Perjalanan Mistis Si Kembar

Perjalanan Mistis Si Kembar
wisata atau menyetorkan nyawa.


__ADS_3

hari keberangkatan mereka sudah tiba, Arkan dan Aryan juga sudah berpamitan lewat telpon dengan kedua orang tuanya.


tak lupa, Wulan dan Raka memberikan wejangan untuk keduanya, Aryan mengajak Nyai Ageng tri mustika karena ular itu sebenarnya berasal dari laut selatan.


sudah ada tiga bus pariwisata yang menunggu semua murid-murid sekolah itu.


Arkan dan Aryan berdiri di depan bus dan mulai berdoa, para guru heran melihat kedua anak didiknya itu.


setelah berdo'a mereka pun berkumpul bersama dengan yang lain, "baiklah semuanya sebelum berangkat bapak akan membagi kalian dalam beberapa kelompok, satu kelompok terdiri dari enam orang,"


pembagian kelompok di undi mengunakan kertas yang sudah di siapkan, dan Arkan satu kelompok dengan Aryan, Randu, Wawan, Sela dan Nayla.


kedua gadis itu kini bingung karena kursi mereka ada di bagian bus paling belakang.


"eh Toro, bisa tolong pindah kebelakang bersama kami gak, kasihan kalau Nayla harus duduk dengan kami semua yang laki-laki," kata Aryan yang selaku ketua grup enam.


"tentu, tapi boleh dong bagi makanannya nanti," kata Toro memberikan syarat.


"tenang, kamu tak akan kelaparan, sudah Nayla duduklah bersama Sela," kata Arkan mempersilahkan.


"terima kasih ya," jawab Nayla yang tersenyum bersama Sela.


akhirnya bus pun berangkat menuju ke Jawa tengah, sebenarnya ada empat bus lain tapi keempat bus tadi sudah berangkat telebih dahulu karena itu rombongan khusus yang membayar penuh pada sekolah.


sedang tiga bus ini adalah rombongan beberapa anak yang memang memiliki keterbatasan biaya, dan akomodasi semua dari Arkan.


"pak Jhoni, kita bisalah menghibur semuanya selama perjalanan, kita nyanyi setuju," kata Arkan yang ingin membangkitkan semangat para murid.


"setuju," jawab semua uang ada di bus.


Arkan dan Aryan mulai menyanyi bergiliran, mereka semua tak mengira jika Arkan begitu asik.


padahal selama ini image dari pemuda itu adalah cuek dan dingin, tapi kali ini semuanya berbeda.


Aryan lebih parah ternyata dia lebih kocak dengan terus melemparkan lelucon.


Wawan membagikan Snack yang di bawa khusus oleh Arkan untuk semua penumpang bus.


kebetulan bus memasuki jalan tol untuk mempersingkat waktu, terlebih bus berangkat pada malam hari.


Raka sengaja memilihkan bus dari travel milik temannya, karena bus dan semua supir sudah ahli dan hapal jalur, meski mahal itu tak masalah.


bus rombongan yang di akomodasi oleh Raka, sempat menyalip empat bus yang beriringan terlebih dahulu.


"eh... kok aneh sih, kenapa bus mereka nampak berjalan pelan?" heran Aryan.

__ADS_1


"mungkin ada yang ingin ke rest area dulu, Semuanya ada yang ingin pipis atau ke kamar mandi, sekalian kita bisa mampir ke rest area," tanya Arkan dengan pengeras suara.


"boleh nih, aku harus ke kamar mandi," kata Nayla yang memang merasakan ada sesuatu dari tadi.


bus pertama berhenti di rest area, di ikuti bus yang lain, kepala sekolah menghampiri bus rombongan dari Arkan.


"pak Jhoni ada yang punya obat penahan rasa sakit?" tanya kepala sekolah.


"ada apa pak, ada yang sakit?" tanya pak Jhoni.


"entahlah, tadi ada yang bilang tangannya tiba-tiba sakit, jadi bisa minta obat," jawab pak kepsek.


"kebetulan saja punya pak," saut pak Irwan guru penanggung jawab bus dua.


"baiklah tolong berikan pada anak di bus lima ya pak," jawab pak kepsek.


kenek dari bus yang di tumpangi Arkan turun meminta rokok, Arkan pun mengerti karena Raka sudah memberi tahu semua yang di perlukan.


"Aden, sepertinya supir bus empat sama enam mengantuk den, lihat mereka yang terus mengucek matanya," kata kenek bus.


"terus gimana pak, seharusnya tak boleh berkendara saat mengantuk, buat saya mengatakan pada pak kepsek ya," jawab Arkan yang tak ingin terjadi sesuatu.


