Perjalanan Mistis Si Kembar

Perjalanan Mistis Si Kembar
bertemu Nia


__ADS_3

Arkan menancapkan preng petik terakhir, dsn langsung menghampiri pria yang pingsan itu.


Arkan memanggil salah satu Jon miliknya, "masuk dan awasi," kata Arkan.


"baik prabu," jawab jin itu.


Arkan pun berjalan sambil bersiul, dia pun segera menghampiri Aris dan Raka.


mereka memutuskan untuk pulang, Ayu sudah menyiapkan makanan untuk ketiganya.


"makan dulu, ayah ajak semuanya masuk," kata Ayu.


Arkan merasakan ada aura yang pekat dari lantai dua, "permisi om, apa boleh aku naik ke lantai dua," tanya Arkan


"silahkan, disana ada kamar Niken dan dua adiknya," jawab Aris.


Arkan pun menyentuh pegangan tangga itu, dia bisa melihat kilasan masa lalu.


Niken yang berangkat ke sekolah, dan ada mata merah yang mengawasinya.


Arkan makin marah saat langkahnya sampai di lantai atas, dia tak bisa merasakan aura Suni sedikit pun, "kau ku suruh menjaganya, kenapa kamu malah tak ada di sini," geram Arkan.


tiba-tiba ada sosok tinggi besar yang menghadang arkan,Suni terluka parah saat menemuinya.


"maafkan aku prabu," jawab Siluman harimau itu.


Arkan menyentuh khodam miliknya itu, dan seketika harimau itu kembali pulih.


"kamu harus membereskannya, saatnya kamu menambah kekuatan, kamu tentu tau harus bagaimana bukan," kata Arkan mengusap bulu harimau putih miliknya itu


"baiklah prabu," jawab Suni.


harimau itu menyerang sosok hitam itu, Arkan membantunya dengan cara membaca beberapa ayat suci Al-Qur'an.


saat makhluk itu kesakitan karena bacaan dari Arkan, Suni langsung mengigit leher dari makhluk itu.


dan perlahan makhluk itu pun terserap kedalam tubuh harimau putih itu.


Arkan membacakan doa dan Suni sudah berubah menjadi lebih kuat, "kamu tau tugas mu kan, jadi jangan kecewakan aku,"


"baik prabu," jawab Suni


aura dari lantai itu mulai teras bersih. Arkan menghancurkan beberapa pot tanaman di lantai itu.


ternyata ada sosok dua jenglot yang bersembunyi di dalamnya, beruntung kedua sosok itu belum terbangun.

__ADS_1


tapi tujuan untuk mengirimkan ini saja sudah salah, Aris dan Raka naik karena mendengar suara barang pecah.


"jangan naik, atau kalian akan menghancurkan pelindung yang aku buat," kata Arkan.


Raka menahan tubuh Aris, ternyata sebuah bayangan tipis hampir mereka tabrak.


Arkan berdoa dan mengembalikan dia mahluk itu pada pengirimnya, kemudia memagari semua ruangan ini dan rumah.


setelah itu dia masuk kedalam kamar di kembar, tenyata kamar kedua bocah itu aman.


tapi saat masuk kedalam kamar Niken, bukan Aira magis yang di rasakan Arkan.


tapi malah pikiran yang tidak-tidak yang muncul di kepalanya, pasalnya dia membayangkan Niken uang keluar dari kamar mandi sambil tersenyum.


"hadeh... bisa bahaya jika aku terus disini," gumam arkan yang bergegas turun.


"sudah pembersihannya?" tanya Raka


"sudah ayah, sudah ku kembalikan pada orang yang mengirimnya, besok juga ketahuan siapa yang bakal mati kehabisan darah," jawab Arkan.


"siip... itulah kenapa Aris, aku bilang jika hanya arkan yang bisa, karena dia memiliki kekuatan di atas ku dan Aryan," kata Raka tertawa.


"tidak seperti itu ayah, aku cuma pemuda biasa, Tante numpang ke kamar mandi ya," panik Arkan yang berlari turun.


"itu baru persis seperti ku," kata Raka.


siang itu Faraz akan pulang, ke rumah, tak lupa kue juga sudah di beli, tapi dia melihat ada seorang gadis yang menuntun sepeda motor matic keluaran terbaru.


apalagi terik panas cukup untuk membakar kulit, "mbak sepeda motornya kenapa?" tanya Faraz.


