Perjalanan Mistis Si Kembar

Perjalanan Mistis Si Kembar
gadis ini...


__ADS_3

Faraz dan Wulan sampai di rumah pakde dari Wulan, terdengar suara teriakan dari dalam rumah.


Husna kaget langsung memeluk Wulan erat karena takut, "wah tidak elok sekali seorang wanita berteriak sekeras itu," kata Faraz.


"maklum, keponakannya sangat nakal," jawab Wulan mendengar ucapan Faraz.


"baiklah Amma, sekarang kita masuk, dan princess kamu ikut mas karena kasihan jika Amma harus mengendong mu," kata Faraz pada adik kecilnya itu.


"assalamualaikum pakde," salam Wulan yang membawa beberapa barang.


"waalaikum salam, loh Wulan masuk nduk, ini pasti Faraz dan si cantik Husna ya, terus putu kecilku tak di ajak, siapa namanya," kata pakde Kholik yang sudah sepuh.


"Aluna Mbah de," jawab Faraz.


"Iyo... Aluna, tapi gadis ini cukup kok, ayo nduk ikut Mbah de ndilok sapi," ajak pria itu mengulurkan tangannya pada Husna.


"api..." kata Husna yang langsung mau ikut.


sedang Wulan tersenyum dan memberikan semua yang di bawa pada budenya.


"apa kabar bude, ini tadi dari rumah waktu lihat nangka muda dan kluweh jadi inget pakde, jadi main ke sini, ngomong-ngomong dimana Nia," tanya Wulan tak melihat gadis itu.


"ada kok, tadi habis ribut sama keponakannya, mohon maklum ya lr, habis dia Tante paling kecil jadi sering di goda oleh keponakannya," kata bude Kholik itu.


"iya mbah de," jawab Faraz.


seorang gadis keluar dari dalam rumah sambil membawa nampan, gadis itu terlihat sangat cantik saat memakai baju santai.


"wah ini dia yang di cari, Faraz perkenalkan ini sepupu Amma, namanya Nia Damayanti," kata Wulan.


"sepertinya aku sudah bertemu tadi,bener kan mbak," kata Faraz.


Nia menoleh dan tersenyum, "mas yang tadi, aduh terima kasih ya sudah membantuku tadi ya," kata Nia tersenyum.


"aduh-aduh ternyata udah saling kenal," kata Wulan.


"belum Amma, aku hanya membantunya tadi saat motornya mogok, bahkan aku tak mengenal namanya," jawab Faraz.


"sekarang sudah kenal kan, ini Faraz putra mbak Nia," kata Wulan.


"iya mbak, salam kenal mas," sapa Nia sopan.


"salam kenal juga Nia, atau aku harus panggil Tante," jawab Faraz yang langsung menjadi tertawaan.


"jangan dong Faraz, masak kalian seumuran harus panggil Nia Tante, kasihan atuh, nanti gak ada yang mau sama gadis cantik ibu ini," jawab bude Kholik.


"ibu... berhenti mengatakan itu, sudah Nia bilang, Nia gak mau menikah sampai lulus kuliah S2 dan menemukan pria yang bisa menerima keluarga kita," kata Nia yang sedih.


Faraz bingung karena suasananya jadi canggung, pasalnya selalu terasa sensitif saat membahas masalah pernikahan.


"memang mbak Nia sudah lulus S1?" tanya Faraz.


"belum, dia masih semester enam, tapi itu selalu menjadi alasannya untuk menolak pernikahan," jawab bude Kholik.


"karena kasus Nia ini lebih berat di banding Amma," kata Wulan tersenyum.


Faraz yang mengerti pun mengangguk, mereka pun berbincang sampai sore.


akhirnya mereka pun pamit pulang, dan Husna menangis karena tak ingin pulang.


tapi terpaksa di bawa saja, karena merepotkan jika harus menginap dan pulang saat tengah malam.


sedang di rumah juragan Aris, Arkan masih ngambek karena Niken ikut acara pentas seni yang di adakan.

__ADS_1


pasalnya gadis itu harus menari tarian Jawa, dan Arkan tak suka akan hal itu karena energi dari tubuh Niken sangat sensitif.


"sudah dong, jangan ngambek lagi, aku minta maaf deh, aku sudah menolaknya," kata Niken membujuk Arkan.


"kamu yakin, jika kamu berbohong aku tak ingin bicara dengan mu seterusnya, dan aku akan memilih tak pulang sampai aku lulus kuliah," ancam Arkan.