Arkan menghampiri para guru yang sedang berbincang, mendengar perkataan Arkan pak Jhoni memastikan jika supir bus itu dalam keadaan baik.


Aryan yang berada di dalam bus, tiba-tiba lari ke arah Nayla, dan seperti mendorong sesuatu di belakang gadis itu.


"tidak ada kok mbak, hanya ada sedikit kecoa terbang saja," jawab Aryan.


kini giliran Arkan yang menginjak mahluk itu dengan kuat, "siapa yang mengirim mu, kembali atau aku biasakan disini,".


"dia meminta tumbal, aku hanya pelaksana saja, gadis itu memiliki aroma wangi dari tubuhnya," jawab mahluk itu dengan mengeram.


Arkan memanggil Suni, harimau putih itu langsung mencabik mahluk ghaib berbentuk Buto pendek berwarna hitam tanpa tanduk, meski mahluk itu belum berilmu tinggi, tapi ketakutan Arkan terbukti.


ada yang ingin menyabotase group pariwisatanya dari SMA swasta ini, "Aryan berikan gelang milikmu pada Nayla,"


"kenapa?" tanya Aryan bingung.


'kareba Nayla sedang datang bulan, dan dia menjadi incaran beberapa mahluk jail, jika kita tidak melindunginya, maka kita semua dalam bahaya," jawab Arkan.


"baiklah aku mengerti," jawab Aryan yang malah melepas kalung gading miliknya.


"mbak Nayla bisakah mbak memakai ini selama pariwisata, demi keamanan mbak," kata Aryan.


"eh kenapa? aku tak butuh jimat kok," jawab gadis itu malu.

__ADS_1


"ciye... Nayla dapat pengemar baru nih, si ganteng lagi," ledek teman wanita yang lain.


"pakai saja mbak, demi keamanan mbak sendiri, dan untuk yang lain yang sedang berhalangan tolong jangan sampai darah kalian menetes keluar ya," kata Arkan.


"Arkan!!!!" teriak semua gadis yang malu.


pak Jhoni menjewer kuping Arkan karena mengatakan hal seperti itu, pasalnya ini bukan ranah yang tepat.


Nayla mengambil kalung itu dan memakainya dengan erat, Sela pun tak mengira Nayla yang begitu dingin pada pria mau menerima barang aneh dari Aryan.


rombongan pun melanjutkan perjalanan, dan semua berjalan lancar hingga pagi hati bus sampai di daerah candi Borobudur.


tadi mereka sempat singgah di tempat makan yang juga berada di rest area, bahkan ada yang mandi atau sekedar cuci muka.


Arkan meminta semua murid bus satu sampai tiga berkumpul karena dia harus membeli tiket dulu bersama pak Jhoni.


sedang rombongan bus empat sampai tujuh juga menunggu karena pak kepsek dan guru lain yang membeli tiket.


Arkan sangat mudah karena mengenal seseorang yang di atur oleh Raka, semua sudah memiliki tiket untuk masuk kedalam area taman candi Borobudur.


semua sedang berfoto dan menikmati suasana candi yang di bangun di abad 770M- 825M.


candi yang di gunakan oleh umat Budha ini adalah salah satu jajaran keajaiban dunia Nyang sudah di akui oleh UNESCO.


Arkan berjalan dan menemukan sebuah stupa yang terkenal di kalangan wisatawan.


barang siapa yang bisa menyentuh tangan dari Parung arca di dalam stupa itu, maka keinginannya bisa terwujud.


Arkan pun mencobanya, tanpa sadar tangannya menyentuh patung itu, dia kaget saat Nayla menepuk bahunya.


"hayo sedang apa," kata Nayla dan beberapa temannya.


"lagi cari harta Karun, mau apa?" tanya Arkan.


"boleh minta tolong fotoin dong," kata gadis itu menyodorkan ponselnya.


"pakai kameraku saja, sana ambil pose," kata Arkan yang sengaja membawa kamera demi mengabadikan momen terbaik.


setelah berfoto dengan berbagai gaya, kini giliran Nayla yang memfoto Arkan sendiri.


bahkan para gadis tak mau ketinggalan ingin berfoto dengan pria itu, kini pun datang teman-teman Arkan yang lain.


"permisi, bisa tolong foto kan kami?" tanya Nayla yang ingin ikut bergabung.


"tentu," jawab wisatawan lokal.

__ADS_1


"terima kasih," kata Nayla yang ikut bergabung dengan teman-temannya.


mereka pun berfoto dengan berbagai gaya, setelah puas, mereka menuju ke area yang lain.


__ADS_2