Perjalanan Mistis Si Kembar

Perjalanan Mistis Si Kembar
pemakaman Aina


__ADS_3

keluarga Adri dan Rafa serta Rizal sudah siap dengan mobil masing-masing.


karena Rania sudah berangkat kemarin malam setelah dapat kabar bersama dengan Arkan dan Aryan.


Arkan semalam langsung menelpon Rania saat tau apa yang terjadi, dan Aditya langsung mengajak mereka pergi agar bisa melihat Aina untuk terakhir kalinya.


sedang di Surabaya, Aina masih di semayamkan karena menunggu besok pagi untuk pemakaman.


malam hari Wulan langsung meminta Raka untuk menyiapkan semua yang di butuhkan untuk pemakaman.


Raka memberikan tugas pada David untuk membeli kain kafan, sedang Raka dan Fandi menyiapkan untuk area memandikan Aina.


Wulan bahkan meminta garam untuk di sebarkan di sekitar area untuk untuk memandikan.


bahkan area rumah Fandi di jaga oleh khodam pengawal Wulan, Fandi mengebdong putrinya untuk terakhir kalinya.


Fandi meletakkan putrinya itu di sebuah ranjang bambu yang sudah di beri alas oleh Wulan.


Anis dan Ersa datang untuk membantu, Ersa memberikan daun kelor yang tadi di minta oleh Wulan.


"Tante dan Ersa, tolong jangan sampai menangis saat memandikan Aina, karena itu akan membuatnya berat, dan yang harus kalian tau, Aina sebenarnya sudah bahagia, dan sekarang tak perlu merasakan sakit lagi," kata Wulan.


"iya nak, Tante sudah ikhlas, karena ini pasti sudah yang paling terbaik untuknya," jawab Tante Anis.


semua berjalan lancar, saat memandikan Aina untuk terakhir kalinya.


setelah itu Wulan mengkafani jenazah Aina, tak lama rombongan dari Rania pun datang.


Rania langsung meneluk Fandi, bagaimana pun Rania juga sudah menganggap Fandi seperti ayahnya sendiri.

__ADS_1


kemudian giliran Arkan dan aryan serta Aditya, mereka pun kini ikut melakukan sholat jenazah bersama-sama.


mereka pun menunggu sampai pagi, Arkan dan Aryan serta yang lain memilih mengaji, dan Raka terus menghubungi area pemakaman.


pukul tiga dini hari, Anton suami Ersa membelikan semua orang makan sahur.


pukul empat pagi jenazah di makamkan di pemakaman khusus milik keluarga dari Nina dan David.


keesokan harinya, semua teman dan saudara berkumpul, Rafa juga mengucapkan belasungkawa.


"maaf ya ayah, ibu ... seharusnya aku datang dari kemarin, tapi Husna sedang rewel, jadi aku takut jika dia akan sakit jika kamu memaksakan pergi semalam."


"iya Rafa, kami tau dan maklum, tolong doakan Aina ya, semoga dua bahagia di sana," kata Fandi.


"amiin ya ayah," jawab Rafa.


siang itu Rafa memimpin sholat ghaib dan Raka memimpin tahlil untuk Aina tanpa putus.


terlebih Aina juga sudah menjadi istri dari Ki Sukrasana, dan itu membuat energi Aina juga menyamar bersama meleburnya energi Ki Sukrasana pada tubuh Aina.


"bodoh... kita kehilangannya, sekarang dia manusia ini tak berguna, lebih baik singkirkan karena aku tak ingin melihat wajah mereka," kata nyai pengging pada pengawalnya.


"baik Nyai..."


Aditya dan Arkan sedang berbelanja untuk acara pengajian malam nantinya.


keduanya sedang membeli beberapa kue, tak sengaja Aditya melihat sosok yang di carinya.


"mas ada apa?" tanya Arkan yang melihat Aditya terpaku akan sesuatu.

__ADS_1


"kamu sudah tau bagaimana aku bukan, sekarang aku harus melakukan hal buruk untuk terakhir kalinya," kata Aditya.


"berhenti mas, jangan lakukan hal buruk itu lagi, ingat sekarang ada mbak Rania yang harus kamu lindungi, kamu ingin membunuhnya itu mudah, dan tak perlu kamu mengotori tangan mu," kata Arkan menahan Aditya


"apa maksudmu, bagaimana bisa aku melakukan itu, kau kira aku ini manusia super, dan lagi karena perbuatannya aku harus melihat kejadian buruk dan juga penyiksaan terhadap kedua orang tuaku," kata Aditya sedikit membentak.


"itu mudah karena aku bisa menyuruh teman ghaib ku yang tersembunyi, bukan khodam ku tapi sesuatu yang sangat bringas dan terus meminta tumbal, itulah kenapa aku menyembunyikannya," kata Arkan melihat Aditya sambil menyeringai.


"kamu memiliki iblis Arkan?" kaget Aditya.


"bukan iblis, tapi arwah yang memiliki dendam, dan kebetulan arwah itu bereaksi pada pria musuh mu itu, jadi berhenti mengotori tangan mu, karena ku pastikan hari ini pria itu mati," jelas Arkan menarik tasbih kayu stigi miliknya hingga terpencar di jalanan.


tiba-tiba awan mendung pekat datang, Aditya yang memang tak bisa melihat arwah, tapi dia bisa merasakan ada aura yang begitu mencekam dan bulu kuduknya berdiri.


"penuhi dendam kalian, setelah itu tenanglah di akhirat...." seru Arkan.


Arkan melihat sepuluh arwah wanita yang langsung pergi dari butiran tasbih miliknya.


"sudah ayo pulang, besok pasti akan ada kabar," ajak Arkan.


Aditya pun ikut,dia sudah tak ingin melakukan hal bodoh yang mungkin akan membuatnya mendekam di penjara.


sesampainya di rumah, Aditya dan yang lain langsung bahu membahu untuk menyiapkan hampers untuk para tamu.


karena acara tahlilan mengundang beberapa ibu pengajian di area komplek dan semua teman Aina di kampus.


semua rangkaian acara sudah berjalan lancar, keluarga Jombang memutuskan untuk segera pulang karena besok Aditya dan Arkan serta Aryan harus sekolah.


sedang Rafa tetap tinggal di Surabaya bersama Jasmin dan Husna, sedang Faraz ikut pulang dengan Raka dan Wulan yang juga harus kembali mengurus yayasan dan beberapa usaha.

__ADS_1


Aditya melirik kearah Arkan yang tengah tersenyum, "tenang mas, Semuanya selesai dengan normal dan kali ini semua sudah beres," kata Arkan.


__ADS_2