Perjalanan Mistis Si Kembar

Perjalanan Mistis Si Kembar
sangat memprihatinkan


__ADS_3

semua warga yang melihat pun menjadi saksi dengan apa yang terjadi, mereka tak mengira jika keluarga yang dulu begitu harmonis.


perlahan hancur karena ketamakan,bahkan Bima yang dulu baik pun hancur karena rasa iri dan dengki.


"wah... pertunjukan pembodohan publik yang sangat hebat, kalian itu keluarga yang mengaku mendalami agama turun temurun, tapi kalian seperti dukun yang bersekutu dengan setan dan jin, dasar keluarga musyrik,"hina Gus Ipul.


mendengar itu, Aryan dan Arkan langsung marah, "semuanya silahkan masuk, aku akan bereskan pria itu," kata Aryan.


"tidak boleh, emosi mu tak stabil," kata Wulan menahan putranya.


"sudah lah, sebenarnya anda juga iri bukan karena keluarga mereka begitu kaya dan dermawan, tidak seperti anda yang hanya pujian saat memberikan sedekah, kami tak butuh orang seperti anda," kata pak RT kesal.


"setuju itu, setuju," jawab semua warga yang membela keluarga Raka.


Arkan yang juga kesal memanggil sesuatu yang hanya dia yang bisa melihatnya dengan mata khusus miliknya.


"ikuti dia, buat dia tau rasa di ikuti mahluk ghaib, sampai dia mau minta maaf pada keluarga kami," perintah Arkan yang mulai iseng.


"siap tuan prabu," jawab mahluk yang berbentuk pendek dengan tubuh besar, dan wajah menyerupai kucing dengan tanduk dan taring.


bahkan di tubuhnya ada juga belang hitam puluh, sebenarnya itu adalah bayi siluman harimau yang dia temukan tak sengaja oleh Aryan.


"baiklah kalau jijin bisa melakukan hal


pintar itu, nanti aku kasih daging dan darah untuk mu,"


makhluk itu mengangguk senang, Arkan memang sangat baik jika dia melakukan pekerjaan dengan baik.


"siap tuan, jijin pasti mau," jawab makhluk itu yang langsung merangkul kaki Gus gadungan itu.


pria itu tiba-tiba merasa jika kakinya begitu berat, hingga saat berjalan pun kakinya harus di seret.


Arkan menyeringai, Aryan tau jika saudaranya itu sudah mulai usil lagi kali ini. tapi dia setuju karena pria itu pantas mendapatkannya.


Aditya meminta semua bubar, dan mengajak Vera masuk kedalam rumah, Wulan bisa merasakan ada aroma makhluk hitam itu di tubuh Vera yang begitu pekat.


Raka pun sadar melihat reaksi dari istrinya, dia pun mengangguk, "nanti aku akan jelaskan semuanya, tapi sekarang tolong bawa ibu Vera istirahat," perintah Raka.


"biarkan biar tinggal di rumahku, karena ada satu kamar yang kosong," kata Rafa.


"baiklah, biar aku yang buatkan makanan, ayo Rania," ajak Wulan.


sedang Raka berbincang dengan pak Yanto dan ingin mengetahui semua yang sebenarnya terjadi.


pak Yanto pun langsung menceritakan bagaimana dia bertemu Vera, hingga wanita itu seperti ini.


Raka tak mengira jika kematian kedua orang tuannya, perlahan mengungkapkan siapa musuh dan keluarga mereka.

__ADS_1


Raka sangat berterima kasih bahkan memberikan bonus, tapi Aditya masih tak tenang karena pria itu masih hidup.


tak butuh waktu lama, mereka pun berpisah, Aditya mengajak istrinya pulang, selama dalam perjalanan Rania terus diam.


sesampainya di rumah, istrinya itu langsung masuk kedalam rumah, Aditya pun mengikutinya karena takut Rania mengalami hal buruk.


"sayang ada apa?" tanya Aditya memeluk istrinya dari belakang.


"aku tadi ingat bagaimana kejadiannya malam itu mas, aku takut," kata Rania yang menangis.


"tidak, kamu tidak boleh takut, ada aku di sisimu jadi aku akan melindungi mu tanpa memalingkan wajah ku sedetik pun," kata Aditya.


Rania pun mengangguk dan mencium bibir suaminya, keduanya pun melanjutkannya di kamar untuk memadu kasih.


Keduanya pun sering melakukannya tak peduli itu di ruang tamu, atau kamar hingga kamar mandi, karena mereka bebas.


Aditya bahkan kini tak bisa jauh dari Rania, jika tidak dia merasa dirinya akan kehilangan separuh hidupnya.


setelah itu Aditya bangun untuk membuatkan minuman susu hangat untuk istrinya itu, bahkan keduanya melakukannya beberapa kali.


di sisi lain, Arkan merasa sedikit bisa di rumah, ternyata Aryan merasakan hal yang sama.


