Perjalanan Mistis Si Kembar

Perjalanan Mistis Si Kembar
ketahuan dong


__ADS_3

Arkan langsung tidur karena tubuhnya yang begitu lelah, sedang Raka juga melakukan hal yang sama.


Aryan dan Faraz pun melihat baju yang di percaya sebagai penjaga desa.


mereka berdua melihat ada sesuatu yang seakan mencakar batu itu, Aryan menyentuh batu itu.


dia melihat kilasan tentang potongan gambar yang seperti puzzle yang tak lengkap.


dan saat dia sadar, hanya ada satu orang yang bisa menjawab itu, "kenapa Aryan?"


"kita pulang, karena aku harus bertemu dengan Amma, karena ada y


hal yang penting harus aku bicarakan dengannya," jawab Aryan.


"baiklah, ayo," jawab Faraz.


saat keduanya berbalik ada seorang pria tersenyum kearah keduanya, dia melihat ke arah Faraz.


"mantu, pria yang tampan tapi sayang terlalu lemah," kata pria itu yang kemudian pergi begitu saja.


Aryan sadar jika ada yang aneh, tapi tak tau apa, sedang Faraz terkejut mendengar perkataan pria aneh itu yang kemudian hilang begitu saja.


"pulang yuk," ajak Aryan yang langsung menarik Faraz.


pria itu sudah mengincar Faraz karena pemuda itu memiliki inti hidup yang kuat terlebih dia keturunan musuhnya.


keduanya sampai rumah dan tak terduga Wulan langsung menyiramkan air cucian beras pada keduanya.


tiba-tiba ada ratusan belatung yang jatuh dari tubuh keduanya, melihat begitu banyak hewan menjijikan itu pun keduanya melompat kaget.


"apa yang terjadi?" bingung keduanya.

__ADS_1


"kalian Amma minta untuk melihat batu penjaga, bukan bertemu dukun santet yang ingin membunuh kalian," kata Wulan dingin.


keduanya pun diam, mereka tak percaya dengan apa yang mereka temui ternyata adalah seorang dukun santet


"sudah lekas mandi dan jangan membantah perkataan Amma," kata Wulan.


"baik Amma," jawab keduanya.


tapi batu juga ingin masuk, Husna kecil membawa ketan putih dan melemparkannya ke arah Faraz.


"as otol... as otol ..." kata bocah itu yang menghalangi jalan masuk.


Wulan pun mengerti apa yang di maksud oleh putrinya itu. Raka yang bangun pun melihat apa yang terjadi kenapa begitu ramai.


dia kaget melihat sosok yang merangkul Faraz, "aish... batu juga istirahat," jawab Raka yang masih nampak malas.


dia pun langsung mengambil sapu ijuk yang terbuat dari aren, dan langsung memukuli Faraz.


Arkan yang baru datang kaget, pasalnya Niken membawa keris pasangan dari keris miliknya.


wanita itu juga bisa dalam bahaya karena tak ada yang melindunginya, tapi dia juga tak bisa menjadi anak durhaka karena seorang wanita.


"baik ayah," jawab ketiganya pasrah.


akhirnya ponsel ketiganya di berikan pada Wulan,dan akan di berikan jika hanya ada hal penting.


ketiganya mulai berlatih memperkuat fisik mereka, Aryan juga mengatakan hal yang mengejutkan bagi Raka dan Wulan.


"ayah, ada mahluk yang keluar dari sebuah gua, mahluk itu di selamatkan oleh seorang pria yang memakai udeng emas dan berpenampilan serba hitam, dan dia bilang jika mahluk itu yang akan menjadi kekuatannya," kata Aryan.


"kamu lihat di mana gua itu?" tanya Raka yang mulai tak tenang.

__ADS_1


"ada sebuah hutan kayu jati yang cukup lebat, dan gua itu tak nampak seperti gua karena tertutup rumput, tapi ada sebuah sungai tak jauh dari gua itu," jawab Aryan.


"Allahuakbar..."


Wulan tak menyangka jika bayi yang di kandung oleh Vera yang sudah mereka musnahkan ternyata selamat.


"sepertinya dia ingin balas dendam, baiklah, aku akan mengatakan segalanya, jika suatu hari terjadi sesuatu pada kami berdua, tugas kalian adalah, jaga adik-adik kalian tanpa terkecuali, karena mereka berdua masih butuh sosok yang membimbing mereka, Faraz sebagai putra tertua, tolong titip dan jaga adik-adik mu ya," kata Raka.


"apa maksud ayah, kenapa mengatakan hal itu, jangan bilang itu adalah mahkluk yang membunuh pakde Rafa..." kata Arkan lirih.


"maafkan kami, itu saja pesan kami, ingat jaga adik-adik perempuan kalian," kata Wulan tersenyum kemudian pergi bersama Raka.


mereka meninggalkan ketiga putranya dalam kebingungan dan kegelisahan yang begitu besar.


pasalnya mereka bertiga tau benar bagaimana bisa Rafa yang memiliki kekuatan besar bisa mati secara mudah.


apalagi sekarang mahluk itu sudah memiliki tuan yang juga sangat kuat.


"bagaimana kita menyelamatkan ayah dan Amma, aku tak ingin mereka kenapa-kenapa," kata Aryan


"ada satu orang yaitu Nia, karena dia adalah orang menjadi tujuan utama tumbal dukun itu, tapi kita di larang oleh ayah, bagaimana harus melakukannya?" tanya Arkan yang membenturkan kepalanya ke tembok secara pelan.


dia pun ingat dengan Niken, karena gadis itu juga tak bisa mati dengan mudah.


"minta tolong Niken untuk mengawasi Nia, karena dia juga memiliki penjaga yang tak mudah untuk di kalahkan, terutama Suni juga ada di sana," kata Arkan yang ingat khodam miliknya.


dia pun menghubungi Suni melalui telepati dan berhasil, Niken pun segera menurut kepada perintah Arkan.


dia tak takut karena dia harus jadi kuat untuk berdiri di samping Arkan sampai akhir nafasnya.


seperti halnya seperti Wulan yang selalu jadi wanita kuat bertarung bersama Raka, dia juga bertekad ingin jadi seperti itu.

__ADS_1


__ADS_2