Perjalanan Mistis Si Kembar

Perjalanan Mistis Si Kembar
kemarahan Rafa


__ADS_3

"mau kemana? jangan seperti ini kamu bukan pemuda lagi, kamu itu sudah menjadi ayah beranak dua, jadi tolong tenanglah," kata Raka dengan suara memohon.


"kamu bisa mengatakan itu karena putra mu sangat bisa di andalkan, sedang Faraz, dari kecil dia terus membuat masalah, bahkan dulu dia juga ingin membunuh kedua saudaranya itu," kata rafa yang menangis untuk pertama kalinya.


Raka pun memeluk saudaranya itu, dulu Rafa adalah kakak yang paling bisa di andalkan.


bahkan Rafa sering menjadi tameng saat Raka membuat kesalahan, tapi kenapa keluarganya yang kini malah begitu berantakan.


"tenanglah bang, aku tau kamu sedih, tapi pergi dan meninggalkan rumah tak akan menyelesaikan masalah, bolehkah aku melihat Faraz dulu, siapa tau dia dalam pengaruh sesuatu," kata Raka mengatakan kecurigaannya.


"tapi aku tak melihat ada yang aneh," kata Rafa.


"karena bukan di tubuh Faraz, tapi ada di sebuah lubang yang di gunakan untuk mengatur pria itu," tambah Arkan yang keluar menemui kedua pria dewasa itu.


"apa maksudmu," tanya Rafa.


"kemarin mas Faraz masih baik-baik saja, bahkan saat kami sholat berjamaah, tapi setelah pulang dari Surabaya dan masuk kedalam rumahnya dan kembali ke rumah kami, dia berubah," kata Arkan.


"ah... aku kecolongan ternyata, Raka bantu aku," kata Rafa yang mengajak Raka masuk kedalam rumahnya.


terlihat Faraz sedang duduk memangku bayi Husna sambil tersenyum menyeringai, sedang Jasmin mengambil air hangat untuk mengobati luka di tubuh Faraz.


"tolong letakkan bayi itu, dan kita bicara, apapun yang kamu inginkan aku akan berikan," kata Rafa memohon.


"kamu itu ayah tak berguna, aku hampir berhasil untuk membuat Arkan jauh dari Emily, gadis bodoh itu tak layak untuk cintaku," kata Faraz dengan mata merah dan tersenyum menyeringai.


bayi Husna pun menangis, Rafa ingin mengambilnya tapi Faraz membawa bayi itu mundur.


"kalian mendekat, aku akan membanting dan membunuh bayi ini," ancam Faraz.

__ADS_1


Emily melempar rantau ghaib miliknya dan menarik makhluk ghaib dari tubuh Faraz.


Wulan menangkap bayi Husna yang terlempar ke udara, Jasmin bahkan kaget hingga menjatuhkan baskom berisi air hangat itu.


Raka melempar tasbih miliknya ke arah makhluk itu,dan membuat mahluk hitam dengan rambut panjang dan bertaring tajam.


makhluk itu terus mengeram marah, "sialan,kalian berani mengeroyokku, aku akan membunuh kalian semua,"


"sayangnya kami tak takut, katakan siapa yang mengirim mu untuk mempengaruhi putra ku?" marah Rafa pada makhluk itu.


"aku tak pernah mengkhianati tuan ku, jadi meski kalian membunuhku aku tak akan buka suara! ha-ha-ha!!" kata mahluk itu.


Emily membaca surat Alqur'an yang dia hafal, sedang Arkan mencari sebuah bungkusan yang di tanam.


"gadis sialan, ku kira kamu sudah lemah, tapi ternyata kamu menyembunyikan kekuatan mu,kamu kurang ajar!" marah makhluk itu.


"dasar manusia busuk, lepaskan!!! AAAAA!!!!!" teriak makhluk halus itu yang terbakar bersamaan dengan adzan magrib.


Arkan berhasil menemukan bungkusan yang di gunakan untuk mengatur Faraz, hal itu yang di tanam di belakang rumah.


Arkan langsung membakarnya dengan api dan menambahkan garam sambil membaca doa.


"kembalilah pada orang yang mengirim mu," kata Arkan yang berhasil memusnahkan makhluk itu.


Arkan bernafas lega, semuanya sudah bisa di kendalikan, dan dia menuju ke dalam rumah.


Faraz baru sadar dan merasa tubuhnya remuk redam, "kamu sadar nak?"


"aku kenapa ayah, kenapa tubuh ku begitu sakit, apa aku terluka?" tanya Faraz.

__ADS_1


"maafkan ayah yang sempat marah padamu," kata Rafa merasa bersalah.


sedang Jasmin sedikit bernafas lega, karena Rafa sudah tak salah paham lagi.


bayi Husna juga sudah tak menangis histeris lagi, dan mendengar suara tangisan dari adiknya.


Faraz segera menghampiri adik kecilnya itu, "adik mas kenapa? kok nangis sih, jangan sedih ya nanti kakak belikan jilbab ya biar makin cantik seperti bunda dan Amma."


bayi Husna pun diam dan tersenyum lebar pada kakaknya itu,Rafa pun merasa menjadi pria bodoh.


Arkan berlari dan memeluk tubuh Faraz, "maaf ya tadi aku menghajar mu, jika tidak begitu aku tak akan sadar jika kamu dalam pengaruh makhluk halus,"


"oh... boleh aku balas," kesal Faraz.


"baiklah..." jawab Arkan pasrah.


"tunggu dulu, biar aku saja, itu di lakukan Arkan karena melindungi ku dari serangan makhluk itu," kata Emily menghalangi Faraz.


Faraz tertawa, "baiklah aku akan membalasnya padamu,"


Faraz mengangkat tangannya, Emily menutup mata takut, tapi Arkan langsung membuat Emily memiringkan tubuhnya.


dan malah Faraz memeluk tubuh Arkan, "hahaha aku tau jika tak mungkin Arkan mengizinkan aku memeluk gadis yang di sukainya," kata Faraz tersenyum.


"dasar tak berubah," kesal Arkan.


"semuanya buka puasa," kata Aryan dan Rania.


bahkan Aditya yang sempat ikut emosi pun akhirnya ikut saja, toh keluarga istrinya itu memang penuh kejutan sekali.

__ADS_1


__ADS_2