
ketiga pemuda itu sedang makan bersama, Raka menghampiri ketiganya yang sedang bersama.
"sebentar lagi Aryan menikah, kapan kalian berdua?" tanya Raka menggoda kedua Putranya.
"gak minat ayah," jawab Faraz.
"aku juga gak ingin nikah, terlebih tak ada wanita yang bisa menerima kelebihan ku," jawab Arkan.
"jangan minder dong, pasti suatu saat pasti ada," kata Aryan.
mereka pun melanjutkan kegiatannya, keesokan harinya, semua sedang bersiap-siap untuk acara pernikahan Aryan.
dia memakai jas hitam dan kemeja putih, sedang yang lain mengenakan baju batik, "idih... gak nyangka kalau kamu berani nikah semuda ini, aku salut padamu," kata arkan tak percaya.
"pasti dong, aku tak akan membiarkan gadis itu di tikung orang lain, terlebih perbuatan zina juga
berdosa jadi lebih baik nikah saja," jawab Aryan.
"sudah-sudah sekarang kita berangkat untuk akad nikah," jawab Raka yang melihat kedua saudara itu.
rombongan pun berangkat menuju ke rumah keluarga calon besan mereka, saat akad nikah para pengiring menunggu di rumah tetangga dari pak Bagio.
sedang Aryan di antar oleh Rizal dan Adri untuk akad nikah, dan beberapa saudara.
Aryan pun melafalkan akad nikah dengan sangat lancar, bahkan hanya dengan satu tarikan nafas mereka berdua sudah sah.
Aryan dan Nayla pun saling memakaikan cincin di jari masing-masing.
setelah itu Nayla mencium tangan Aryan, dan Aryan mencium kening dari istrinya.
mereka pun berpisah untuk di lanjutkan dengan acara temu manten, bahkan cara begitu meriah.
ada cucuk lampah yang menjadi pengiring pengantin, saat bertemu, mereka saling melempar buntalan sirih.
ternyata Nayla melempar terlebih dahulu di banding Aryan, kemudian acara injak telur dan membasuh kaki dari suaminya.
setelah itu Nayla mengelilingi suaminya sebanyak tujuh kali untuk memastikan itu benar suaminya.
__ADS_1
baru setelah itu acara di mulai, setiap orang pun mengikuti acara dengan nikmat.
Arkan dan Faraz duduk di paling pojok, tak lama saat acara masih berlangsung.
rombongan dari keluarga Juragan Aris datang, semua keluarga Raka kaget melihat kedatangan keluarga itu.
dan yang membuat mereka terkejut, pria di samping sosok Niken, ada seorang pria dengan aura hitam pekat.
dan sepertinya mereka begitu dekat, Arkan kaget melihat reaksi semua orang. sedang dirinya nampak santai saja toh dia tak mengenal keluarga itu.
"hei duduklah, kenapa berdiri, acaranya baru juga mulai," kata Arkan.
acara berakhir dengan meriah, ternyata juga ada hiburan organ tunggal saat itu.
Aryan turun dan menarik Arkan dan Faraz, Nayla pun tertawa melihatnya.
"baiklah, hari ini saudara-saudara ku akan menyumbangkan lagu," kata Aryan.
"kau mau mati huh," kesal Arkan.
sedang ayu dan Aris melihat tiga pemuda itu merasa heran, pasalnya kenapa dia tak sedih.
"tak perlu heran, dia memang tak ingat apapun kecuali keluarganya, itu juga terjadi pada putri kalian bukan," kata Raka di depan Aris.
"ya kamu benar, dia bahkan tak mengenali kami awalnya, tapi berkat dokter Azam, sekarang dia sudah lebih baik," jawab Aris.
"baiklah kalian nikmati pestanya, aku ada urusan dengan besan ku, ayo pak Raka," kata pak Bagio menarik Raka menjauh.
"ada apa?" tanya Raka bingung.
"sepertinya pemuda di samping keluarga Aris Munandar Sulaiman itu sedikit aneh, terlebih saat aku coba tanya pada rumah sakit yang di maksud keluarga itu, tak ada dokter bernama Azam," kata pak Bagio.
"benarkah, tapi sayang aku tak tau pria itu memiliki niat apa," jawab Raka sedih.
"sudahlah pak itu tak masalah, kami mengerti jika kejadian terakhir itu sangat bahaya," jawab pak Bagio.
ketiga pria itu menyanyi, Nayla pun di tarik suaminya dan kini mereka berempat tertawa bersama.
__ADS_1
tak terduga seorang gadis cantik datang ke pesta itu dan langsung berlari ke arah Arkan.
"ya pria menyebalkan kenapa meninggalkan ku," katanya memeluk Arkan di depan seorang.
"kenapa kamu disini!" kaget Arkan melihat gadis yang pernah di tolongnya itu.
Raka dan Wulan kaget melihat hal itu, dan Niken merasa hatinya begitu sedih dan sakit melihat pria itu di peluk wanita lain.
"kamu kenapa Niken?" tanya Azam pada gadis itu.
"tidak ada kok mas, hanya kenapa pria sekarang tak tau malu seperti itu," kesal Niken.
ayu sadar meski putrinya itu tak ingat sosok Arkan, tapi hatinya masih ada pria itu.
"karena kamu pergi dari Singapura tak bilang-bilang, jadi aku menyusul mu," kata Anastasya.
"Arkan, apa ini?" tanya Wulan.
"halo ibu mertua, aku kekasih Arkan di Singapura," kata Anastasya yang langsung mencium tangan Wulan.
sedang Arkan menepuk dahinya karena tingkah gadis itu, jadilah peserta makin ramai sekarang.
mereka pun tertawa, Aryan sudah bahagia dengan Nayla, sedang Faraz akan memilih berbakti pada kedua orang tuanya.
sedang Arkan masih banyak hal yang menunggunya.tapi kisah ini berakhir dengan bahagia.
meski Wulan dan Raka kehilangan semua kemampuan mereka, tapi mereka masih harus menjadi orang tua kuat untuk kelima anak mereka.
Raka pun bahagia mempunyai istri yang selalu mendukungnya dalam keadaan apapun.
...**********#########************...
selesai dengan pernikahan Nayla dan Aryan, karena kekuatan mereka semua berkurang.
kini mereka semua hanya pemuda dan pemudi biasa, dan Aryan akan menjalani keluarga yang indah.
jadi tunggu kelanjutannya ya di novel selanjutnya,mohon dukungannya terus ya.
__ADS_1
dan terima kasih atas dukungannya selama ini. terima kasih Semuanya.
🙏🙏🙏🙏🙏🙏