sendiri. Jadi, dia nggak disini." sahutnya.
Dari nada bicaranya.. Menurut Kayla dia terdengar sedih, bukan benci. Tapi hari itu Kayla melihat Alex membentak mamanya sendiri, dan saat di sekolah Kayla menyebut mamanya, Alex langsung marah.
"Owh.. maaf ya!" lirih Kayla.
Alex mendengus senyum, "Nggak perlu minta maaf, aku udah terbiasa kok tanpa mama."
Melihat rasa bersalah di wajah Kayla, Alex menyentuh punggung tangan Kayla, membuat Kayla terkesiap.
"Miss Kissable, gak usah dipikirin ya! Kamu jangan ngerasa bersalah, jangan ngerusak mood kamu sendiri, ntar aku juga ngerasa bersalah loh."
"Alex? Dia bisa ngomong kayak gini? Aku gak percaya." batin Kayla sambil tersenyum kikuk.
"Ikut aku yuk!" Ajak Alex sambil beranjak dari kursinya.
"Kemana?"
"Ikut aja dulu, mau kan?" Kayla mengangguk dalam kebingungan.
"Sesopan iní? Dia nanya dulu, aku mau apa enggak?" batin Kayla.
Kayla mengikuti langkah Alex dari belakang, setelah beberapa langkah, Alex berhenti dan menoleh.
"Jalannya di samping aku dong.. jangan di belakang!" pintanya lembut.
"Oh, oke."
"Sebenarnya kamu ngajak aku kemana? Dari tadi muter-muter disini aja. ujar Kayla sambil terus mengikuti Alex.
"AI!" seruan seseorang dari arah kanan membuat Alex menoleh. la lalu tersenyum dan mengajak Kayla menghampiri orang itu.
"Yuk!" Tiba-tiba Alex menggenggam tangan Kayla dan menariknya.
"Om!" sapa Alex seraya menjabat tangan dua teman papanya itu bergantian.
"El, nih dia anaknya!" kata salah satunya, membuat papanya Alex mendekat.
Pasalnya, sejak tadi papa Alex mencarinya dan kedua teman papanya juga ingin bertemu Alex.
"Alex mau nemuin papanya sama om-om ini?Ngapain ngajak aku?" keluh Kayla dalam hati.
"Pa." ucap Alex seraya memainkan matanya, melirik Kayla.
"Oh, ini Al?" Kayla terkesiap ketika papanya Alex menunjuknya.
"Kenalin ini papa aku, ini Om Steve sepupu papa, dan ini Om Tio sahabat papa." ujar Alex memperkenalkan mereka pada Kayla.
Kayla tersenyum canggung seraya mengangguk sekali.
"Pa, Om, ini namanya Lily" ujar Alex lagi yang diangguki oleh ketiga pria paruh baya didepannya.
"Senang bisa ketemu kamu langsung, Lily." kata papanya Alex, membuat Kayla bingung dan salah tingkah.
"Wow Al, papa harus akuin kamu emang pelukis yang hebat!" kata papa lagi, "Kamu ngelukis wajah dia dengan sempurna, sangat mirip!" puji papa, membuat Alex mengembangkan senyumnya.
"Kubilang juga apa El, Alex itu pelukis yang berbakat." timpal Om Steve.
"Ngelukis aku?" tanya Kayla heran karena tadi papanya Alex menunjuknya.
"Hm, Alex ngelukis wajah kamu dan dia taroh lukisannya di kamar" Kayla terbelalak mendengarnya.
"Pa, apaan sih!" cicit Alex tersipu malu.
"Alex ngelukis aku, dan lukisannya dia taroh dikamar? Astaga... gak bisa dipercaya. Dan apa ini, dia bisa berekspresi kayak gini juga?" batin Kayla takhenti-hentinya dibuat heran.
"Pacar kamu ya Al?" tanya Om Tio yang sejak tadi hanya menyaksikan.
Kayla menggeleng cepat setelah Om Tio melontarkan pertanyaan itu, sedangkan Alex hanya tersenyum, membuat Kayla kesal dan langsung menyentak tangannya tapi tak lantas terlepas dari genggaman Alex.
"Belum sih Om, kita baru kenalan kok. Tapi gimana nih menurut Om, kita cocok nggak?" malah itu yang keluar dari mulut Alex, membuat Kayla kesal.
Om Steve mengangguk dan papa Alex hanya tertawa geli menanggapinya, sedangkan Om Tio nampak penasaran.
"Al, kalian baru kenalan malam ini.. atau udah sebelumnya?" tanya Om Tio.
"Maksud Om?" Ketiga pria paruh baya itu lantas tertawa mendengar pertanyaan yang sama dan secara bersamaan keluar dari mulut dari Alex dan Kayla.
"Eh bisa barengan." lakar Om Steve.
Kayla dan Alex tertunduk malu.
"Liat baju yang kalian pake! Kalian janjian atau cuman kebetulan?"
