
Raka berada di sebuah tempat gelap, terdengar suara wanita yang sedang minta tolong.
Raka menajamkan matanya beberapa kali agar bisa melihat, sebuah petir terdengar dan menyambar ke bumi.
kilatan itu membantu Raka melihat hal yang mengejutkan, seorang wanita sedang di lecehkan oleh tiga orang pria.
sedang ada pria yang terkapar di lantai tak bisa melakukan apapun, pria itu bahkan tak bergerak lagi.
wanita itu sudah sangat kacau, bahkan tubuhnya penuh luka, Raka mengalihkan pandangannya karena tak tega.
terakhir terdengar suara tembakan, ternyata para perampok itu membunuh semua penghuni rumah.
Raka ingin mengejar para pria bajingan itu, tapi dirinya tersandung karpet hingga tersungkur di lantai.
Raka menoleh, dia kaget melihat ada dua anak-anak di bawah ranjang. dia terdiam melihat dua bocah itu yang sedang menutup mulut masing-masing.
bocah paling besar menarik adiknya keluar dan menutup mata dari adiknya.
Keduanya berjalan keluar, ternyata pria-pria busuk itu sudah pergi meninggalkan rumah mewah itu.
bocah paling besar mengambil telpon dan menelpon polisi, bahkan bocah itu bisa menenangkan adiknya.
"aku akan membuat mereka membayar dosa ini pada kita, aku bersumpah atas nama ibu dan ayah," kata bocah itu.
Raka bisa melihat sebuah cahaya kebencian yang begitu besar, terlebih lagi kebencian itu mungkin akan merusak masa depan anak itu.
Raka pun tertarik kesebuah atap gedung tinggi di pusat kota besar itu, pria itu berdiri di pinggiran gedung itu.
__ADS_1
"tunggu aku para pria jahat durjana, aku akan membunuh siapapun yang berani menyakiti para wanita," gumam pria itu.
"tunggu nak, itu dosa..." kata Raka yang mungkin tak terdengar.
bahkan Raka terlewati dengan di tembus begitu saja, dia lupa jika dia berada di dunia semu saat ini.
"dan untuk ketiga pria itu, aku akan membuat mereka menyadari bagaimana siksaan yang sebenarnya itu," kata pria itu yang kemudian pergi.
Raka kembali tertarik ke sebuah gang kecil, terdapat seorang pria yang sudah terkapar penuh darah dan pria itu tak dapat berteriak maupun bergerak.
tubuhnya penuh luka, kaki tangannya putus dan tak lama pria yang terluka itu mendapatkan taburan garam kasar pda lukanya.
Raka tak mengira ada orang yang bisa melakukan hal itu, karena itu terlalu kejam.
Raka melihat sebuah tato naga di lengan kiri pria itu, dan ada sebuah tulisan Jawa Kurawa.
pria itu puas menyiksa dan terakhir dia menginjak kepala pria itu dan membuat pria terluka itu mati.
pria itu pergi sambil bersiul, Raka pun kembali ke tubuhnya, dia merasa kepalanya pusing dan terdengar suara sayup lirih.
"tinggal satu lagi, kalian semua kemudian beres...".
Raka bangun dan mencari pria bertudung hitam itu, pasalnya dia tak ingin membuat pria itu berbuat dosa lagi.
tapi setelah dia berkeliling rumah sakit dia tak menemukan siapapun, "sudahlah jika masih berjodoh kami pasti bertemu, semoga pria itu tak membunuh orang lain lagi,"
Raka pun memutuskan untuk menemui orang yang dia kenal karena ingin menanyakan sesuatu.
__ADS_1
tapi saat dekat dengan kamar pria itu, dia kaget melihat begitu banyak dokter dan perawat yang berlalu lalang sebab panik.
tak lama terdengar suara tangisan dari salam ternyata pria yang ada di ruangan itu sudah tewas.
Raka langsung masuk dan kaget melihat temannya itu begitu buruk. kondisi tubuhnya penuh luka,garam dan juga lidahnya di potong begitupun dengan semua jari pria itu.
Raka ingat pembunuh kejam itu, padahal dia ingat betul jika temannya itu memang bekas perampok dan juga sering memperkosa korbannya.
tapi pria itu sudah menembus dengan masuk penjara dan bertobat, tak hanya itu pria itu juga sering membantu fakir miskin sebagai penebusan dosa.
"ini keterlaluan, dia sudah bertobat, memangnya dia itu Tuhan hingga bisa berbuat sesuka hatinya." marah Raka.
Raka meminta para perawat untuk mengurus jenazah pria itu dan semua biaya akan di tanggung olehnya.
"jangan marah... ini sudah takdirku, sekarang tugas mu membuat pria itu sadar jika perbuatanya salah," kata arwah temannya itu.
"iya, aku hanya tak terima saat kamu harus mendapatkan kejadian seburuk ini," lirih Raka.
"tidak apa-apa, aku sudah bahagia, maaf aku pergi duluan ..."
pria itu pergi dengan di jemput sesuatu, entah pria itu masuk surga atau neraka itu tergantung anal perbuatannya.
Aryan dan Emily Sampai di kantin rumah sakit, mereka membeli cemilan dan juga kopi dan teh untuk semua orang.
"ciye .. gimana nih, tadi ketemu ratu, pasti deg-degan ya, ayo jujur ..." ledek Emily.
"biasa aja tuh, aku sudah membunuh rasa cintaku, karena di dunia ku tak akan mudah memiliki cinta, terlebih dunia ku yang penuh dengan hal mistis,"
__ADS_1
"wah keren, aku juga melakukan hal yang sama, tapi bagaimana dengan Arkan? dia di kelilingi wanita dan banyak di sukai juga?" tanya Emily penasaran.
"dia juga melakukan hal yang sama, meski terlihat begitu baik dan mudah dekat dengan wanita, tapi dia juga membunuh rasa suka dan cintanya untuk memiliki wanita yang berharga, karena baginya itu akan jadi kelemahan terbesar saat ingin membantu seseorang atau melawan musuh yang kuat," jelas Aryan.