Perjalanan Mistis Si Kembar

Perjalanan Mistis Si Kembar
membolak-balikkan hati


__ADS_3

Arkan sudah pergi ke rumah kakek neneknya, dia sedang ingin berada di sana.


sedang wulan juga ikut karena ada beberapa hal yang harus dia bicarakan dengan orang tuanya.


"Amma ... kenapa harus melakukan pengorbanan ini, ini bisa membuat om Fahri terluka loh," kata Arkan yang membonceng Wulan.


"karena itu demi menyelamatkan nyawa seseorang, kamu tau tak mudah menyelamatkan Gadis kali ini, karena yang kita hadapi adalah mahluk yang berusia ribuan tahun,dan banyak memakan korban," jawab Wulan.


"tapi jika melakukan pernikahan ini,apa om Fahri bisa bahagia? terlebih dia pasti memiliki orang yang dia sukai," kata Arkan.


"benarkah, kalau begitu kamu bisa tanya nanti, apa dia dan Gadis mau saling menikah atau hanya mengobati sampai sembuh," kata Wulan yang akhirnya pasrah karena tak bisa memberikan bantahan lagi.


sedang di sisi lain, Raka sedang mengurus semuanya agar bisa membawa Gadis pulang begitupun dengan Fero.


Gadis merasa jika ada yang salah dengan sikap Fahri, seperti orang yang ingin menghindar.


dia pun sadar apa keputusannya menerima lamaran ini benar atau malah ini akan melukai dirinya dan Fahri


"Fahri, apa kamu sakit? kamu hanya terus diam seperti ini? apa aku melakukan kesalahan," tanya Gadis menahan pria itu.


"tidak, aku hanya merasa jika badan ku kurang fit, sudah jangan khawatir," jawab Fahri mencoba tersenyum.


"apa aku melakukan kesalahan dengan menerima permintaan dari kakak ipar mu, aku tau kamu sudah dengar semuanya, dan kamu seperti tak menyukainya," lirih Gadis.


"bukan begitu Gadis, mungkin jika beberapa bulan yang lalu kamu menerima hal ini, aku sangat senang, tapi ..." kata Fahri terhenti.


"tapi apa? kamu sudah memiliki kekasih ya, atau aku yang bukan tipe gadismu," tanya Gadis dengan tawa.


"maaf... aku memang menyukai seseorang, dan untuk masalah tipe wanita kamu selalu jadi sempurna dan idaman dari orang tuaku, tapi gadis itu sudah mencuri hatiku tanpa dia sadari," jawab Fahri.


"siapa gadis itu? dia sangat beruntung dan aku harus mengucapkan selamat padanya?" tanya Gadis dengan wajah semringah tapi air mata jatuh.


"dia adalah salah satu murid SMK tempatku mengajar, dan kamu mengenalnya, maaf ..." kata Fahri lagi.

__ADS_1


"berarti aku benar-benar tak memiliki kesempatan ya, baiklah kalau begitu aku tak akan memaksakan lagi, toh aku sudah ikhlaskan semuanya, maaf membuatmu dalam dilema ini, seharusnya aku bertanya dulu sebelum mengiyakan Semuanya," kata Gadis


Raka dan Randi yang mendengar pun diam, keduanya tak menyangka jika akan ada kejadian seperti ini.


Randi yang merasa marah pun masuk dan memukul wajah Fahri, "aku kira kamu benar-benar menyukainya, hingga aku memberikan selamat, tapu nyatanya kamu hanya bajingan!" bentak Randi.


"hentikan Randi, ini bukan salah Fahri, cinta memang tak bisa di paksakan," mohon Gadis.


"kau lihat dia bahkan masih memikirkan mu," kata Randi yang masih marah.


Fahri hanya tertawa di depan Randi yang sudah merah padam menahan amarahnya, "kalau begitu kenapa kamu tak menikahi Gadis, bukankah kamu juga mencintainya," kata Fahri mendorong Randi.


"apa?" kaget Gadis mendengar ucapan dari Fahri.


