Perjalanan Mistis Si Kembar

Perjalanan Mistis Si Kembar
kebersamaan yang sederhana


__ADS_3

Wulan membantu Raka mengupas kulit mente itu, dan mereka mendapatkan mete yang cukup banyak.


dan nanti akan di sangrai untuk mematangkan sepenuhnya karena tak baik jika di goreng.


sedang Bu mut dan pak Suyatno membuat sirup dari jambu dan juga abon yang di janjikan.


Wulan dan Raka kini serasa pasangan yang cukup normal di banding biasanya yang harus selalu berurusan dengan hal ghaib.


Fahri masih berada di bengkel dan ternyata mobil Raka hanya perlu ganti oli dan beberapa perbaikan ringan saja.


Fahri juga mencuci mobil itu ke tempat spa khusus mobil, dan setelah itu dia memutuskan untuk berkumpul bersama teman-temannya sambil menunggu dua keponakannya pulang.


"wih mobil baru bro, gila itu bukankah mobil keluaran terbaru?" tanya salah satu teman Fahri.


"itu mobil kakak ipar ku, kebetulan aku di mintai tolong, jadi sekalian saja," jawab Fahri.


"gak papa bro, lain kita kita pinjem buat baik gunung yuk, oh ya bukankah kamu punya dua keponakan ya, ajak saja kapan-kapan kita cari gunung yang tak terlalu tinggi," kata Joe memberi usul.


"boleh tuh," jawab Fahri yang langsung menjawab.


mereka pun memesan kopi dan makanan, sambil berbincang masalah baik gunung yang akan di lakukan setelah ujian Nasional.


Fahri juga akan mengajak beberapa teman perempuannya yang juga memiliki Indra keenam dan pasti akan seru.


di sekolah Aryan masih menunggu Arkan yang baru selesai sholat Dhuha.


"ayo ke kantin, aku ingin membeli permen coklat, karena merasa mengantuk sekali," lirih Aryan.


"kamu baru selesai sholat dan mengambil wudhu, jangan di biasakan," kata Arkan


"maaf mas, habis pelajaran sejarah dan itu sangat membuatku tak bisa menahan kantuk," kata Aryan memelas.


"sudah jangan terus mengomel, ayo kita ke kantin segera," ajak Arkan yang langsung menarik adiknya itu.

__ADS_1


dewi dan ratu sudah berada di kantin bersama dengan Puput dan Aini, mereka sedang menikmati bakso Aci milik mereka.


saat Arkan dan Aryan datang, Faraz melambaikan tangan kearah kedua sepupunya itu.


"kamu atau aku yang pesan?" tawar Aryan.


"mas yang traktir ya, please ... uang saku ku buat beli buku gambar sama alat gambar yang aku inginkan," kata Aryan.


"ya sudah, duduk sana," kata Arkan.


Arkan memesan cukup dua bakso dan juga gorengan kesukaan keduanya.


Aryan pun merasa begitu beruntung, pasalnya Arkan tak pernah menjahili atau menyusahkan dirinya.


tapi beberapa hal membuatnya kesal saat Arkan sering menghabiskan makanan yang ada di rumah.


mereka pun makan dengan tebang, tapi tak di duga Faraz mengambil tahu isi milik Aryan.


"mas kenapa mengambil milikku," kesal Aryan.


Arkan memberikan tahu isi dan ote-ote miliknya pada Aryan, "sudah habiskan, sebentar lagi bel masuk," kata Arkan yang tak ingin ada keributan.


Aryan pun yang mengerti memilih langsung memakan gorengan itu, dan tak ingin memperpanjang masalah.


Arkan dan Aryan juga sudah memilih sekolah yang masih di rahasiakan, pasalnya mereka tak ingin satu sekolah lagi bersama Faraz karena tingkah Faraz yang menyebalkan.


grup para cewek sudah selesai, ratu mengambilkan dua botol teh dan menaruhnya di samping Arkan.


"tadi, terima kasih," kata ratu.


"emm... dan aku berterima kasih untuk ini," kata Arkan.


ratu hanya mengangguk dan tersenyum sambil mengandeng Puput temannya.

__ADS_1


Arkan memberikan teh itu pada Aryan, "kamu beneran pacaran sama ratu, beh dia itu orang jaya loh," kata Faraz.


"memang kenapa, orang tua kami juga tak kalah jaya dari orang tua ratu," jawab Aryan.


"ya gak papa sih, asal bukan Dewi yang kamu incar, jika tidak aku bisa melakukan apapun padamu," kata Faraz berbisik pada Aryan.


"Ki Adhiyaksa, bisakah lebyapkan aura hitam di tubuh Faraz, jika tidak dia bisa melukai orang dengan lidahnya," suara batin dari Arkan.


"baik prabu," jawab Ki Adhiyaksa.


Ki Adhiyaksa langsung menarik aura hitam itu dan membawanya pergi, dan langsung menyimpannya dalam sebuah pusaka.


Arkan pun tak melihat hal yang janggal lagi, dan memutuskan untuk masuk kelas saat selesai makan.


"ratu kamu beneran suka sama Arkan, bukankah dulu kamu menyukai Faraz," tanya Aini yang berjalan dengan Dewi.


"aku akui dulu Faraz terlihat menarik, tapi saat tau sifat dan karakternya yang menyebalkan, aku lebih suka Arkan yang lebih tenang, kalem dan murah senyum," jawab ratu.


"kamu yakin, dia ketus gitu," kata Dewi


"yakin dong, lihat saja dia selalu membantu ku," kata ratu yang masih malu-malu.


"tapi kalian berbeda agama," kata Dewi yang langsung menghilangkan senyum ratu.


ya bagaimana pun ayah ratu adalah pengurus gereja yang taat agama, dan Arkan adalah putra seorang yang juga taat agama.


"susah jangan bahas lagi kita masuk kelas saja," lerai Puput.


mereka pun kembali mengikuti pelajaran, pukul satu siang semua pun pulang.


Fahri sudah menjemput dua keponakannya itu, dan langsung mengajaknya pulang.


sesampainya di rumah, mereka berdua langsung masuk dan menyalami semua orang.

__ADS_1


"aduh putu-putu mbah sudah pulang, cepat ganti baju,sholat jika belum, baru kita makan ya,tadi Mbah dan ibu kalian sudah membuat masakan spesial," kata Bu mut.


"siap eyang," kata Arkan dan Aryan.


__ADS_2