"ih... kamu mah mainnya ngancem, iya iya aku janji, lagi pula kalau nanti ikut nari kan pakaiannya harus ke buka, karena pakai kemben," kata Niken.


"itu tau, itulah kenapa aku tak mau kamu ikut nari, apalagi tarian Jawa klasik," jawab Arkan.


"iya iya, sudah ya gantengnya aku gak boleh ngambek, nanti aku tambah cinta nih," kata Niken mencubit pipi Arkan gemas.


"baiklah, sekarang aku pamit pulang dulu ya, lihat tuh muka calon mertua mu begitu masam," bisik Arkan.


"ayah bisakah dia tetap disini, setidaknya nanti minta pak Tejo mengantarnya," kata Niken terus terang.


Arkan langsung membekap mulut kekasihnya itu, "udah gak usah ayah, aku pamit dulu, eh .. maksudnya om Tante," jawab Arkan panik.


Ayu dan Aris hanya geleng-geleng saja melihat keduanya. kadang seperti tikus dsn kucing.


kadang jika sudah betemu,keduanya. mengalahkan pasangan palin romantis dengan perlakuan-perlakuan kecil.


begitupun Aryan yang sedang nongkrong bersama Nayla dan teman-teman mereka.


meski terlihat dingin dan cuek, Aryan adalah pasangan yang romantis, dia tak akan makan sampai Nayla selesai memfoto Semuanya.


Nayla memotong kue itu sedikit dan menyiapkan kearah Aryan, "raasanya gimana?" tanya Nayla.


"enak," jawab Aryan yang masih berbincang dengan teman-temannya.


"oke, aku mau yang warna merah," kata Nayla


"makan yang warna coklat lebih manis, ini es jeruk untuk mu dan biar ini untuk ku," jawab Aryan yang tau jika Nayla tak suka makanan asam.


"kenapa, kekasih ku ini," jawab Aryan tegas.


Nayla yang mendengarnya pun di buat berbunga-bunga. di kafe itu ada life musik.


Aryan melirik ke arah Nayla yang begitu menikmati nyanyian pria yang sedang membawakan lagu dari ST12.


"aku permisi dulu ya, Vani titip kekasihku jangan sampai di ambil orang," kata Aryan.


"iya iya," jawab Vani.


"ciye... kami bantu jagain deh," jawab yang lain.


ternyata Aryan berjalan ke arah tempat live musik dan meminjam gitar untuk menyumbangkan sebuah lagu.


"hari ini, saya ingin menyanyikan lagu dari admesh_cinta luar biasa, dan saya persembahkan lagu ini untuk gadis paling spesial, dan terima kasih sudah mau menjadi gadis di sampingku," kata Aryan yang mulai memetik gitar.


Waktu pertama kali


Kulihat dirimu hadir


Rasa hati ini inginkan dirimu


Hati tenang mendengar


Suara indah menyapa geloranya hati ini tak ku sangka


Rasa ini tak tertahan


Hati ini selalu untukmu

__ADS_1


Terimalah lagu ini dari orang biasa


Tapi cintaku padamu luar biasa


Aku tak punya bunga


Aku tak punya harta


Yang kupunya hanyalah hati yang setia tulus padamu


Hari hari berganti


Kini cintapun hadir


Melihatmu memandangmu bagai bidadari


Lentik indah matamu


Manis senyum bibirmu


Hitam panjang rambutmu anggung terikat


Rasa ini tak tertahan


Hati ini slalu untukmu


Terimalah lagu ini


Dari orang biasa


Tapi cintaku padamu luar biasa


Aku tak punya bunga


Aku tak punya harta


Yang kupunya hanyalah hati yang setia tulus padamu


Terimalah lagu ini


Dari orang biasa


Terimalah lagu ini


Dari orang biasa


Tapi cinta ku padamu luar biasa


Aku tak punya bunga


Aku tak punya harta


Yang kupunya hanyalah hati yang setia


Yang kupunya hanyalah hati yang setia


Terimalah cintaku yang luar biasa tulus padamu.


suara pria itu mengalun indah, dan banyak yang terpesona, bahkan tepuk tangan terdengar begitu meriah.


dia pun berjalan kembali ke mejanya sambil tersenyum, "hadiah kecil untuk kekasih ku yang manis," kata Aryan yang memakaikan sebuah gelang emas bertuliskan nama keduanya.


"terima kasih," jawab Nayla begitu senang.

__ADS_1


dia bahkan merasa menjadi wanita paling beruntung bisa memiliki Aryan.


__ADS_2