Perjalanan Mistis Si Kembar

Perjalanan Mistis Si Kembar
dendam itu mengerikan


__ADS_3

semua arwah yang di keluarkan oleh Arkan benar-benar sangat tak terkendali.


mereka beterbangan mencari orang yang membunuh mereka, di sebuah mobil mewah, ?seorang pria sedang merasa senang.


pasalnya dia sudah selesai menikmati gadis yang dia inginkan, ya dia adalah seorang pengusaha kotor yang bisa melakukan apapun untuk membunuh musuh-musuhnya.


"tuan, nyonya ingin anda pulang," kata sang asisten.


"kenapa, dia keberatan, jika iya suruh minum racun karena aku tak peduli," kata pria itu.


semua arwah penuh dendam itu menyatukan kekuatan mereka untuk membalas dan menyingkirkan pria brengsek itu.


mobil itu memasuki sebuah area perumahan, sisi hantu wanita itu duduk di sampingnya.


"halo Herman!" panggil sosok itu.


Herman menoleh dan kaget, tapi kemudian sosok itu hilang, tapi tanpa di di duga, sosok itu malah merasuki tubuh supir dari pria itu.


"loh tok, kamu mau kemana, kita pulang tok," marah Herman.


"tenang saja pria busuk, aku akan mengajakmu menemui malaikat di neraka, untuk mendapatkan balasan atas semua keburukan mu selama ini, ha-ha-ha," tawa supir pria itu.


mobil di kunci dan kini mereka mengebut di jalanan, mobil mewah itu menerobos pagar kereta api.


kebetulan ada kereta api jurusan Jakarta Surabaya, dan mobil itu tepat berada di jalur rel.


"tok ayo keluar, kalau mau mati jangan mengajakku tok," marah Herman yang berusaha keluar dari mobil.


tapi supirnya malah merangsek ke kursi penumpang dan mencekik leher pria itu.


mereka pun saling pukul tapi akhirnya mobil mewah itu di sambar kereta api hingga hancur berkeping-keping.


para arwah itu pun tersenyum, pasalnya mereka puas melihat pria buruk seperti Herman mati.

__ADS_1


untuk supirnya, pria itu juga sama busuknya dengan Herman jadilah dia juga harus ikut pergi ke neraka.


akhirnya para arwah itu menarik arwah Herman untuk pergi bersama, dan berita tentang kecelakaan mengerikan itu cepat tersebar.


"memang apa yang harus di bereskan Arkan?" tanya Rania yang penasaran.


"tidak ada mbak, oh ya aku sedang membaca tentang artikel terkait dengan kecelakaan yang terjadi di area rel kereta api, yang melibatkan pengusaha Herman Sugiarto dan juga supirnya, dan keduanya tewas di tempat dengan tubuh hancur," kata Arkan.


"innalilahi wa ilaihi Raji'un... semoga keluarga yang di tinggalkan di beri ketabahan," kata Rania.


tanpa di duga, Aditya tersenyum mendengar perkataan itu, setidaknya kini dendamnya pada semua musuh sudah selesai.


sekarang dia harus fokus pada istrinya, dan juga keluarga kecil yang harus bahagia selamanya.


mobil mereka sampai di rumah, Aditya mengantar dua saudara itu sebelum pulang ke rumahnya sendiri.


Rania pun masih merasa sedih harus kehilangan saudaranya, sedang Aditya mengenggam tangan istrinya untuk memberikan kekuatan.


"sudah jangan sedih, umur manusia tak ada yang tau, sekarang kita cari makan, aku lapar lagi," kata Aditya.


"tidak usah mas, kita makan di rumah saja ya, aku buatkan sesuatu nanti," kata Rania.


"baiklah nyonya, apapun permintaan mu," kata Aditya.


mereka sampai di rumah dengan selamat, sedang Arkan langsung mandi sebelum tidur.


dia pun mengambil sebuah kayu jati yang berbentuk tombak kecil dan menyimpannya, "semoga tak ada yang sadar,"


Arkan langsung tertidur, Wulan dan Raka tanpa sadar telah kecolongan dengan tindakan Arkan.


meski bukan niat sebenarnya, tapi Arkan memiliki benda yang bisa menyimpan arwah penuh dendam, dan itu bisa mempengaruhi Arkan nantinya.


keesokan harinya setelah sahur, Arkan melakukan kegiatan seperti biasa.

__ADS_1


"serius amat, baca apa sih," tegur Aryan.


"baca buku pelajaran, kamu ngapain disini? mending belajar Soni," usir Arkan.


"gak mau ah, aku ingin disini, lagi pula ada Faraz yang lagi tidur takut ganggu," jawab Aryan.


"terserah tapi jangan berisik," kata Arkan yang di angguki Aryan.


setelah selesai, Arkan mulai memainkan beberapa game online dan bermain saham.


Aryan yang melihat pun tak percaya dengan apa yang dia lihat, terlebih di dalam keluarganya tak pernah ada yang bisa melakukan permainan saham itu.


"wah gila, kamu ternyata pemain saham hebat ya, pantas uang mu banyak," puji Aryan


"tak sebanyak uang ayah, sudah lekas siap-siap kita berangkat sekolah, dan bangunkan Faraz," kata Arkan menyuruh.


"baiklah aku mengerti bos," jawab Aryan yang kemudian pergi.


Arkan sudah menyiapkan Semuanya, dan keluar untuk memanasi motor miliknya dan Aryan.


kedua motor itu, nampak bersih karena pemiliknya merawat dengan sangat baik.


Wulan pun menghampiri Arkan, "Arkan kemarilah, ini uang saku untuk seminggu kedepan," panggil Wulan


"siap Amma, tapi bisakah aku dapat lebih, pengeluaran ku di bulan ramadhan seperti ini cukup bantal Amma," mohon Arkan.


"tebtu, tadi masing-masing sudah Amma tambah uang sakunya, dan kamu itu harus hemat dan belajarlah dengan sungguh-sungguh, agar bisa seperti ayah kalian," nasehat Wulan


"buat apa, S3 tapi pengangguran, bener gak ayah?" kata Arkan saat melihat Raka.


"memang kenapa, ayah sudah lelah dan sekarang waktunya untuk beristirahat, sekarang kamu dan Aryan wajib sekolah setinggi-tingginya untuk masa depan kalian," kata Raka.


"siap ayah, kami berangkat ke sekolah dulu ya," pamit Arkan yang melihat saudaranya sudah keluar untuk pamit

__ADS_1


"baiklah hati-hati selama di jalan, dan ingat jangan membuat masalah, terutama kamu Arkan," kata Wulan menginggatkan kedua Putranya.


"siap Amma," jawab keduanya sebelum pergi.


__ADS_2