"tak tau mas, tiba-tiba mogok, padahal bensinnya juga masih banyak," jawab gadis itu.


tapi Faraz langsung menancap gas motornya meninggalkan gadis itu. gadis itu kesal karena Faraz tak membantunya.


tapi pikirannya itu salah, Faraz menghentikan motornya di tempat yang teduh, kemudian menghampiri wanita itu, "biar saya yang dorong,"


wanita itu berlari karena langkah Faraz yang begitu lebar, setelah sampai di bawah pohon itu, Faraz langsung mencoba mencari masalahnya.


ternyata ada yang iseng menutup selang bensin jadilah motor itu ngadat.


"mbaknya di isengin orang nih, selang bensin di tutup, tapi beruntung tak ada yang bermasalah," kata Faraz.


"pasti kerjaan dua bocah nakal itu, terima kasih ya mas," kata gadis itu tersenyum lembut


"iya mbak, atau mau minum dulu, kebetulan saya bawa minuman,mbak pasti haid karena dorong motor di cuaca panas gini?" kata Faraz memberikan botol air mineral.

__ADS_1


"terima kasih mas, semoga Allah membalas kebaikan mas, dan terima kasih banyak," kata gadis itu.


setelah itu Faraz melihat gadis itu pergi, dan dia juga memutuskan untuk pulang.


Nia tersenyum membayangkan pria yang membantunya, pasalnya pria itu begitu tinggi dan memiliki badan yang tegap.


itu sangat sesuai dengan pria idamannya, "ya Allah,apa yang aku pikirkan, kenapa pria itu terus terbayang di otakku, ya Allah ingin rasanya dia jadi imam ku dalam setiap ibadah ku pada Mu," gumam Nia.


Faraz pulang dan langsung di sambut oleh Husna, setelah mencium pipi adiknya itu, kini giliran Wulan.


"sudah-sudah neng Husna ikut Amma dulu, biar mas Faraz makan terus mandi, baru kita ke rumah pakde ya," kata Wulan.


"yus de Una," tanya Husna dengan suara mengemaskan.


"di titipin sama Mbah lek, katanya ibu Nurul mau mengajak Aluna pergi dengan mas Aslan, jadi hari ini khusus mas Faraz dan Amma yang pergi bareng Husna," jawab Wulan.


"oke Amma..." jawab gadis kecil itu.


Faraz sudah selesai makan kemudian mandi dan sholat, dia siap dengan celana pendek dan kaos oblong.


"ya Allah... aku sudah tua ya, sudah punya tiga anak bujang yang ganteng-ganteng," kata wulan.


"anak bujang Amma ini tak bisa jauh dari wanita satu ini, tetap jadi kesayangan terdepan," jawab Faraz tersenyum.


dia tak mengira jika Wulan itu sosok orang tua yang asik, jika Raka sosok yang tegas dan keras meski kadang humoris.


tapi Wulan sosok yang lembut, penuh kasih sayang dan mudah menangis, tapi begitu dekat dengan ketiga putranya, bahkan mereka sering curhat pada Wulan tentang semua masalahnya.


"bunda .. ayah.. terima kasih sudah menitipkan kami di keluarga ini, aku selalu merasa di berikan kasih sayang, bahkan Amma begitu mengutamakan aku dan Husna," batin Faraz terharu.


kini mereka pun berangkat menuju ke rumah pakde dari Wulan, terlebih takut kesorean nanti.


selama perjalanan, Wulan terus berbicara dengan Husna, menjelaskan segalanya.


sedang Faraz menyahut beberapa kali, "Amma, idaman menantu amma itu seperti apa sih?" tanya Faraz penasaran


"yang bisa mencintai putra Amma tentunya, mengerti agama, dan yang paling penting melihat kekurangan dari putra Amma, bukan kelebihannya, dan mau menerima semua kekurangan putra Amma," jawab Wulan


"tapi jika nanti salah satu dari menantu amma jahat pada Amma, Amma akan bersikap bagaimana?" tanya Faraz.


"Amma terima, asal dia bisa membahagiakan putra Amma," jawab Wulan tersenyum.


"kalau begitu, Faraz mau Amma yang Carikan jodoh, karena Faraz ingin menantu idaman Amma, yang menemani Faraz sampai menghembuskan nafas terakhir, terlebih Faraz yakin gadis pilihan Amma pasti yang tebaik," kata Faraz.


"tidak nak, Amma takut jika malah pilihan Amma melukai mu, insyaallah kamu akan menyadari dia itu jodoh mu, saat dirimu sendiri yang memberikan pertandanya," terang Wulan.

__ADS_1


"tapi Faraz berharap Amma mau menilainya nantinya," jawab Faraz.


"pasti nak, pasti..."


__ADS_2