
malam hari, Sekar melihat kedua gadis yang saat ini sudah tertidur, dia memang melarang Emily untuk jalan-jalan tak jelas.
terlebih kasus Arkan cukup membahayakan, jadi dia tak ingin Emily terluka.
Sekar tetap terjaga, ya bagaimana pun dia saat ini tidak membuatnya menjadi sempurna.
dia melihat kearah luar rumah, ada sesosok genderuwo yang mengawasi Sekar.
"mau apa mahluk gaib seperti mu, bukankah seharusnya kau sudah binasa saat itu, kenapa berani memunculkan wujud mu di depan ku, kau mau mati bersama majikan mu," ancam Sekar dengan suara batinnya.
"aku tak ada urusan dengan mu, aku di suruh menjaga putri dari majikan ku, jadi kau tak perlu mengusik ku, dasar makhluk rendahan," hina genderuwo itu.
Sekar melempar bola api dan mengenai genderuwo yang langsung kesakitan.
mata merahnya menyala terang, ternyata dia bukan tandingan Sekar, "kau kira aku baru hidup berapa tahun, kau saja tak sebanding dengan seujung kuku ku,"
genderuwo itu menghilang masuk kedalam pohon besar itu, sedang di rumah ibu dari ratu.
dia terpental dan tempat dupa yang biasa dia gunakan terlempar hingga hancur berkeping-keping.
"sialan, siapa yang berani mengusik penjaga putriku, dia belum tau kesaktian Kusuma Dewi," geram wanita itu.
dia pun mengirim teluh pada orang yang melukai genderuwo kirimannya, tapi sayangnya Sekar mengembalikan teluh itu.
Kusuma Dewi terpental dan memuntahkan paku serta darah hitam berbau busuk.
"kau kira bisa menyakitiku, kau gila dan bodoh Kusuma, jika bukan karena ratu, hari ini aku akan membunuhmu, seperti bapak biadab mu dulu, jadi jangan bertingkah karena putrimu ada ditangan ku, dan jangan berani mengusik putriku juga atau kau akan bernasib naas," ancam Sekar dalam wujud kuntilanak merah.
kuku panjangnya mencapai di leher Kusuma Dewi, wanita itu tak mengira jika mantan kakak iparnya yang di katakan mati ternyata kuntilanak.
Sekar pun pergi meninggalkan rumah dukun milik Kusuma Dewi, "dasar brengsek, ternyata dua adalah mahluk kuat, sekarang aku mengerti kenapa kekayaan dari mas Julio begitu banyak, dan menjadi musuh para pengusaha, tapi aku Kusuma Dewi, aku tak mau kalah dari makhluk rendahan itu, aku harus ngilmu lagi, jika tidak dia akan terus menindasku," kata Kusuma Dewi tak terima
__ADS_1
saat ingin berdiri, kakinya tak bisa bergerak, dia pun terpaksa melakukan pembersihan dari teluh yang di antaranya tadi.
Sekar duduk sambil menikmati cahaya rembulan malam ini, bahkan dia mengenang kebersamaannya dengan Julio.
"kamu sudah tenang disana, maaf aku belum bisa menemui mu, karena putri kita masih butuh diriku," gumam Sekar.
"memang kenapa sih, mau ikut ya tinggal pergi, biar aku yang menjaganya," kata Wulan yang datang dan duduk di sebelah Sekar.
"jangan dong, kamu pasti juga sibuk dengan kedua putra mu itu, aku akan menyiapkan Emily agar bisa membantumu," kata Sekar.
"terserah saja, aku suka dengan putrimu yang memiliki sifat baik dari suamimu, oh ya dapat salam perang dari kakak ipar ku, ha-ha-ha-ha," kata Wulan tertawa.
"dia belum tau saja cemburu dengan hal mustahil," jawab Sekar.
"kenapa, kamu tak tau jika kak Rafa memiliki ilmu yang tak kalah dari suamiku, jadi menikahi makhluk halus seperti mu itu tak mustahil," jawab Wulan menginggatkan.
"jangan membuatku geli, aku hanya ke cintai Julio, dan kenapa kamu melakukan ngrogo Sukmo lagi?"
"kamu lupa, aku setiap malam akan berpatroli dengan suamiku, tapi jali ini aku libur dan ingin menemui mu, terlebih Arkan tadi sudah pulang karena kondisinya membaik, terima kasih," kata Wulan.
Wulan mengangguk, ternyata nyawa Raka menjemput Wulan pulang, keduanya pun pergi sambil bergandengan tangan.
"pasangan yang tak terpisahkan," gumam Sekar.
dia pun tertidur di sofa, keesokan harinya, Sekar sudah memasak untuk kedua gadis yang akan melihat sekolah baru mereka.
"selamat pagi Tante?" kata Ratu yang duduk di meja makan.
"selamat pagi, Emily ayo keluar dan jangan membuat kakakmu menunggu," panggil Sekar.
"tapi Tante aku tak nyaman dengan penampilan baruku," kata Emily yang jekuar kamar dan terlihat begitu cantik.
__ADS_1
"wah apa ini, Emily potong pendek dan itu sangat imut, dan cantik, ayo kesini?" panggil ratu.
"sudah tak perlu malu, kamu harus berubah, dan ingat setelah dari sekolah kita harus mulai latihan taekwondo dan juga cardio, Karena kalian berdua harus memiliki tubuh kuat dan sempurna untuk menunjang kegiatan harian kalian," kata Sekar yang memberikan makanan sehat pada keduanya
"Tante ingin membunuh kami," protes ratu.
"tidak sayang, Tante hanya tak ingin kalian lemah dan mudah di jadikan sasaran kejahatan," jawab Sekar yang di iyakan oleh kedua gadis itu.
saat kedua gadis itu pergi, Sekar meminta para pelayan yang ada untuk membersihkan halaman untuk latihan Emily dan Ratu.
keduanya sampai di sekolah, mereka memilih SMK negeri untuk melanjutkan pendidikan,begitu pula dengan Arkan dan Aryan.
sedang Faraz memilih STM yang terkenal di kota itu, karena dia memiliki kecenderungan menyukai otomotif.
keempatnya langsung masuk bersama, dan langsung menjadi pusat perhatian.
"permisi pak, boleh tau ruangan pak Adityaketu Suhendra?" tanya Arkan dengan sopan.
"bukankah itu nama salah satu nama pewayangan dari keluarga Kurawa," kata Aryan
"iya kamu benar, tapi panggil saja pak Aditya, tapi ada perlu apa mencari saya?" tanya Adit pada keempat orang itu.
"kami ingin menyerahkan surat penerimaan kami pak, maaf kemarin kami sedang naik gunung jadi kami telat menyerahkan bukti ini," kata Arkan memberikan empat map itu.
"tak masalah, ayo keruangan ku, kita bahas di sana lebih nyaman," kata Adit yang berjalan menuntun keempatnya.
mereka sampai di ruangan kerja pria itu dan nampak begitu rapi, tapi ada aura yang aneh menurut Arkan dan Aryan.
Adit memeriksa berkas keempat orang itu dan kaget karena ternyata keempat orang itu adalah murid yang jenius dari bukti raport dan jua semua bukti piagam dari sekolah sebelumnya.
"kalian berempat akan jadi di satu kelas karena saya yang akan mengawasi kalian sendiri, terlebih kalian harus menjadi siswa yang unggul, kalian mau?"
__ADS_1
"tentu pak, kami siap," jawab keempatnya kompak.
mereka pun di ajak berkeliling di sekolah, Adit benar-benar tak mengira akan menjadi wali kelas dari para murid lulusan terbaik.