
"tolong jangan menyakiti kekasih ku, dia beruntung masih bisa selamat dari nyai pengging, penguasa gunung yang mereka sayangi dengan niat buruk," kata Sukrasana yang datang.
"kang mas," panggil Aina.
"apa maksudmu dengan karena ini ulah Aina sendiri?" tanya Raka.
"bukan Aina, tapi kedua temannya, mereka ingin melakukan hal buruk si gunung ini, dan Aina terjebak oleh mereka, sekarang Aina jadi buruan untuk nyai pengging karena dia adalah gadis perawan, dan satu-satunya cara adalah menikahkan kami, agar aku bisa bersatu dan melindunginya," kata Sukrasana.
"apa kamu setuju dengan itu Aina?" tanya Raka yang akhirnya pasrah.
"tentu mas, karena selama aku disini, kang mas Sukrasana terus melindungi ku tanpa henti dari serangan Nyai pengging itu," jawab Aina.
"baiklah, kami akan kembali, dan pukul dua belas nanti kita lakukan pernikahan ghaib, dan aku akan menjelaskan semuanya pada orang tua mu," kata Raka yang tak bisa melakukan apapun lagi.
keduanya pun kini pergi kembali ke tubuh masing-masing, Wulan membuka mata, begitupun Raka.
"Alhamdulillah.... kalian membuat kami takut, sekarang ayo lekas kita buka dulu, sudah adzan," ajak Fandi
"baiklah om, tapi nanti setelah sholat ada sesuatu yang ingin kami bicarakan dengan kalian semua," kata Raka.
"baiklah, kami mengerti," jawab Semuanya.
buka puasa kali ini sangat sederhana, bahkan bisa menginggatkan Raka pada masakan sang bunda.
sedang di desa, Arkan dan Aryan sedang buka bersama di rumah kelurga Emily dan Ratu.
Sekar membuat banyak makanan, sampai membuat dua pemuda itu terbengong-bengong.
__ADS_1
"maaf Tante, kami hanya berdua kenapa makanannya begitu banyak?" tanya Arkan tak enak.
"tak apa-apa nak, kapan lagi kalian buka di sini, oh ya ratu tolong panggilkan semua orang untuk ikut buka di sini," perintah Sekar.
"baik Tante," jawab ratu.
akhirnya para pekerja dan seluruh kelurga mereka masuk dan ikut bergabung untuk buka puasa bersama.
Arkan dan Aryan begitu menikmati buka puasa kali ini, pasalnya tadi keduanya sempat kelelahan karena membagikan takjil yang di beli di warung.
bagaimana pun keluarga mereka tak pernah putus bersedekah, itulah kenapa mereka yang melakukannya saat orang tua mereka pergi.
setelah membatalkan puasa, Arkan menjadi imam sholat berjamaah, dan sholat terlaksana dengan sangat baik dan lancar.
selanjutnya di lanjutkan dengan makan bersama, Emily mengambilkan salad buah kesukaan dari Arkan sedang ratu mengambilkan SOP buah untuk Aryan.
Sekar benar-benar merasa senang bisa menyaksikan semua yang sedang terjadi.
Aditya merasa begitu bahagia memiliki Rania, gadis yang begitu pengertian dan juga sangat baik.
padahal di adalah iblis yang menyamar jadi manusia, entah berapa banyak dosa yang mungkin tak terhitung.
"mas ih, kok makan ayam milikku, padahal tadi sudah aku cuil loh," kata Rania.
"tak masalah sayang, kamu ambil punya mas," jawab Aditya memberika ayam yang berukuran cukup besar.
"tapi mas, nanti mas kurang lauknya," kata Rania sedikit sedih.
__ADS_1
"tidak sayang, ini tak masalah, oh ya nanti kita sholat berjamaah di masjid ya, karena tadi aku ketemu pak RW dan memintaku menjadi imam sholat," kata Aditya
"iya suamiku, ya Allah beruntungnya aku di berikan suami yang begitu Sholeh, baik dan pemberani, mungkin jika aku tak membuat janji itu, aku tak mungkin bisa menikah dengn mu mas," kata Rania.
"kamu ini bicara apa, meski tanpa pertemuan itu, pasti Kuta bertemu kok kalau berjodoh," jawab Aditya.
Rani pun tersenyum, dan menyuapi Aditya dengan tangannya, Aditya pun menerima dengn senang hati.
keduanya pun benar-benar mencicipi manis hidup berumah tangga, sedang di rumah Fandi.
Raka masih menjelaskan dan sudah membuat Anis dan Fandi terisak sedih, pasalnya mereka tak mengira liburan Aina akan menjadi kehilangan terbesar untuk mereka semua.
David tak ingin percaya, tapi dia kaget saat melihat Aina dalam kondisi sakaratul maut.
"Raka!" panggil David
Wulan berhenti dan melihat sosok yang ingin mengambil Aina, "mas lakukan ritualnya sekarang, sebelum Aina benar-benar meninggal dunia," panik Wulan.
"tapi bagaimana kamu bisa menghalangi makhluk itu sendiri," kata Raka tak bisa berbuat apa-apa lagi.
"percaya mas, aku akan memanggil Arsana dan Ki prabu Wira Sanjaya, jadi mas bawa om Fandi segera, dan mas David tolong Carikan seorang ustadz yang minimal bisa hafal Al-Qur'an untuk membantu kami," kata Wulan yang langsung bersila.
raja mengikatkan tali di tangannya dan juga Fandi, mereka pun menembus pembatas antar dunia.
Fandi kaget saat mereka sudah berada di sebuah gua yang begitu luas, "om ... apapun yang terjadi jangan pernah takut, terus berjalan tanpa melihat kebelakang," kata Raka.
mereka pun sampai ke sebuah istana, bahkan Fandi kaget melihat betapa kaya istana itu yang terbuat dari emas permata.
__ADS_1
"ayah!!!" teriak Aina yang berlari kebawah, Fandi begitu kaget melihat putri cantiknya dalam balutan busana Jawa yang begitu cantik.
"Aina..."