"aku butuh kegiatan? aku sedang bosan," kata Aryan yang tidur di ranjang milik Arkan.


"aku juga, apa perlu kit pergi ke pantai, atau ke sumberboto untuk menikmati hitam lindung itu, jika mungkin kita bisa naik ke atas bukit meski tak terlalu tinggi," ajak Arkan.


"tidak apa-apa, ajak Nino biar makin banyak orang," kata Arkan.


"siap," jawab Aryan.


mereka pun bersiap dengan membawa tas ransel kecil, toh mereka juga tak akan kemah karena besok sekolah.


mereka bertemu di daerah sumberboto, dan izin naik ke puncak untuk menikmati waktu sore hari.


meski di puncak cukup rimbun dengan pohon, tapi mereka bisa memasang hammock.


perjalanan naik mereka hanya dua jam karena memang tak terlalu tinggi, mereka sampai di atas langsung membuat mie instan di campur bakso dan sosis.


sedang Nino membawa nasi dan ayam goreng dari rumahnya, bagaimana pun keempat teman itu adalah anak dari para orang tua yang berada.


"oh ya, Amer kalau kamu masuk ke kelas mana besok jika jadi pindah?" tanya Nino pada sepupunya itu.


"sepertinya kemarin kepala sekolah memasukkan ke jelas mu," jawab Amer.


"kalau begitu selamat datang, dan kapan-kapan ayo naik gunung bersama yuk, atau jika tidak kuat kita bisa naik bukit saja agar tak terlalu capek," ajak Aryan.


"boleh tuh, kebetulan aku suka hal seperti ini," jawab Amer.

__ADS_1


mereka pun makan bersama, sedang Wulan tak habis pikir dengan kedua Putranya itu yang sering menghilang.


keesokan harinya, keempat orang itu datang ke sekolah dengan baju bebas, karena turun dari bukit kesiangan.


jadi keempatnya memilih mandi dan berganti baju di sekolah, terlebih hari ini adalah acara ramah tamah setiap Sabtu pagi.


mereka langsung bergabung dengan barisan, begitupun Amer yang juga melakukan hal yang sama.


Aditya dan semua guru ikut senam pagi, dan terlihat ada wajah-wajah baru yang akan menjadi guru di sekolah paling bergengsi di kota itu.


di dalam deretan itu ada Fahri dan Rania, "aduh duo iblis pengajar sekarang masuk sini,bisa habis kita," kata Aryan melihat kedua orang itu.


"siapa?" tanya Nino penasaran.


"itu, dua guru baru, yang satu killer saat mengajar bahasa Inggris, dan yang satu sangat gila dengan olahraga, meski dia mendapatkan gelar S2 ekonomi," terang Arkan.


"apa? itulah kenapa dia telihat begitu bugar," puji Nino.


setelah acara senam bareng seluruh sekolah, kini Rania dan Fahri memperkenalkan diri sebagai guru baru.


mereka pun melanjutkan dengan gotong royong untuk membersihkan kawasan sekolah.


bahkan mereka juga merapikan beberapa tanaman yang cukup berantakan setelah liburan lebaran.


Arkan dan Aryan malah bermain dengan arco yang digunakan untuk mengangkut sampah.


akhirnya semua murid pun sempat bermain, melihat itu Aditya merasa jika kekompakan semua murid harus di pertahankan.


setalah selesai, semua murid berbaris untuk mendapatkan minuman dingin dan kue yang di sediakan gratis oleh kepala sekolah.


hubungan dari Rania dan Aditya begitu profesional selama di sekolah, bahkan Keduanya seperti orang yang cuma saling kenal tapi tak akrab.


kedua saudara itu saling tukar cemilan karena Aryan tak menyukai risol sedang Arkan tak menyukai lemper.


setalah selesai mereka menuju ke area kelas masing-masing untuk mengikuti beberapa kelas khusus yang di ajarkan oleh semua guru.


setelah itu semua murid di pulangkan, "kalian mau pulang, bagaimana kalau kita makan mie ayam bersama dulu," ajak Niken dan Dita.


"boleh dong cantik, mau makan dimana?" tanya Arkan menjawab kedua gadis itu.


"di depan kecamatan, nanti biar aku traktir ya, karena ini hari spesial ku dan aku ingin mengajak kalian berempat makan bareng sahabat ku," kata Niken dengan ceria.


"oke, dan selamat hari lahir ya, semoga kamu mendapatkan semua hal baik di dunia, dan menjadi kebanggaan keluarga," kata Arkan tersenyum.


"terima kasih," jawab Niken yang begitu bahagia.


Aryan, Nino kaget melihat perubahan Arkan yang biasanya dingin tapi sekarang begitu baik pada gadis lain.

__ADS_1


__ADS_2