Perjalanan Mistis Si Kembar

Perjalanan Mistis Si Kembar
hamil yang aneh


__ADS_3

sudah seminggu kelahiran dari bayi Rafa dan Jasmin, hari ini setelah ba'da sholat isya'.


diadakan sebuah acara aqiqah, bertepatan dengan pupak pusar, raka dan mertuanya pak Suyatno datang karena undangan.


"Raka bagaimana kondisi Wulan?" tanya Nurul yang khawatir.


"Alhamdulillah Tante, dia sudah membaik, dan sudah bisa tersenyum lagi," jawab Raka.


"kenapa tadi tak di ajak," tanya Jasmin yang merindukan adik iparnya itu


"maaf mbak, Wulan masih butuh istirahat, terlebih dia beberapa hari ini sering mengalami gangguan saat tidur," jawab Raka


"sudah dek, ayo Raka kita ke depan untuk memulai acara," panggil Rafa.


keduanya pun duduk bersama, acara di mulai dengan acara sholawat nabi.


bayi perempuan mulai menangis cukup keras, Raka yang kasihan pun mendatangi Jasmin.


"kemarikan, biar aku yang menggendongnya," kata Raka.


"tapi dia selalu rewel jam seperti ini," kata Jasmin yang memberikan putrinya.


tak terduga bayi kecil itu langsung terdiam di gendongan Raka, bahkan saat raja membisikkan sholawat di telinga bayi itu.


bahkan bayi itu tersenyum dan tenang, Raka pun mengembalikan bayi kecil itu ke Jasmin.


Jasmin hanya diam dan meneteskan air mata melihatnya, saat Rafa dan dirinya tak pernah bisa menenangkan putri mereka.


tapi hanya suara dan pelukan Raka atau Wulan bisa membuat bayi kecil itu tenang.


"Raka kemarilah, aku ingin kamu memberikan sebuah nama untuk keponakan mu," kata Rafa pada adiknya itu.


"kenapa kak, kamu kehilangan ide nama yang sudah kamu list itu," goda Raka.

__ADS_1


"ayolah, kami bisa memeluk putri kami berkat dirimu, jadi tak salahkan, dan aku minta maaf ...." kata Rafa lirih dengan suara sedih.


"semua sudah terjadi, aku dan istriku sudah ikhlas," jawab Raka yang memeluk saudaranya itu.


Rafa malah terisak dengan cukup keras, bahkan membuat kaget semua undangan, pasalnya mereka pernah melihat Rafa menangis saat meninggalnya Mak nur dan orang tuanya.


tapi ini sungguh mengagetkan, raja pun menepuk punggung Rafa agar tenang.


"sudah, kamu lebih berhak untuk memberikan nama untuk putri mu, jadi pilih sendiri," kata Raka dengan wajah tengilnya.


Rafa pun memukul lengan Raka karena kesal, "baiklah, putriku akan di kenal sebagai Khairun Husna Rafasya,"


"apa om bisa mati, ke apa ayah begitu menyayangi dia sih, padahal dia sering menyebalkan," gumam Faraz yang tak suka dengan hubungan itu.


tapi beruntung, mulut pedas dan berbahaya Faraz sudah tak berguna, terlebih Aira hitam itu sudah di bereskan oleh Ki Adhiyaksa.


Sakti yang menderanya ucapan Faraz yang menyumpahi Raka mati marah, dia pun langsung mengepakkan sayapnya dengan kencang.


tiba-tiba ada angin yang bertiup kencang, sebuah genting pecah dan melukai kepala Faraz.


dia bergegas menahan luka itu dan membawanya ke belakang untuk di obati.


beruntung luka itu tak dalam, tapi kepala Faraz benjol karena patahan genting yang mengenainya.


akhirnya tasyakuran pun sudah selesai, Rafa kaget melihat putranya, "kamu kenapa Faraz,"


"tadi dia ketiban patahan genting, tapi beruntung tak luka dalam," jawab Rizal.


"tapi aneh, kenapa tiba-tiba ada angin kencang dan hilang begitu saja," kata Raka.


"aku juga tak tau, terlebih angin tadi hilang saat Faraz kejatuhan genting, apa ini tak aneh," kata Rizal pada kedua keponakannya.


"tidak aneh, itu sering terjadi saat Faraz mengatakan hal buruk, atau menyumpahi orang, jawab Faraz apa yang kamu katakan? dan siapa yang kamu sumpahi?" marah Rafa.

__ADS_1


"sudah hentikan Rafa, aku yakin jika Faraz tak sejahat itu, lebih baik aku pamit pulang, kasihan pasti istriku sudah menunggu kami," pamit Raka pada semua orang.


Rafa sadar jika ada sesuatu yang aneh, karena Raka tau siapa yang di sumpahi oleh Faraz.


malam itu, tiba-tiba tujuh gadis hamil dan begitupun dengan tiga janda muda.


semua orang tua bingung pasalnya anak mereka tak pernah punya kekasih, bagaimana bisa hamil.


saat akan pulang, motor Raka berhenti di depan sebuah rumah yang terdengar suara amukan.


Raka dan pak Suyatno pun menghampiri rumah itu, "Assalamualaikum, permisi," salam Raka.


"waalaikum salam, ya Allah mas Raka, tolong saya mas, bagaimana putri saya hamil besar hanya dalam semalam, bagaimana ini?" kata orang tua itu.


gadis itu bahkan nampak menangis, "biar saya coba lihat sebentar pak," Raka mengambil sarung tangannya.


Raka pun menyentuh tangan gadis itu, Raka menutup matanya dan melihat kejadian malam naas itu.


"innalilahi wa ilaihi Raji'un," gumam Raka.


"ada apa mas Raka?" tanya bapak itu.


"putri bapak pernah melakukan hubungan badan, saat dia tak sadar, dan semua keluarga anda terkena ilmu sirep," jelas Raka.


pria itu nampak syok, "tapi nak, bagaimana bisa perut gadis ini membesar dalam sehari," tanya pak Suyatno.


"karena bayi ini bukan bayi biasa pak, dia ini adalah sebuah parasit yang menghisap nyawa inangnya, lebih tepatnya ini bayi ghaib yang akan di jadikan tumbal salam seminggu, dan jika kita tidak melakukan pengobatan maka inangnya akan mati," terang Raka.


"mas Raka tolong putri saya, saya mohon mas ... dia adalah putri kesayangan kami, tolong mas ..." mohon ibu gadis itu.


"tapi saya tak bisa melakukannya, karena ini harus di lakukan oleh sesama wanita," jawab Raka.


"berarti Wulan yang harus melakukannya," tanya pak Suyatno.

__ADS_1


"bukan pak, tapi Arkan dan Aryan, mereka harus mengunakan khodam milik mereka untuk memusnahkan semua bayi setan ini, dan setiap ibu harus menemani putri mereka, karena korban tidak hanya putri pak Joni," jawab Raka.


__ADS_2