
Faraz yang memang sudah bisa menerima kekuatannya pun hanya sedikit kaget.
pasalnya baru kali ini dia melihat begitu banyak makhluk yang berkumpul seperti itu.
"ini mau ngajak tawuran atau bagaimana?" gumam Faraz.
"tenang pasukan kita juga tak sedikit," jawab Aryan tersenyum menyeringai.
Faraz pun mulai merasakan ada aura yang begitu kuat di belakangnya, bahkan aura itu sangat mengintimidasi.
Faraz menoleh dan ternyata itu juga gerombolan mahluk berpakaian prajurit.
dia pun tau jika itu semua adalah pasukan yang siap membantu keduanya.
seekor ular besar melata dan dengan sikapnya yang tenang, Aryan mengambil ular itu kemudian menaruhnya di tubuhnya.
"ada apa Nyai Ageng tri mustika, kenapa anda disini?"
"aku hanya datang atas permintaan Ki Sesnag, karena beliau masih bertapa," jawab ular itu.
Faraz pun mengangguk, pasalnya dia juga tau siapa Sesnag, ular pelindung milik Raka.
"mereka ini sebenarnya rombongan dari mana mau kemana ya, sepertinya tak ada keinginan untuk masuk kedalam desa."
"kalau begitu tunggulah disini, biar aku tanya pada mereka," jawab Aryan
Faraz mengangguk, Aryan berjalan menghampiri rombongan dari mahluk halus itu.
siluman ular milik Aryan juga berubah menjadi seorang wanita cantik, meski begitu ada beberapa sidik di tubuhnya.
"maaf semuanya, ada apa kalian semua datang ke desa ini? padahal kami merasa tak mengusik kalian," kata Aryan.
"kami tau, tapi salah satu penduduk Desa berani mengusik kami dengan mengambil bayi milik bangsaku," jawab genderuwo itu.
"katakan dan tunjukkan siapa itu, biar aku yang mengambilkan dan mengembalikan bayi mu," kata ki item yang datang.
semua mahluk gaib itu pun bersujud melihat sosok tinggi besar itu, bahkan Aryan malah nyengir tanpa rasa takut.
"kamu juga kenapa lagi?"
"gak kok, habis om lucu deh, tuh rambut di kuncir dua begitu," kata Aryan menahan tawanya.
"tentu kamu tau alasannya, sudah jangan meledek ku, aku pergi membantu mereka," kata Ki item yang langsung menghilang.
__ADS_1
Aryan pun meminta semua makhluk itu pergi, dia pun kembali ke arah gapura.
"jadi bagaimana?" tanya Faraz.
"beres, yuk pulang, udah mau Magrib juga," ajak Aryan.
keduanya pun menyalakan lampu jalan desa, dan para orang tua mulai memanggil anak mereka untuk pulang.
Aryan dan Faraz berjalan dengan santai, sampai sayup-sayup terdengar suara Adzan magrib.
murokolo, adalah perpindahan dari waktu siang ke waktu malam, beberapa warga percaya jangan pernah keluar di waktu itu terutama jika sedang hamil atau memiliki bayi kecil.
ku item sampai di sebuah rumah yang dengan berani mengambil bayi dari bangsanya.
dia pun berubah wujud menjadi seorang pria tampan, dan bertamu pas wayah murokolo.
seorang pemuda kaget melihat sosok pria tampan yang datang bertamu, "iya mas, mencari siapa?"
"nyari bayi yang kalian ambil, kembalikan atau kalian mati," ancam Ki item.
"bayi apa, di rumah ini hanya ada beberapa pria," jawab pemuda itu.
tanpa menjawab Ki item langsung masuk dan mencekik pria yang menyambutnya itu.
tiba-tiba terdengar suara yang begitu melengking hingga membuat semua orang mengalami kesakitan di pendengarannya.
Ki item langsung mengambil bayi yang di taruh di dalam botol, "kalian lancang berani mengambil bayi ini!! kalian tau kelakuan kalian hampir mencelakai seluruh warga desa!!".
tapi itu hanya bayi genderuwo tak terurus, lagi pula masak ada makhluk halus bisa punya anak.
"terserah awakmu percoyo opo gak, Saiki bayi Iki mesti balek,(terserah dirimu mau percaya atau tidak, sekarang bayi ini harus kembali)," kata Ki item yang melempar ketiga pemuda itu hingga terpental dengan keras.
Ki item membawa bayi ghaib itu, Ki item mengirimkan sebuah pesan pada Raka.
sesampainya di rumah, Faraz dan Aryan langsung mandi, setelah itu menunaikan ibadah sholat.
saat makan malam, Raka melihat pemuda itu dengan cukup tajam, "ada apa ayah?"