Randi pun diam, "apa benar itu Randi?" kata Gadis melihat kearah pria itu.


sedang pria yang di tanya hanya bisa diam, karena gemas Fahri pun terpaksa ikut campur, "hanya karena agama, dia menyimpan semua tentang cintanya padamu, padahal kalian bisa membicarakan tentang semua," jelas Fahri.


"tapi aku seorang muslim!" kata Randi tanpa sadar.


Fahri dan gadis kaget, pasalnya kemarin Randi bilang jika dia baru masuk agama baru, dan tak mengira jika itu adalah Islam.


"sebenarnya aku masuk Islam setelah orang tua ku setuju, aku membohongi kalian semua karena malu, aku juga masih belajar semuanya," kata Randi menjelaskan.


"jadi siapa ini yang mau menikah, karena gadis harus segera menikah, karena hidupnya dalam bahaya, sampai bulan purnama besok," kata Raka menyela semua perdebatan itu.


"aku saja mas, karena Fahri tak bisa mencintai gadis, dan aku akan berusaha menjalankan semua kewajiban ku sebagai suaminya nanti," kata Randi percaya.


"kalau begitu ayo pulang, karena waktu kita tak banyak," jawab Raka mengajak semuanya pulang.


Fahri hanya tersenyum, dia pun merasa lega meski harus berbohong tentang semuanya.


karena Fahri tau jika Randi sangat mencintai Gadis dan tak bisa kehilangan wanita itu, meski dia tersenyum di depan semua orang.

__ADS_1


bahkan Fahri percaya jika Randi pasti bisa membahagiakan Gadis dengan segala yang dia miliki.


"Fahri ayo," panggil Raka.


"iya mas," jawab Fahri berlari mengejar mereka berempat


Fahri menyetir mobil menuju ke Jombang, selama perjalanan Randi menghubungi orang tuannya.


seperti keberuntungan atau memang sudah sesuai takdir yang di tulis, orang tua Randi sangat menyambut baik dan akan menunggu di rumah Fahri untuk melakukan lamaran secara resmi.


karena keluarga Fahri akan bertindak sebagai keluarga dari Gadis, dan Wulan juga sudah tau tentang semuanya.


Bu mut terlihat begitu sedih, pasalnya Fahri menolak gadis sebaik itu dan memilih gadis SMA.


"sudah lah Bu, jangan sedih begitu, mereka mungkin memang bukan jodoh, jadi jangan menunjukkan wajah seperti ini," mohon Wulan.


"tapi bagaimana pun Gadis itu sempurna, dari segi agama, perilaku dan sangat sopan, itu sudah cukup untuk jadi menantu yang sempurna di keluarga kita," kata Bu mut.


"sudah lah Mbah uti, mereka memang bukan jodoh, nanti Carikan saja jodoh untukku pasti aku akan menerimanya, siapapun itu tapi dengan syarat, agama nomor satu, dan di setujui oleh Amma dan ayah," kata Arkan menghibur neneknya itu.


"itu malah makin sulit, karena kamu pasti memiliki kriterianya yang sangat tinggi, jadi akan sulit," kata bu mut sedih.


Arkan pun tersenyum memeluk sang nenek, "ayolah Mbah uti, sudah aku yakin nanti jodoh dari om Fahri akan lebih baik dari mbak Gadis, lagi pula jika mereka menikah, kalian berdua akan terus di tinggalkan karena mereka suka naik gunung bersama," kata Arkan tertawa.


"dasar kamu ini sering bener kalau ngomong, sudah sini bantu Mbah ngejroh pucuk daun tebu," ajak pak Suyatno.


"nanti luka-luka dan gatal Mbah," kata Arkan.


"kamu ini pria masak ya takut begituan, sudah sini cepet," panggil pak Suyatno menarik cucunya itu


Arkan pun pasrah dan ikut saja, dari pada kena jeweran maut dari sang Mbah.


pasalnya pak Suyatno jika menjewer telinga sangat sakit, dan Arkan tak mau jika kupingnya harus putus nantinya.

__ADS_1


__ADS_2