Perjalanan Mistis Si Kembar

Perjalanan Mistis Si Kembar
naik gunung lagi.


__ADS_3

setelah sarapan, Fahri menjemput ketiga pemuda itu karena akan belanja kebutuhan untuk naik gunung.


"Amma kami pergi dengan om Fahri ya, mau belanja buat besok," pamit Arkan yang selesai mengenakan sepatunya.


"hati-hati jangan lupa beli buah dan vitamin juga," kata Wulan menginggatkan kedua Putranya.


"siap Amma, kami pergi assalamualaikum," kata Arkan mencium tangan Wulan dan pergi begitupun dengan Aryan dan Faraz.


mereka menuju ke bravo swalayan untuk membeli beberapa logistik, seperti mie instan dan berbagai jenis cemilan.


tak hanya itu mereka juga membeli beras merah yang memsng ada dalam kemasan dua setengah kilo.


"Faraz tolong ambilkan mie goreng dan rasa soto dong, dan beberapa botol air mineral besar, Arkan bantu gih aku masih harus mencari kebutuhan yang lain," kata Arkan


"iya bos, iya ..." jawab Aryan.


setelah mereka mendapatkan apa yang di minta, ternyata Arkan mencari gas untuk kompor portabel.


mereka juga membeli beberapa obat oles agar tak di gigit serangga, dan tak lupa sabun cuci tangan.


setelah semua dirasa cukup, mereka pun membayar dan kali ini arkan yang membayar semua belanjaan itu.


setelah itu mereka menuju ke pasar untuk membeli buah, dan besok Aryan yang harus membawanya.


"mas jangan lupa beli rokok, ingat kejadian gunung Arjuno gara-gara gak ada yang bawa rokok," kata Arkan menginggatkan.


"iya iya maaf," kata Fahri yang pasrah saja.


mereka pun pulang untuk bersiap, Faraz tak mengira jika sepupunya itu sudah memiliki uang sendiri dari usahanya.


sesampainya di rumah mereka mengemas semua keperluan, dan Aditya menginap di rumah Adri untuk mempermudah segalanya besok.


dia juga memastikan semua bawaan agar sesuai, Wulan juga menyiapkan beberapa lauk kering untuk semuanya dan itu tugas Fahri yang membawa sebagian besar logistik.


"aduh yang mau naik gunung, ini mau pindah tidur apa gimana kok barangnya banyak sekali," kata Anis.


"maklum Mbah lek, kami bawa blawong tukang makan, jika gak gini bisa-bisa sudah habis sebelum turun," kata Arkan.


"benarkah ? siapa?" tanya Anis penasaran


"tuh dua cucu Mbah lek, Faraz dan Aryan," kata arkan


"jangan omong kosong deh, aku gak serakus itu," marah Aryan.

__ADS_1


"kalau aku mah memang doyan makan," jawab Faraz enteng.


"ya sudah, ini Mbah ada sedikit uang saku untuk kalian semua, ingat jangan sampai ada apa-apa," kata Anie memberikan uang pada keempat pria itu.


"aku juga mau bunda," kata Rania yang masuk kedalam rumah.


"baiklah sini gadis cantik bunda," kata Anis memeluk tubuh wanita itu erat.


Anis sudah menganggap Rania seperti putrinya sendiri, terlebih setelah kematian dari putrinya.


mereka pun melewati hari dengan danau, dan tak mengira jika teman-teman Fahri malah memilih menginap juga di rumah Raka.


jadilah mereka berangkat pukul tiga dini hari, Raka, Wulan Rafa dan Anis mengantar kepergian mereka.


Nurul memberikan bekal juga pada Rania untuk perjalanan agar tak lapar, Aditya menyetir mobil yang berisikan Aryan, Arkan, Faraz dan Fahri.


sedang di mobil satunya ada Fero, Siska, Randi dan Gadis. mereka pun menuju ke tempat base camp di Lumajang.


mereka pun melanjutkan untuk membayar administrasi dan melengkapi semua persyaratan untuk pendakian.


setelah melengkapi semuanya, mereka pun mulai berjalan menuju ke Pos 1 (2.266 mdpl)


Lokasinya di Blok Landengan Dowo. Berjarak 3 kilometer dari Ranu Pani dengan waktu tempuh 60 menit. Landengan Dowo menjadi lokasi jalur pendakian pertama yang didominasi pohon cemara gunung. Di Pos 1 ada pondok peristirahatan, persis di ujung tanjakan.


di Selter ini Rania dan faraz beristirahat sejenak, sedang Arkan terlihat begitu tangguh begitupun dengan Aryan.


rombongan mereka akhirnya terbagi menjadi dua, karena Fahri memilih jalan duluan bersama teman-temannya.


sedang Aditya menjadi sweeper untuk menjaga kedua pendaki baru ini, tapi dari awal naik Arkan Sudah merasakan ada yang aneh, dua merasa ada sesuatu yang mengikuti mereka.


