Oh ... Bunga Lain CEO

Oh ... Bunga Lain CEO
Firasat Istri Sah


__ADS_3

Mengapa di Sugihayu nikah siri sesuatu hal yang biasa? Karena pemikiran orang di sana belum maju seperti orang-orang kota. Dengan nikah siri saja mereka bisa setia, mereka bisa tidak asal mengucapkan cerai lalu pergi Kemudian banyak juragan-juragan dan saudagar kaya, juga yang memiliki istri lebih dari satu, bahkan lebih dari tiga asal mereka bisa hidup tentram.


Rara baru menyadari. Ya, di kampungnya memang nikah siri adalah hal yang lumrah. Bukan sesuatu hal yang pantas di cemooh karena pernikahan gelap atau si suami nikah sembunyi dari istri pertama.


Tak selang berapa lama, Pak Kukuh dengan Bizar sampai. Bu sugesti melongok saat tahu sebuah mobil berhenti di depan rumahnya.


"Itu ayah saya Bu," ucap Purba.


Kemudian mereka yang masih dalam posisi duduk beranjak menyambut Pak Kukuh.


Bu Sugeti sangat terharu karena ayahnya Purba datang. Jarang sekali seseorang yang akan nikah siri, orang tuanya datang. Biasanya diwakili oleh saudara lain atau teman-temannya. Bu Sugeti merasa terharu, Purba bertanggung jawab atas prosesi sakral yang akan dilakukan untuk mengikat putrinya.


Nikah siri yang disembunyikan dari istri pertama, biasanya sulit untuk direstui orang tua calon pengantin pria.


Pak Kukuh dan Bu Sugeti bersalaman, mereka memperkenalkan diri masing-masing. Lengkap sudah dua keluarga bertemu. Mereka lebih mematangkan rencana besok, terutama Pak Kukuh memberikan sepatah dua patah kata kepada Bu Sugeti.


"Sebelumnya, maafkan putra saya, ya Bu. Jika melamar putri Ibu seakan darurat seperti ini. Terkesan terburu-buru, tapi percayalah ini pilihannya dan saya jamin anak saya tidak akan melakukan kedua kalinya, untuk memiliki istri yang lain selain Rara."


"Iya Pak, saya bisa menerimanya. Kita sebagai orang tua pasti ingin kehidupan mereka berjalan sewajarnya. Namun, kita juga melihat kendala yang mereka hadapi dan alasan yang sudah dipikirkan dengan matang. Sisanya kita tinggal mendukung saja."


Bu Sugeti dan Pak Kukuh, mereka satu irama. Yang penting orang tua sudah memberi nasehat dan pandangan, jika anaknya tetap bersikeras, maka lakukanlah dan bertanggung jawabkan jika ada salah satu pihak yang merasa dirugikan, hanya itu saja harapan dari orang tua.


"Nah, karena Bapak sudah datang, mari kita makan terlebih dahulu. Saya sudah siapkan makanan, meskipun sederhana." Bu Sugeti berdiri, mempersilakan para tamu, untuk langsung menuju ke dapur.

__ADS_1


"Wah, kebetulan sekali. Saya memang belum makan Bu. Tadi istirahat hanya makan siang, Mau mampir lagi sepertinya udah pengen buru-buru sampai, jadi saya tidur di mobil sangat nyenyak," ucap Pak Kukuh.


"Ayah saya ini kebetulan baru kemarin sampai di Jakarta, Bu. Mungkin kelamaan di perjalanan. Jadi tadi di mobil juga ngantuk berat," imbuh Purba.


"Oh... begitu. Wah, tentunya lelah sekali ya Pak, dua hari berturut-turut melakukan perjalanan jauh. Ayo mari! Kita ke dapur menikmati makanan seadanya, Pak, Mas Bizar, Ayo." Sekali lagi Bu Sugeti mengajak mereka untuk menikmati makan malam. Meskipun sudah sangat malam, karena waktu menunjukkan pukul delapan.


