Perjalanan Mistis Si Kembar

Perjalanan Mistis Si Kembar
lemes bro


__ADS_3

Aryan dan Arkan sedang tiduran di lantai untuk mendinginkan diri, karena tubuh mereka merasa gerah.


Wulan mengambilkan daun kelor untuk kedua putranya, "kalian berdua cepat mandi, segera,"


"iya Amma," jawab Arkan yang malas.


"kamu kenapa kok lemes gitu?" tanya Raka yang selesai mandi.


"lemes bro, tenaganya kesedot mungkin..." jawab Aryan lemah.


raka menggeplak kepala Aryan karena gemas, karena bocah itu terus saja membuat ulah.


kedua saudara itu pun mandi bersama, tapi sebelum Aryan ikut masuk ke kamar mandi, Raka menarik putranya itu dan mendorongnya masuk ke WC.


"sudah besar, jangan berulah, sudah mandi masing-masing," kesalnya.


Wulan hanya tertawa melihat ketiga orang tersayangnya itu, terlebih Aryan yang selalu bentrok dengan Raka.


Rania sedang mengeringkan rambut saat suaminya masuk kedalam kamar.


Aditya pun merebahkan dirinya di ranjang karena lelah. "mas sini keringkan dulu yuk rambutnya," panggil Rania.


"capek dek..." jawab Aditya.


Rania pun mengeringkan rambut Aditya meski pria itu tengkurap di ranjang.


saat selesai, Rania pun memakai jilbab dan ingin bergegas ke rumah Raka untuk bertanya.


"mau kemana dek?" tanya Aditya menahan tangan Rania.


"mau ke rumah mas Raka untuk bertanya tentang puasa hari ini," kata Rania.

__ADS_1


"oh aku sudah tau, jadi kita karena tidak sengaja membaca niat semalam untuk puasa, menurut Imam Nawawi dalam kitabnya Al-Majmû’ Syarhul Muhadzdzab memberikan solusi, yaitu :


'Disunahkan (bagi yang lupa niat di malam hari) berniat puasa Ramadhan di pagi harinya. Karena yang demikian itu mencukupi menurut Imam Abu Hanifah, maka diambil langkah kehati-hatian dengan berniat.'(yahya bin Syaraf An-Nawawi, Al-Majmû’ Syarhul Muhadzdzab, [Jedah: Maktabah Al-Irsyad, **.], juz VI, hal. 315)


Namun, ditegaskan lagi bahwa jika niat di pagi hari harus disertai taqlid (mengikuti ulama yang telah memahami agama) atau jelas asal-muasal perbuatan itu dilakukkan dan tidak boleh sembarangan sebagaimana yang dijelaskan Imam Ibnu Hajar Al-Haitami dalam kitab fatwanya, sebagai berikut :


'*Dalam kitab Al-Majmû’ disebutkan, disunahkan bagi orang yang lupa berniat puasa di bulan Ramadhan untuk berniat pada pagi hari karena bagi Imam Abu Hanifah hal itu sudah mencukupi, maka diambil langkah kehati-hatian dengan niat. Niat yang demikian itu mengikuti (taqlid) Imam Abu Hanifah. Bila tidak diniati taqlid maka ia telah mencampurkan satu ibadah yang rusak dalam keyakinannya dan hal itu haram hukumnya.'(Ibnu Hajar Al-Haitami, Al-Fatâwâ Al-Fiqhiyyah Al-Kubrâ, juz IV, hal. 307)


Dengan demikian hal ini bisa menjadi solusi untuk yang lupa niat saat berpuasa dan ditegaskan lagi hal ini hanya untuk yang benar-benar lupa berniat saat puasa."


(sumber: Google*)


Rania pun terkejut mendengar ucapan suaminya, "ah begitu, tapi kita bukan lupa mas," jawab Rania.


"kita tidak lupa, tapi kita memang mengalami hal yang tak terduga," terang Aditya yang memilih tidur.


"terima kasih ya atas penjelasannya, kalau begitu aku ikut tidur ya," kata Rania yang ikut tidur di samping Aditya.


keduanya pun terlelap tidur karena kelelahan juga, bahkan ponsel Aditya berbunyi pun tak di hiraukan.


sedang Aslan sedang menemani Adri yang mengawasi panen di sawah. pasalnya bocah itu satu-satunya yang sangat normal.


karena dua keluarga yang lain sudah lemes dan beristirahat, sedang Husna juga di rawat oleh Nurul karena bayi itu sama halnya dengan Aslan tidak terpengaruh.


"ya Allah mas ini kemana sih, dari tadi di telpon kok gak di angkat, bukannya di Indonesia sudah pukul sembilan pagi," kata ustadz Rasyid yang rindu pada Aditya.


"kenapa sih Rasyid dari kemarin ngomel Mulu, mungkin kakak mu sedang sibuk," kata teman ustadz Rasyid.


"ya mungkin kamu benar, sudah ayo..." ajak ustadz Rasyid.


Emily sedang menelpon Arkan, bahkan keduanya sedang video call karena besok mereka akan masuk ke sekolah.

__ADS_1


"bagaimana ceritanya, kalian bisa kesasar hingga dua harian?" tanya Emily.


"ya karena kami tak sengaja mengusik keberadaan mereka, mungkin itu yang membuat kami nyasar," jawab Arkan dengan nada suara lemah.


"masih lemas ya, nanti sore tolong bilang Amma tak perlu masak, tadi Tante bilang akan mengantar makanan untuk keluarga kalian, dan apa kamu ingin sesuatu?" tanya Emily.


"boleh dong, susu kurma tapi harus buatan mu, tidak boleh beli jika tidak aku gak mau minum," kata Arkan.


"baiklah aku mengerti, nanti jam empat aku kesana untuk mengantarkan Semuanya ya, selamat istirahat ya Arkan," kata Emily yang menutup telponnya.


dia pun bergegas turun ke dapur, tapi dia tak sengaja mendengar jika ratu sedang bertelpon ria dengan Aryan.


"loh Emily, mau apa nak?" tanya Sekar lembut.


gadis itu langsung memeluk tubuh Sekar, "aku ingin membantu menyiapkan makanan untuk keluarga Arkan, dan tadi dia juga ingin sesuatu, jadi boleh ya Tante,"


"tentu boleh, apapun untuk mu," jawab Sekar tersenyum.


tak lama ratu juga turun untuk membantu juga, Sekar hanya tak mengira akan melihat dua gadis itu tumbuh besar.


Sekar menyadari ada sesuatu di rumah itu, "kalian tolong lanjutkan membumbui empat ayam itu ya, Tante ada urusan sebentar, karena lupa sesuatu," kata Sekar yang menuju ke area taman.


"dasar wanita busuk, sudah ku katakan jangan menganggu kedua anakku, jika tidak aku akan membunuhmu ..." geram Sekar.


*****


halo semuanya, aku datang untuk meminta saran. maaf ya merepotkan apa kira-kira ada yang mau gak ya jika judul ini di up nantinya.


"SUAMIKU MAKHLUK GHAIB"


__ADS_1


oke jangan lupa like, komen dan vote ya....


love untuk kalian semua...


__ADS_2