Perjalanan Mistis Si Kembar

Perjalanan Mistis Si Kembar
kabar Arkan


__ADS_3

pagi ini suasana sedikit sendu dengan rintik gerimis membasahi bumi, Aryan yang akan berangkat ke kampus menjadi malas.


"kenapa belum berangkat, bukankah kamu ada kelas pagi," tegur Faraz.


"aku sedang malas, lihat saja gerimis ini seakan meminta ku untuk tidur," kata Aryan.


"sudah jangan Ngadi-ngadi deh, ceper berangkat bawa mobil sana, kebetulan aku kuliah sore," kata Faraz.


"iya-iya kmu cerewet sekali sih," kesal Aryan.


sedang di rumah Juragan Aris, pria itu hewan melihat putrinya yang seakan lemas tak ada tenaga.


"kamu kenapa Niken?"


"aku gak Kenapa-kenapa ayah,oh ya tolong antar Niken sekolah ya," mohon gadis itu.


"baiklah, kalau begitu selesaikan sarapan mu kita akan berangkat," jawab Aris yang langsung pergi berpamitan dengan ayu.


sebenarnya Niken beberapa hari ini terus memimpikan Arkan yang terluka dan tubuh pria itu bersimbah darah.


tapi dia juga tak tau cara menghubungi Arkan kecuali e-mail, pasalnya pria itu tak memberikan nomor telponnya pada Niken.


akhirnya Niken pun berangkat ke sekolah di antar oleh Aris, begitupun kedua adiknya.


sedang Aryan menjemput Nayla yang juga akan berangkat ke kampus, pasalnya gadis itu tak kebagian mobil pagi ini.


"ih .. aku paling gak suka gerimis pagi hari, bikin mood jelek," kesal gadis itu.


"tenang nona, jangan terus mengomel, nanti kamu cepat tua," jawab aryan tertawa.


"eh ngomong-ngomong bagaimana kabar saudara kembar mu, dia kuliah atau hilang, Kenapa tak ada kabar sedikit pun," bingung Nayla.


pasalnya semua sosial media dari Arkan aktif tapi tak ada postingan terbaru.

__ADS_1


"ya dia terlalu sibuk dengan hidupnya, kamu tau sendiri dia bagaimana, apalagi sekarang dia punya proyek dengan teman-temannya," jawab Aryan.


"ah... begitu rupanya, kamu sudah sarapan belum, kalau belum kita beli di dekat kampus yuk,aku masih lapar nih," kata Nayla.


"boleh tuh, kebetulan pingin makan di warung Bu sun, dan lagi kelas kita masih satu jam lagi," kata Aryan.


mereka berdua pun berhenti di warung dekat kampusnya, terlihat cukup ramai dengan para mahasiswa.


Aryan turun dan kemudian menjemput Nayla, keduanya benar-benar seperti pasangan kekasih yang kasmaran.


bahkan memegang payung saja berdua, setelah itu Nayla memesan makanan kesukaan dari Aryan.


ya gadis itu sudah tau semua kesukaan Aryan, terlebih karena mereka berdua memang suka pergi berdua.


"Aryan boleh aku mencicipi dasar jagung itu, sepertinya enak," kata Nayla.


"tentu boleh," jawab Aryan yang memberikan lauk yang di minta Nayla itu.


setelah makan dan membayar, mereka pun bergegas ke kampus, "nanti malam ayo kita jalan-jalan, lumayan ada pasar malam di desa ku, kebetulan aku tak ada teman untuk pergi, ya setidaknya ayah akan mengizinkan aku pergi," mohon Nayla.


"tentu, apa aku perlu membawakan martabak dan terang bulan, atau bunga," tanya Aryan tersenyum.


"memang mau apel," kesal Nayla memukul lengan Aryan.


"ya kenapa tidak, membawakan makan untuk calon mertua tidak salah kan," jawab Aryan.


mereka pun segera berlari masuk kedalam kampus, Aryan bahkan memberikan jaketnya untuk Nayla.


"tetap hangat, aku pergi duluan, mau ngambil sesuatu," kata Aryan yang pergi begitu saja


Nayla hanya tersenyum, pasalnya jaket yang di pakainya itu adalah jaket kesayangan Aryan.


bahkan dia memiliki beberapa warna, bahkan Nayla bisa mencium aroma parfum Aryan di jaket itu.

__ADS_1


Aryan berada di tuang pecinta alam untuk mengambil sepatu miliknya yang kemarin lalu di buat naik bukit.


tak terduga, saat akan pergi dia kaget melihat sosok ketua pecinta alam yang batu bangun tidur dari sleeping bag.


"ya Allah kamu membuatku jantungan, kamu sedang apa disini bang?" tanya Aryan


"ah ... aku malas pulang, lagi pula disini lebih menantang, sudah sana kuliah gih, aku juga ada kelas pagi," jawab pria itu uang bersiap mandi.


Aryan tak terkejut, pasalnya pria itu memang sering menginap di kampus, bahkan sudah seperti rumah keduanya.


terlebih mereka akan merancang naik ke Bromo beberapa waktu lagi, yang belum dapat izin.


jika memang tak di izinkan mereka akan mencari gunung lain untuk coba di taklukkan.


Mahi pun masuk kedalam kelas dan duduk di samping Nayla, tak lama Vani batu datang dengan sweeter rajut berkerah tinggi.


Nayla melambaikan tangan, dan Vani duduk di samping Nayla yang lain, jelas pun di mulai, Aryan nampak sangat memperhatikan.


sedang Vani nampak tak fokus, bahkan beberapa kali melihat ponselnya.


sedang Nayla tak bisa fokus karena tak sabar ingin ngedate bersama Aryan nanti malam.


sedang di belahan dunia lain, Arkan bertarung dengan beberapa pria yang berpakaian hitam.


mereka bahkan tak bisa mengalahkan pemuda itu, "ayolah.... kalian tak lelah terus mengejar ku, aku sudah bilang jika aku tak kenal gadis itu," kesal Arkan


"tapi anda yang terakhir bersamanya," jawab salah satu orang.


"meski begitu apa yang terjadi dengan dia bukan urusanku, jadi pergilah atau aku perlu membuat kalian semua terluka parah, pergi!!!" bentak Arkan.


pria itu mengusap wajahnya yang terkena darah, sudah seminggu ini dua terus di teror karena membantu seorang gadis.


ternyata itu adalah seorang putri dari ketua mafia di negara itu, bahkan gadis itu juga seorang ahli IT.

__ADS_1


__ADS_2