Perjalanan Mistis Si Kembar

Perjalanan Mistis Si Kembar
pria kejam tapi bucin


__ADS_3

Rania pun sudah siap akan ke universitas, Aditya mengantar istrinya dan berjanji akan menjemputnya nanti.


sedang Aditya langsung menuju ke Mojokerto sekalian menunggu istrinya pulang.


Rania pun bertemu dengan Siska, dan juga Lili yang menyapa Rania, "Rania kamu naik apa kok tidak bawa motor sih?" tanya Lili.


"diantar suamiku tadi, dan sekarang dia pergi belanja kebutuhan rumah, karena aku kan masih kuliah bestie," jawab Rania.


"kamu tak takut suamimu main di belakang mu?" kata Siska sedikit ketus.


"gak kok, aku percaya pada suamiku," kata Rania.


setelah itu mereka pun berangkat ke kelas karena dosen kali ini cukup kejam.


Arkan dan Aryan sedang berada di rumah setelah pulang sekolah, dan keduanya memilih tidur siang.


sedang Wulan sedang menyiapkan masakan untuk di bagi-bagi untuk takjil.


Wulan membuat kolak dan juga nasi bungkus, Raka membantu istrinya, karena dia tak ingin Wulan sendirian melakukan hal itu.


Arkan bangun dari tidurnya saat sudah merasa enakkan, dia pun bergabung untuk membantu membungkus semuanya.


"mana saudaramu Arkan? apa dia masih tidur?" tanya Raka.


"ya sepertinya ayah, karena tadi dia latihan volly mungkin dia terlalu lelah," jawab Arkan yang langsung membungkus kolak yang sudah selesai di masak.


"sudah, sekarang ayah bantu bungkus nasinya, sedang Arkan bungkus kolaknya ya," kata Wulan.


"siap Amma," jawab Keduanya.


keduanya pun begitu sibuk, bahkan setelah selesai, mereka membawa semua makanan ke mobil bak milik Raka.


setelah mandi dan sholat ashar mereka bergerak untuk membagikan takjil kepada warga yang membutuhkan.

__ADS_1


Aryan juga sudah bergabung, meski setelah Raka membangunkan putranya itu dengan paksa.


"ayah kita mau bagikan di mana, kalau di kota nanti kena grebek satpol PP," protes Aryan yang kapok karena Ramadhan kemarin mereka kena razia.


"sudah bagikan saja dari mobil, biar orangnya yang ambil ke mobil," kata Raka.


"siap, ayo siapa yang mau takjil, mendekat!" kata Arkan dengan mengunakan pengeras suara.


akhirnya mobil pun di datangi para tukang becak, dan beberapa warga dan ojol yang sedang lewat.


mereka juga berpindah-pindah tempat beberapa kalo hingga habis, dan setelah itu mereka juga beli bakso Mama sebelum pulang.


sesampainya di rumah mereka pun langsung bergabung bersama Wulan yang sedang mengaji.


Rania sudah menghubungi suaminya, dia juga masih mengerjakan tugas bersama dua sahabatnya.


"ah... bentar lagi buka, tapi dosen killer ini bikin kita harus menyelesaikan tugas ini, katanya cuma satu tapi kok banyak banget sih," omel lili.


"sudah deh, kerjain aja deh," kata Rania tertawa.


"ih jahat banget kamu Siska, masak doain pak Andre begitu," kata lili.


Aditya baru sampai di kampus istrinya, dia tadi sempat membeli beberapa minuman manis untuk buka.


saat turun dari mobil, dia tak sengaja melihat seseorang yang melihat temannya sekolah dulu.


"Andre!" panggil Aditya


"Aditya," kata Andre menyapa pria itu


"wah lama nih kita tak bertemu, sekarang kamu sudah jadi dosen sesuai keinginan mu?" tanya Aditya.


"ya kamu benar, oh ya kemarin aku denger kamu sudah menikah, dan kenapa kesini? jangan bilang kamu jadi pengirim paket?" tebak Andre.

__ADS_1


"iya tukang antar paket untuk istriku, ayo aku kenalkan, tadi dia bilang ada di taman kampus,"kata Aditya.


"baiklah, aku penasaran, wanita mana yang berhasil membuat pria dingin dan kejam ini bertekuk lutut," kata Andre penasaran.


Keduanya berjalan bersama, dan Aditya bisa melihat sang istri yang sedang tersenyum bersama lili dan Siska.


sedang Andre melihat Rania, gadis yang mencuri hatinya karena kepintaran dan juga kebaikan hatinya.


"apa istrimu salah satu dari mereka?" tanya Andre penasaran.


"iya, dia adalah gadis yang sudah mencuri hatiku," jawab Aditya.


Andre salah mengira karena Suska yang terlihat begitu senang melihat temannya itu.


"wah mas Aditya datang, bawa apa ini?" tanya Siska menegur pria itu.


"yang pasti, bawa minuman dan cemilan untuk istriku," jawab Aditya dingin.


tak terduga Aditya malah mendekat kearah Rania, dan gadis itu mengambil tangan pria itu dan menciumnya.


"apa belum selesai sayang?" tanya Aditya pada Rania dengan tatapan penuh cinta.


Andre pun tak mengira gadis yang dia sukai, kini sudah menjadi istri dari sahabatnya.


"tanya doang nih, kami juga ada loh mas," kata lili menggoda pria itu.


"tentu, kebetulan aku beli lima jus buah tadi, ayo Andre duduk disini tak akan membuat martabat mu turun kok duduk bersama mahasiswi mu," kata Aditya yang duduk bersama istrinya.


"iya aku tau kok, dan Aditya jangan membantu istrimu, karena ini tugas mereka, aku tau jika kamu itu dulu menjadi mahasiswa paling pintar, tapi sayang kamu lebih memilih menjadi seorang kepala sekolah di bandingkan jadi dosen," kata Andre.


"aku tau, aku hanya melihatnya saja, kenapa kamu sensitif banget sih, atau perlu aku harus jadi Aditya yang dulu, tentu kamu tak mau kan Andre," kata Aditya menyeringai.


keduanya pun tertawa, sedang ketiga gadis itu baru kali ini melihat dosen killer itu bisa tertawa lepas.

__ADS_1


benar saja tak lama terdengar suara adzan magrib, Aditya berbagi air putih sebelum minum jus.


mereka pun berbuka sambil menu jajanan yang tadi di beli oleh Aditya.


__ADS_2