Pertanyaan Om Tio lantas membuat mereka semua menilik baju yang di pakai Alex dan Kayla. Alex dan Kayla sendiri tak menyangka jika mereka memakai baju yang seolah couple. Kayla memakai gaun warna maroon dengan aksen payet berwarna putih mengkilat di beberapa bagiannya, sedangkan Alex memakai setelan jas berwarna maroon dan kemeja putih.
"Serasi banget ya." Om Steve mengomentari.
Alex mendengus tawa, "Ini kebetulan loh Om, mungkin kita emang jodoh." jawab Alex seenaknya sambil melirik papanya dan Kayla bergantian.
Papa Alex menggeleng-geleng sambil tertawa "Dasar anak muda!" gumamnya gemas.
Kayla semakin kesal mendengarnya, "Alex sengaja ya mau bikin aku malu? Ngeselin banget sih!" gerutu Kayla dalam hati.
"Mr Strawberry?" tegur Kayla pelan, Alex menoleh ke arah Kayla yang terlihat kesal padanya, Alex lantas tersadar kalau dia salah.
"Aku bercanda, sorry." sesalnya berbisik.
"Oke Al, nikmatin moment kalian!" kata papa sambil menepuk bahu Alex kemudian berlalu bersama Om Steve dan Om Tio.
__ADS_1
Setelah ketiga pria paruh baya itu beralih meninggalkan mereka berdua, Kayla langsung melepaskan tautan tangannya dari Alex. Alex lihat Kayla nampak kesal tapi wajahnya memerah, apa dia malu? pikir Alex.
Alex tersenyum tipis sambil memandangi Kayla, dan itu membuat Kayla semakin terganggu. "Jadi aku bikin kamu bete' nih..? Oke aku minta maaf.." ucap Alex seraya menunjukkan ekspresi bersalahnya, tapi menurut Kayla itu ejekan karena Alex sedikit tersenyum.
"Miss Kissable, ayo lah..." Kayla mengabaikannya dan berbalik, beranjak meninggalkan Alex, tapi Alex berdiri di depan Kayla menghalangi langkahnya.
"Oke, maaf! Aku harus apa biar kamu gak bete'? Pliss... maafin aku, aku nggak bermaksud ngerusak moment kita."
"Moment kita? Moment apa?"
"Ayo lah Miss Kissable, aku nyesel deh. Ini pertemuan yang aku tunggu-tunggu loh selama 33 hari. Banyak yang mau aku omongin sama kamu, tolong jangan pergi gitu aja!" ucap Alex sambil menangkupkan kedua tangannya dihadapan Kayla.
Kayla melongo, "I-..ini Alex kan? Dia.. apa yang dia lakuin? Dia mohon-mohon sama aku, sampe kayak gini?? Apa dia serius.. dia pikir aku marah dan bakalan pergi?" Kayla terus membatin heran melihat Alex dan sikapnya malam ini.
Kayla terkikik pelan sambil menunduk, "Kamu ngapain sih? Kalo orang-orang liat..apa kamu gak malu, mohon-mohon di depan cewek?"
Alex menurunkan tangannya, "Gak masalah. Kalo kamu ngambek dan ninggalin aku, itu baru masalah."
Astaga.. lagi-lagi Kayla dibuat tak percaya dengan kata-kata Alex, Kayla speechless tapi disisi lain ia merutuki dirinya sendiri karena perasaannya itu.
"Ayo ikut aku!"
"Kemana lagi?"
"Kalo mau tau, ya ikut aja!" ajak Alex lagi. Kali ini tanpa persetujuan Kayla, Alex langsung menggenggam tangannya dan membawanya pergi. Sepertinya dia lupa, kalau dia baru saja membuat Kayla kesal.
Sepanjang langkah keduanya menyusuri ruangan dan melewati para undangan, pandangan mata mereka mengikuti langkah keduanya, Kayla jadi merasa malu dan risih.
"Ya Tuhan.. kok mereka liatin terus ya, aku jadi gak enak. Iya aku tau mereka liatin Alex, jelas kan.. ini acara dia, pastinya dia jadi sorotan banget. Tapi aku.. malah kejebak sama dia dan ikut diliatin juga? Nggak tau apa yang mereka pikirin soal aku." batin Kayla.
Alex membawa Kayla ke sebuah taman yang cukup luas, letaknya bersebelahan dengan pantry restoran itu.
"Taman ini sengaja dibikin, khusus buat aku. Kamu liat, dari sini kita bisa liat semua aktivitas di dalam ruangan. Jadi kita bisa mantau semuanya sambil nyantai-nyantai disini" Alex menunjuk kaca tebal satu arah didepan mereka.
Kaca tebal satu arah itu sengaja dibuat mengelilingi setengah taman. Memisahkan antara taman dan ruangan utama restoran, juga menghalat antara taman dan pantry. Seperti yang Alex katakan tadi, jika Alex duduk di taman dan menghadap ke kaca, maka ia bisa melihat semua yang terjadi didalam ruangan, juga di dapur dan pantry. Tapi dari dalam ruangan, orang hanya akan melihat kaca hitam dan kedap saja.