"sebenarnya tadi kalian melihat apa, hingga Ki item sendiri yang harus turun tangan?" tanya Raka.
"sepertinya ada pemuda yang jail di desa ini, mereka berani mengambil bayi genderuwo, entah untuk pesugihan atau pengasihan, karena aku rasa mereka ingin meminta imbalan agar mau mengembalikan bayi mahluk itu," terang Aryan.
"Faraz kamu baik-baik saja le?" tanya Wulan khawatir.
__ADS_1
"tidak apa-apa umi, aku hanya sedikit terkejut tadi, pasalnya baru pertama kali aku merasakan berada di antara dua pasukan besar, itupun mahluk ghaib semuanya," jawab Faraz.
"ya begitu nak, tapi jamu harus mulai terbiasa ya, oh ya lusa ada acara bersih desa, ingat Aryan dan Faraz kalian harus menjaga beberapa tempat sakral di desa ini," pesan Raka.
"baik ayah, nanti kami bantu ganti bunga dan penutup nisan," jawab Faraz.
akhirnya setelah makan malam, keduanya pun memilih untuk bermain dengan kedua adik mereka.
...****************...
sedang di salah satu rumah, seorang gadis tiba-tiba merasakan tubuhnya begitu berat, dan di telinganya terdengar suara yang menyuruhnya untuk menemui seorang pemuda.
seorang dukun tersenyum bahagia, pasalnya pelet yang di kirimkan berhasil.
"tenang le, sebentar lagi wanita di foto ini akan tergila-gila padamu, jadi kamu bisa pulang," jawab dukun Warno.
"baiklah lah Mbah, padahal di desa itu terkenal sangat aman," kata pemuda itu
"itu dulu nak, karena para penjaga desa itu mulai melemah, terutama pagar ghaib yang di tanam di desa itu," jawab dukun itu.
"baiklah Mbah, ini mahar yang anda inginkan, dan besok aku sudah bisa bersenang-senang bersama gadis itu kan?" tanya pemuda itu
"tentu bisa, ini bawa minyak wangi ini, dan sebelum bertemu dengannya, sebisa mungkin mengusapkan di belakang telinga mu, setelah ucapkan mantra ini," kata dukun itu memberikan secarik kertas.
"꧋ꦤꦶꦪꦠ꧀ꦆꦁꦱꦸꦤ꧀ꦔꦿꦥꦭ꧀ꦗꦺꦴꦮꦺꦴꦱꦺꦏꦭꦶꦂꦗꦮꦧ꧀ꦆꦁꦗꦧꦁꦧꦪꦶ꧉꧉꧉꧉꧉꧉ꦏꦠꦸꦠꦺꦴꦏꦫꦺꦴꦄꦏꦸ꧈ꦩꦤꦸꦠꦺꦴꦏꦫꦺꦴꦄꦏꦸ꧈ꦢꦸꦂꦒꦺꦴꦏꦺꦴꦭꦺꦴꦩꦸꦂꦏꦺꦴꦠꦏ꧀ꦗꦗꦭ꧀ꦫꦺꦴꦱꦺꦴꦱꦺꦗꦠꦶ꧈ꦏꦧꦸꦭ꧀ꦤꦺꦴꦥꦺꦚ꧀ꦗꦭꦸꦏꦤ꧀ꦏꦸ꧉
"em... Mbah, maaf saya gak bisa baca aksara Jawa Mbah, kenapa melengkung melengkung begini?" tanya pemuda itu saat melihat kertas di tangannya.
"alah dasar Jawa palsu, kamu ini orang Jawa kok gak bisa," marah dukun itu.
"ya namanya juga anak jaman sekarang Mbah," jawab pemuda itu tersenyum malu.
dukun itu menuliskan dalam aksara latin dan menerjemahkan tulisan itu, bahkan pria itu di minta menyebutkan nama dari gadis yang di peletnya, agar gadis itu semakin bertekuk lutut padanya.
pemuda itu kemudian pulang, benar saja saat sampai di rumah, gadis itu sudah menunggu pemuda itu.
"mas Agus... aku menunggumu," kata gadis itu yang langsung memeluk pemuda miskin itu.
ya gadis yang di pelet itu adalah seorang putri dari keluarga kaya di desa.
"kamu jangan di luar begini, ayo masuk karena nanti bisa orang melaporkan pada keluarga mu," kata pemuda itu yang sudah mulai menyentuh tubuh wanita itu.
"aku tak peduli mas, oh ya aku sudah membawakan mas sesuatu," jawab gadis itu yang memiliki tatapan kosong.
__ADS_1
Agus pun sangat senang, terlebih gadis yang selama ini sering menghinanya, kini bisa di percaya dan dia bisa melakukan apapun pada gadis itu.