
"hei.. Dewi kamu ngomong apa, kenapa mengatakan jika Arkan jahat, dia hanya menginggatkan dirimu, karena ucapan mu tadi sudah menghina adikku," kata Ratu yang juga ikut tak terima dengan ucapan Dewi.
"ayolah mbak Dewi, aku minta maaf jika pernah menyinggung perasaan mu, terlebih kita pernah satu sekolah, aku minta maaf jika aku salah," kata Emily.
"aku benci kalian semua, dan kamu Arkan entah kamu pura-pura tak tau atau apa, kenapa kamu tak pernah melihatku sedikit pun dari dulu, padahal kita satu agama, dan lagi kamu akan memiliki pendukung yang kuat seperti ku, apa kamu mengerti," kata Dewi pada Arkan.
"apa yang kamu katakan, memang kamu kira apa? aku mau cari istri, aku masih ingin sekolah, kuliah dan menjadi orang sukses, ucapan mu seperti kita mau menikah, dan untuk dukungan, aku sudah cukup mendapatkan dukungan, jadi jangan berharap apapun padaku," ketus Arkan yang masuk kedalam rumah.
"sepertinya sudah tak enak ya, ayo pulang Emily besok kita harus sekolah dan masih juga membeli beberapa peralatan yang masih di butuhkan," kata Ratu.
Aryan memberikan buku yang ada di Tote bag pada keduanya, "kalau begitu kami pamit ya, tolong titip salam untuk ayah dan Amma, permisi," kata ratu menarik Emily.
Dewi pun merasa kesal dan langsung bergegas menghampiri bapaknya, ternyata keduanya ada di area belakang rumah.
Rania baru pulang dari pasar legi bersama suaminya, "kamu masuk ya dek, biar aku yang memberikan titipan Arkan,"
"iya mas," jawab Rania.
Rania yang bergegas masuk kedalam rumah di bantu Nurul, sedang Aditya ke rumah Arkan.
"assalamualaikum, Arkan. ini titipan mu le," kata Aditya yang masuk kedalam rumah.
"waalaikum salam, terima kasih mas, wah ada baby gurita ini sangat fresh," jawab Arkan yang bergegas membersihkan semuanya.
"baiklah aku pulang ya, nanti kalau buat sesuatu ingat kami ya," kata Aditya.
__ADS_1
"gampang mas," jawab Arkan yang nampak sibuk.
sedang Aryan sedang berlatih beban, dia ingin kuat karena dia tak boleh lemah saat membantu Arkan nantinya.
Wulan dan Raka pamit pergi karena harus mengunjungi teman yang sedang berada di rumah sakit.
Aditya bergegas kembali ke rumah, ternyata Rania sedang ingin membuat otak-otak ikan.
"aku bisa bantu?" tanya Aditya melihat istrinya yang sedang memfillet ikan tengiri.
"boleh deh, tolong kupaskan bawang putih dan merah ya, untuk bumbu ya," kata Rania.
"siap nyonya," jawab Aditya tersenyum pada istrinya.
ada Rania yang menemaninya, selalu tersenyum kearahnya, dan juga Rania begitu sangat muda, tapi dia begitu berusaha untuk menjadi istri yang sempurna.
"dek, apa kamu keberatan jika memiliki suami yang memiliki tato di tubuhnya," tanya Aditya
"apa? kalau jujur iya, tapi aku juga tak keberatan, karena semua pasti punya alasan masing-masing, jadi aku tak keberatan mas," jawab rania tersenyum.
"apa kamu tak ingin melihat dulu tato yang aku miliki, sebenarnya tato itu aku buat untuk menutupi luka yang aku dapat saat kecil, meski akhirnya aku menyesal," kata Aditya.
"kalau begitu, coba di hapus mas jika berkenan, tapi jika tidak juga tak apa, aku tak ingin memaksa, karena aku akan terus di samping mu mas, apapun yang terjadi atau yang mas lakukan," kata Rania mengecup pipi Aditya.
mendapatkan ciuman, Aditya pun kaget dan merasa malu, sedang Rania juga merasakan hal yang sama.
__ADS_1
Aditya membantu membungkus otak-otak kedalam daun pisang, dia pun tak malu bertanya pada Rania.
terlebih nanti sore ada teman-teman Rania datang ke rumah untuk makan bersama.
terlebih Rania juga ingin memperkenalkan suaminya pada teman-teman kuliahnya.
Aditya pun meninggalkan Rania sebentar karena mendapatkan telpon penting.
"aku berangkat dulu dek, maaf tak bisa membantumu," kata Aditya yang mencium kening Rania saat akan pergi.
"gak papa kok ma, oh ya hati-hati ya, dan tolong jangan tebar pesona ya, jika tidak aku akan cemburu loh nanti," kata Rania tersenyum.
"tenang saja dek, aku cuma memberikan hatiku pda mu tak ada yang lain selain dirimu, jadi jangan khawatir ya," jawab Aditya.
Rania mengangguk, Aditya pun pergi dengan mobilnya, di dalam mobil dia mengganti bajunya dengan Hoodie hitam.
dia pun tak lupa memakai masker dan makeup yang bisa menyamarkan wajah aslinya.
"tunggu sayang, dendam ku tinggal sebentar lagi, jika aku selesai aku akan fokus membahagiakan mu dan melindungi mu," kata Aditya yang menuju ke kota sebelah.
terlebih dia baru mendapatkan informasi jika pria yang di carinya ada di kota itu.
"kau harus mati Sukardi," gumam Aditya dengan marah saat harus ingat kejadian buruk yang menimpa dirinya dan adiknya.
dia ingin mengakhiri semuanya, dan tanpa di duga oleh Aditya, jika Wulan dan Rama juga ada di kota itu.
__ADS_1