Perjalanan Mistis Si Kembar

Perjalanan Mistis Si Kembar
perubahan Arkan.


__ADS_3

Arkan memberhentikan mobilnya di pinggir dam yang ada di desanya, Arkan menendang sebuah tiang listrik.


"aku tak ingin melakukan ini!!" teriak pria itu frustasi.


Arkan pun merasa bodoh dan buruk, pasalnya dia harus melakukan apa yang tak dia inginkan.


tak terduga Faraz lewat karena baru pulang beli beberapa takjil dan juga mengantarkan Dewi.


"kenapa woi, mau mati kalau iya sini aku bantu," kata Faraz yang duduk di jok motornya.


"kenapa kamu disini, pergi sana, bukankah ini yang kamu inginkan, aku menjauhi Emily, sudah puas," marah Arkan menonjok sepupunya itu.


Faraz pun tersungkur jatuh dari motornya, tapi pemuda itu hanya tertawa.


"ha-ha-ha ternyata benar kelemahan mu adalah gadis busuk itu, kenapa memangnya tebtu aku puas, sekali lagi kamu membuat Dewi sedih, aku akan benar-benar membunuh adik kecil yang di tolong ibu mu itu, aku tak pernah percaya kenapa keluarga kalian begitu banyak ikut campur, padahal aku tak menginginkan bayi itu lahir!" teriak Faraz.


Arkan yang marah langsung menghajar Faraz, pukulan di berikan oleh Arkan tanpa henti.


kedua pemuda itu pun sudah babak-belur, hingga sebuah motor lewat dan melerai keduanya.


Aditya mendorong Arkan yang masih nampak kesetanan, "aku akan membunuhmu, jika kamu mencintai wanita itu, nikahi saja, kenapa harus mengusikku, dan mengatur hidup ku, kau itu setan Faraz!!!!" teriak Arkan.


"kau saja bodoh, karena bisa di atur olehku hanya dengan ancaman seorang bayi cacat itu," maki Faraz.


"Faraz!!" marah Rania yang mendengar ucapan dari putra Rafa itu.


"aku akan membunuhmu!!"


Rania menahan tubuh Arkan yang ingin memukul Faraz, karena kesal Aditya menampar pipi Faraz hingga pingsan.


"kakean cocot badeg c*k, (kebanyakan omong busuk c*k,)" kata Aditya kesal.

__ADS_1


Rania kaget melihat hal itu, pasalnya baru kali ini dia melihat suaminya itu begitu kasar.


"mas, dia gak mati kan?" kata Rania takut.


"tenang saja, dia cuma pingsan, paling-paling kepalanya seklek kalau paling parah," jawab Aditya yang bertos ria dengan Arkan.


"terus sekarang bawa dia masuk, dan kalian bawa motor pulang, biar aku yang bawa mobil," kata Rania.


"tidak boleh, pemuda ini adalah pria gila, kamu bisa terluka jika pria ini bangun, sekarang kamu bawa motor mas," perintah Aditya yang mungkin bisa mengendalikan pemuda itu.


Rania pun pasrah, meski dua harus naik motor sport setidaknya dia memakai celana panjang.


Arkan dan Rania berangkat dulu, baru mobil yang di bawa Aditya, dan Raka kaget saat melihat Arkan sayang dengan wajah lebam dan juga bonyok.


sedang Rania yang juga mengenakan motor, dan Aditya turun dari mobil yang tadi di bawa oleh Arkan.


"kamu kenapa hey, wajah mu kenapa babak belur begini?" tanya Raka melihat arkan.


"tanya saja saja sama keponakannya ayah itu, pria busuk itu jika tak ingat putra dari pakde Rafa, aku pasti akan membuatnya cacat jika perlu aku membunuhnya," marah Arkan


Raka pun membantu Aditya, dia makin kaget melihat Faraz yang tak kalah buruk.


"dia pingsan di hajar Arkan?" tanya raka.


"aku menamparnya, karena ucapannya yang menjengkelkan, ya kali dua bilang mau membunuh Husna karena tak suka kehadirannya di keluarga mas Rafa," jawab Aditya.


"apa!" kaget Rafa yang baru pulang.


"apa maksudmu dengan dua ingin membunuh adiknya karena Arkan," tanya Rafa marah.


"tunggu dulu mas, lebih baik bantu kami dengan pria ini ya tuhan berat mas, nanti baru tanya oke," jawab Aditya.

__ADS_1


rafa pun membantu, sedang Jasmin tak percaya jika putranya seperti itu, akhirnya mereka pun masuk.


Aditya pun memutar kepala Faraz, dan akhirnya pria itu sadar dari pingsannya.


Wulan mengobati luka di wajah putranya, sedang Aryan yang melihat Faraz bangun dari pingsan.


pria itu ingin menghajar Faraz karena dia baru tau jika perubahan sikap saudaranya tadi, itu karena Faraz yang memberikan ancaman.


"aku akan menghajar mu jika perlu membunuhmu, kamu itu tak tau di untung dari kecil kenapa selalu menyulitkan kami," kata Aryan.


Raka masih memeluk putranya itu karena dia tak ingin terjadi perkelahian lagi antar saudara itu.


"sebenarnya ada apa ini, Kenapa kamu juga ikut menggila juga sih," tahan Raka


"karena putra pakde itu yang gila, demi wanita busuk seperti Dewi, dia berani mengancam Arkan agar menjauhi Emily karena Dewi tak menyukainya, dan ancaman itu jika tidak di jalankan, dia itu akan melukai Husna, bayi yang di selamatkan oleh Amma, sebenarnya kamu ini manusia atau batu," jawab Aryan yang menunjukkan bukti WhatsApp.


Rafa mengambil ponsel dari tangan Aryan, dia pun terkejut bukan main saat menyadari itu.


membaca semua pesan itu, ancaman serta bukti chatting dari putranya. "sekarang kita pulang dan ayah ingin menanyakan semuanya, kenapa hanya demi wanita itu kamu berani mengancam saudara mu dan juga ingin melukai adik mu," marah Rafa menarik putranya itu.


Rafa mendorong putranya itu ke kamar mandi dan langsung memandikan Faraz agar sadar.


"ampun ayah!!!" teriak Faraz.


"kamu minta ampun, bukankah kamu merasa begitu kuat dan sempurna jingga bisa mengancam saudara mu, aku salah! aku salah hanya membuatkan mu terus berulah, bukan sadar kamu makin menjadi, kau ini sebenarnya menirukan siapa!!!" teriak Rafa frustasi.


Jasmin menahan tangan suaminya, agar tak terus menguyur putra mereka yang juga sedang terluka.


"aku mohon mas berhenti, kamu bisa membunuh putra mu ..."


"biarkan, lebih baik aku tak punya anak dari pada aku memiliki anak yang tak bisa di atur dan terus membuat masalah, aku heran kamu meniru siapa!! keluarga ku tak ada yang pernah menjadi pembangkang," kata Rafa melempar gayung hingga pecah menabrak tembok.

__ADS_1


Jasmin pun hanya bisa memakaikan handuk pada Faraz, Rafa pergi begitu saja, dia juga tak mengira jika putranya begitu kejam.


saat Rafa ingin pergi, Raka menghentikannya karena saudaranya itu sedang marah besar.


__ADS_2