Perjalanan Mistis Si Kembar

Perjalanan Mistis Si Kembar
pergi menjauh


__ADS_3

ada sekitar sembilan ambulans yang membawa para orang yang terluka itu, kondisi mereka semua terluka cukup parah.


ayu menemani Putrinya, sedang Aris bersama Raka, dan ustadz Rasyid bersama Emily yang juga belum sadarkan diri.


iring-iringan mobil ambulan pun menuju ke rumah sakit terdekat, mereka pun langsung mendapatkan pertolongan.


kondisi dari Arkan yang paling parah, luka bakar di dadanya, belum lagi ada luka sayatan dan cakaran yang begitu dalam.


bahkan bekas tusukkan Jetis do perut pria itu, melukai beberapa organ dalam Arkan.


jadi dokter melakukan operasi untuk menyelamatkan pria muda itu, bahkan sudah tiga kantong darah habis untuk operasi Arkan.


Ki Antaboga sebisa mungkin menjaga nyawa keturunannya itu, sedang Wulan, dan Arkan susah berada di ruang rawat karena kondisi mereka tak separah yang lain.


sedang Emily juga sudah sadarkan diri tapi tubuhnya luka lebam hampir di sekujur tubuh karena perpindahan dendam tadi.


Emily sangat minta maaf pada suaminya, tapi ustadz Rasyid meyakinkan istrinya itu jika semua akan baik-baik saja.


Faraz dan Raka mendapatkan beberapa jahitan di luka mereka, dan tak harus masuk ICU.


Raka tersadar karena Ki Wira Sanjaya membuatnya bangun, dia tak merasakan rasa sakit lagi.


"Ki prabu, kenapa anda disini?" tanya Raka yang tak bisa bergerak.


"aku ingin pamit padamu, aku sudah melakukan tugas ku, jadi sekarang tolong jaga anak-anak mu dan jangan terus mencampuri urusan orang lain ya le," pesan dari Ki Wira Sanjaya.


"apa maksud dari Ki Wira, anda mau pergi kemana?" tanya Raka.

__ADS_1


"aku harus pergi, dan jaga istrimu, ingat jangan sedih saat melihat putra mu karena dia mungkin akan mengalami banyak hal setelah kejadian ini," kata Ki Wira Sanjaya yang perlahan menghilang.


Raka pun membuka mata, tenyata seluruh keluarganya berada di satu ruangan kecuali arkan.


dia masih terengah-engah, dokter segera memeriksa kondisinya dan Raka pun sudah baikan.


"sayang, kemana Arkan apa dia baik-baik saja?" tanya Raka pada Wulan.


"dia masih di ruang operasi, dan Niken sudah di bawa pergi oleh orang tuanya dan membawanya ke rumah sakit di Surabaya, sedang Nayla pergi di bawa orang tuanya untuk ke Kediri untuk berobat juga, dan Nia hilang entah kemana, dokter juga tak tau," kata Wulan menerangkan.


"apa maksudnya dokter? Nia hilang?" tanya Raka masih bingung.


"iya pak, kami juga tak mengerti setelah kami merawatnya dan meninggalkan.dibruang sebelah, tiba-tiba gadis itu menghilang," jawab dokter.


"ya Tuhan apa lagi ini, semoga ini terakhir kali, karena aku sudah tak bisa melakukannya lagi," kata Raka lemah.


"baik Amma," jawab Aryan dan Faraz.


mereka pun kini berdoa di pimpin oleh Raka untuk kesembuhan dari Arkan, dokter bahkan tak mengira jika masih ada pemuda yang bisa bertahan meski terluka sangat parah seperti itu.


setelah delapan jam menangani operasi dari Arkan, mereka pun selesai dan membawa pemuda itu ke ruang khusus untuk pemulihan.


bahkan di alam ghaib nyawa arkan sedang di sembuhkan, dan berharap pria itu bisa kembali normal.


Aryan dan Faraz pun tak menyesali semua yang terjadi, ini juga sudah jalan yang harus di tempuh.


Faraz kehilangan kekasihnya, sedang Aryan juga tak dapat menyembunyikan semuanya.

__ADS_1


perasaannya yang sedang kacau dengan kehilangan Nayla yang di bawa pergi jauh darinya.


hari berganti hari, perlahan keempatnya mulai membaik, Rizal dan Luna bergantian datang menjenguk dan merawat mereka.


sedang Adri dan Nurul menjaga kedua putri mereka, Raka selalu menyempatkan datang untuk melihat Arkan yang belum sadarkan diri


"ya Allah... tolong sembuhkan putraku, dia masih begitu muda, bahkan impiannya saja belum bisa dia wujudkan," lirih Raka yang begitu sedih.


sedang di tempat lain, Aris juga tak mengira jika putrinya belum mau membuka mata.


padahal dokter mengatakan jika luka dari Niken tak parah hanya luka bakar dan beberapa luka bekas cekikan.


"Niken bangun nak, ayah janji jika kamu bangun, jika kamu ingin menikah dengan pemuda itu, ayah akan menurutinya," kata Aris yang hampir frustasi.


Ayu pun menguatkan suaminya, meski tak terluka parah entah apa yang membuat Niken enggan bangun dari tidurnya.


di sisi lain ada Nayla yang juga sedang berobat, tapi gadis itu sudah terus berontak karena dia ingin bertemu Aryan.


"tunggu sampai kondisi mu pulih nay, nanti kita pulang dan menemui Aryan," kata pak Bagio menenangkan putrinya itu.


"tidak ayah selalu bohong, ayah terus membohongi Nayla, ayah jahat, aku hanya ingin bertemu dengan Aryan ayah, dia bahkan mengorbankan nyawanya demi menyelamatkan Nayla, tapi kenapa ayah seperti ini..." tangis gadis itu.


"baiklah nak, kita pulang dan ayah mohon jangan terus seperti ini, kasihan ibumu, dan jika kamu sudah bertemu dengannya apa yang ingin kamu lakukan, terlebih ayah dengar jika kondisinya sangat parah," kata pak Bagio yang membohongi putrinya.


"aku akan merawatnya, jika itu memang terjadi, aku ingin selalu berada di sampingnya ayah, aku mohon ...."kata Nayla memohon sambil menangkupkan tangannya.


melihat itu pak Bagio tak bisa menahan lagi, dan langsung memeluk putrinya itu.

__ADS_1


mereka pun memutuskan untuk pulang ke desa, tapi sebelum itu mereka harus menemui pemuda yang menolong putri mereka.


__ADS_2