Oh ... Bunga Lain CEO

Oh ... Bunga Lain CEO
Tetangga Wartawan


__ADS_3

Bab 89


“Eh Mbak Rara. Suaminya ya?” tanya tetangga sebelah yang kebetulan terlihat sedang menjemur pakaiannya.


Rara gagap. Mau menjawab ‘Iya,' tapi belum resmi. Mau menjawab ‘bukan,' tapi bagaimana. Mungkin tetangga ini adalah salah satu biang gosip yang kemudian merangkap jadi wartawan juga. Rara harus hati-hati menjawabnya.


“Iya Bu, saya suaminya. Permisi,” ucap Purba menggandeng tangan Rara langsung masuk ke mobil.


Ibu tersebut mengekor kepergian Rara dan Purba.


“Lah... suaminya kok nggak pernah kelihatan. Sekalinya datang langsung pergi. Kalau emang kerja jauh, kenapa seperti terbu-buru? Datangnya pagi-pagi, terus pergi sama-sama kayak orang kerja lagi. Ini sangat mencurigakan. Biasanya kalau suami pulang, liburan tuh di rumah. Jangan-jangan....” Tetangga itu bergumam, penasaran akut.


“Kenapa Bu? Ngeliatin siapa?” tanya Bu Maryam, pemilik warung sayuran yang baru saja belanja dari pasar.


Bu Maryam bertetangga dengan Ibu Molly yang barusan menyapa Rara. Bu Maryam baru saja menurunkan belanjaannya dari angkot.


“Itu loh Bu, tetangga kita yang baru. Kita kan selama ini nggak tahu dia punya suami atau enggak, keluarganya pun nggak tahu. Tapi barusan ada cowok nyamperin, cukup lama sih mereka berduaan berarti di dalam ya Bu ya? Terus udah itu mereka pergi.”


“Lah kok nanya saya. Mereka berduaan atau enggak di dalam, saya kan baru pulang Bu,” respons nh Maryam santai.


“Maksudnya, mungkin mereka habis anuan dulu. Biasanya dia itu jam setengah tujuh udah berangkat, ini jam tuju udah siang, baru berangkat. Terus agak lama lagi tadi si cowoknya nyamperin masuk.”

__ADS_1


“Ya udahlah Bu, biarin. Itu urusan mereka.”


“Bukan gitu, Bu. Kalau komplek kita ada yang nggak bener, wah kita tetangga-tetangga bakal kenapa apesnya.”


“Ya udah ya, Bu. Saya mau beresin dulu belanjaan.” Bu Maryam masuk ke rumahnya


Bu Maryam seorang pemilik warung yang untungnya bukan ibu-ibu suka ingin tahu urusan orang. Biasanya warung memang tempatnya gosip, tapi Bu Maryam tidak mau ikut campur.


Karena dia tahu jika orang sedang usaha tidak boleh mengotori usahanya dengan hal-hal yang buruk. Apalagi disengajakan seperti bergunjing,  berselingkuh, berzina. Misal lelaki yang sedang baik usahanya, jangan bermain perempuan. Begitu pun sebaliknya.


 Perempuan harus tetap menjaga hubungan keluarganya, jangan berkhianat. Tentunya berlaku untuk yang berumah tangga atau pun belum. Perilaku baik kita itu berpengaruh pada usaha kita, makanya Bu Maryam hanya sekedar menanggapi seadanya obrolan Bu Molly.


 Bahkan, dari awal pindah mereka tidak melihat adakah teman yang berkunjung baik wanita maupun pria. Kebetulan Retno belum berkunjung ke tempat Rara. Karena dia masih sibuk dengan pasca acara pernikahannya, ada acara ngunduh mantu di keluarga Hendra.


 


*#*


 


“Mau ke mana Bu?’ tanya Mbak Idah yang sedang menyapu di halaman.

__ADS_1


“Keluar sebentar Mbak,” ucap Mona, tidak berkata dengan jujur.


Namun, perilaku Mona memang sudah jauh lebih baik sekarang, maka para asistennya pun berkenan untuk menyapanya. Biasanya mereka sungkan untuk menyapa atau bertanya saat majikannya mau pergi.


“Sepertinya ibu belum sarapan?” tanya Mbak Idah lagi.


“Nanti di luar. Saya pergi dulu ya mbak,” ucap Mona menepuk lengan Mbak Idah.


Mbak Idah melihat kepergian majikannya, masuk ke dalam mobil yang sudah ditunggu oleh sopir. Namun sebelum mobil itu melaju, dia melihat mobil Yosef baru datang. Karena mobil Mona sudah mau berangkat, mobil Yosef pun hanya sampai gerbang depan tidak masuk ke halaman.


Mbak Idah jadi tahu sekarang, bahwa majikannya ada perlu dengan kakaknya. Padahal kalau Mbak Idah tahu Mona mau bertemu sama Bram, dia akan ikut sedih. Karena bagaimanapun masa lalu majikannya, Mbak Idah salut jika Mona sudah benar-benar berubah. Sayang sekali kalau harus terjerumus lagi pada pergaulan bebas.


“Kak, ikuti aku dari belakang. Nanti kalau sampai apartemen Kakak jangan dulu masuk sebelum aku kasih tanda telepon ataupun pesan,” tulis pesan Mona pada Yosef.


“Oke, hati-hati,” balas Yosef yang menerima pesan dari adiknya.


Letak apartemen yang cukup jauh dari tempat tinggal Mona ataupun kantor Bonafit Tekstil, sekitar 1 jam baru sampai di apartemen milik Bram.


 


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2