"kamu merasakannya juga?" tanya Aryan.


"ya, kamu ingat jika prabu Wira Sanjaya juga pernah mengatakan tentang gunung ini, ya semoga itu adalah penjaga kita," kata Arkan yang mencoba membuat adiknya itu tenang.


setelah puas beristirahat mereka pun melanjutkan perjalanan, dan kini menuju ke pos selanjutnya.


Blok Watu Rejeng. Di Pos 2 terdapat pondok kecil peristirahatan. Jalur pendakian yang mendekati Ranu Kumbolo ini berjarak 5 kilometer dari Ranu Pani, dengan waktu tempuh 90 menit atau 1,5 jam.


di sini Rania pun masih telihat semangat begitu pun dengan Faraz jadi mereka tetap melanjutkan jalan.


sesekali Faraz membuat video untuk mengabadikan momen pendakian kali ini.


terlebih dia mendaki bersama rombongan yang bisa di katakan cukup tampan untuk tidak di jadikan konten.

__ADS_1


...********************...


halo semuanya sambil menunggu up, ayo mampir ke novel temenku yuk.



Karya : erma _roviko


Si Cupu Untuk Tuan Samuel


Bab 11 Karena aku majikanmu


Samuel menatap tajam gadis berkacamata tebal, mengepang rambut dan gigi yang di pagar membuatnya terasa geli. "Kenapa kau menatapku begitu?" tanya Eve sinis.


"Karena penampilanmu yang terlihat sangat jelek," ejek Samuel sembari menyeringai.


"Kau boleh mengejekku sekarang, tunggu saja tanggal mainnya!" seloroh Eve yang sangat kesal, ingin rasanya mencakar-cakar wajah tampan dari majikan dadakannya.


"Wah, sepertinya kau tersinggung. Tapi, itu bagus! Aku ingin lihat, bagaimana Boneka santet memperjuangkan dan membuktikan."


"Lihat saja nanti dan berhentilah memanggilku dengan boneka santet! Nama ku Eve, E-V-E." Ucapnya seraya mengeja nama.


"Aku lebih nyaman memanggilmu boneka santet," ujar Samuel acuh tak acuh.


"Sangat menyebalkan!"


"Karena kemarin kau kabur dan juga menendang tongkat sakti ku, maka kau akan dihukum," ucap Samuel dengan tajam.


"Ck, siapa kau yang berani mengaturku?"


Samuel berjalan menghampiri gadis kecil itu, menyentil kening Eve membuat empunya meringis. "Auh…kau kasar sekali," cetus Eve yang mengusap keningnya yang terasa panas.


"Itu hukuman karena kau membuat aku kesal!" sahut Samuel dengan santai.


"Apa setiap kali kau kesal akan menyentil keningku?" cetus Eve yang tak terima dengan perlakuan pria itu.


"Ya, bisa saja dikatakan begitu. Karena kemarin kau pergi terburu-buru, hari ini kau harus bekerja lembur." Ucap Samuel yang membuat Eve sangat kesal.


"Mana bisa begitu!" protesnya disertai tatapan tajam.


"Bisa, karena aku adalah majikanmu. Apa kau mengerti?" tekan Samuel yang memarahi gadis itu.


Eve menghela nafas dengan berat, dengan terpaksa dia mengangguk setuju membuat sang majikan tersenyum puas. "Baiklah."

__ADS_1


Samuel berlalu pergi menuju kantor, sedangkan Eve mulai mengerjakan tugasnya sebagai pelayan. "Pria itu benar-benar membuat kesabaranku habis, pertama kak Niko, kedua Liam, dan sekarang Samuel. Lengkap sudah penderitaanku, ingin rasanya aku membuat ketiga pria menyebalkan itu menghilang dari muka bumi ini." Monolognya seraya bersih-bersih.


jangan lupa vote, like dan komen 🤗🤗🤗🤗


__ADS_2