Dan taman yang cukup luas ini, dibuat seindah dan senyaman mungkin agar Alex sendiri bisa bersantai dengan tetap bisa memantau aktivitas para pelanggan restoran, atau aktivitas para koki di dapur. Di tengah taman dibangun sebuah gazebo kayu, yang nanti bisa Alex gunakan untuk bersantai sambil mengukir kayu atau melukis. Satu kursi besi di sisi kanan taman, dan satu kursi yang terbuat dari semen terletak disisi kiri taman. Bunga-bunga yang di tanam untuk mengisi dan menghiasi taman ini juga bermacam-macam, ramah lingkungan dan tentu menyejukkan. Kayla berdecak kagum melihat keindahan taman ini.
"Kamu suka?"
Kayla mengangguk tanpa ragu. "Taman ini kamu yang request?"
"lya. Emang aku yang minta dibikinin ini, dan konsepnya kayak gini, biar kalo aku stand by di restoran.. gak bosen. Jadi aku bisa mantau sekaligus nyantai."
Alex kini duduk di gazebo sambil menjuntaikan kakinya dan menatap Kayla yang terlihat menikmati keindahan taman.
"Kalo ini dibikin khusus buat kamu, kenapa kamu ngajak aku kesini?" Kayla menghentikan pandangan matanya ke arah Alex setelah puas memandangi seluruh taman dan berjalan mengitarinya.
"Karena kamu spesial" jawab Alex simpel.
Kayla menghampiri Alex dan duduk disampingnya. "Mr Strawberry, kenapa kamu lakuin ini semua ke aku? Kita baru kenal, bahkan kita cuman pernah ketemu dua kali kan. Tapi sikap kamu ke aku.. apa nggak berlebihan?"
"Berlebihan gimana?"
"Kamu nyapa aku dengan sopan, bahkan kamu nyapa mami aku juga-.."
"Apa sebelumnya aku gak sopan?"
Upss... Kayla lupa, saat ini Kayla berhadapan dengan Mr Strawberry, bukan Alex.
"Bukan gitu maksud aku, em.." Kayla bingung mau bicara apa.
"Apa kamu sempat mikir kalo aku ini orang yang sombong dan gak akan mau ngomong sama sembarang orang?"
Kayla lantas menggeleng.
"Trus?"
"Trus.. kamu mau duduk di meja tamu sama aku, padahal kamu tuan rumah. Bahkan kamu tetap nunggu aku disana padahal aku ninggalin kamu ke toilet dan lama. Kamu dari tadi nunjukin perhatian kamu terus ke aku."
"Kamu udah tau alasannya kan?"
Entah kenapa Kayla jadi salah tingkah. "Emm.. tadi pas ngomong sama papa kamu dan om kamu.. apa benar kamu ngelukis aku?" Sejak tadi Kayla memang penasaran akan hal itu.
Alex tersenyum tipis. "Ya, aku suka ngelukis."
"Tapi kenapa ngelukis aku?"
"Kamu pasti tau alasannya juga."
"Aku bingung, Mr Strawberry! Apalagi tadi, kamu sempat mohon-mohon gitu ke aku.l ya, aku sempat kesal sama kamu, tapi apa harus kamu sampai mohon-mohon ke aku? Secara.. kita baru kenal dan aku bukan siapa-siapa kamu!"
"Kamu penasaran sama semua itu?" Kayla mengangguk.
Alex memiringkan posisi duduknya agar dapat menatap Kayla dengan seksama. "Mungkin kamu lupa, aku udah bilang.. aku serius suka sama kamu! Aku jatuh cinta sama kamu! Aku rindu kamu, aku selalu cari kamu selama ini, dan selalu nunggu buat bisa ketemu kamu!"
Kayla terdiam.
"Aku serius Miss Kissable, dan aku nunjukinnya kan? Kenapa aku nyapa mami kamu, kenapa aku mau nunggu kamu buat bisa duduk dan ngobrol sama kamu, aku megang tangan kamu, aku ngelukis kamu, aku mohon sama kamu biar kamu gak pergi, dan aku bawa kamu kesini"
Kayla terdiam, dan Alex masih menatap mata Kayla.
"Itu semua karena aku cinta sama kamu. Aku nggak mau nyia-nyiain moment ini, Miss Kissable"
"Aku nunggu saat-saat ini selama 33 hari, dan itu rasanya lama banget buat aku. Banyak yang mau aku tunjukin dan aku omongin sama kamu, aku harap kita bisa sering ketemu setelah ini."
Kayla terkesiap setelah mendengar kalimat terakhir yang Alex ucapkan. "Bisa sering ketemu?" gumam Kayla pelan.
Gawat!! Kalo Kayla akan sering bertemu Alex, cepat atau lambat Alex akan tahu yang sebenarnya. Bahwa Miss Kissable adalah Kayla, si siswi cupu.
... ....
... ....
... ....
... ....
... Bersambung...
__ADS_1