Perjalanan Mistis Si Kembar

Perjalanan Mistis Si Kembar
tentu kami bereskan.


__ADS_3

Aryan dan Arkan baru pulang sekolah, dan dia melihat sosok dari Bima di rumah mereka.


"wah ada apa ini? kenapa keluarga busuk seperti anda kemari? mau hutang lagi, tak tau malu sekali," kata Arkan dingin.


"hei anak muda Dian, kamu itu hanya anak kecil!" bentak Bima pada keduanya.


"siapa yang anda bilang anak kecil, kami sudah dewasa dan tau mana yang baik dan buruk," marah Aryan yang sekarang terlihat tegas.


Raka tau jika kedua Putranya itu berubah setelah menolong keluarga Randi, tak terduga Aditya juga datang bersama Rania untuk mengambil sesuatu di rumah Raka.


melihat sosok Bima, Aditya marah dan ingin langsung membunuh pria itu, "apa apa lagi, pria biadab seperti mu kesini, kamu ingin mati di tangan ku,"


"tenang Aditya, jangan terpancing emosi, lebih baik ajak istri mu masuk," perintah Raka yang tak mau Aditya melakukan kesalahan terlebih di depan Rania.


Rania pun di bawa masuk ke dalam rumah, begitupun kedua saudara itu yang dapat kode dari ayah mereka.


tak lama truk yang di supiri oleh Yanto datang, ternyata benar itu Vera yang dalam keadaan begitu buruk.


Yanto pun melindungi Vera, dan Bima langsung ingin menarik wanita itu pulang.


tapi dia lupa bagaimana pun Vera tetap ibu kecil dari anak-anak Vian, Rafa dan Raka menghadang pria itu.


"pria busuk, kamu tega membuat ibu kecil kami seperti ini!!" bentak Rafa dengan keras.


"minggir dua istriku," kata bina tak kalah garang.


"bukan, aku bukan lagi milikmu saat kamu menjadikan aku seorang pelayan nafsu untuk makhluk kejam itu, dan kamu sudah menumbalkan dua anak kita demi keegoisan mu!" teriak Vera lantang.


mendengar itu Rafa dan Raka marah besar, sedang dari dalam rumah Aryan dan Arkan mengenggam garam krosok dan kemudian melemparkannya pada Bima.


"la haula wala quwwata illa billahil aliyil adzim," kata keduanya saat melempar garam.


"argh....." teriak Bima kesakitan.


bahkan tubuhnya seperti mengeluarkan percikan api,Aryan dan Arkan kini menghadang pria itu untuk melindungi keluarganya.


"berhenti bertingkah, karena aku bisa melakukan hal yang buruk, kamu akan melindungi dan membuatmu sadar," kara Aryan.


keduanya pun mulai memukul tubuh pria itu dengan bambu kuning, dan perlahan asap hitam keluar dari tubuh Bima.

__ADS_1


suara teriakan yang begitu pilu terdengar begitu keras, hingga memancing warga berkerumun.


tapi keduanya tak berhenti, perlahan tubuh Bima yang terlihat begitu muda dan bagus.


perlahan menyusut hingga tinggal tulang dan kulit, hingga rambutnya pun memutih.


setelah itu Aditya menyiramkan air yang bercampur dengan tumbukan daun kelor ke tubuh pria itu.


semua susuk yang di tanam di tubuh pun keluar dengan sendirinya, semua kaget melihat puluhan susuk jarum yang keluar.


"kau cuma pria tua yang sebenarnya, selama ini makhluk itu membuat mu merasa muda, tapi nyatanya dia perlahan menghisap darah dan juga jiwa mu," kata Raka yang memeluk Vera.


wanita itu seakan terlalu sakit hati sekarang jadi tak peduli pada suaminya, dia sudah tak bisa merasakan kasihan terlebih dia duku begitu Jahat membuat Vera melihat kematian kedua anaknya dengan matanya sendiri.


saat memeluk Vera yabg terasa begitu kurus, tiba-tiba Raka melihat kilasan tentang ingatan dari Vera.


dia berada di sebuah rumah yang cukup kecil di suatu tempat yang jauh, bahkan ini lebih tepat di tengah hutan.


saat dia menginjakkan kakinya ke rumah itu, terasa Aira yang begitu hitam dan Raka bisa merasakan jika ini ilmu hitam.


dia pun menembus pintu dan melihat ruang tamu yang seperti tempat persembahan tumbal.