***


Sementara itu Mona sedang gelisah di kamarnya, dia membayangkan seharusnya malam ini sudah berada di Bali, menikmati romantisnya suasana kamar hotel. Mungkin sedang melakukan permainan manisnya bersama Purba. Ada rasa sedih juga sebenarnya. Namun, bagaimana lagi. Dia menyadari, bahwa jangan tanggung-tanggung untuk menjadi orang baik, ini belum seberapa.


"Mas gimana keadaan temanmu?" Mona menulis pesan.


"Aku kangen, harusnya kita honeymoon ya Mas?" Mona mengirim pesan diakhiri dengan emot love.


Namun, sayang ponsel Purba tidak aktif. Semakin sesak rasanya dada Mona, sedihnya sakit. Ini sangat aneh, mereka bukan sedang marahan, tapi rasa sedihnya seakan menusuk.


Kenapa? Mona merasa heran. Kenapa gelisah seperti ini? Rindu sekali, padahal belum seharian mereka berpisah.


Akhirnya Mona turun menuju ke dapur. Dia sama sekali tidak bisa tidur. Dibuatnya minuman hangat lalu dia scroll media sosial sambil memakan camilan.


Mbak Idah yang kamarnya dekat dengan dapur, merasa ada suara lalu terbangun. Takutnya ada orang jahat yang sudah berhasil masuk ke dalam rumah. Mbak Ida tidak berpikir bahwa itu majikannya. Karena Mona jarang sekali turun kembali setelah malam masuk kamar.


"Ibu? Saya pikir siapa? Tumben malam-malam di sini?" sapa Mbak Idah.

__ADS_1


Mbak Ida keheranan karena Mona sendirian menikmati hidangan yang dibuatnya sendiri, sambil membuka-buka ponselnya.


Mona menyuruh Mbak Idah duduk, untuk menemaninya hingga kantuk datang kembali.


Mbak Idah bertanya apakah Mona sedang tidak enak badan, tapi Mona menjawab bahwa dia baik-baik saja, hanya merasa gelisah entah kenapa.


Perasaan gelisah yang Mona sampaikan barusan, nyambung kepada firasat Mbak Idah. Dia langsung terbersit oleh obrolan orang tua Purba, yaitu membicarakan pernikahan dengan wanita lain. Mbak Idah seorang istri yang dahulunya berperilaku sewajarnya sebagai istri dan seorang ibu.


Rumah tangga Mbak Idah cukup harmonis, sehingga dia bisa memiliki kepekaan saat ini. Apakah Purba bukan ke tempat temannya yang kecelakaan? Tapi melakukan pernikahan dengan wanita itu? Buktinya Pak Kukuh ikut.


Mengapa Mbak Idah yang jadi overthinking?


Mbak Idah memperhatikan Mona dan merasa prihatin. Wanita yang tadinya begitu keras kepala, apakah saat ini tidak terbersit sampai ke sana? Pada pemikiran yang Mbak Idah sangka?


Terlihat kegelisahan Mona tidak separah apa yang dipikirkan Mbak Idah. Namun, entah dalam hati sesungguhnya.


'Apakah Bu Mona tidak sampai ke sana berpikirnya? Siapa tahu Pak Purba malam ini malah sedang melakukan ijab qobul dengan wanita lain. Perasaan seorang istri pasti peka. Huft ... aku mikir apa sih? Kok malah aku yang berpikiran aneh-aneh.'


Mbak Idah bergumam dalam hatinya, saat ini dia memang janda karena suaminya meninggal, tapi karena keharmonisan rumah tangganya, kesetiaan dirinya pada sang suami, dalam kondisi apapun hatinya akan lebih peka jika ada gelagat sosok suami yang mengkhianati istrinya. Karena untuk menghargai pasangan itu memang sulit.


Mona terus gelisah, dia ingin sekali mendapat kabar dari Purba. Bagaimana caranya?


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2