Oh ... Bunga Lain CEO

Oh ... Bunga Lain CEO
Cinta Membuat Buta


__ADS_3

Bab 125


 


Yosef menjelaskan bahwa gambar itu adalah hasil dari screenshot sebuah video meskipun itu cuman tebakan Yosef saja, karena melihat ada bagian gambar yang sedikit buram. mungkin karena video saat diberhentikan tidak pas pada posisi tenang.


"Sialan si Bram, berarti dia memasang kamera di kamar itu!" seru Mona, masih saja bisa dikelabui Bram.


"Bisa jadi," ucap Yosef.


"Lalu aku harus gimana, Kak?" Mona merasa panik, bingung untuk berpikir. Otaknya buntu.


"Kenapa kamu harus panik gitu sih? Tidak seperti biasanya." Yosef merasa heran dengan Mona yang sekarang jadi cengeng.


Memang menyebalkan berubah menjadi orang baik itu, ada masalah sedikit panik, ketakutan, tidak bisa berani mengambil tindakan dengan cepat. Itu juga Mona sadari. Namun, dia sadar setiap keputusan pasti ada risikonya.


 Yosef menjelaskan pada Mona, untuk tetap tenang. Karena tidak ada hal yang bisa dilakukan sekarang. Karena juga teror itu hanya sebuah foto tanpa penjelasan. Mungkin si pengirim hanya ingin membuat peringatan saja.


Akan tetapi Yosef juga memberikan pandangan positif kepada Adiknya itu, berarti kita harus mulai mawas diri sejak saat ini.


Suatu saat si pemilik video itu akan memanfaatkan kesempatan dengan gambar tersebut, bisa jadi memeras atau menjebak Mona masuk ke masalah baru atau gambar itu bisa jadi akan sampai ke tangan Purba.


"Kamu hati-hati aja, selalu awasi suamimu. Kalau kau tetap ingin bersama Purba," ucap Yosef.


"Tapi aku tidak bisa mengawasi kalau Mas Purba di kantor. Siapa tahu tiba-tiba si pemilik video Itu mengirim pada Mas Purba."


Akhirnya Yusuf juga memberitahukan kepada Mona agar dia siap resiko apa pun, pokoknya dengan adanya peringatan foto tersebut setidaknya mempersiapkan mental, jika terjadi hal-hal yang di luar kesiapan kita.

__ADS_1


"Ya udah, Kak. Terserah nanti aja deh," ucap Mona kemudian.


"Nah, gitu dong. Masa adikku ketakutan sebelum berperang sih. Ntar kalau harus pisah sama Purba, jangan cengeng. Masih banyak cowok lain."


"Ngomong sih gampang, masalah hati nggak bisa diajak kompromi. Tapi ... gimana lagi


Jalani aja deh, daripada pusing."


"Hahaha adik gue, kembali lagi ke sifat aslinya." Yosef malah ngakak. Meledek adiknya yang sekarang sudah insaf.


"Sialan lu," ucap Mona sebelum menutup teleponnya.


Meski dalam pikiran dan hatinya Mona merasa was-was, ketakutan. Mungkin video itu sekarang sudah sampai pada ponsel Purba, tapi Mona tidak ingin membuat masalah untuk dirinya sendiri. Dia tetap melanjutkan perjalanan dengan harapan bisa bersenang-senang ke salah satu rumah teman sosialitanya.


Mona ingin menikmati hidup tanpa masalah walaupun hanya beberapa jam saja.


Sementara itu di sisi lain.


Rara Sebenarnya ada di tempat kursus, dia juga sengaja tidak membalas pesan Purba karena memang sedang kesal.


Rara hanya ingin menguji tentang keseriusan Purba yang katanya dapat memprioritaskan walau dirinya adalah yang kedua. Tapi di hati Purba menjadi yang pertama.


“Jadi gimana Bu? Lebih baik hari pertama itu membuat kue apa ya?” tanya Rasa pada seorang wanita dewasa yang biasa diberi julukan pastry chef.


Seorang pastry chef bernama Bu Yola, menceritakan beberapa pengalaman tentang apa saja kue pertama yang harus dibuat oleh Rara.


Bu Yola juga menjelaskan secara rinci, tips agar toko dalam pembukaan pertama bisa menarik minat pembeli cukup banyak.

__ADS_1


 


Tips Memulai Bisnis Toko kue.


Tentukan Produk yang Ingin Dijual


"Jadi sebelum toko itu resmi dibuka, saya bisa membuat kue di rumah lebih dulu, lalu membagikan beberapa sampel kue, kepada beberapa kelompok di sekitar toko atau tetangga rumah ya Bu?"


 "Bisa juga seperti itu, selain memberikan sampel boleh sekaligus memberikan kartu nama. Beritahukan bahwa hari kapan toko akan dibuka. Bisa langsung menerima pesanan juga.


Setidaknya saat kamu akan membuka toko, sudah ada keyakinan membuat kue dengan kuota yang sesuai. Jika kurang lebih sedikit, itu wajar. Yang penting jangan rugi banyak."


Kemudian Bu Yolan juga menjelaskan kembali. Tentang untungnya produksi di rumah sendiri, agar tidak mengeluarkan biaya banyak untuk menyewa tempat.


Namun, sayangnya Rara malah sudah menyiapkan tempat terlebih dahulu.


 "Oh... aku semakin paham, Bu."


Rara sangat senang sekali mendapat pencerahan dari Bu Yola. Tak terasa waktu beranjak begitu cepat.


Hingga di salah satu tempat terlihat seorang pria dewasa mukanya sangat kusut. Bahkan beberapa karyawan kena tegur saat menyerahkan file ke ruangannya.


Siapa lagi kalau bukan Purba yang sedang terobrak-abrik hatinya, karena pesan yang disampaikan kepada wanita yang dicintainya tak kunjung dibalas.


...Begitulah cinta, tumbuhnya tidak akan sama seperti sangkaan orang yang melihatnya. ...


...Cinta dirasakan oleh orang yang mengalaminya. Walaupun orang lain menganggapnya bodoh, tidak memakai logika, tapi namanya hati memang sulit dimengerti....

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2