"ibu Vera!" panggil Raka yang kaget melihat kondisi Vera yang penuh luka lebam dan berdarah, bahkan wanita itu nampak pucat.


bahkan Nanda terlihat begitu pucat dan paruh,Raka tau jika pria itu ada dalam pengaruh hipnotis.


"apa yang terjadi, apa yang akan kamu lakukan, lepaskan mereka!" marah Raka yang tentu saja tak di mengerti semua orang.


bahkan tubuh Raka terlewati begitu saja, di meja itu tubuh Vita di baringkan dan di ikat.


"ayah jangan sakiti Vita ayah, ibu tolong...." tangis gadis kecil itu.


tiba-tiba Vera sadar dan melihat putrinya, "lepaskan putriku, Nanda sadarlah, itu adikmu sendiri, apa yang akan kamu lakukan bajingan, jangan melukai putriku!!" teriak Vera yang berontak ingin menyelamatkan anaknya.


Bima mendorong Vera hingga terbentur dinding triplek rumah itu, "tutup mulutmu, dia akan membawa keberuntungan dalam harta dan ilmu hitam ku akan sempurna setelah ini, dan aku akan menjadi dukun paling sakti, dan bisa memusnahkan semua keluarga kakak mu yang sombong itu, karena mereka terlalu tinggi hati karena memiliki harta," marah Bima yang kemudian menyalakan dupa dan kemenyan.


semua sudah di siapkan, tak lama makhluk ghaib tinggi hitam yang kemarin di kalahkan oleh Aryan datang.


mahluk itu tertawa dengan kejam, terlebih melihat gadis cantik yang akan di persembahkan untuknya.

__ADS_1


Vita masih berusia tiga belas tahun saat itu, mahluk itu pun langsung menikmati persembahan dari Bima.


dan dengan kejam, Bima memaksa Vera untuk menyaksikan semuanya secara langsung.


makhluk itu merasuki tubuh Nanda, dan dengan kasar menggauli gadis itu dengan kasar.


melihat hal itu Vera tak bisa melakukan apa-apa, dia di ikat dan di tahan oleh Bima yang malah tertawa senang karena impiannya akan segera tercapai.


semua mahluk sekutu berdatangan karena mencium aroma darah yang pekat dan perbuatan dosa itu.


setelah itu Nanda yang kerasukan mengambil keris dan membelah tubuh adiknya sendiri.


"tidak!!!" teriak Vera yang menyaksikan kekejaman itu.


kemudian jantung dan hati Vita di ambil, Nanda langsung memaksa Vera untuk memakan hari dari istrinya itu sambil terus menggumamkan mantra.


Vera tak mau, tapi dia terus di jejalkan hingga akhirnya makan separuh, begitupun Bima yang makan separuh juga.


setelah melakukan hal itu, kini giliran dari nanda yang menggorok lehernya sendiri.


makhluk-makhluk hitam itu pun berkerumun untuk menjilati dan menikmati darah dan daging dari dua tumbal itu.


setelah itu sekutu iblis dari Bima menikmati dua jantung yang di persembahkan sebagai sesaji untuknya.


Vera pun sudah tak sadarkan diri, dan Raka pun kembali ke tubuhnya dan sadar.


dia pun menangis dan Vera pun memeluknya erat, "titip ibu Vera sebentar," kata Raka yang memberikan Vera pada Rafa.


"kamu jangan melakukan hal gila,"peringatan dari Rafa


Raka tak peduli, kini dia mengambil bambu kuning dan langsung memukul tubuh Bima yang sudah renta itu.


"Raka!!" teriak Rafa tak di gubris pria itu.


"kamu dengan biadab membunuh anak-anak ku demi kesenangan dan keinginan mu yang salah itu, dan kamu dengan sombong memamerkan semua itu, lebih baik kau mati!!" teriak Raka yang nampak lepas kontrol.


"ayah stop!!" kata Wulan yang berlari dari dalam rumah.


Aryan menghentikan Wulan karena amma-nya sedang hamil, sedang Arkan menarik ayahnya agar berhenti.

__ADS_1


Bima sudah muntah darah karena semua siksaan yang dia alami, tapi ini tak ada apa-apanya dengan kelakuan buruknya di masa lalu.


polisi datang dan kaget melihat apa yang terjadi, Aditya menjelaskan pada pihak kepolisian, dan kemudian bina di bawa ke kantor polisi.


__ADS_2