Perjalanan Mistis Si Kembar

Perjalanan Mistis Si Kembar
hantu sekolah baru2


__ADS_3

Lila di dorong oleh Anita, "eh cacat, gara-gara lu, aku harus ikut kena marah, sayang jika adik mu itu tak cacat, setidaknya aku tak harus di permalukan seperti ini," kata Anita yang merangkul lengan Bakti


"sudahlah, biar aku yang urus, aku ingin lihat seberapa berani si pincang ini untuk berulah, karena dia lupa jika dia itu hanya anak tak di terima di rumah," kata Bakti yang pergi dari sekolah bersama Anita.


Lila pun hanya bisa menangis dan bergegas bangun, dia pun memutuskan pulang dengan mengendarai motor miliknya.


dia tak mau menunda untuk mengatakan semuanya pada orang tuanya.


sesampainya di rumah, ternyata Bakti sudah berbicara dengan ayah dan ibu mereka.


ayah tiri Lila berdiri dan menghampiri putri sambungnya itu. tanpa terduga sang ibu langsung menampar Lila.


"aoa yang kami lakukan dek!" marah ayah tiri Dila.


"dia itu membuat malu, kenapa harus mencuri, kenapa Lila, apa uang yang ibu dan ayah berikan kurang?" tanya ibu Lila.


"tidak Bu ... hiks..." tangis Dila sesenggukan sambil memegangi pipinya.


"bagaimana kamu bisa meragukan putrimu, apa kamu tak mengenalinya, bagaimana Lila yang begitu baik bisa melakukan itu, Bakti jawab ayah!" bentak pria itu.


pasalnya Adit sudah menghubungi semua orang tua para murid, karena dia tak ingin ada kesalahpahaman nantinya.


"apa maksud ayah, aku tak mengerti," bantah Adit.


"sudah tutup mulutmu, dan jangan bicara lagi, kamu itu sangat menyebalkan, aku sudah tau semua yang terjadi pada Lila, tadi kepala sekolah kalian menelpon ku," kata ayah Bakti dan Lila.


bakti kaget, pasalnya dia tak mengira jika Adit sampai sejauh ini, dan sudah di pastikan dia tak bisa menjelekkan Lila.


malam itu terlewati begitu saja, keesokan paginya, ayah tiri dan ibu dari Lila akan berangkat ke sekolah begitupun Bakti yang nampak kesal.

__ADS_1


Arkan sudah ada di sekolah, saat mobil keluarga itu datang, sedang ada mobil mewah yang sudah terparkir di lapangan sekolah.


ternyata itu adalah mobil keluarga dari Anita yang juga sudah datang, keluarga mereka pun masuk kedalam ruang kepala sekolah.


Adit terlihat berwajah datar Tanpa ekspresi menghadapi dua keluarga itu.


"silahkan masuk dan duduk pak, dan untuk kalian bertiga tunggu di ruang guru," perintah dari Adit.


ketiganya pun duduk di depan semua meja guru yang terlihat sepi karena sudah mulai mengajar semuanya.


tak terduga Bakti menarik tubuh dari Lila keluar dari ruang guru, di luar sudah ada teman-teman dari Bakti.


mereka pun membekap mulut Lila dan menyeretnya ke kamar mandi sekolah, disana mereka melakukan hal yang tak terduga.


mereka merobek rok dan juga baju Lila, sedang Bakti duduk dengan santainya.


tak hanya itu, ternyata teman-teman dari Anita juga datang dan ikut mempermalukan Lila.


tapi yang parah, kali ini semua perbuatan mereka di rekam tapi mereka hanya fokus pada Lila yang sudah begitu berantakan.


virnie langsung memberikan kode untuk mengikat gadis itu, mulut Lila juga di ikat agar tak bisa berteriak.


Lila pun di kunci dalam toilet rusak itu, mereka pun meninggalkan Lila begitu saja.


Adit memberikan bukti yang di bawa anak-anak mereka, "bagaimana ibu bapak, kalian mau mendisiplinkan anak-anak kalian, atau perlu saya yang turun tangan, dan kemungkinan Anda tak mau hal itu sampai terjadi bukan," kata Adit yang berdiri menatap ke empat orang dewasa itu.


"aku heran, bagaimana perlakuan anda selama di rumah, kenapa bisa membuat para anak ini memiliki sifat yang begitu buruk, bahkan nilai mereka saja tidak bisa di katakan baik juga," kata Adit mengambil dua rapor dari SMP Bakti dan Anita.


orang tua Anita mengunakan uang untuk menyuap guru yang memasukkan Anita ke sekolah elite di kota itu.

__ADS_1


"tapi apa pentingnya, toh dari dua orang mengaku jika gadis itu mencuri, dan putri saya hanya mengajarkan apa itu hukuman untuk orang yang berani merampas atau mengambil barang tanpa izin," bela ayah Anita.


"baiklah, saya akan mengeluarkan putri anda karena melakukan tindakan bullying, itu pun karena alasan yang di buat-buat, karena dari pengakuan murid lain jika bakti yang menyuruh Lila untuk mengambil jam itu, dan anda tentu tau apa yang terjadi jika sampai keluar dari sekolah ini," jawab Adit.


"apa pak kepsek, jadi ini semua fitnah dari putra ku kakak dari Lila," kaget ayah bakti dan Lila.


"iya pak, jika ingin tau alasan dari putra anda silahkan tanya sendiri," jawab Adit.


pria itu langsung keluar dan mencari Putranya, tanpa bertanya dia langsung menampar pipi Bakti.


beruntung Adit menahan pria itu karena tak ingin ada kekerasan yang terjadi di sekolahnya.


"tolong jaga sikap anda," kata Adit.


Arkan panik karena ingin memberitahu kondisi Lila di toilet, tapi dia tak berdaya sedikitpun.


tapi Adit merasa aneh karena tak melihat Lila, "kemana Lila, bukankah kalian ku minta menunggu disini," kata Adit.


Arkan langsung bergegas ke toilet lagi, ternyata terjadi hal yang mengerikan.


Lila mengalami pelecehan seksual oleh satpam sekolah, yang ternyata ingin menaruh ponselnya di toilet wanita.


tapi dia melihat pemandangan yang begitu sensual, bukan menolong Lila, pria itu malah melakukan on*n* di depan Lila dengan memamerkan barang miliknya.


bahkan setelah itu, dengan mudah dia sempat menyiram Lila agar tak meninggalkan bekas.


"gadis baik, tutup mulutmu atau kamu akan melihat rekaman kita tadi tersebar di internet ya, jadi sekarang aku akan melepaskan mu, ingat ancaman ku," kata pria hitam berbadan tinggi besar itu.


Lila hanya mengangguk, setidaknya dia di ambilkan seragam untuk berganti pakaian.

__ADS_1


Lila bergegas kembali ke ruang guru dengan sedikit basah, "maaf, saya mengalami sedikit masalah di toilet, kran airnya rusak," bohong gadis itu.


__ADS_2