Perjalanan Mistis Si Kembar

Perjalanan Mistis Si Kembar
kenduren megengan


__ADS_3

Arkan pun mengajak Emily pulang, sebelum itu dia membelikan beberapa titik tawar dan donat kesukaan Sekar.


Keduanya pun sampai di rumah Emily dan terlihat masih sepi, "kamu yakin baik-baik saja, jika tak ingin sendiri kamu bisa ikut aku kembali yuk," ajak Arkan.


"tidak apa-apa kok, paling sebentar lagi mereka pulang," jawab Emily.


"baiklah kalau begitu, jika terjadi apa-apa hubungi aku ya, dan ini untuk Tante dan ratu, sedang roti tawar untuk mu, coba belajar membut sesuatu dari itu," kata Arkan tersenyum.


"baiklah, aku akan membuat kan mu, cemilan dan makanan nanti, awas kalau gak kami makan," kata Emily tertawa.


"baiklah, kalau begitu aku pulang ya," jawab Arkan pamit.


Emily mengangguk, mereka pun berpisah, Emily msuk kedalam rumah dan tak lupa dia juga mengunci pagar rumah.


terlihat serigala ghaib yang menjaga rumah itu masih diam mengawasi sekitar.


Arkan langsung menancap gas untuk segera pulang, sampainya di rumah Aryan mencubit lengan saudaranya itu.


"kamu hilang kemana sih, kenapa lama sekali tinggal ngantar pulng doang, aku sampai kelelahan," omel pria itu.


"ya aku sedang jalan-jalan kenap, sudah minggir aku mau mandi dulu," jawab Arkan yang langsung bergegas mandi.


Emily selesai mandi dan melihat pesan dari Sekar yang mengatakan jika mungkin akan pulang telat.


"baiklah sekarang kita buat nuget deh, mumpung sepi karena aku takut di goda oleh Tante nanti," gumam Emily.


dia membuka kulkas, dan menemukan dada ayam fillet dan juga udang yang sudah di kupas kulitnya.


dia mengikuti setiap step yang di ajarkan di YouTube, setelah itu dia membereskan kekacauan yang di buatnya.

__ADS_1


setelah matang, Emily menunggu hingga dingin baru memasukkan ke dalam kulkas agar bisa di potong.


Emily duduk sambil menonton tv, terlebih dia memang sendirian di rumah.


tak lupa dia mengambil kacang Mede kesukaannya untuk cemilan malam karena di sudah terlalu kenyang jika harus makan lagi.


sedang di desa Arkan, semua orang sedang melaksanakan sholat magrib berjamaah.


setelah sholat mereka pun berbondong-bondong membawa satu tampah atau lengser yang berisikan berkat.


tak lupa gunungan apem juga sudah di bawa oleh para remaja Mushola. Arkan membagi setiap tempat agar adil.


sedang Aditya membantu para panitia menyebarkan semua makanan mulai dari cemilan dan juga tampah berkat.


setelah siap, Raka sebagai pemimpin doa dan akan memimpin pembacaan tahlil.


setelah semua acara, kini mereka pun makan bersama, jalan desa begitu panjang terbentang para warga yang mengikuti megengan itu.


setelah acara yang berjalan sukses pun, kini para panitia melanjutkan dengan bagi-bagi makanan di pinggir jalan desa yang berbatasan dengan jalur utama.


merek membagikan kue apem dan juga jajanan pasar. ada juga bubur sengkolo.


Aditya pun baru melihat adat seperti itu, karena di desanya memang mirip tapi hanya di do'akan di masjid dan sudah.


"oke selesai gaes... yuk pulang, karena kita masih d tugas besar nih," ajak arkan.


"siap gas poll," kata semua remaja mushola.


"memang ada apa mas?" tanya Aditya pada Rafa.

__ADS_1


"di desa kami masih percaya dengan putukan yang ada di desa, dan para remaja harus menaruh beberapa berkat tampah, jajanan pasar dan kopi serta toko di sana, untuk menghormati, karena kita di dunia ini hidup berdampingan," jawab Rafa.


"owh seperti itu, ya di desa ku tak ada Karena memang tak ada putukan," kata Aditya.


dia pun yang penasaran ingin ikut, tapi saat akan mendekat Rafa menahannya karena akan bahaya untuknya Krena bukn asli warga di sana.


arkn duduk di tas batu untuk berdoa, setelah itu dia turun para remaja pun memberikan semua apa yang mereka bawa.


"itu kalau sudah selesai di buang begitu?" tanya Aditya.


"ya tidak lah, nanti akan di buang di waduk desa, sebagai makanan ikan yang sengaja di sebar di sana," Jawab Rafa.


Aditya mengangguk, dia pun pulng, hari ini dia belajar banyak tentang agama yang berdampingan dengn adat.


Arkan pun membantu semu orang beberes, dan dia serta Aryan mengembalikan teba yang kemarin lusa di pinjam Raka.


saat perjalanan pulang, mereka melewati rumah juragan Husni, terlihat aura gelap, dan aroma busuk yang terbawa angin dari rumah itu.


arkn dan Aryan langsung menutup hidung mereka Krena atom busuk itu begitu menyengat, sedang remaja yang lain tak ada yang mencium aroma itu.


"kalian kenapa sih, kok melihat rumah juragan Husni begitu banget," tanya Adi.


"tau nih, tapi ya kok aneh sih, satu keluarga tak ada yang datang, padahal ini kit acara satu desa loh," tambah Andi.


"bener tuh, dasar keluarga madesu, medit, kikir kalau mati mungkin jalan sendiri mungkin, ha-ha-ha-ha," kata teman-teman Arkan yang tertawa.


"jangan menyumpahi orang, jik berbalik padamu, kan lucu," kesal Arkan.


"sudah yuk, ayo pulang, tiba-tiba kok suasananya jadi ngeri-ngeri sedap gini," kata Aryan menarik semua teman-temannya.

__ADS_1


__ADS_2